Showing posts with label 2018 at 05:52AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:52AM. Show all posts

Wednesday, December 19, 2018

Survei LSI: Mayoritas Pemilih PDIP Tak Suka Reuni 212

Jakarta, CNN Indonesia -- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis survei terbaru soal efek elektoral Reuni 212 bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019. Survei itu sekaligus membeberkan bahwa mayoritas pemilih partai menyukai Reuni 212. Tercatat hanya pemilih PDI Perjuangan yang menyoritas tidak menyukai Reuni 212.

"46 persen pemilih PDIP tidak suka Reuni 212, 37 persen suka, dan 17 persen tidak tahu/tidak jawab," demikian hasil survei LSI Denny JA yang dirilis Rabu (19/12).

Selain pemilih PDI Perjuangan, survei LSI Denny JA mengungkap mayoritas pemilih partai lain menyukai Reuni 212. Yang tertinggi adalah pemilih dari PKS.

Berdasarkan survei ada 93 persen pemilih PKS yang menyukai Reuni 212, diikuti pemilih Gerindra sebanyak 78,5 persen, pemilih Demokrat 76,2 persen, pemilih PPP 69,2 persen, dan berturut-turut pemilih dari PAN, Perindo, Golkar, NasDem, serta PKB.

Survei LSI Denny JA dilakukan pada 5-12 Desember atau tiga hari setelah Reuni 212 digelar di Monas, Jakarta.

LSI Denny JA mengambil sampel 1.200 responden dengan metode multistage random sampling. Wawancara terhadap responden dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error sebesar plus minus 2,8 persen.

Dari 1.200 responden, sebanyak 58,5 persen pernah mendengar Reuni 212, 38 persen tidak pernah mendengar dan 3,5 persen tidak tahu.

Dari mereka yang pernah mendengar Reuni 212, sebanyak 54, 5 persen mengaku suka, 26 persen tidak suka, dan 19,8 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Adapun survei soal kecenderungan sikap pemilih partai di atas diambil hanya dari 58,5 persen responden yang pernah mendengar Reuni 212.

(wis)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A0F0lF
December 20, 2018 at 05:52AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2A0F0lF
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Bos Inalum Ancam Mitra Bisnis yang Coba Suap Karyawannya

Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum Budi G. Sadikin mengancam mitra bisnis Inalum. Ancaman diberikan pada mitra bisnis yang terbukti melakukan suap dan gratifikasi kepada karyawan Inalum untuk memuluskan kerja sama bisnis mereka.

Sebagai induk holding industri pertambangan, Inalum telah berjanji untuk memberantas praktik gratifikasi. Janji tersebut ditandai dengan penandatangan komitmen penerapan pengendalian gratifikasi oleh Direktur Utama Inalum Holding Budi G. Sadikin dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo.

"Inalum ingin berubah menjadi lebih baik, tolong bantu kami jangan ada sedikitpun memberikan ke teman-teman (pegawai) Inalum," ujar Budi di Hotel Ritz Carlton, Senin (10/12).

Bahkan, Budi tidak segan-segan membagikan nomor pribadinya kepada para mitra yang datang dalam acara sosialisasi pencegahan praktik korupsi dan gratifikasi yang diselenggarakan hari ini, Senin (10/12). Selain nomor pribadinya, Budi juga memberikan nomor Direktur Pelaksana Inalum Oggy Kosasih dan Komisaris Utama Inalum Fajar Harry Sampurno.


Dengan membagikan nomor pribadi Direktur dan Komisaris Utama Inalum, Budi membuka peluang komunikasi langsung kepada mitra bisnis yang mendapatkan tekanan dari pegawainya.

"Kalau teman-teman pegawai saya ada yang minta uang, itu ada nomor handphone Pak Oggy (Direktur Pelaksana Inalum Oggy Kosasih), bilang saja siapa yang minta. Kalau Pak Oggy yang minta whatsapp saja ke saya. Kalau saya yang minta ada whatsapp Komisaris Utama saya (Komisaris Utama Inalum Fajar Harry Sampurno). Tidak harus uang, minta jam tangan atau handphone silakan lapor. Kalau Komisaris Utama yang minta, laporkan ke Pak Agus (Ketua KPK Agus Rahardjo)," kata Budi.

Sebaliknya, Budi memperingatkan mitra yang memilih bungkam ketika mengetahui adanya praktik suap dan gratifikasi. Termasuk, mitra bisnis Inalum yang berani memberikan suap dan gratifikasi demi memuluskan kerja sama bisnis. "Bapak lebih baik lapor, karena jika suatu saat saya tahu Bapak memberi uang dan tidak lapor, Bapak percaya teman saya banyak. Saya akan pastikan hidup Bapak susah," tegas Budi.


Budi menjelaskan latar belakangnya mengambil langkah tersebut disebabkan adanya laporan dari salah satu mitra bisnis yang dimintai "pungutan" oleh karyawan Inalum. "Kalau minta uang itu seperti bibit penyakit atau virus di perusahaan kami, harus dibereskan. Jadi kami putuskan, kami minta orang Inalum tersebut mengundurkan diri. Mungkin karena baru pertama kali, belum berhasil membuat yang bersangkutan mengundurkan diri," jelasnya.

Saat ini, Inalum tengah menyelesaikan proses divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Perseroan telah mengantongi dana akuisisi saham lewat penerbitan surat utang global US$4 miliar atau sekitar Rp58 triliun (asumsi kurs Rp14.500 per dolar AS).

Sesuai perjanjian, nilai transaksi pembelian saham Freeport Indonesia oleh Inalum mencapai US$3,85 miliar atau sekitar Rp56 triliun. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri meminta agar proses divestasi saham PT Freeport Indonesia selesai sebelum tutup tahun 2018.

(ulf/agt)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UxJMPZ
December 11, 2018 at 05:52AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2UxJMPZ
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

Solari: Madrid Tidak Punya Nyali Melawan Eibar

Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Real Madrid Santiago Solari menyebut kekalahan 0-3 timnya dari Eibar di Liga Spanyol di Stadion Municipal Ipurua, Sabtu (24/11), karena tidak bisa bermain dengan keberanian.

Gol-gol Eibar dalam pertandingan itu dicetak Gonzalo Escalante pada menit ke-16, Sergi Enrich (52'), dan Kike (57'). Menurut Varane Eibar sukses menyulitkan Madrid dalam laga tersebut.

Solari menilai kekalahan Los Blancos bukan karena Gareth Bale dan kawan-kawan kehilangan karakter. Hanya saja, tim tamu tidak memiliki keberanian seperti tuan rumah. Selain itu beberapa peluang yang didapat juga tidak bisa dimaksimalkan jadi gol.

"Eibar bermain dengan nyali dan kami tidak sanggup melakukannya, tetapi kami tidak kalah karena itu. Mereka lebih baik dari kita," ujar Solari dikutip dari Football Espana.

Sementara, bek Madrid Raphael Varane menilai hasil buruk yang diraih juara bertahan Liga Champions itu akibat krisis kerja sama tim.

"Ketika kami kalah dalam duel individu, itu merugikan kami. Kami tidak dapat menanggapi tekanan tinggi dan bola kedua mereka [Eibar]," ucap Varane.

Madird menelan kekalahan pertamanya di La Liga di bawah Solari usai takluk 0-3 dari Eibar..Madird menelan kekalahan pertamanya di La Liga di bawah Solari usai takluk 0-3 dari Eibar. (REUTERS/Vincent West)
"Kami memiliki kualitas untuk bermain sepak bola, tetapi kami tidak dalam cara yang baik dalam kerja sama tim. Kami kalah dalam pertempuran langsung dan tidak dapat menemukan solusi," Varane menambahkan.

Dalam laga itu Los Blancos memainkan kekuatan terbaiknya. Pelatih Santiago Solari hanya mencadangkan Daniel Carvajal. Kendati demikian Madrid tidak berkutik dalam pertandingan tandangnya tersebut.

"Kami mencoba memainkan sepak bola kami tetapi tidak bisa. Ini masalah kolektif, jadi kami harus bersatu dan terus bekerja seperti biasanya," ucap Varane.

Tiga gol yang bersarang di gawang Thibaut Courtois itu membuat Madrid kini kebobolan 19 gol dalam 13 pertandingan di kompetisi La Liga Spanyol.

"Kebobolan 19 gol di La Liga adalah masalah kolektif. Kita semua harus meningkatkan aspek ini sehingga kita bisa memenangkan lebih banyak pertandingan," Varane menuturkan. (sry)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PRbgBM
November 25, 2018 at 05:52AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2PRbgBM
via IFTTT
Share: