Showing posts with label 2019 at 12:13AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 12:13AM. Show all posts

Wednesday, January 16, 2019

BPPT Klaim Indonesia Kuasai Desain Teknologi LRT

Madiun, CNN Indonesia -- Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Wahyu Widodo Pandoe mengatakan Indonesia sudah menguasai desain teknologi kereta ringan (LRT) Jabodebek.

Wahyu mengatakan PT Industri Kereta Api (INKA) sudah mampu memproduksi LRT dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil audit teknologi kemampuan proses produksi kereta api ringan. 

"Kami siap untuk mendorong aspek TKDN LRT Jabodebek, sesuai arahan Presiden RI. Kedepan kami juga kembangkan teknologi kereta berpenggerak terbaru, agar LRT bisa jalan otomatis, atau dipandu dari jauh," ujar Wahyu dalam media briefing, di Kantor Pusat PT INKA, Madiun, Jawa Timur, Selasa (15/1).

Wahyu menyebut kemampuan ini menjadi salah satu modal bagi Indonesia untuk dapat memproduksi kereta api dalam negeri. 

Penguasaan teknologi dan inovasi, menurut Wahyu dibutuhkan sebagai bentuk kemandirian bangsa. Salah satu bentuk penguasaan di era pembangunan ekonomi nasional adalah dalam teknologi perkeretapian nasional. 

Wahyu menegaskan bahwa pihaknya siap untuk mendorong INKA yang notabene merupakan industri dalam negeri, memiliki kesiapan teknologi demi menjawab tantangan nasional untuk memproduksi kereta api. 

Ia mengatakan BPPT bersama INKA akan mengejar penerapan teknologi kereta api berpenggerak terbaru atau kereta tanpa masinis di negara maju.

"Kami ingin INKA bisa produksi LRT dengan TKDN yang tinggi, agar Indonesia bisa bikin sendiri," terang Wahyu.

Menurutnya, BPPT telah melakukan pengujian terhadap carbody LRT Jabodebek di fasilitas PT INKA Madiun.

"Kami telah melakukan uji kekuatan struktur kereta LRT Jabodebek ini. Bagaimana jika diberi beban yang besar, dapat terus berjalan dengan aman," paparnya.

Wahyu mengaku INKA telah memiliki fasilitas yang memiliki kapabilitas untuk memproduksi kereta api, baik dari segi kapasitas maupun kualitas.

Hal tersebut juga didukung oleh fasilitas pengujian sarana dan prasarana, perangkat lunak milik BPPT. 

"Beberapa fasilitas BPPT telah siap untuk mendorong produksi kereta untuk LRT karya anak bangsa. Semoga hal ini menjadi momentum dalam peningkatan kemandirian bangsa dalam hal industri kereta api," imbuh Wahyu.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta TKDN LRT berada di rentang 40 persen sampai 60 persen. Luhut pun mengatakan akan mengedepankan konten lokal buatan dalam negeri untuk proyek LRT Jabodebek ini. (jnp/evn)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TSolIA
January 17, 2019 at 12:13AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2TSolIA
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 15, 2019

Fakta Tudingan Prabowo soal Harga Kebutuhan Pokok Naik

[unable to retrieve full-text content]

Calon Presiden Prabowo Subianto mengaku kerap mendengar keluhan 'emak-emak' yang mengatakan harga kebutuhan pokok di Indonesia kian mencekik.
http://bit.ly/2HaNtZv
January 16, 2019 at 12:13AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2HaNtZv
via IFTTT
Share:

Thursday, January 10, 2019

Novel Baswedan Desak Jokowi Ungkap Teror ke Pimpinan KPK

Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendesak Presiden Joko Widodo bersikap tegas dalam kasus teror terhadap dua pimpinan KPK La Ode M Syarief dan Agus Rahardjo.

Ia mengaku khawatir masalah teror seperti ini dibiarkan dan tidak kunjung terungkap.

"Mestinya bisa menjadi perhatian. Saya berharap semoga Pak Presiden mau mendesak Polri untuk mengungkap ini semua," kata Novel sebelum menghadiri persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (10/1).

"Tidak sampai kemudian seperti yang lain-lain, jadi tidak terungkap sama sekali," ujarnya menambahkan.

Novel berkata KPK bisa saja membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mengungkap kasus teror tersebut. Namun akan menjadi tepat apabila yang ikut dalam tim tersebut adalah pihak yang membidangi kasus tersebut.

"Apabila Presiden mau membentuk TPF, nah, itu bisa juga diungkap dengan melibatkan semua kalangan yang bisa membantu untuk mengungkap itu," ujarnya.

Novel juga berharap kasus teror yang baru saja menimpa dua pimpinan KPK tersebut bisa menjadi momentum untuk mengungkap kasus lainnya yang menimpa staff lainnya di KPK.

Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo pada Rabu (9/1) dikirimi bom paralon palsu dalam tas plastik hitam. 

Sejauh ini, pihak kepolisian menyatakan bahwa benda yang dikirim ke rumah Agus merupakan bom paralon palsu. Kabel-kabel yang terdapat di dalamnya tidak terkoneksi dengan baik.

Teror juga dialami oleh Wakil Ketua KPK La Ode Syarif. Pada hari yang sama, rumah La Ode dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal hingga membakar dinding.

Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta kepolisian mengusut tuntas teror itu.

"ICW mengutuk keras tindakan teror yang diberikan pada pimpinan KPK," ujar Peneliti ICW Kurnia Ramadhana di kantor KPK, Jakarta.

Menurutnya, kasus teror kepada dua pimpinan KPK itu merupakan sebuah ujian bagi kepolisian pasca teror yang dialami oleh Novel Baswedan. Sampai hari ini pelaku teror terhadap Novel belum terungkap.

"Ini tidak bisa dianggap sebelah mata. KPK memang sedang giat-giatnya OTT tapi kami tidak mau masuk lebih jauh kepolisian punya tugas untuk menyelesaikan kasus ini," kata dia.

(din/wis)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VHIByj
January 11, 2019 at 12:13AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2VHIByj
via IFTTT
Share:

Sriwijaya Air, Antara SJ Travel Pass dan Utang di Garuda

Jakarta, CNN Indonesia -- Program terbang sepuasnya, seperti produk Sriwijaya Air bertajuk SJ Travel Pass dinilai dapat menjadi jalan keluar bagi maskapai untuk mendapatkan arus kas secara cepat dengan memperoleh dana di depan. Hal ini kemungkinan menjadi alasan Sriwijaya Air.

Pengamat penerbangan Alvin Lie menilai program tersebut memang merupakan strategi Sriwijaya Air untuk menghimpun dana di depan. Strategi tersebut, lanjut Alvin, sebetulnya lumrah dilakukan, dengan konsekuensi perseroan harus memenuhi perjanjian awal dengan penumpang.

Alvin menuturkan sebetulnya strategi berlangganan tiket ini sudah diterapkan di beberapa negara maju, seperti Jepang yang memberlakukan program serupa untuk tiket kereta. Namun, dalam catatannya, Sriwijaya Air memang merupakan pionir program keanggotaan tiket terbang di Indonesia.

"Kalau bisa dapat uang di muka akan meringankan biaya dana daripada pinjam uang di bank. Jadi lebih murah daripada bayar bunga di bank," kata Alvin kepada CNNIndonesia.com, Kamis (10/1).


Senada, Pengamat penerbangan Budhi Mulyawan Suyitno juga menilai program Sriwijaya Travel Pass merupakan strategi Sriwijaya Air untuk menghimpun dana di depan. Namun, ia menilai kemungkinan ada kesalahan perhitungan dari pihak Sriwijaya Air dalam program tersebut.

"Mungkin jumlah anggota yang ikut program kurang dan orang yang menjadi anggota merupakan penumpang dengan frekuensi penerbangan tinggi. Saya melihatnya mereka kurang cermat dan ada kegagalan perhitungan," kata Budhi.

Sriwijaya Air hendaknya, lanjut Budhi memberikan transparansi di awal terkait program SJ Travel Pass. Misalnya, terkait jumlah anggota yang seharusnya terhimpun dari program tersebut sehingga ke depannya bisa berjalan lancar.

"Ini tidak ada transparansi. Harus win-win solution, konsumen tidak dirugikan dan pihak maskapai juga tidak merugi, jika perlu dihadirkan pihak ketiga," ujarnya.


Terlepas dari ribut-ribut soal program travel pass. Kondisi keuangan Sriwijaya Air saat ini memang dapat dibilang tak berada dalam kondisi baik. Baru-baru ini, operasional dan keuangannya diambil alih oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara menjelaskan kerja sama ini bertujuan untuk memperbaiki operasi dan kinerja keuangan, khususnya arus kas Sriwijaya Air Group. Dengan demikian, diharapkan Sriwijaya Air dapat memenuhi kewajiban mereka terhadap pihak ketiga, salah satunya Garuda Indonesia Group.

Mengutip laporan keuangan Garuda Indonesia per September 2018, total utang Sriwijaya Air kepada BUMN tersebut mencapai Rp345,2 miliar.

Rinciannya, Sriwijaya Air memiliki utang pemeriksaan menyeluruh (overhaul) 10 mesin pesawat sebesar US$9,33 juta atau sekitar Rp135,2 miliar (asumsi kurs Rp14.500 per dolar AS). Utang tersebut rencananya akan dibayar dengan mencicil selama 36 bulan.


Selain itu, ada pula utang perawatan pesawat sebesar US$6,28 juta setara Rp91 miliar dan tunggakan Rp119,77 miliar yang telah dianjak piutang kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).

Kedua utang tersebut merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh Siriwijaya Air atas jasa perawatan pesawat pada anak usaha perusahaan, PT Garuda Maintanance Facility Aeroasia (GMF AeroAsia).

Ari mengaku pihaknya juga membuka peluang untuk mengkonversi kewajiban Sriwijaya Air menjadi saham. Perseroan sedang menunggu saran dan masukan dari konsultan independen Garuda Indonesia untuk mengeksekusi rencana tersebut.

"Nanti kami juga akan konsultasi dengan Menteri BUMN untuk ambil alih saham, karena ini semua harus minta ijin dari BUMN," terang Ari belum lama ini. (ulf/agi)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QBmfug
January 11, 2019 at 12:13AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2QBmfug
via IFTTT
Share: