Showing posts with label 2019 at 03:22AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 03:22AM. Show all posts

Wednesday, January 16, 2019

Bela Pertamina, Menteri Rini Klaim Harga Avtur Kompetitif

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri BUMN Rini Soemarno angkat suara soal harga avtur PT Pertamina (Persero) yang disebut lebih murah dijual di luar negeri ketimbang di dalam negeri. Meski tak menampik hal tersebut, ia menyebut harga avtur perusahaan migas pelat merah itu sudah sangat kompetitif.

Karenanya, ia mengaku tak bisa memaksa Pertamina untuk menekan harga avtur di dalam negeri. "Avtur kan hitungan bisnis, jadi kita tidak bisa merombak atau menekan harga Pertamina harus (menurunkan harga). Kan Pertamina, harus menghitung secara biaya dia," ujarnya di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Rabu (16/1).

Kendati demikian, Rini berjanji Kementerian BUMN tidak akan lepas tangan jika tarif tiket pesawat melonjak. Saat ini, institusi pimpinannya tengah berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) untuk menurunkan biaya pendaratan (landing fee) maskapai di bandara.


"Landing fee sudah kami hitung. Mungkin, bisa diturunkan sedikit," jelasnya singkat.

Secara terpisah, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menuturkan tingginya harga avtur di bandara domestik terjadi karena tingginya biaya distribusi dan infrastruktur yang terbatas.

"Di Indonesia kan ada lokasi yang sangat terpencil. Kami juga ada subsidi silang. Singapura kan sangat mudah di Changi," ujar Nicke.

Ke depan, Pertamina sudah berencana untuk memperbaiki infrastruktur, sehingga bisa menekan biaya distribusi. Namun, untuk saat ini, harga avtur masih akan mengikuti pergerakan harga minyak Mean of Plats Singapore (MOPS).


"Ketika harga minyak dunia turun, harga avtur akan turun," katanya.

Sebelumnya, Indonesia National Air Carrier Association (INACA) menyatakan Pertamina membanderol harga avtur lebih mahal 10 persen untuk pengisian di dalam negeri dibandingkan jika mengisi di luar negeri. Padahal, komponen biaya avtur porsinya berkisar 40 hingga 45 persen dari total biaya operasional maskapai.

"Pertamina kalau di luar negeri itu memberikan harga lebih murah sekitar dua persen dibandingkan dengan pesaingnya ke maskapai nasional. Jadi, perbedaan harganya dengan di Indonesia bisa sampai 16 persen," tandas Ketua Umum INACA Askhara Danadiputra.

(sfr/bir)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RvDfYn
January 17, 2019 at 03:22AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2RvDfYn
via IFTTT
Share:

Monday, January 7, 2019

Andi Arief Laporkan Lima Pendukung Jokowi soal Polemik Hoaks

Jakarta, CNN Indonesia -- Kuasa hukum Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief, yakni Irwin Idrus beserta tiga kuasa hukum lainnya, mendatangi mendatangi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Senin (7/1), untuk melaporkan lima orang dari kubu pendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap kliennya.

"Jadi, ada lima pihak terlapor yang sudah dilaporkan balik atas dugaan tindak pidana pencemaran dan penyebaran berita elektronik," ujar Idris di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin malam (7/1).

Lima terlapor yang dilaporkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu yakni Kepala Kantor Staf Presiden RI Ali Mochtar Ngabalin, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Arya Sinulingga, Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto, dan Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Ade Irfan Pulungan.


Kuasa hukum Andi Arief melaporkan para pihak itu dengan pasal 310 KUHP dan pasal 27 ayat 3 UU ITE.

Lebih lanjut, kata Irwin, pihaknya sudah melampirkan barang bukti. Salah satunya, rekaman video Ali Mochtar Ngabalin saat menjadi bintang tamu di Primetime News, Metro TV.

"Statement dia yang menyebutkan bahwa pak Andi Arief sudah menyebarkan berita bohong secara sengaja sehingga menimbulkan kegaduhan," kata Irwin.

Ditanya soal keberadaan Andi Arief, Irwin tak memberitahukan secara jelas mengapa kliennya tidak datang ke Bareskrim Mabes Polri hari ini (7/1).

"Sebenernya pak Andi Arief tidak mau membuat kegaduhan yang lebih jauh lagi, justru pak Andi Arief ini mau semuanya dijalankan saja sesuai dengan prosedur hukum dalam hal ini sudah dikuasakan kepada kita sebagai kuasa hukum," pungkasnya.

Semula, Andi Arief berencana datang ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri untuk melaporkan sejumlah orang di dalam Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin siang ini (7/1).

Hal itu ia sampaikan dalam cuitan di akun twitter pribadinya, Andi menuliskan "Pukul 13.00 akan melaporkan sejumlah orang 'pembunuh' (fitnah lebih kejam darinya) ke Cyber Crime Investigation Center (CCIC) Bareskrim Mabes Polri di Gambir".

Ia juga sebelumnya mengaku tak akan melaporkan orang-orang itu dan menyebut "demokrasi itu bukanlah kejahatan".

"KPU Tidak melaporkan saya ke Bareskrim. Berbekal ini saya sebenarnya bisa saja melapor balik Guntur Romli, Ali ngabalin, dan Arya Sinulinga dan sejumlah orang di TKN. Tapi kawan-kawan di Demokrat melarang saya, karena demokrasi itu bukanlah kejahatan," kicaunya di Twitter, 4 Januari.

(din/arh)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CRMrgE
January 08, 2019 at 03:22AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2CRMrgE
via IFTTT
Share: