Showing posts with label 2019 at 10:16PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:16PM. Show all posts

Tuesday, January 15, 2019

Anies Ingin Bantargebang Jadi Pusat Studi Persampahan

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menjadikan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi sebagai pusat studi persampahan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan untuk melakukan hal itu, pihaknya telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan sebuah produsen semen untuk melakukan penelitian sampah di Bantargebang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penelitian tentang sampah tersebut nantinya juga akan melibatkan Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT).

"Memulai sebuah proyek penelitian optimalisasi TPST Bantargebang sekaligus juga pembangunan pilot project PLTSA (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) BPPT," kata Anies di TPST Bantargebang, Selasa (15/1).


Anies menuturkan dengan penelitian tersebut diharapkan ke depannya akan menghasilkan sebuah sistem pengelolaan sampah yang modern. "Sehingga tak lagi sekadar timbun tapi sampah itu memang menjadi sesuatu yang bermanfaat atau dimusnahkan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji menyampaikan penelitian tersebut memang bertujuan untuk melihat seberapa besar potensi sampah untuk bisa diubah menjadi sumber energi baru, salah satunya energi listrik.

Isnawa menyebut nantinya di TPST Bantargebang akan dibangun gedung pusat riset yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Menurutnya, selama ini banyak peneliti, mahasiswa, hingga pelajar yang datang untuk belajar soal sampah di Bantargebang.


"Di gedung tersebut disediakan laboratorium, auditorium, ruang pameran," ujarnya

Lebih dari itu, Isnawa mengungkapkan mulai 2019 ini jutaan ton sampah yang ada di TPST Bantargebang akan mulai untuk diolah atau dimanfaatkan kembali dengan cara teknik landfill mining atau penambangan lahan urug.

"Kami akan melakukan penambangan sampah lama, landfill mining belum pernah dilakukan di Indonesia," katanya.

Sebelumnya, dalam kesempatan tersebut Anies juga sekaligus meresmikan fasilitas pencucian untuk truk sampah.

Anies menuturkan truk yang rutin membawa sampah dengan volume besar bila tidak dibersihkan secara rutin maka bau akan muncul. Jika kondisi ini terjadi secara terus menerus, kata Anies, lama-kelamaan akan susah untuk dihilangkan.

Selama ini, kata Anies, pembersihan sebenarnya sudah dilakukan namun pembersihannya masih secara manual saja. "Dengan fasilitas ini insyaallah akan bisa bersih dan kembali dalam kondisi yang nyaman bagi kita semua yang ada di perjalanan antara Bantargebang dan DKI," tuturnya.

(dis/ain)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Ft6tAL
January 15, 2019 at 10:16PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2Ft6tAL
via IFTTT
Share:

Anies akan Jadikan TPST Bantargebang Pusat Studi Persampahan

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menjadikan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi sebagai pusat studi persampahan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan untuk melakukan hal itu, pihaknya telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan sebuah produsen semen untuk melakukan penelitian sampah di Bantargebang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penelitian tentang sampah tersebut nantinya juga akan melibatkan Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT).

"Memulai sebuah proyek penelitian optimalisasi TPST Bantargebang sekaligus juga pembangunan pilot project PLTSA (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) BPPT," kata Anies di TPST Bantargebang, Selasa (15/1).


Anies menuturkan dengan penelitian tersebut diharapkan ke depannya akan menghasilkan sebuah sistem pengelolaan sampah yang modern. "Sehingga tak lagi sekadar timbun tapi sampah itu memang menjadi sesuatu yang bermanfaat atau dimusnahkan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji menyampaikan penelitian tersebut memang bertujuan untuk melihat seberapa besar potensi sampah untuk bisa diubah menjadi sumber energi baru, salah satunya energi listrik.

Isnawa menyebut nantinya di TPST Bantargebang akan dibangun gedung pusat riset yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Menurutnya, selama ini banyak peneliti, mahasiswa, hingga pelajar yang datang untuk belajar soal sampah di Bantargebang.


"Di gedung tersebut disediakan laboratorium, auditorium, ruang pameran," ujarnya

Lebih dari itu, Isnawa mengungkapkan mulai 2019 ini jutaan ton sampah yang ada di TPST Bantargebang akan mulai untuk diolah atau dimanfaatkan kembali dengan cara teknik landfill mining atau penambangan lahan urug.

"Kami akan melakukan penambangan sampah lama, landfill mining belum pernah dilakukan di Indonesia," katanya.

Sebelumnya, dalam kesempatan tersebut Anies juga sekaligus meresmikan fasilitas pencucian untuk truk sampah.

Anies menuturkan truk yang rutin membawa sampah dengan volume besar bila tidak dibersihkan secara rutin maka bau akan muncul. Jika kondisi ini terjadi secara terus menerus, kata Anies, lama-kelamaan akan susah untuk dihilangkan.

Selama ini, kata Anies, pembersihan sebenarnya sudah dilakukan namun pembersihannya masih secara manual saja. "Dengan fasilitas ini insyaallah akan bisa bersih dan kembali dalam kondisi yang nyaman bagi kita semua yang ada di perjalanan antara Bantargebang dan DKI," tuturnya.

(dis/ain)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RRT8HO
January 15, 2019 at 10:16PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2RRT8HO
via IFTTT
Share:

Saturday, January 12, 2019

Daftar Rekor Penutupan Pemerintahan AS Terlama

Jakarta, CNN Indonesia -- Penutupan (shutdown) seluruh atau sebagian pemerintahan Amerika Serikat di era kepemimpinan Presiden Donald Trump ternyata melampaui rekor terlama yang pernah terjadi sebelumnya. Hal ini berdampak semakin serius, khususnya terhadap layanan pemerintah dan para pegawai negeri.

Seperti dilansir CNNIndonesia.com dari berbagai sumber, Sabtu (12/1), penutupan pemerintahan AS selalu terjadi akibat perundingan yang menemui jalan buntu antara lembaga eksekutif yang merupakan presiden dan Kongres. Sebagian besar menyangkut soal anggaran.

Rekor penutupan pemerintahan terlama sebelumnya terjadi pada masa kepemimpinan Presiden Bill Clinton. Peristiwa itu terjadi selama 21 hari, pada 16 Desember 1995 sampai 6 Januari 1996.

Saat itu Clinton menolak menandatangani pengajuan anggaran yang disetujui Kongres, yang saat itu dipimpin oleh Newt Gingrich, dalam hal pendidikan serta kesehatan. Dia merasa anggaran itu tidak memadai. Setelah kedua belah pihak sepakat, Clinton mencabut penutupan pemerintahan dan

Sebelumnya, Clinton juga sempat menutup pemerintahan selama lima hari, yakni pada 14 sampai 19 November 1995. Menurut klaim mantan staf Gedung Putih, Monica Lewinsky, saat itulah dia dan Clinton kerap berhubungan intim karena situasi kantor yang sepi.

Lantas pada 2013 juga terjadi penutupan pemerintahan selama 16 hari. Saat itu, Presiden Barack Obama dan Kongres silang pendapat tentang pengesahan Undang-Undang Layanan Kesehatan, atau yang juga dikenal dengan istilah Obamacare.

Saat itu Kongres terus-terusan mengulur pengesahan Obamacare. Alhasil, Obama memutuskan menutup pemerintahan sejak 1 hingga 17 Oktober 2013. Obama lantas menulis surat untuk seluruh pegawai negeri di AS yang isinya dia meminta maaf hal itu berdampak negatif terhadap pekerjaan mereka.

"Kepada seluruh pegawai negeri AS yang berdedikasi dan bekerja keras, semua ini tidak adil bagi Anda," tulis Obama dalam suratnya ketika itu.

Sedangkan penutupan pemerintahan di era Trump terjadi karena persoalan anggaran proyek tembok perbatasan AS dan Meksiko. Trump mengajukan permintaan dana sebesar US$5,6 miliar, tetapi Dewan Perwakilan hanya sanggup menyetujui US$1,3 miliar.

Hal itu berkepanjangan karena perundingan antara Trump dan Ketua Dewan Perwakilan Nancy Pelosi tidak membuahkan hasil. Maka dari itu belum terlihat ada tanda-tanda untuk mencabut penutupan pemerintahan. Alhasil, 800 ribu pegawai negeri tetap dan honorer di AS kini frustasi dan kebingungan lantaran mereka belum menerima gaji sejak akhir Desember 2018.

Trump juga pernah menutup pemerintahan selama tiga hari pada 20 sampai 22 Januari 2018. Saat itu fraksi Partai Demokrat dan Partai Republik di dalam Kongres tidak sepakat soal program untuk penanganan anak-anak pendatang (DACA). (ayp)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Fr7fxm
January 12, 2019 at 10:16PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2Fr7fxm
via IFTTT
Share:

Monday, January 7, 2019

Khawatir Dibunuh, Perempuan Saudi Mengurung Diri di Thailand

Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia memilih mengurung diri di hotel dekat bandara ketika ditahan oleh imigrasi Negeri Gajah Putih, saat singgah di Bangkok pada Minggu (6/1) pekan lalu.

Qunun enggan kembali ke negaranya dengan alasan takut dibunuh keluarga atau aparat kerajaan. Imigrasi Thailand menahan Qunun supaya tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Australia karena dianggap minim kelengkapan dokumen, seperti tiket pulang dan uang simpanan.

Melalui Twitternya, perempuan 18 tahun itu bahkan mengatakan imigrasi Thailand akan mendeportasinya hari ini, Senin (7/1), dengan penerbangan sekitar pukul 11.15 waktu setempat.

Karena khawatir akan dibunuh jika dideportasi, Qunun meminta imigrasi Thailand untuk memulai proses permintaan suakanya.

"Saya meminta pemerintah Thailand untuk menghentikan proses deportasi saya ke Kuwait. Saya meminta polisi Thailand mulai memproses permintaan suaka saya," ucap Qunun melalui Twitternya.

Kepada AFP, Qunun mengatakan jika kembali ke Saudi dirinya kemungkinan akan dipenjara. Dia bahkan merasa yakin keluarganya akan membunuhnya ketika ia pulang.

Qunun kabur dari keluarganya ketika tengah berpergian bersama ke Kuwait. Dia mengaku kerap disiksa secara psikis dan fisik oleh keluarganya.

Qunun mengaku dia dicegat oleh pejabat Kuwait dan Saudi ketika tiba di Bandara Suvarnabhumi. Pejabat imigrasi Thailand menuturkan pihaknya memang telah menghubungi kedutaan Saudi terkait kasus ini.

Sementara itu, pelaksana tugas duta besar Saudi di Bangkok, Abdulilah al-Shouaibi, mengatakan ayah Qunun telah menghubungi kedutaan untuk meminta pertolongan untuk memulangkan sang anak.

Selain dicegat, Qunun menyebut seluruh dokumen perjalanan termasuk paspornya juga disita oleh pejabat Saudi.

Sesaat sebelum dirinya dideportasi, Qunun mengunggah meminta pertolongan orang-orang di ruangan transit bandara untuk membantu memprotes upaya deportasi saya.

"Tolong, saya butuh bantuan kalian semua. Saya berteriak meminta tolong dari sisi kemanusiaan," kicaunya di Twitter.

Malam sebelum dideportasi, Qunun bahkan mengunggah video yang menunjukan dia menghalangi pintu kamar hotelnya di bandara dengan furnitur agar aparat tak bisa masuk dan membawanya pergi.

Kasus Qunun terjadi ketika Saudi masih menjadi sorotan lantaran pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan pengkritik Raja Salman, di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Aktivis Human Rights Watch (HRW) Phil Robertson mengatakan Qunun menghadapi bahaya besar jika dirinya dipaksa kembali ke Saudi. Dia menganggap otoritas Thailand seharusnya mengizinkan Qunun bertemu Komisi Tinggi PBB untuk urusan pengungsi (UNHCR).

"Mengingat rekam jejak panjang Saudi terkait hak asasi manusia, kekhawatiran Qunun bahwa dia bisa dibunuh ketika pulang tidak bisa diabaikan," katanya.

Menurut pemerintah Thailand, Qunun kabur sebelum pernikahannya digelar. Mereka menyatakan akan tetap memulangkan perempuan itu ke negara asalnya.

Selain menghadapi ancaman hukuman kejahatan moral, perempuan Saudi kerap menjadi sasaran pembunuhan dengan dalih menjaga kehormatan keluarga.

Kasus Qunun bukan yang pertama kali terjadi. Pada April 2017, perempuan Saudi bernama Dina Ali Lasloom juga dicegat saat transit di Filipina ketika berupaya lari dari keluarganya. (rds/ayp)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Re0mGV
January 07, 2019 at 10:16PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2Re0mGV
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 2, 2019

Bocor Interior Diduga Wuling Almaz, Pakai 'Headunit Tesla'

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Rabu, 02/01/2019 15:16 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Bocoran baru soal SUV yang diduga model baru Wuling Motors Indonesia muncul lagi, kali ini wujud aslinya terlihat walau tidak sepenuh bodi. Selain itu, bagian interior juga terpampang dan memperlihatkan desain headunit yang unik.

Foto penampakan diunggah akun Instagram wuling_id empat hari yang lalu. Perlu diketahui akun ini bukan resmi milik Wuling Motors Indonesia. Akun resmi Wuling Motors Indonesia adalah wulingmotorsid.

Dari foto itu terlihat tampang depannya mirip dengan Baojun 530 setir kiri yang pernah dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada Agustus 2018. Meski begitu, model yang satu ini berwarna hitam, beda dari Baojun 530 yang berwarna keabu-abuan.

[Gambas:Instagram]

Pada foto kedua menunjukkan mobil ini punya headunit besar seperti tablet yang terkesan mirip fitur mobil listrik Tesla. Aplikasi ini berbeda dari Baojun 530 di GIIAS dengan monitor yang dipasang di tengah atas dasbor.

Bila foto itu benar, maka kemungkinan besar bagian dasbor model baru Wuling ini telah dirombak total dari Baojun 530. Bisa jadi pula, detail panel instrument dan setir juga sudah diganti.

Brand Manager Wuling Motors Indonesia Dian Ashmahani belum mau mengonfirmasi tentang foto-foto penampakan model bermerek Wuling itu.

"Untuk produk baru kami belum bisa memberikan komentar apa-apa," kata Dian saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (2/1).

Pada Desember lalu spekulasi soal model baru Wuling muncul. Dari informasi di situs Badan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi DKI Jakarta ada tipe baru Wuling yaitu ALMAZ1.5LTLUXCVT4X2A. Almaz merujuk ke nama model, bermesin 1.500 cc, dan tersedia transmisi CVT.

Pada November, Wakil Presiden Penjualan, Servis, dan Pemasaran Wuling Indonesia Cindy Cai mengungkap model baru, berupa SUV, sedang menjalani masa pengetesan jalan di dalam negeri. Dia memastikan SUV itu bakal meluncur pada periode semester satu 2019. (fea)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QfPMtx
January 02, 2019 at 10:16PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2QfPMtx
via IFTTT
Share: