Showing posts with label 2018 at 05:57PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:57PM. Show all posts

Saturday, December 15, 2018

Saturday, November 24, 2018

Tilang Elektronik Diharap Bikin Masyarakat Tertib Berkendara

Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya resmi meluncurkan sistem tilang elektronik (ETLE), integrasi nomor kendaraan bermotor, dan SMS Info 8893, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (25/11). Peluncuran inovasi baru itu bersamaan dengan kegiatan 'Car Free Day'.

Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto berharap sistem tilang elektronik mampu mengubah perilaku masyarakat dalam berlalu lintas.

Menurut Ari, sistem tilang elektronik ini menggunakan teknologi kamera Automatic Number Plate Recognition (ANPR) yang terpasang di sejumlah titik jalan Jakarta.

"Semua ini mungkin kita mampu akan merubah perilaku daripada masyarakat dengan teknologi yang ada," kata Ari di lokasi peluncuran.

Hadir dalam peluncuran ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Refdi Andri.

Kemudian Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis, Pangdam Jaya Mayor Jenderal Joni Supriyanto, dan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf

Ari menyatakan perilaku masyarakat dalam berkendara di jalan dapat berubah, seiring penempatan kamera pengawas yang diperluas di sejumlah ruas jalan ibu kota. Dia menyebut masyarakat ketika akan keluar rumah sudah memahami bahwa terdapat kamera yang mengawasi di jalan.

"Ketika kita keluar dari pintu, kita sudah paham semua mata memandang kita. Kalau kemarin atau tadi kita mikir, ada polisi enggak ya," ujarnya.

Jenderal bintang tiga itu berkata kesadaran masyarakat Indonesia dalam berlalu lintas masih terus ditingkatkan. Meskipun demikian, Ari mengakui kesadaran warga Jakarta dalam berlalu lintas lebih baik ketimbang warga di sekitar wilayah Jakarta.

"Sehingga kita masih mau berbuat itu, kesadaran pribadi kita itu masih perlu ditingkatkan lah," kata dia.

Ari pun berharap Anies agar Pemprov DKI Jakarta membantu pemasangan kamera pengintai untuk tilang elektronik ini di seluruh sudat jalan. Menurutnya, sistem tilang elektronik ini nantinya benar-benar bisa menekan angka pelanggaran lalu lintas.

"Tadi Pak Anies sudah bisik-bisik, mudah-mudahan segera dipasang semua ya pak. Tentunya harapannya masyarakat kita sudah lebih sadar," ujarnya.

Rencananya pada 2019, sistem tilang elektronik ini dikembangkan dengan menempatkan sebanyak 81 kamera ANPR yang tersebar pada 25 persimpangan di wilayah Jakarta. (fra/ayp)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KxHH1S
November 25, 2018 at 05:57PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2KxHH1S
via IFTTT
Share:

Thursday, November 22, 2018

Bappenas Sebut RI Memasuki Deindustrialisasi Prematur

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini Indonesia tengah mengalami deindustrialisasi prematur. Ini terjadi lantaran porsi manufaktur di dalam Produk Domestik Bruto (PDB) kian mengempis sebelum benar-benar mencapai puncaknya.

Bambang mengatakan Indonesia pernah disebut sebagai negara industri karena porsi manufaktur dalam PDB mencapai 30 persen. Namun, kontribusi industri tersebut kini kian menyusut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) kuartal III 2018 bahkan menunjukkan porsi industri manufaktur tercatat sebesar 19,66 persen terhadap PDB. Pertumbuhan industri manufaktur hanya 4,33 persen, atau lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi 5,17 persen.

"Indonesia belum berhasil reindustrialisasi, tapi yang terjadi adalah deindustrialisasi prematur. Dulu sempat kontribusi industri mencapai 30 persen terhadap PDB, tapi kini tercatat 20 persen saja meski memang porsinya masih paling besar," jelas Bambang, Kamis (22/11).


Lebih lanjut ia menuturkan, turunnya kontribusi industri manufaktur disebabkan karena booming harga komoditas yang terjadi usai krisis ekonomi tahun 1998 silam.

Sebelum krisis 1998, Indonesia sempat menjadi negara tujuan investasi manufaktur berbasis sumber daya manusia (labor intensive) karena upah buruh yang cenderung lebih murah. Namun, krisis ekonomi ternyata menyerang sektor manufaktur lantaran banyak yang memiliki utang dalam denominasi dolar AS.

Akhirnya, banyak pelaku usaha yang beralih untuk mengembangkan bisnis di sektor komoditas, utamanya minyak kelapa sawit (CPO) dan batu bara. Permasalahannya, pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh komoditas tidak sinambung. Sebab, industri berbasis komoditas sangat tergantung dengan harga dunia.

"Makanya Indonesia pernah punya ekonomi bagus karena harga komoditas lagi booming. Tapi begitu harganya turun, ya pertumbuhan ekonomi ikut melesu. Padahal, harga-harga yang stabil adalah harga manufaktur, bukan harga komoditas," imbuh dia.


Saat ini, menurut dia, industrialisasi dibutuhkan agar Indonesia bisa segera terlepas dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). Pertumbuhan ekonomi yang hanya berada di kisaran 5,1 persen per tahun, menurut Bambang, baru akan membuat Indonesia masuk dalam kategori negara berpendapatan tinggi pada 2040 mendatang.

"Dan memang di hitungan kami, pertumbuhan ekonomi potensial sejauh ini adalah 5,3 persen. Dengan angka sejauh ini, artinya pertumbuhan ekonomi Indonesia bahkan tidak mencapai titik potensialnya. Kuncinya memang dua, industrialisasi dan juga jasa modern," pungkas dia.

Data BPS pada kuartal III 2018 menunjukkan industri pengolahan yang tumbuh 4,33 persen terutama didorong pertumbuhan industri nonmigas sebesar 5,01 persen. Dari seluruh sektor industri nonmigas, industri tekstil dan pakaian jadi memimpin pertumbuhan dengan angka 10,17 persen.

Sementara industri batu bara dan pengilangan migas mengalami pelemahan dan hanya tumbuh 1,63 persen.

(glh/agi)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2R3YDzM
November 22, 2018 at 05:57PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2R3YDzM
via IFTTT
Share: