Showing posts with label 2019 at 11:11PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:11PM. Show all posts

Friday, January 4, 2019

6 Hal Lucu di Balik Laga Man City vs Liverpool

Jakarta, CNN Indonesia -- Manchester City sukses menaklukkan Liverpool 2-1 pada pertandingan lanjutan Liga Primer Inggris di Etihad, Kamis (3/1). Berikut sejumlah cerita unik dan lucu yang mungkin Anda lewatkan di sepanjang laga.

Kedua manajer kesebelasan tertangkap kamera melakukan hal-hal emosional di pinggir lapangan. Bahkan, manajer Liverpool Juergen Klopp tertangkap kamera sedang mengamati sesi pemanasan Man City secara serius.

Ada beberapa pemain yang terlibat duel keras di tengah lapangan hingga mengeluarkan kalimat makian yang luput dari pengamatan wasit.

Berikut enam hal menarik di luar statistik yang mungkin luput dari pantauan para penonton laga Man City vs Liverpool:

1. Klopp Memata-matai Pemain Man City

Manajer Liverpool Juergen Klopp secara terang-terangan mengamati dengan sorot mata yang tajam ketika para pemain Man City menggelar pemanasan di lapangan sekitar satu jam sebelum kick off.

Juru taktik asal Jerman tersebut mengenakan seragam olahraga Liverpool dan topi baseball saat melakukan pengamatan. Ia berdiri di garis tengah dengan mengantungi tangan di sakunya dan menonton tim tuan rumah melakukan pemanasan.

2. Rambut Baru David Silva

David Silva tampil tidak sebaik di laga-laga sebelumnya. Pep Guardiola bahkan menarik Silva keluar di menit ke-65 dan memasukkan Ilkay Guendogan. Namun, yang menarik perhatian justru tampilan rambut barunya.

Silva yang belakangan dikenal dengan penampilan plontos, kini menumbuhkan rambutnya. Para suporter pun lebih banyak mengomentari perubahan rambutnya di media sosial ketimbang penampilannya di lapangan.

3. Kompany Memaki Salah

Vincent Kompany dituding memaki Mo Salah.Vincent Kompany dituding memaki Mo Salah. (REUTERS/Phil Noble)
Kapten Man City Vincent Kompany mungkin beruntung masih berada di lapangan setelah melakukan tekel horor kepada Mohamed Salah di babak pertama. Meski tepat sasaran, namun aksinya dianggap bisa mencederai bintang Liverpool tersebut.

Namun, kata-kata yang dikeluarkan Kompany kepada Salah dianggap lebih kasar lagi. Salah satu pengguna Twitter, Elliot Hackney, membagikan video singkat yang menunjukkan Kompany melontarkan kata 'banci' kepada Salah yang terbaring di lapangan.

4. Mendy Samakan Stones dengan Inspektur Gadget

Bek kiri Man City yang masih bergulat dengan cedera, Benjamin Mendy, menyamakan John Stones dengan karakter kartun Inspektur Gadget setelah melakukan penyelamatan dramatis di garis gawang.

John Stones menggagalkan peluang Liverpool.John Stones menggagalkan peluang Liverpool. (REUTERS/Phil Noble)
Stones berhasil menyapu bola yang nyaris melewati garis gawang. Yang membuat aksi tersebut menjadi luar biasa, Stones menyodorkan kakinya di antara kaki Mo Salah yang juga berupaya untuk memasukkan bola.

Mendy pun menuliskan pesan di Twitter: "Itu adalah penyelamatan go go gadgeto yang luar biasa dari Stones."

5. Wasit Terjatuh di Kotak Penalti

Wasit Anthony Taylor memiliki malam yang cukup sibuk dengan mengeluarkan enam kartu kuning di sepanjang laga. Empat di antaranya dilayangkan untuk pemain City.

Namun, para penggemar di Twitter bergurau bahwa ia seharunya mengeluarkan kartu kuning untuk dirinya sendiri karena dianggap diving saat terjatuh berguling-guling di kotak penalti Liverpool pada menit ke-50.

6. Emosi Kedua Manajer

Juergen Klopp melempar sebotol air dari saku dan mengocoknya seraya botol sampanye untuk merayakan gol penyeimbang Liverpool yang dicetak Roberto Firmino di menit ke-64.

Manajer City Pep Guardiola juga tertangkap kamera saat membanting syal yang dikenakannya ke tanah di menit-menit akhir. Kemarahan Guardiola dipicu keputusan wasit yang memberikan tendangan bebas pada Liverpool di menit-menit akhir. (jun/bac)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TpL9Pt
January 04, 2019 at 11:11PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2TpL9Pt
via IFTTT
Share:

Pemerintah Taiwan Ragukan Laporan Soal Eksploitasi Mahasiswa

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Taiwan meragukan laporan yang dibuat politikus Partai Kuomintang (KMT) sekaligus anggota dewan setempat, Ko Chih-en soal dugaan kerja paksa terhadap mahasiswa asing, termasuk dari Indonesia, yang mengikuti program kuliah-magang. Bahkan mereka meragukan kalau Ko melakukan penyelidikan khusus.

"Apakah dia (Ko) melakukan investigasi atau tidak, saya tidak yakin. Tapi, berdasarkan investigasi kami, laporan eksploitasi itu tidak benar," kata Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan, John Chung Chen, dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta, pada Jumat (4/1).

Chen menganggap laporan investigasi Ko tersebut tidak valid karena tak sesuai fakta di lapangan. Namun, materi itu pertama kali diberitakan surat kabar Taiwan, Taiwan News, lantas dikutip berbagai media massa.

Chen menyatakan Universitas Hsing Wu telah mengajukan tuntutan terhadap wartawan lokal yang menulis berita itu. Sebab dia mengutip laporan Ko, tetapi dianggap tidak berimbang.

"Alasan utama anggota parlemen tersebut mengungkap laporan belum jelas. Universitas telah mengajukan tuntutan kepada wartawan yang memberitakan cerita ini karena dia memberitakan tanpa meminta konfirmasi kepada kampus dan melakukan wawancara langsung kepada mahasiswa di sana," ucap Chen.

Chen membantah sejumlah universitas di Taiwan mengeksploitasi mahasiswa asing yang mengikuti program studi kuliah-magang, termasuk pelajar RI, dengan mempekerjakan mereka melebihi jam seharusnya.

Meski begitu, Chen menuturkan pemerintah tak bisa melakukan apa-apa selain memberikan klarifikasi soal laporan Ko tersebut. Dia menuturkan pemerintah tak bisa memperkarakan laporan Ko itu.

"Anggota parlemen Taiwan memiliki pengaruh yang sangat besar, pemerintah hanya bisa melakukan klarifikasi. Pemerintah tidak bisa mengadukan anggota parlemen tersebut," ujar Chen.

Chen memaparkan sejumlah pejabat Taiwan bersama tiga pejabat Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei telah melakukan investigasi langsung dengan mengunjungi dan mewawancarai mahasiswa Universitas Hsing Wu pada 28 Desember 2018 dan 3 Januari 2019.

"Menurut para mahasiswa Indonesia yang diwawancara, pengaturan kuliah-magang sudah sesuai dengan peraturan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan Taiwan," kata Chen.

"Mereka (pelajar RI) juga membantah bahwa telah mengalami eksploitasi oleh kampus dalam program kuliah-magang tersebut."

Chen menuturkan program kuliah-magang yang melibatkan kerja sama antara universitas dan industri ini memang baru diterapkan pada 2017 lalu. Namun, menurut dia pemerintah Taiwan terus melakukan evaluasi guna memastikan pelaksanaan program kuliah-magang sejalan dengan undang-undang.

Chen menegaskan pemerintah Taiwan juga tak segan memberi sanksi hukuman kepada universitas jika ditemukan penyimpangan atau operasi ilegal, terkait pelaksanaan program kuliah-magang ini.

"Pemerintah akan menghilangkan hak universitas untuk berpartisipasi dalam program internasional kerja sama antara industri-universitas. Setiap sekolah yang terlibat dalam aktivitas magang ilegal akan dituntut," papar Chen.

"Bagi para mahasiswa asing yang merasa tidak puas dengan penerapan kerja ini boleh mengadu kepada pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Taiwan. Kami berupaya mencari cara untuk meningkatkan kualitas program," ucap Chen. (rds/ayp)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2F4UWrb
January 04, 2019 at 11:11PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2F4UWrb
via IFTTT
Share: