Showing posts with label 2019 at 07:45PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 07:45PM. Show all posts

Sunday, January 13, 2019

Kampus AS Peringatkan Tak Pakai WeChat dan WhatsApp di China

Jakarta, CNN Indonesia -- Universitas California telah memperingatkan mahasiswanya untuk tidak menggunakan layanan pesan instan WeChat dan WhatsApp, serta media sosial saat mengunjungi China. Kampus yang memiliki jaringan terbesar di Amerika Serikat ini khawatir komunikasi mereka itu akan dimata-matai pemerintah China dan menjadi alasan mereka tak pulang kembali ke AS.

"Meski penggunaan WhatsApp dan WeChat dilegalkan di China, kami telah melihat tuduhan mata-mata terhadap warga AS di Rusia lewat bukti yang didapat dari WhatsApp," tulis surel yang dilihat CNN.

Bulan lalu, seorang warga negara AS, Paul Whelan, ditangkap di Rusia atas dugaan mata-mata.

"Kami khawatir China bisa menggunakan cara serupa terhadap pelancong dari barat untuk menuduh atau sebagai alasan untuk menolak kepulangan. Saat ini, Kami merekomendasikan untuk tidak menggunakan aplikasi perpesanan di China."

Larangan ini menyusul banyaknya warga negara Kanada yang ditahan di China. Dua diantaranya, Michael Spavor and Michael Kovrig malah tengah menjalani pemeriksaan investigatif atas aktivitas mencurigakan yang bisa membahayakan keamanan China. Tuduhan ini diduga para pendukung keduanya bermotif politis.

Penahanan ini dilakukan pemerintah China setelah Kanada menahan CFO Huawei Meng Wanzhou atas permintaan Amerika Serikat. Saat ini Meng tengah menhadapi penahanan di Vancouver dan tengah dibebaskan dengan jaminan. Ia masih menjalani kemungkinan untuk diekstradisi karena membahayakan sanksi AS terhadap Iran.

Perwakilan WhatsApp dan WeChat tidak langsung memberikan komentar atas pernyataan ini.

Juru bicara Universitas California Davis mengonfirmasi bahwa surel itu memang dikirimkan ke staf dan mahasiswa mereka. Surel serupa juga diterima oleh UC Berkeley.

Menurut Claire Doan, Direktur Hubungan Media dari Kantor Universitas California mengutarakan bahwa surel ini mereka kirim atas arahan dari World Aware, konsultan manajemen keamanan dan manajemen resiko.

China memang dikenal kurang terbuka dengan mahasiswa asing. Padahal terdapat setengah juga mahasiswa asing di negara itu. (eks/eks)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2sr5f0o
January 14, 2019 at 07:45PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2sr5f0o
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

Aktivitas Manufaktur Asia Melemah Akibat Perlambatan China

Jakarta, CNN Indonesia -- Aktivitas produksi di seluruh Asia melemah pada Desember sebagai dampak perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, serta perlambatan permintaan di China.

Dikutip dari Reuters, serangkaian indeks manajer pembelian (Purchasing Manager Index/PMI) Desember yang dirilis pada Rabu (2/1) menunjukkan penurunan atau perlambatan aktivitas pabrik manufaktur di seluruh wilayah Asia. Di China, indeks manufaktur mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam 19 bulan.

Melemahnya manufaktur di China meluas ke ekonomi Asia lainnya, dengan aktivitas manufaktur Malaysia juga menyusut, mencatatkan laju ekspansi paling lemah sejak survei dimulai 2012. Manufaktur Taiwan juga mengalami kontraksi ke level terendah sejak September 2015.

Sementara itu, data ekonomi resmi dari Singapura menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh lebih lambat dari perkiraan pada kuartal keempat karena sektor manufaktur negara kota itu mengalami kontraksi secara kuartalan.

Di wilayah lain, zona euro diperkirakan akan mencatat pertumbuhan aktivitas manufaktur yang stabil, sementara aktivitas AS terlihat sedikit lebih lambat, tetapi masih kuat. Hal ini menjadi tanda bahwa sejauh ini China telah menderita lebih banyak dalam perang dagang dengan AS.


Dengan pertumbuhan yang melambat dan inflasi di bawah target di sebagian besar negara, bank sentral Asia tidak mungkin untuk melanjutkan siklus pengetatan pada tahun ini.

"Kami benar-benar melihat perlambatan global ke tahun ini, dan di Asia, khususnya negara-negara yang berorientasi ekspor mengalami kerusakan," kata Irene Cheung, Ahli strategi Asia di ANZ.

Dua negara ekonomi terbesar di dunia sepakat pada awal Desember untuk melakukan gencatan perang dagang selama 90 hari menahan rencana penganaan tarid yang telah mengganggu aliran barang ratusan miliar dolar antara kedua negara.

Kedua belah pihak telah berjanji untuk mengadakan pembicaraan dalam dua bulan ke depan, tetapi ketidakpastian apakah mereka dapat menjembatani perbedaan besar atas praktik komersial dan hak kekayaan intelektual tetap sangat tinggi, meskipun Presiden AS Donald Trump menyebut ada "kemajuan besar" dalam tweet-nya terkait diskusi dengan China.


Tarif bukan satu-satunya hambatan bagi ekonomi Tiongkok. Upaya berkelanjutan Beijing untuk mengurangi risiko utang dalam ekonomi telah mendinginkan pasar properti dan membatasi aliran kredit ke sektor swasta. Sementara itu, tindakan keras pemerintah yang semakin intensif terhadap polusi telah merusak aktivitas industri.

Dalam konferensi tahunan utama bulan lalu, para pemimpin utama Cina mengatakan mereka akan meningkatkan dukungan untuk ekonomi pada 2019 dengan memotong pajak dan menjaga likuiditas yang cukup, sambil berjanji untuk melanjutkan negosiasi dengan Washington.

"Bank Rakyat Tiongkok mungkin harus melonggarkan lebih jauh untuk mengimbangi dampak tarif," kata Robert Michele, kepala investasi dan kepala pendapatan tetap, J.P Morgan Asset Management.

Pertumbuhan ekonomi China melambat menjadi 6,5 persen pada kuartal ketiga tahun lalu, terlemah sejak krisis keuangan global. Reuters melaporkan bahwa penasihat pemerintah telah merekomendasikan target pertumbuhan 6,0-6,5 persen untuk tahun ini pada pertemuan tahunan, meskipun angka terakhir tidak akan diumumkan kepada publik sampai pertemuan parlemen tahunan pada awal Maret. (Reuters/agi)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GRaKQ5
January 02, 2019 at 07:45PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2GRaKQ5
via IFTTT
Share: