Showing posts with label 2019 at 01:13AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 01:13AM. Show all posts

Thursday, January 10, 2019

Kim Jong-un Curhat Xi Jinping Denuklirisasi dengan AS Mandek

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Tertinggi Korea UtaraKim Jong-un mengungkapkan kekhawatiran soal kebuntuan proses denuklirisasi, yang disepakati dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hal itu dia sampaikan kepada Presiden China, Xi Jinping.

"(Kim) mengungkapkan kekhawatirannya terkait kebuntuan yang diciptakan dalam proses memperkuat relasi AS-Korea Utara dan pembicaraan denuklirisasi," bunyi laporan kantor berita pemerintah Korut, KCNA, Kamis (10/1).

Hal itu disampaikan Kim Jong-un katakan kepada Xi, di sela-sela lawatannya ke China sejak awal pekan ini.

Di hari ketiga lawatannya itu, Kim Jong-un juga menegaskan posisi Pyongyang dalam mencapai resolusi damai melalui dialog tetap tidak berubah.

Sementara itu, menurut KCNA, Xi mengutarakan dukungan kuat terhadap posisi Korea Utara tersebut kepada Kim Jong-un.

"Xi Jinping mengatakan bahwa masalah utama yang diungkapkan Korea Utara adalah tuntutan yang benar dan dia sepenuhnya sepakat bahwa kepentingan Korea Utara harus bisa diselesaikan secara adil," kata KCNA seperti dikutip AFP.

KCNA memaparkan Xi Jinping menerima undangan Kim Jong-un untuk berkunjung ke Korea Utara. Xi menuturkan lawatannya itu akan berlangsung pada waktu yang tepat.

Jika terjadi, itu akan menjadi lawatan perdana Xi ke Korut sejak ia berkuasa pada 2012 lalu. Namun, ini bukan pertama kalinya Xi menerima undangan untuk melawat ke Korea Utara.

Kim Jong-un juga pernah mengundang Xi untuk melawat ke Pyongyang pada Maret 2017 lalu. Namun, hingga kini orang paling berkuasa di China itu belum memenuhi undangan.

China merupakan sekutu terdekat Korea Utara. Pyongyang sangat mengandalkan bantuan dan perdagangan dari Beijing di tengah sanksi dan embargo internasional.

Pertemuan Kim Jong-un dan Xi Jinping ini dilakukan menjelang tatap muka lanjutan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, sampai saat ini lokasi dan waktunya masih dirahasiakan.

Sebagai sekutu dekat, Kim Jong-un dan Xi Jinping disebut tengah membicarakan strategi menjelang pertemuan Kim Jong-un dengan Trump. (rds/ayp)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D2lmHP
January 11, 2019 at 01:13AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2D2lmHP
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 8, 2019

Thursday, January 3, 2019

Trump Ancam Tutup Pemerintahan AS Selama Mungkin

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika SerikatDonald Trump menyatakan tetap mempertahankan penutupan pemerintahan, selama anggaran proyek tembok perbatasan AS-Meksiko belum juga rampung. Penutupan pemerintah ini dimulai sejak akhir Desember 2018 lalu, dan dinyatakan terus berlanjut setelah negosiasi antara kubu Partai Demokrat dan Partai Republik tak mencapai kesepakatan.

Menginjak satu hari sebelum Partai Demokrat mengambil alih kendali Dewan Perwakilan, Trump masih belum melonggarkan desakannya atas pendanaan proyek bernilai US$5,6 miliar (Rp81 triliun) itu.

"Ini adalah perkara keamanan nasional yang sedang kita bicarakan. Terlalu penting untuk diabaikan. Saya pikir orang-orang di negara ini berpikir saya benar," kata Trump di Gedung Putih dengan anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik, Rabu (2/1), seperti dikutip Channel NewsAsia.

Pemimpin mayoritas Senat dari Partai Republik, Mitch McConnell mengatakan hanya akan menjadwalkan pemungutan suara terkait anggaran proyek setelah mendapat dukungan Dewan Perwakilan dan Trump.

Untuk memajukan legislasi di Senat, diperlukan 60 suara yang menyatakan setuju. Partai Republik telah kehilangan 40 kursi di Dewan Perwakilan, sehingga untuk meloloskan anggaran proyek dibutuhkan dukungan dari Partai Demokrat.

Partai Demokrat mengatakan tembok perbatasan ini, yang merupakan salah satu janji kampanye Trump, hanya akan membawa kendala terhadap masalah imigrasi, dan menjadi alat bagi Trump untuk memberikan dukungan di antara basis konstituen konservatifnya.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders kemudian menuding Partai Demokrat menolak untuk berkompromi.

"Presiden Trump telah membuat tawaran serius, dengan itikad baik, kepada Partai Demokrat untuk membuka pemerintahan, mengatasi krisis di perbatasan dan melindungi semua orang Amerika," kata Sanders.

Trump dilaporkan akan melakukan diskusi lebih lanjut terkait perkara ini dengan anggota Dewan Perwakilan dari Partai Demokrat, Nancy Pelosi dan Chuck Schumer.

Pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan pertama antara Trump dan Pelosi, yang akan memegang kursi ketua DPR pada Kamis ini.

Menanggapi kesepakatan anggaran proyek ini, Pelosi mengusulkan anggaran yang akan mendanai sebagian besar lembaga pemerintah hingga 30 September dengan pengecualian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang mengawasi keamanan perbatasan dan hanya akan menerima dana hingga 8 Februari.

Melalui Twitter, Trump mengatakan biaya proyek yang digagas untuk menghentikan pendatang gelap ini bukan jumlah yang banyak untuk keamanan negara.

"Meksiko membayar untuk Tembok tersebut melalui Kesepakatan Perdagangan USMCA yang baru. Sebagian besar proyek telah dibangun. Kami telah melakukan banyak pekerjaan. Biaya sebesar US$5,6 miliar yang telah disetujui Dewan Perwakilan tak ada artinya jika untuk keamanan nasional," tulisnya.

Mitt Romney, mantan calon presiden dari Partai Republik dan anggota Senat AS, kemudian menanggapi cuitan tersebut melalui sebuah opini di The Washington Post.

"Kata-kata dan tindakan Trump telah menyebabkan kegelisahan di seluruh dunia. Saya tidak bermaksud mengomentari setiap kesalahan atau cuitannya, tapi saya jelas menentang pernyataan atau tindakan yang memecah belah, rasis, seksis, anti imigran, tidak jujur dan merusak demokrasi," tulisnya. (fey/ayp)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TnNESl
January 04, 2019 at 01:13AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2TnNESl
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

Libur Tahun Baru, Jumlah Pengunjung Ragunan Capai 100 Ribu

Jakarta, CNN Indonesia -- Taman Margasatwa Ragunan kebanjiran pengunjung pada hari libur Tahun Baru 2019, Selasa (1/1). Kepala Satuan Pelaksana Promosi dan Pengembangan Masyarakat Taman Margasatwa Ragunan, Ketut Widasana, mengatakan setidaknya 100 ribu lebih orang telah berkunjung hingga pukul 16.00 WIB.

"Tingkat pengunjungnya sangat tinggi sampai dengan jam 16.00 tadi sudah mencapai 100 ribu orang pengunjung," ujar Ketut saat ditemui di Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (1/1).


Angka tersebut tak jauh dari target sebelumnya yang memang di atas angka 100 ribu orang. Oleh karena itu, pengelola telah menyiapkan dua kali lipat tim pelayanan sejumlah 540 orang dibanding hari biasa.

"Kita siapkan 540 itu khusus untuk di pelayanan saja, yang mencakup tugas pelayanan itu adalah yang menjual tiket yang menyortir karcis, yang menomori kendaraan, yang melayani mobil masuk maupun kendaraan roda dua, itu semua pelayanan, termasuk juga yang mengatur parkir yang mengarahkan itu semua bagian pelayanan," paparnya.

Untuk keamanan dan ketertiban kota, pengelola dibantu ratusan personel kepolisian dan Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Selain itu, Ketut mengungkap masing-masing sebanyak 14 ribu kendaraan roda dua dan 5 ribu kendaraan roda empat memenuhi lahan dan kantong parkir yang disediakan pengelola.

Selain itu, ada 138 bus yang terdata hingga pukul 16.00 WIB telah memasuki Ragunan.

"Kami sudah sediakan kantong parkir untuk roda empat 6 ribu unit kendaraan dengan jumlah kantong parkir 20 titik. Roda 2 bisa menampung 16 ribu kendaraan dengan jumlah titik parkir 9 titik," lanjutnya.

Sebelumnya, puncak pengunjung tertinggi di Ragunan terjadi dua hari lalu ketika 125 ribu orang berkunjung.

Sementara itu, untuk besok, Ketut mengatakan Ragunan akan ditutup karena akan diberlakukan hari libur satwa. Hari Libur Satwa, ujarnya, amanat Pergub DKI Jakarta nomor 7 Tahun 2017. Biasanya hari libur itu dilaksanakan saban Senin, kecuali tanggal merah, sehingga libur satwa digeser ke hari lain.

(kst/kid)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sq8ikK
January 02, 2019 at 01:13AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2Sq8ikK
via IFTTT
Share: