Showing posts with label 2019 at 04:43AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:43AM. Show all posts

Wednesday, January 16, 2019

Asisten Diciduk Kasus Narkotika, Ivan Gunawan Akan Diperiksa

Jakarta, CNN Indonesia -- Asisten dari selebritas Ivan Gunawan diciduk Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat. AJA ditangkap per hari Senin (14/1) di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.

Kasat Narkoba Ajun Komisari Besar Erick Frendiz mengatakan pihaknya mengamankan sosok berinisial AJA (36) itu dari sebuah kamar kos.

"Ya benar, kita amankan seorang berinisial AJA di rumah kos bersama barang bukti 1 paket serbuk kokain, 2 paket serbuk MDMA, dan 1 pil ekstasi," kata Erick saat dikonfirmasi, Rabu (16/1).


Erick menyatakan penangkapan AJA masih berhubungan dari pengembangan jaringan kokain di Indonesia. Sementara bos dari pemilik kokain yang disita dari AJA hingga kini masih dikejar polisi.

"Yang jelas ini merupakan pengembangan jaringan kokain di Indonesia dan masih kami lakukan pemeriksaan secara intensif," ujar Erick.

Di satu sisi, terkait penangkapan AJA, Erick menyatakan polisi pun berencana memanggil Ivan Gunawan. Namun polisi masih belum membuka kapan dan di mana Ivan bakal diperiksa.

"Igun akan segera dipanggil dan diperiksa keterangannya sebagai saksi," ujar Erick.

(ctr/kid)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FvvVpe
January 17, 2019 at 04:43AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2FvvVpe
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 15, 2019

Napi Dibantu Anak dan Menantu Kendalikan Kapal Isi 70 Kg Sabu

Jakarta, CNN Indonesia -- Kapal Motor (KM) Karibia yang mengangkut narkoba jenis sabu sebanyak 70 kg dan 10 ribu butir ekstasi dikendalikan seorang narapidana (napi) Lapas Tanjung Gusta Medan. Kapal kayu bermuatan barang haram ini ditangkap di Perairan Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (15/1) 

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Arman Depari mengatakan pihaknya telah menangkap Ramli bin Arbi, narapidana yang mengendalikan penyeludupan narkotika tersebut. Dalam aksinya Ramli melibatkan anak dan menantunya untuk membantunya.

"Lima orang yang ditangkap memiliki ikatan keluarga yakni orang tua, anak dan menantu. Kelimanya yakni Ramli bin Arbi, Saiful Bahri, Muhammad Zubir, Muhammad Zakir dan Metaliana," ujar Arman kepada wartawan di Belawan, Medan, Selasa (15/1).

Arman menjelaskan narkoba tersebut dipesan dari Thailand oleh tersangka Ramli. Dengan memanfaatkan jaringannya di luar negeri, narkoba itu kemudian diantar ke tengah laut dan dijemput oleh menantunya Muhammad Zubir yang merupakan suami dari anaknya Metaliana.

Dengan menggunakan KM Karibia, Muhammad Zubir menjemput narkoba tersebut bersama Saiful Bahri dan Muhammad Zakir.

"Lalu petugas BNN dan Bea Cukai yang menggelar patroli rutin menangkap para pelaku dan kapal kayu tersebut Perairan Lhoksukon," kata Arman.

Barang bukti berupa sabu dan ekstasi tersebut, lanjut Arman, ditemukan petugas di bawah kemudi kapal. Kemudian, petugas melakukan pengembangan dan menangkap Metaliana dan Ramli bin Arbi. Saat ini para tersangka menjalani penahanan. 

"Barang bukti narkoba dan kapal yang digunakan serta perlengkapan komunikasi lainnya diamankan di Pelabuhan Bea dan Cukai, Belawan. Petugas masih terus melakukan pengembangan kasus," paparnya.

(fnr/DAL)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HeHV09
January 16, 2019 at 04:43AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2HeHV09
via IFTTT
Share:

Thursday, January 10, 2019

Bantu Eddy Sindoro, Petugas Imigrasi Dapat Rp30 Juta dan HP

Jakarta, CNN Indonesia -- Petugas imigrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Andi Sofyar, mengaku menerima imbalan sebesar Rp30 juta karena bersedia membantu memeriksa status Chairman PT Paramount Enterprise Internasional Eddy Sindoro dalam daftar cegah dan tangkal (cekal).

Ia menerima permintaan pemeriksaan daftar cekal tersebut dari ground staff Air Asia Dwi Hendro Wibowo. Nama terakhir pernah disebut dalam kesaksian di sidang kasus yang menjerat Lucas sebagai terdakwa untuk perkara merintangi penyidikan di KPK terkait kasus Eddy.

"Saya dikasih uang sebesar Rp30 juta," kata Andi saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (10/1).

Andi mengaku dijanjikan Hendro uang sebesar Rp50 juta untuk perannya memeriksa status Eddy dalam daftar cekal. Setelah dicek sekitar seminggu sebelum rencana keberangkatan eks bos Lippo Group itu dari Jakarta ke Bangkok, ditemukan bahwa namanya tidak ada dalam daftar cekal.

Ia pun dimintai Hendro untuk mengantar Eddy saat kedatangan dan keberangkatan di bandara untuk perjalanan Eddy. Andi juga mengaku sempat ragu memenuhi permintaan Hendro karena curiga.

Selanjutnya, ia memeriksa kasus yang menjerat Eddy melalui internet. Setelah menemukan fakta Eddy termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), ia mengaku sempat mengatakan mundur dari membantu Hendro.

Advokat Lucas (berompi jingga), tersangka kasus merintangi penyidikan kasus Eddy Sindoro.Advokat Lucas (berompi jingga), tersangka kasus merintangi penyidikan kasus Eddy Sindoro. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Namun, Hendro tetap memberikan sejumlah uang. Andi mengaku menerimanya pada 29 Agustus 2018. Selain uang, Hendro juga memberikan telepon genggam merk Samsung dengan tipe A6 untuk hadiah ulang tahun anaknya.

"Hendro bilang, 'ya udah kalau mau saya beliin'," katanya. "HP Samsung A6," imbuh dia.

Meski begitu, Andi mengaku uang Rp30 juta itu sudah dikembalikan ke KPK. Namun, ponsel pemberian Hendro masih digunakan anaknya sampai sekarang.

Dalam surat dakwaan Lucas, Andi Sofyar diminta oleh Dwi Hendro Wibowo untuk berjaga di area imigrasi Terminal 3 dan melakukan pengecekan status pencegahan/pencekalan Eddy Sindoro.

Petugas Garuda

Selain Andi, dua petugas customer service di Garuda Indonesia Muhammad Ridwan dan David Yoosua Rudingan juga membenarkan menerima masing-masing Rp500 ribu dari Hendro.

Ridwan mengaku menerima uang imbalan tersebut untuk perannya dalam memesan tiket pesawat untuk Eddy, anak Eddy Michael Sindoro dan Chua Chwee Chye alias Jimmy.

Penyidik senior KPK Novel Baswedan menjadi saksi fakta dalam persidangan Lucas, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, 10 Januari.Penyidik senior KPK Novel Baswedan menjadi saksi fakta dalam persidangan Lucas, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, 10 Januari. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
"Kalau untuk imbalan saya dapat uang sebesar Rp500 ribu dari saudara Bowo [Hendro]," ujarnya.

Namun, katanya, Hendro meminta memesankan tiket tersebut hanya dalam selang waktu beberapa menit sebelum keberangkatan. Selain itu, satu buah tiket juga dibatalkan dan hanya dua orang yang jadi berangkat.

Ia juga mengatakan ikut membantu mengantarkan tiga orang tersebut sampai boarding gate.

Selain uang tersebut, Ridwan juga diberi imbalan satu buah ponsel merek Samsung tipe A6.

Sama seperti Ridwan, David juga mengaku diperintahkan Ridwan memesan tiket tersebut. Atas perannya, ia menerima uang sebesar Rp1 juta yang nantinya akan dibagi bersama Ridwan.

"Saya dapat uang Rp.1 juta dari Pak Bowo," kata dia, "Untuk dibagikan 2 orang dengan Pak Ridwan."

Eks Sekretaris MA Nurhadi iktu diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap panitera PN Jakpus yang menyeret Eddy Sindoro.Eks Sekretaris MA Nurhadi iktu diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap panitera PN Jakpus yang menyeret Eddy Sindoro. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Saksi-saksi di atas, bersama Hendro dan Lucas, disebut ikut membantu Eddy keluar lagi dari Indonesia, pada 29 Agustus 2018. Saat itu, Eddy baru tiba dari Malaysia setelah dideportasi oleh otoritas Negeri Jiran lantaran menggunakan paspor palsu.

Eddy, yang saat itu merupakan tersangka suap pengajuan peninjauan kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, juga tengah dalam pencarian penyidik KPK.

Lucas dijerat dengan Pasal 21 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara itu, Eddy Sindoro sudah divonis dan sedang dalam upaya pengajuan Peninjauan Kembali (PK).

(ani/arh)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H8sUNd
January 11, 2019 at 04:43AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2H8sUNd
via IFTTT
Share:

Thursday, January 3, 2019

Manchester City vs Liverpool, Guendogan Rasakan Tekanan Besar

Jakarta, CNN Indonesia -- Gelandang Manchester City, Ilkay Guendogan, mengakui merasakan tekanan yang sangat besar jelang timnya menjamu Liverpool di Stadion Etihad, Kamis (3/1) malam waktu setempat.

Guendogan memperkirakan pertandingan nanti bakal berlangsung sengit dengan intensitas serangan yang sangat tinggi ditampilkan kedua tim.

"Tentu saja tekanannya akan sangat hebat bagi kami. Ini adalah pertandingan level atas, bakal sangat ketat seperti yang pernah Anda saksikan pada pertemuan pertama yang berakhir imbang 0-0," kata pemain timnas Jerman itu kepada Sportbuzzer dikutip dari Sports Keeda.

"Kami punya kesempatan untuk mengurangi [jarak] menjadi empat poin dan saya pikir musim ini masih panjang."
Ilkay Guendogan mengakui beban lebih besar dirasakan Manchester City dibandingkan Liverpool. (Ilkay Guendogan mengakui beban lebih besar dirasakan Manchester City dibandingkan Liverpool. (Reuters/Andrew Boyers)
The Citizens saat ini berada di peringkat ketiga dengan mengantongi 47 poin, sedangkan The Reds masih kokoh di posisi puncak dengan 54 poin. Berbeda dengan Liverpool yang belum terkalahkan di Liga Primer Inggris musim ini, Man City sudah mengalami tiga kali kekalahan.

"Benar bahwa sebelumnya kami tidak begitu bagus. Sekarang kami memiliki peluang untuk melakukan sesuatu. Jika melihat posisi klasemen sementara, ini jadi pertandingan yang sangat penting dan kami sudah pasti ingin menang di kandang."

"Terlepas dari pertandingan nanti, saya menilai Liga Primer [Inggris] adalah liga terbaik di dunia. Karena itu pula para pemain terbaik ingin bermain di sini sehingga para pelatih terbaik juga datang kemari," ujar Guendogan

Mantan pemain Borussia Dortmund itu juga tak sabar ingin bermain sekaligus reuni dengan mantan manajernya, Juergen Klopp. Pada pertemuan pertama di Stadion Anfield yang berakhir imbang tanpa gol, Guendogan absen.

"Sudah pasti bakal ada pelukan hangat sebelum latihan. Namun ketika Anda sudah masuk dalam lorong [stadion] banyak hal yang akan dipertaruhkan dan kami sudah siap segalanya," tegas pemain 28 tahun itu.

(bac/ptr)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2R3FmlS
January 04, 2019 at 04:43AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2R3FmlS
via IFTTT
Share: