Showing posts with label 2019 at 03:06AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 03:06AM. Show all posts

Tuesday, January 15, 2019

Studi: Jatuh Cinta buat Wanita Alami Perubahan Gen

Jakarta, CNN Indonesia -- Aneka tingkah laku yang aneh kerap dikaitkan dengan perasaan jatuh cinta. Rasa berdebar saat bertemu si dia, senyum-senyum sendiri, hingga tiba-tiba menuliskan kata-kata romantis di Instagram Story menjadi segelintir sinyal.

Sekelumit tingkah aneh itu menimbulkan pertanyaan bagi para peneliti. Mereka menduga bahwa jatuh cinta mampu membawa perubahan mendasar pada fisiologi manusia.

Sejauh ini belum ada yang membuktikan hal tersebut, hingga sekelompok peneliti dari University of California, Amerika Serikat, membawa jawaban pasti.

Mengutip abstraksi penelitian berjudul "Falling in Love Is Associated with Immune System Gene Regulation", peneliti mengungkapkan adanya perubahan selektif pada regulasi gen sel imun.

Jatuh cinta dengan seseorang mengakibatkan gen memproduksi interferon. Nama terakhir merupakan protein yang biasa dikerahkan untuk melawan virus.

Peneliti melakukan penelitian pada sampel darah 47 wanita muda saat mereka menjalin hubungan romantis selama dua tahun studi.

Tingkat interferon itu bergeser seiring status hubungan. "Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perubahan fisiologis melemah saat hubungan kian matang," ujar peneliti, mengutip The Independent.

Namun, peneliti belum menemukan alasan di balik peningkatan interferon. Mereka menduga, peningkatan ini digunakan tubuh untuk mempersiapkan pembuahan. Dari sini, peneliti meyakini bahwa perubahan gen pada pria saat jatuh cinta akan berbeda.

"Langkah krusial berikutnya adalah untuk menginvestigasi jika pola serupa muncul pada pria yang jatuh cinta," ujar mereka. (els/asr)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FshnGT
January 16, 2019 at 03:06AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2FshnGT
via IFTTT
Share:

Sunday, January 6, 2019

Dibebaskan, Vanessa Angel Dikenai Wajib Lapor ke Polisi

Surabaya, CNN Indonesia -- Vanessa Angel diperbolehkan pulang oleh penyidik, Minggu (6/1) sore, setelah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Jawa Timur sejak diamankan Sabtu (5/1).

Vanessa sementara ini berstatus sebagai saksi korban. Dia dikenakan wajib lapor selama polisi mendalami kasus prostitusi online yang diduga turut melibatkan Vanessa.

Selain Vanessa, model majalah dewasa Avriellia Shaqqila juga turut dikenai wajib lapor.

"Sementara dua artis itu wajib lapor," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim.


Barung mengatakan penyidik sejauh ini telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan Vanessa dan Avriella.

Dua orang itu yakni Endang (ES) berusia 37 tahun, dan Tentri (TN) berusia 28 tahun. Mereka berdua sudah ditahan di Mapolda Jatim.


Saat diamankan pada Sabtu (6/1) ES diketahui, berada di hotel yang sama dengan VA, namun mereka berada di kamar yang berbeda.

Sedangkan TN, diamankan kepolisian pada malam harinya, di sebuah apartemen di bilangan Jakarta Timur.

Keduanya dipersangkakan pasal 27 ayat 1 Jo pasal 45 ayat 1 undang-undang No 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik, dan pasal 296 jo pasal 506 KUHP.
Sementara itu Kasubdit V Siber Ditreskrimsus AKBP Harissandi mengatakan, penetapan sebagai saksi dengan diikuti kewajiban wajib lapor tersebut lantaran pihaknya masih ingin menggali beberapa hal lagi dari saksi korban

"Kenapa kita suruh wajib lapor kita pingin nyari transaksi keuangnnya, dari korbannya semuanya," ujar Harissandi.

Vanessa yang disebut memiliki tarif kencan senilai Rp80 juta diamankan polisi saat berada di salah satu kamar hotel Surabaya. Dia ditangkap bersama asistennya, dan satu orang lagi yang diduga sebagai mucikari.

Sedangkan Avriellia, yang mematok tarif Rp 25 juta dalam sekali kencannya diamanakan di pintu keluar Tol Waru Sidoarjo, saat dalam perjalanan menuju hotel. (frd/gil)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2C2kstc
January 07, 2019 at 03:06AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2C2kstc
via IFTTT
Share:

Friday, January 4, 2019

Taiwan Klaim Mahasiswa Kuliah-Magang RI Digaji Rp10 Juta

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Taiwan mengklaim mahasiswa Indonesia peserta program kuliah-magang di universitas di negaranya menerima gaji minimal 23 ribu dolar Taiwan atau setara Rp10,6 juta per bulan.

"Dalam sebulan, mereka digaji kurang lebih 23 ribu dolar Taiwan atau setara US$750, kira-kira Rp10,6 juta," ucap Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan (TETO) di Jakarta, John Chung Chen, dalam jumpa pers, Jumat (4/1).

Chen membantah kampus-kampus di negaranya mengeksploitasi para mahasiswa asing program kuliah-magang, termasuk pelajar RI, dengan mempekerjakan mereka melebihi jam yang seharusnya.

Dia menuturkan program kuliah-magang memang sengaja dibentuk bagi para mahasiswa internasional yang ingin fokus mencari pengalaman kerja dan penghasilan, bukan pendidikan.

Selain itu, meski para mahasiswa tersebut lebih banyak menghabiskan waktu bekerja, mereka tetap digaji di atas standar upah minimum Taiwan.

"Gaji yang diberikan sesuai UMR Taiwan, tidak boleh kurang dari itu. Dan jumlah itu (Rp10,6 juta) adalah jumlah UMR Taiwan," ucap Chen.

Dia menuturkan banyak mahasiswa yang salah kaprah memahami aturan mengenai proporsi kuliah dan magang dalam program tersebut.

Berdasarkan aturan pemerintah Taiwan, dalam sepekan mahasiswa peserta kuliah-magang diharuskan melakukan kerja magang selama empat hari, sementara dua hari sisanya digunakan untuk belajar di kelas.

Selain itu, kata Chen, mahasiswa hanya boleh bekerja selama maksimal 20 jam dalam sepekan. Sehari, para siswa hanya boleh bekerja maksimal 10 jam, termasuk dua jam waktu istirahat.

Program magang sudah wajib dijalankan mahasiswa sejak tahun pertama kuliah. Di tahun kedua dan seterusnya, para mahasiswa boleh mengambil kerja paruh waktu di luar kerja magang yang diwajibkan.

Chen mengatakan bahwa mahasiswa juga hanya boleh bekerja paruh waktu maksimal 20 jam dalam sepekan.

"Kerja paruh waktu ini sifatnya sukarela. Biasanya para mahasiswa mengambil kerja paruh waktu untuk mendapat penghasilan tambahan atau karena mereka merasa kurang cocok dengan program magangnya," ujar Chen.

Ia mengakui bahwa program kuliah-magang ini baru diterapkan pemerintah pada 2017, sehingga masih banyak "penyesuaian" dan kekurangan yang harus diperbaiki.

Dia tak menampik bahwa banyak pihak-pihak seperti agen ilegal yang memanfaatkan kekurangan program tersebut untuk merekrut mahasiswa secara ilegal demi keuntungan pribadi.

Sebagai evaluasi, pemerintah Taiwan mulai memberlakukan aturan yang melarang para mahasiswa internasional menggunakan jasa pihak ketiga atau agen untuk mendaftar ke universitas dan perguruan tinggi di sana.

Dia menyebutkan jika ada calon mahasiswa Indonesia yang merasa telah tertipu agen untuk segera melapor ke kantornya.

"Peraturan saat ini pemerintah Taiwan tidak memperbolehkan proses registrasi mahasiswa internasional melalui agen, harus langsung kepada universitas. Kebijakan ini mengakibatkan agen-egen menjadi tidak suka dan tak sedikit yang membuat berita-berita negatif," kata Chen.

"Jika ada mahasiswa Indonesia yang mengalami kasus tersebut bisa tolong diinformasikan kepada TETO agar kami bisa investigasi lebih lanjut."

Pernyataan itu diutarakan Chen menyusul laporan yang menyebut bahwa 300 mahasiswa Indonesia program kuliah-magang di Universitas Hsing Wu diduga menjadi korban eksploitasi. Mereka dikabarkan dipekerjakan melebihi jam seharusnya.

Chen membantah tudingan tersebut. Berdasarkan investigasi langsung sejumlah pejabatnya dan pejabat Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, para mahasiswa RI di kampus tersebut mengaku tak mengalami eksploitasi.

"Menurut para mahasiswa Indonesia yang diwawancara, pengaturan kuliah-magang sudah sesuai dengan peraturan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan Taiwan," kata Chen.

"Mereka (pelajar RI) juga membantah bahwa telah mengalami eksploitasi oleh kampus dalam program kuliah-magang tersebut." (rds/has)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2s9KwOk
January 05, 2019 at 03:06AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2s9KwOk
via IFTTT
Share:

Thursday, January 3, 2019

Peringatan Badai Tropis Pabuk Bubarkan Turis di Thailand

Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan ribu wisatawan telah meninggalkan Koh Phangan, Koh Tao serta Koh Samui, tiga kawasan resor terpopuler di Thailand, karena adanya peringatan kedatangan Badai Tropis Pabuk yang bakal membawa hujan lebat, angin, dan ombak setinggi tujuh meter, seperti yang dikutip dari AFP pada Kamis (3/1).

Tiga pulau yang menjadi destinasi wisata liburan akhir tahun ini terlihat mulai sepi turis sejak Rabu (2/12). Saat ini masih terlihat turis yang menenteng kopernya dan menumpang perahu untuk pindah destinasi.

Pabuk datang setelah musim pasang air laut. Fenomena alam ini terakhir kali dialami Thailand pada 30 tahun yang lalu.

Diperkirakan Badai Tropis Pabuk menghantam kawasan perairan Koh Phangan, Koh Tao serta Koh Samui pada Jumat (4/1) malam, sebelum akhirnya mendatangi kawasan daratan.

Walau sudah banyak turis yang meninggalkan pulau, namun belum ada perintah evakuasi resmi dari pemerintah Negara Gajah Putih.

"Sejak pesta Tahun Baru usai banyak turis yang mulai meninggalkan pulau, sekitar 30 ribu sampai 50 ribu turis meninggalkan pulau," Krikkrai Songthanee, kepala distrik Koh Phangnan.

Walikota Koh Tao, salah satu destinasi menyelam terbaik di Asia Tenggara, mengatakan bahwa perahu ke Chumphon--daratan terdekat dari Koh Tao, disesaki turis, meski masih ada sejumlah turis yang bertahan di pulau ini.

Angin yang dibawa Pabuk bertiup dengan kecepatan 104 kilometer per jam, tetapi pengamat cuaca mengatakan kalau tiupan angin bisa saja menguat.

"Kami memperkirakan gelombang setinggi lima atau tujuh meter akan terjadi. Biasanya di Teluk Thailand hanya ada gelombang setinggi dua meter," kata Phuwieng Prakammaintara, direktur jenderal di Departemen Meteorologi Thailand.

"Sulit untuk memprediksi tingkat keparahan badai sehingga semua orang harus mematuhi rekomendasi keselamatan dari pihak berwenang."

[Gambas:Instagram]

Di Koh Samui, belum lama ini terjadi kasus turis tenggelam di laut karena tidak mengindahkan peringatan dari penjaga keamanan.

"Pria berusia 56 tahun itu berenang bersama tiga anggota keluarganya, namun mereka sebelumnya telah diperingatkan untuk tidak berenang di laut karena cuaca yang buruk," kata Kapten Polisi Boonnam Srinarat dari Kepolisian Samui.

"Selain diperingatkan secara lisan sebenarnya telah ada tanda bendera merah di pinggir pantai, tapi mungkin mereka tak mempedulikannya."

Pihak berwenang di pulau itu mengatakan mereka sedang mempersiapkan tempat perlindungan bagi turis yang memutuskan bertahan di pulau hingga badai berlalu.

Pabuk, yang berarti ikan lele raksasa, juga diperkirakan akan mengantarkan hujan lebat di selatan, termasuk destinasi bahari di Laut Andaman seperti Krabi dan provinsi paling selatan yang berbatasan dengan Malaysia Pattani, Narathiwat dan Yala.

(ard)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SxKXh9
January 04, 2019 at 03:06AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2SxKXh9
via IFTTT
Share: