Showing posts with label 2018 at 01:10PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 01:10PM. Show all posts

Saturday, December 8, 2018

Guardiola: Man City Kejar Juara Bukan Rekor Tak Terkalahkan

Jakarta, CNN Indonesia -- Pep Guardiola menegaskan Manchester City hanya berambisi mempertahankan gelar juara Liga Primer Inggris bukan mengejar rekor sempurna tanpa terkalahkan.

Rekor tak terkalahkan Man City di 15 laga Liga Inggris musim ini kandas setelah takluk 0-2 di markas Chelsea, Sabtu (8/12). Gawang Ederson dijebol bergantian oleh N'Golo Kante dan David Luiz.

Guardiola tetap optimistis mempertahankan gelar musim ini meski tak berhasil mengukir rekor sempurna tanpa terkalahkan.

"Kami di sini untuk menjadi juara, bukan untuk mengejar rekor tak terkalahkan. Saya telah mengatakan ini berulang kali dan juga mengatakan hal yang sama musim lalu," kata Guardiola dalam laman resmi klub.

"Tidak ada olahraga di dunia di mana sebuah tim atau pemain selalu menang atau tak terkalahkan. Begitulah olahraga. Kemarin, kami adalah favorit dan tak terkalahkan, faktanya hari ini kami telah menelan kekalahan," sambungnya.

Man City kalah 0-2 dari Chelsea meski mendominasi serangan.Man City kalah 0-2 dari Chelsea meski mendominasi serangan. (REUTERS/Eddie Keogh)
Saat ini, Man City terpaksa turun satu peringkat ke posisi kedua lantaran tertinggal satu poin dari Liverpool yang berhak mengambil alih puncak klasemen sementara.

Meski kalah, namun juru taktik asal Spanyol tersebut tetap memuji performa anak asuhnya. Raheem Sterling dan kawan-kawan memang tampil dominan meski gagal memanfaatkan sederet peluang emas yang dimiliki.

"Kami tampil luar biasa di babak pertama dan berjuang hingga akhir laga. Saya sangat salut melihat para pemain ini melakukan pertandingan setiap tiga hari sekali," ujar mantan pelatih Barcelona.

"Yang terpenting adalah bagaimana kami bereaksi bahkan jika kami menang hari ini. Sekarang masih awal Desember dan masih banyak poin yang harus dimainkan. Secara umum, kami fantastis," sambung pelatih asal Catalan tersebut. (jun)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QK655W
December 09, 2018 at 01:10PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2QK655W
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 20, 2018

Harga Minyak Tertekan Merosotnya Indeks Saham Wall Street

Dilansir dari Reuters, Rabu (21/11), harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) merosot US$3,9 atau 6,8 persen menjadi US$53,3 per barel. Di awal sesi perdagangan, harga WTI sempat tertekan hingga 7,7 persen menjadi US$52,77 per barel, terendah sejak Oktober 2017.


Selama sesi perdagangan berlangsung, lebih dari 868 ribu kontrak awal bulan WTI telah berpindah terangan. Jumlah tersebut melampaui rata-rata harian selama 10 bulan terakhir.

Sementara, harga minyak mentah Brent turun US$4,5 atau 6,7 persen menjadi US$62,29 per barel. Di awal sesi perdagangan, harga minyak acuan global ini sempat turun hingga 7,6 persen menjadi US$61,71 per barel, terendah sejak Desember 2017.

Tren penurunan kedua harga acuan telah terjadi sejak awal Oktober 2018 lalu. Harga WTI telah terjungkal lebih dari 30 persen sejak menyentuh level tertinggi untuk hampir empat tahun terakhir di awal Oktober 2018. Hal itu terjadi akibat melesatnya jumlah pasokan dan aksi jual di pasar global terhadap aset berisiko.

Selama periode yang sama, harga Brent telah merosot sekitar 28 persen. "Untuk saat ini, (penyebabnya) lebih terkait risiko," ujar Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.

Menurut Ritterbusch, saat pasar saham tertekan delapan hingga sembilan persen, pasar saham cenderung menciptakan gambaran lemahnya perekonomian global. Hal itu menimbulkan ekspektasi pelemahan permintaan minyak yang lebih besar dari perkiraan.

Pada perdagangan Selasa (21/11) lalu, indeks saham S&P tertekan ke level terendah dalam tiga pekan terakhir. Hal itu dipicu oleh kekhawatiran pengusaha ritel besar terhadap permintaan di musim liburan. Sementara, saham di sektor teknologi terus merosot akibat kekhawatiran terhadap penjualan iPhone.

Selama dua bulan terakhir, pasar saham global telah tertekan oleh kekhawatiran terhadap pertumbuhan pendapatan korporasi, kenaikan biaya pinjaman, momentum perlambatan perekonomian global dan tensi perdagangan internasional. Di tengah ketidakpastian, pelaku pasar keuangan juga khawatir terhadap pasar minyak dipicu oleh risiko penurunan harga akibat pertumbuhan produksi minyak shale AS dan merosotnya proyeksi perekonomian global.

Selain itu, harga minyak dunia juga tertekan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan AS tetap menjadi mitra setia Arab Saudi meskipun Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman diduga terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi bulan lalu di Turki.

Selanjutnya, pasar minyak telah meningkatkan kewaspadaan akibat potensi gangguan pasokan di tengah memanasnya tensi antara AS dan Arab Saudi akibat pembunuhan tersebut. Namun, ancaman terhadap pasokan sejak awal terbatas.

"Saya tidak pernah memahami premi di balik gesekan antara AS dan Arab Saudi dari sisi kebijakan. Hubungan tersebut benar-benar terlalu erat untuk putus," ujar Analis Senior Kebijakan Energi Hedgeye Risk Management Joe McMonigle di Washington.


Sementara itu, AS tengah mempertimbangkan untuk memasukkan Venezuela, salah satu pemasok minyak mentah terbesar, ke dalam daftar negara yang mendanai terorisme. Namun, berdasarkan sumber Reuters, belum ada keputusan akhir terkait hal itu.

Ekspektasi meningkatnya persediaan minyak mentah AS selama sembilan pekan berturut-turut juga turut membebani harga minyak. Berdasarkan jajak pendapat analis, stok minyak mentah AS bakal meningkat sekitar 2,9 juta barel pada pekan lalu.

Produksi minyak mentah AS telah melesat hampir 25 persen tahun ini menjadi 11,7 juta barel per hari (bph). Di sisi lain, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) tengah berencana untuk memangkas pasokan sekitar 1 juta hingga 1,4 juta bph dalam pertemuan yang akan diselenggarakan pada 6 Desember mendatang.


Uni Emirat Arab menyatakan sangat mungkin OPEC bakal memangkas produksinya tetapi besarannya belum diputuskan. Namun, Badan Energi Internasional (IEA) mengingatkan OPEC dan produsen minyak lainnya akan efek negatif dari pemangkasan pasokan dengan ketakutan analis akan melonjaknya harga minyak yang dapat menekan konsumsi.

"Kita memasuki periode ketidakpastian pasar minyak yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol awal pekan ini.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DDELQf
November 21, 2018 at 01:10PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2DDELQf
via IFTTT
Share:

Saturday, November 17, 2018

Ekonom Ramal Dampak Paket Ekonomi Terlihat Lima Tahun Lagi

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah baru saja mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI sebagai alat baru untuk menarik lebih banyak investasi asing di Indonesia. Paket kebijakan ini dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang bagi perekonomian Indonesia.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai ketiga kebijakan dalam satu paket itu masih menjadi ancang-ancang pemerintah dalam melakukan perubahan ekonomi. Menurutnya dampak dari penerapan kebijakan ini dapat dirasakan Indonesia dalam lima tahun kedepan.

Penerapan kebijakan ini dapat menjadi satu cara dalam membantu iklim investasi di Indonesia yang kini sedang terpuruk. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat total investasi pada kuartal III 2018 mengalami penurunan 1,6 persen dengan total investasi Rp173,8 triliun dibandingkan kuartal III tahun sebelumnya.


Dari data tersebut, penanaman modal asing (FDI) mencatatkan diri sebagai penyumbang penurunan yang paling signifikan. Tercatat FDI Indonesia hingga kuartal III 2018 Rp89,1 triliun atau menurun 20,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 dengan Rp111,7 triliun.

Nilai ini tercatat sebagai kejatuhan FDI ke level terendahnya dalam 3,5 tahun terakhir. Ia pesimis bahwa paket kebijakan ini dapat membantu mendorong target investasi Indonesia tahun ini yang sudah direvisi menjadi Rp730 triliun.

"Ini sudah kuartal keempat, jadi kalau menurut saya akan sulit tercapai. Walaupun (kebijakan) sudah cukup rasional, tapi masih ada persoalan-persoalan lain," kata Ekonom Bhima Yudhistira kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/11).

Senada dengan hal itu, Kepala ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual juga berharap agar pemerintah lebih memfokuskan orientasi kebijakannya pada kegiatan ekspor impor untuk dapat mengatasi persoalan ekonomi Indonesia.


Ia melihat pemerintah dapat melihat peluang-peluang dari keadaan ekonomi secara global seperti dampak dari perang dagang China-AS terhadap investasi di Indonesia. "Kalau hanya menyasar pada ekonomi domestik, daya dorong untuk pertumbuhan ekonominya itu kurang. Padahal saat ini kita sedang berusaha untuk mengurangi pelebaran CAD," katanya.

Pemerintah kembali menerbitkan paket kebijakan ekonomi. Paket kebijakan yang baru saja diluncurkan terdiri dari perluasan penerima fasilitas libur pajak (tax holiday), relaksasi aturan daftar negatif investasi (DNI), dan pengaturan devisa hasil ekspor sumber daya alam (SDA).

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menghadapi tantangan global dan memperbaiki defisit transaksi berjalan. Tapi oleh Bhima peluncuran paket kebijakan ini tidak menjawab masalah struktural antara pemerintah pusat dan daerah yang tidak selaras dan sering membuat investor enggan berinvestasi.

"Investor sudah masuk ke Indonesia, sudah mau pendaftaran perizinan, lalu bermasalah dengan pemerintah daerah, soal peraturan daerah (perda) yang menghambat investasi," kata Bhima. "Birokrasi di daerah yang kemudian belum selaras dengan pemerintah pusat," jelasnya.
 

(mjs/agt)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zZrkGQ
November 17, 2018 at 01:10PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2zZrkGQ
via IFTTT
Share: