Showing posts with label 2019 at 04:48AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:48AM. Show all posts

Wednesday, January 9, 2019

Pemprov DKI Pegang Pengelolaan Transportasi Umum Jabodetabek

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo memberikan instruksi langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memegang kendali pengelolaan transportasi di lingkungan Jabodetabek. Anies mengaku siap melakukan perencanaan transportasi massal dengan diintegrasikan antarmoda dan antarwilayah.

"Secara prinsip DKI siap dan kemarin saya ditugaskan Pak Wapres untuk membahas Lebih detail arahan-arahan yang diberikan oleh Pak Presiden kemarin," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Rabu (9/1).

Arahan ini kata Anies berangkat dari permasalahan transportasi di Jabodetabek yang terus-menerus alami kemacetan. Kemacetan bahkan kata dia telah menelan kerugian hingga Rp100 Triliun.


Permasalahan ini, kata dia, berangkat dari sistem transportasi yang direncanakan sendiri-sendiri di kawasan masing-masing tanpa ada leading sector.

"Karena itulah mengapa dibicarakan tentang digabung jadi satu supaya perencanaan transportasi mencerminkan perencanaan kawasan. Nah yang mengatur kawasan adalah Pemprov DKI, maka itu kemudian pengaturan transportasi umum massal bila itu menjadi satu, akan sangat memudahkan," jelas Anies.

Tak hanya itu, Anies juga menyebut nantinya jalan-jalan nasional yang berada di Jakarta akan 100 persen dikelola oleh Pemprov DKI. Sedikitnya ada 38 jalan nasional yang ada di DKI, 25 di antaranya telah dikelola sedangkan 13 sisanya baru akan diserahkan kepada Pemprov.

Pemprov DKI Pegang Pengelolaan Transportasi Umum JabodetabekGubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

"Jalan-jalan nasional itu nanti akan 100 persen dikelola oleh Pemprov DKI. Kemarin sudah di berikan arahan itu Pak Menteri PUPR juga menyampaikan bahwa itu nanti akan 100 persen diserahkan," katanya.

Tak hanya soal transportasi massal, Anies juga menyebut saat ini lahan parkir untuk kendaraan di Jakarta tak mesti dibangun di wilayah Jakarta. Meski begitu yang membangun lahan parkir itu tentu haruslah dari Pemprov DKI.

"Kita perlu membangun banyak lahan parkir, lahan parkir DKI bisa dibangun tak hanya di DKI, tapi juga bisa bangun di luar Jakarta," kata Anies.

Anies kemudian menyebut hal itu akan mudah dilakukan saat Pemprov DKI Jakarta resmi menjadi leading sector untuk transportasi di wilayah Jabodetabek.

"Jadi kalau itu jadi satu kebijakan misalnya nih di daerah zona pusat kemacetan yang di situ sudah ada MRT, harga parkirnya ditinggikan, lalu bangun lahan parkir yang dekat stasiun LRT atau MRT," katanya. (tst/ain)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FpEelR
January 10, 2019 at 04:48AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2FpEelR
via IFTTT
Share:

Sunday, January 6, 2019

Pembunuhan Perempuan di Green Pramuka Akibat Sakit Hati

Jakarta, CNN Indonesia -- Sakit hati diduga jadi motif pelaku melakukan pembunuhan atas seorang perempuan yang jasadnya ditemukan di Apartemen Green Pramuka City, Rawasari, Jakarta Pusat. Polisi menyatakan itu berdasarkan pengakuan pelaku yang telah berhasil diringkus pada Minggu (6/1).

"Hari ini kita amankan satu pelaku yang bernama H kelahiran tahun 1994, umur 24 tahun. Sementara setelah kita interogasi, dia mengakui perbuatan itu bahwa motifnya sakit hati karena 'dikatain'," ujar Kasatreskrim Polrestro Jakpus, AKBP Tahan Marpaung, Minggu (6/1) seperti dikutip dari Antara.


Pelaku, kata Tahan, adalah mantan petugas pengamanan di apartemen tersebut yang kini menganggur. Belum diketahui hubungannya dengan korban. Ditanya mengenai adanya modus perampokan, Tahan mengatakan barang-barang korban seperti telepon genggam, dompet dan ATM tertinggal di tempat kejadian perkara.

Tahan menerangkan sejauh ini polisi belum bisa memastikan pembunuhan tersebut berencana atau tidak. Namun, sambungnya, kemungkinan itu tetap ada karena sebelumnya pelaku telah menyiapkan pisau.

Polisi mengamankan pisau sebagai barang bukti pembunuhan serta sandal pelaku, pakaian korban, baju pelaku, topi pelaku serta barang bukti lainnya.

Kronologi kejadian berawal ketika pelaku menunggu korban atas nama Nurhayati (36) dan masuk ke lift hingga lantai 16.

Di lantai 16, pelaku dan korban cekcok sehingga pelaku melakukan beberapa kali penusukan.

"Korban ditarik ke ruang tengah, si pelaku turun melalui pintu 'escape', turun ke bawah ke lantai dua, masuk lagi ke lift naik ke lantai 27. Pelaku ini penghuni lantai 27 berikut saudaranya," kata Tahan.

Di lantai 27 pelaku merenung dan menghubungi ibunya untuk dijemput. Setelah dijemput, pelaku dibawa ke suatu tempat dan polisi berhasil mengamankan pada Minggu pukul 14.00 WIB di Perumnas Klender, Cakung, Jakarta Timur.

Pelaku kemudian kemudian dibawa ke Polres Metro Jakpus untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, polisi akan menjerat pelaku dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya, Nurhayati ditemukan tewas di lorong Apartemen Green Pramuka City lantai 16, Jakarta Pusat, pada Sabtu (5/1) sekitar pukul 17.30 WIB. Korban tewas dengan luka tusukan di ketiak dan sembilan tusukan lainnya.

(Antara/kid)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2F9PtiL
January 07, 2019 at 04:48AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2F9PtiL
via IFTTT
Share: