Showing posts with label 2018 at 10:20PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 10:20PM. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Warga Pantai Carita Masih Mengungsi di Pegunungan

Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten sejak delapan hari terakhir pascabencana tsunami Selat Sunda masih bertahan di pengungsian di kawasan Gunung Durung.

"Kita lebih baik tinggal di pengungsian dulu, sebelum dinyatakan aman dari ancaman bencana tsunami," kata salah satu pengungsi Anda Suhenda, Senin (31/12) seperti dikutip dari Antara.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kampung Durung itu mengatakan wilayah permukiman terbilang cukup parah terdampak terjangan tsunami pada malam 22 Desember 2018.


Saat ini, kata Anda, jumlah warga yang mengungsi di kawasan Gunung Durung sekitar 200 kepala keluarga (KK). Mereka tinggal di pengungsian Gunung Durung menempati rumah keluarga, masjid dan sekolah.

"Kami siap kembali ke rumah setelah ada kejelasan dan pengumuman yang dikeluarkan pemerintah daerah," katanya.

Menurut dia, masyarakat yang tinggal di pengungsian belum berani kembali ke rumah, karena kondisi Gunung Anak Krakatau masih aktif mengeluarkan letusan dan bencana tsunami itu akibat longsoran dari tubuh Anak Krakatau.

Saat ini, katanya, sebagian warga yang berani melihat rumahnya hanya pada siang hari saja dan mereka tetap tidur di pengungsian.

Rani, salah seorang warga yang mengungsi mengaku hingga kini masih trauma karena masih teringat terjangan gelombang besar yang menakutkan.

"Kami tidak membayangkan jika tsunami itu berlangsung 20 menit dan ada ombak susulan dipastikan warga banyak korban jiwa," kata Rani yang mengaku rumahnya turut roboh diterjang tsunami Selat Sunda.

Warga Pantai Carita Masih Mengungsi di PegununganPrajurit KRI Torani 860 mengamati aktivitas Gunung Anak Krakatau saat erupsi di Perairan Selat Sunda, 28 Desember 2018. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

33.316 Warga Pandeglang Mengungsi Pascatsunami

Sebanyak 33.316 warga pesisir Pandeglang korban bencana tsunami pun hingga kini masih bertahan di pengungsian.

"Semua korban tsunami itu belum kembali ke rumah masing-masing," kata Ketua Koordinator Tanggap Darurat Bencana Tsunami Pandeglang, Letkol Fitriana Nur Heru di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Tsunami di Labuan, Pandeglang, Banten, Senin.

Sangsang, warga Desa Teluk mengatakan dirinya hingga kini masih tinggal di pengungsian yang lokasinya menempati musala di kantor kecamatan Labuan.

Ia bersama ratusan warga lainnya tidak berani kembali ke rumah, karena belum ada kepastian pengumuman maupun perintah dari pemerintah atau koordinator tanggap darurat daerah untuk kembali ke rumah. Selain itu, penyebab tsunami dari Anak Krakatau masih mengeluarkan erupsi letusan, hembusan, hingga tremor.

"Kami berani kembali ke rumah setelah adanya jaminan keamanan dari instansi terkait atau pemerintah daerah," ujarnya.

Nurhayati, warga Desa Cigodang, Labuan Kabupaten Pandeglang mengaku dirinya bingung karena kondisi rumahnya rata dengan tanah akibat diterjang tsunami. Apabila, pengungsi diperintahkan kembali ke rumah, ia bersama empat anak bingung harus menghuni kemana. Sebab, bangunan rumah dan perabotan rumah tangga hancur.

"Kami berharap pemerintah bisa membangun kembali rumahnya itu," kata Nurhayati yang mengungsi di GOR Futsal Labuan pascatsunami Selat Sunda.

(Antara/kid)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SrSEFr
December 31, 2018 at 10:20PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2SrSEFr
via IFTTT
Share:

Saturday, December 15, 2018

Kronologi Penangkapan Perusak Bendera Demokrat di Pekanbaru

Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrat dibuat geram dengan aksi perusakan baliho dan bendera partai di Pekanbaru, Riau pada Sabtu (15/12). Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menuturkan satu orang sudah diamankan atas insiden ini.

"Satu orang sudah diamankan. Dia mengaku dibayar Rp100 ribu saja untuk merusak. Tapi kami yakin ada aktor intelektualnya," kata Hinca kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (15/12).

Hal ini pun dibenarkan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Lewat keterangan resminya, Dedi mengatakan bahwa pada Sabtu (15/12) sekitar pukul 01.45 WIB pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku.


Selain mengamankan pelaku berinisial HS, polisi juga mengamankan barang bukti berupa tiang bambu dan kayu sebanyak empat buah, potongan sobekan baliho dan pisau cutter.

Dedi menjelaskan saat kejadian saksi sedang melintas dengan mengendarai sepeda motor di SPBU Sudirman mengarah ke bandara. Saksi pun melihat HS sedang memanjat baliho Partai Demokrat yang berada tak jauh dari SPBU.

Melihat aksi tersebut, saksi langsung berteriak ke arah terduga pelaku. HS pun melompat, kabur tapi sempat terjatuh. Namun ia masih bisa berlari menyeberang.

"Lalu saudara saksi melakukan pengejaran dan menangkap saudara HS. Setelah itu saudara saksi membawa terduga pelaku ke Hotel Pengeran dengan tujuan melaporkan ke Pak Sekjen Pak Edy Moh. Yatim," paparnya.


Hinca yang mengawal kasus ini pun mengatakan dari keterangan HS, sudah ada tujuh nama dari 35 orang yang diduga terlibat pengrusakan baliho dan bendera. Ia pun sudah memastikan pada pihak Polresta Pekanbaru untuk bisa menyelesaikan kasus dalam 1x24 jam.

Sementara itu, Hinca memastikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat akan membersihkan baliho dan bendera yang telah rusak. Pembersihan baliho dan bendera merupakan instruksi langsung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Lewat sebuah video yang diambil oleh Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari, SBY mengungkapkan kesedihannya. Baliho dan bendera tersebut sekiranya untuk menyambut kedatangannya bersama Ani Yudhoyono di Pekanbaru.

"Menyayat hati ini ulah pihak-pihak tertentu atau saudara-saudara kami, masyarakat Riau sudah berubah?" ucap SBY. (els/stu)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2A1CM5t
December 15, 2018 at 10:20PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2A1CM5t
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Erick Thohir Sebut Ma'ruf Amin Kembali Kampanye Januari

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menyatakan bahwa Ma'ruf Amin belum bisa kampanye pada Desember 2018 ini. Erick menyebut kampanye akan masif dilakukan Jokowi-Ma'ruf mulai Januari 2019. Erick menolak menyebut Ma'ruf sakit seperti kebar yang banyak beredar belakangan ini.

"Kalau dibilang abah sakit ya enggak, ini normal, jalan biasa," kata Erick saat berkunjung ke kediaman Ma'ruf Amin, di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Senin (10/12).

Erick menyebut, nantinya pada Januari 2019 akan banyak kejutan yang akan dibuat Jokowi-Ma'ruf. Kendati demikian, Erick menolak membocorkannya.


"Nanti bulan Januari kampanyenya dan insyallah banyak kejutan-kejutan," kata kata Erick

Sebelumnya, Ma'ruf mengakui dirinya mengalami kaki yang terkilir saat beraktivitas beberapa waktu lalu. Sejak awal Desember ini, Ma'ruf nampak hanya menghabiskan waktu di kediaman pribadinya dan tak terlihat melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk berkampanye.

Erick lantas meminta masyarakat untuk memaklumi kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa Ma'ruf tak memiliki masalah apapun terkait kondisi kesehatannya saat ini. "Ya maklum kalau ada apa-apa, kemarin saya aja salah tidur tangannya enggak bisa naik lurus. Ini hal yang biasa tetapi tidak ada masalah dan mohon maaf," kata dia.


Di tempat yang sama, Ma'ruf menyatakan pertemuannya dengan Erick hanya sekadar melaporkan agenda kampanye yang akan digelar ke depannya. Ia pun menyatakan pada Januari mendatang akan all out untuk berkampanye di berbagai daerah.

"Kalau kampanye resminya memang bulan Januari. Artinya itu seluruhnya all out," kata Ma'ruf.

Erick Thohir Bantah Ma'ruf Amin dalam Kondisi SakitKetua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Selain itu, Ma'ruf mengaku timnya sudah mempersiapkan strategi khusus untuk memperbesar elektabilitas di seluruh Indonesia. Meski begitu, ia enggan membeberkan berbagai strategi yang disiapkannya itu.

"Sasaran-sasaran yang kita anggap strategis untuk mengubah, memperbesar elektabilitas di seluruh Indonesia terutama di 10 wilayah yang kita petakan. Lebih khusus lagi tentu Jabar, DKI, Banten itu menjadi sasaran sasaran utama," ujarnya (rzr/ain)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2B7OkUo
December 10, 2018 at 10:20PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2B7OkUo
via IFTTT
Share:

Sunday, December 9, 2018

LIVE: Persija Jakarta vs Mitra Kukar di Liga 1 2018

Persija Jakarta menjemput nasib meraih juara menghadapi Mitra Kukar pada laga terakhir Liga 1 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno sore ini.

Macan Kemayoran dipastikan juara jika berhasil mengalahkan Naga Mekes. Jika hasil imbang apalagi kalah, nasib mereka amat ditentukan pada laga PSM Makassar melawan PSMS Medan di waktu yang sama di Stadion Andi Mattalatta.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PtkjDB
December 09, 2018 at 10:20PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2PtkjDB
via IFTTT
Share:

Saturday, December 8, 2018

Sejarah, Polemik dan 'Wajah' Baru Festival Film Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Malam penganugerahan Festival Film Indonesia akan kembali dilangsungkan pada Minggu (9/12) dan bertempat di Teater Besar Taman Ismail Marzuki Jakarta. Penyelenggaraan tahun ini merupakan yang kesekian kalinya sejak FFI pertama pada 1955.

Berdasarkan laman situs resmi FFI, festival ini kerap timbul dan tenggelam sejak awal penyelenggaraannya. Setelah dihelat pada 1955, FFI kemudian berlanjut pada 1960 dan 1967. Baru setelah 1973, penyelenggaraan festival ini mulai rutin dilakukan.

Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, FFI menjadi ajang rutin tanpa jeda, 19 tahun berturut-turut terhitung sejak 1973 hingga 1992. Pada akhirnya, 2004 menjadi tahun FFI lahir dalam semangat pascareformasi.


Masa Awal FFI

Sebelum dikenal dengan nama Festival Film Indonesia, ajang ini dinamakan dengan Pekan Apresiasi Film Nasional. Saat itu, dilaporkan bahwa tak sedikit pihak yang mendebatkan perihal penamaan penghargaan ini.

Ada pula yang beranggapan bahwa bukan perkara nama tetapi agenda yang sama, statis ditawarkan oleh festival-festival ini. Pekan Apresiasi Film Nasional kemudian menjadi fondasi dasar bagi FFI ke depannya sehingga periode ini sering disebut dengan istilah pra-FFI.

"Bila menelaah berdasarkan pencetusnya, Pekan Apresiasi Film Nasional lahir atas inisiatif seorang produser film Indonesia awal, yakni Djamaluddin Malik. Ia meyakini festival film tersebut sebagai bagian dari peristiwa budaya," demikian dalam pernyataan yang tertulis di situs FFI.

Kala itu, Djamaluddin pun berupaya menjadikan festival ini sebagai perhelatan yang mampu mengevaluasi film produksi dalam negeri selama setahun. Festival yang juga menjadi forum pertemuan antara pembuat dan penonton film, serta forum penilaian mengenai kualitas teknis penggarapan serta penyajian atas karya film.


Pada penyelenggaraan pertamanya, ajang ini disebut hanya terkesan sekadar bagi-bagi piala. Kategori penghargaan yang tercatat pun hanya terdapat enam kategori yakni sutradara terbaik, film terbaik, aktor utama terbaik, aktris utama terbaik, aktor pembantu terbaik, serta aktris pembantu terbaik.

Saat itu penghargaan Film Terbaik diberikan kepada Lewat Djam Malam karya Usmar Ismail dan Tarmina karya Lilik Sudjio. Namun keputusan untuk menetapkan Tarmina sebagai Film Terbaik sempat dianggap para kritikus sebagai sebuah kejanggalan, terlebih Djamaluddin berada di belakang kursi produser film tersebut.

Tak ayal kebijakan bagi-bagi piala ini pun sempat menjadi polemik untuk beberapa kalangan orang film, meski di satu sisi hal ini dianggap sah-sah saja, karena pelaksanaan dan pendanaan festival film itu sepenuhnya dari dana personal seorang Djamaluddin Malik.

Setelah itu, gaung festival ini sempat tak lagi terdengar. Vakumnya penyelenggaraan ajang penghargaan film Indonesia ini kerap dikaitkan dengan sistem Demokrasi Terpimpin yang membuat kondisi politik maupun perekonomian negara menjadi tidak stabil.

Sejarah, Polemik dan 'Wajah' Baru Festival Film IndonesiaRiri Riza tahun ini masuk nomine kategori Penulis Skenario Asli Terbaik bersama Mira Lesmana, Gina S. Noer dan Arie Kriting untuk film 'Kulari ke Pantai'. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)

Baru pada 1960, festival ini hadir kembali di Jakarta. Kesan 'bagi-bagi piala' pun kembali muncul, tidak hanya terjadi pada gelaran pertama festival film ini saja. Itu terlihat saat juri memutuskan Turang karya Bachtiar Siagian meraih penghargaan film serta sutradara terbaik.

Padahal, para pengamat berpendapat Pejoang karya Usmar Ismail lebih pantas menerima piala itu. Sejak dua kali dikecewakan FFI, Usmar lantas pecah kongsi. Dia tak lagi ikut dalam ajang itu. Gelaran Pekan Apresiasi Film Nasional pun kembali vakum selama tujuh tahun akibat kondisi politik.

Penyelenggaraan selanjutnya diadakan kembali pada 1967 dan saat itu penghargaan Sutradara Terbaik diberikan kepada Misbach Y. Biran untuk karyanya Di Balik Tjahaya Gemerlapan, pemeran utama pria terbaik diberikan kepada Sukarno M. Noor, dan pemeran utama wanita terbaik diberikan kepada Mieke Wijaya atas perannya dalam film Gadis Kerudung Putih.

Periode Pertengahan FFI

Setelah vakum untuk ketiga kalinya, masyarakat film yang tergabung ke dalam Yayasan Nasional Film Indonesia (YFI) merasa perlu ada festival film yang mampu hadir secara konsisten tiap tahunnya. Dengan dukungan dari Departemen Penerangan (Deppen), yang mana departemen ini berperan sebagai pembina perfilman nasional pada masa itu, YFI melanjutkan keberlangsungan Pekan Apresiasi Film Nasional dengan sebutan Festival Film Indonesia (FFI) yang digelar pada 1973.


Penyelenggaraan itulah yang menjadi titik awal FFI menjadi ajang tahunan penghargaan film terbesar yang dimiliki oleh masyarakat film Indonesia. Terdapat sejumlah tawaran sistem dari panitia pelaksana saat itu yang cukup mempengaruhi keberlangsungan sistem festival film secara keseluruhan di Indonesia. Di antaranya kemunculan sistem nominasi, kategori nominasi dan Piala Citra, serta penyelenggaraan di berbagai kota di Indonesia.

Namun tak berarti kelangsungan FFI sejak menjadi ajang rutin berjalan mulus. Pada 1977, gelaran FFI sempat geger karena Ketua Dewan Juri D Djayakusumah pingsan saat membacakan pertimbangan dan keputusannya. Bukan hanya itu, dewan juri juga memutuskan tidak ada pemenang Film Terbaik tahun itu.

Padahal dua film yang tengah bersaing sangat penting: Si Doel Anak Modern yang disutradarai Syumandjaya dan Sesuatu Yang Indah garapan Wim Umboh.

Pada periode ini, penyelenggaraan FFI pun mulai diadakan di berbagai kota di tanah air. Sejak dekade 1980-an, FFI tercatat telah diadakan di Medan, D.I. Yogyakarta, Bandung, Denpasar, dan Jakarta. Hal itu menjadi upaya untuk mendekatkan diri antara masyarakat film dan penonton daerah yang jauh lebih luas.

Meski demikian, pada penyelenggaraannya sejumlah polemik masih kerap terjadi seperti pada 1980, panitia memasukkan film Yuyun, Pasien Rumah Sakit Jiwa dalam kategori Film Tebaik. Keputusan ini diprotes lantaran film produksi Pusat Film Negara (PFN) itu hanya punya izin film dokumenter, bukan film cerita panjang yang bisa masuk kategori Film Terbaik.


Yuyun, Pasien Rumah Sakit Jiwa memang tak menang. Ia kalah dari Perempuan dalam Pasungan buatan Ismail Soebardjo. Beberapa bulan berselang, film itu ketahuan mennjiplak film China bertajuk Perempuan Muda, 18 Tahun dalam Kurungan. FFI kembali geger.

Kemudian pada 1984, FFI kembali tak menetapkan peraih Piala Citra untuk Film Terbaik. Kejadian itu diperparah lantaran saat malam penganugerahaan, kategori ini dibacakan oleh Menteri Penerangan Harmoko. Di atas pentas dia hanya menerima kertas kosong. Sejak saat itu, FFI menetapkan aturan juri harus memilih Film Terbaik.

Setelah 19 tahun rutin dilangsungkan, FFI kembali terhenti pada 1993. Hal ini disebut karena jumlah produksi film Indonesia yang terus merosot dan mengalami penurunan kualitas. Alhasil, FFI kembali mengalami kevakuman selama 12 tahun lamanya.

Hingga pada era 2000-an, perfilman kembali digairahkan dengan munculnya para sineas muda. Sehingga, membuat FFI kembali diadakan di tahun 2004.

Hanya saja, dua tahun berselang, pelaksanaan FFI kembali menghebohkan karena penetapan Ekskul sebagai Film Terbaik. Pegiat film dari Generasi Muda Perfilman menganggap Ekskul melanggar hak cipta musik dari film Hollywood.

Sejarah, Polemik dan 'Wajah' Baru Festival Film IndonesiaSheila Marcia turut membintangi film 'Ekskul' (2006) yang mengundang kontroversi setelah meraih tiga piala di FFI 2006. (ANTARA FOTO/Suka)

Polemik ini berujung pada sekitar 24 peraih Piala Citra dari 2004 hingga 2006 mengembalikan Piala Citra sebagai bentuk protes tak menerima Ekskul.

Pada 2008, para pengamat sempat mempertanyakan keputusan juri yang tidak memilih Ayat-Ayat Cinta, Mengaku Rasul dan Doa yang Mengancam dalam kategori Film Terbaik. Laskar Pelangi, film terpopuler tahun itu bahkan tak mendaftar di FFI.

Kisah serupa kembali terulang pada 2010. Dewan juri diprotes karena tak memilih film Darah Garuda dan Sang Pencerah menjadi nomine Film Terbaik. Juri beralasan Darah Garuda dibuat oleh sutradara asing, Conor Allyn. Sementara, Sang Pencerah dinilai tak banyak mengungkap sejarah.

Polemik seolah enggan lepas dari bayang-bayang penyelenggaraan FFI. Tahun lalu, film Posesif menuai kehebohan setelah masuk dalam nominasi Film Terbaik. Padahal, film itu belum tayang di bioskop komersial saat nominasi diumumkan, hanya di bioskop mikro. Posesif bahkan baru menerima surat tanda lulus sensor sehari setelah pengumuman nominasi.


Pada penyelenggaraan tahun ini, tim Komite FFI mengatakan berkomitmen untuk menyuguhkan konsep baru. Dari semula program penghargaan tahunan, FFI kini ingin menjadi entitas yang beroperasi sepanjang tahun demi meningkatkan kualitas film Indonesia untuk memperkuat sisi budaya dan estetika film.

Di antaranya dengan menghadirkan program-program seperti kanonisasi film Indonesia, pelatihan tingkat pakar (masterclass), kolaborasi komunitas, literasi dan apresiasi publik, market screening, serta pembiayaan film.

Komite yang dipilih pun ditetapkan untuk bekerja selama tiga tahun pada periode 2018 hingga 2020. (agn/rea)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QnZaAp
December 08, 2018 at 10:20PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2QnZaAp
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

JK: Perang Dagang AS-China Jadikan Ekonomi Dunia Melambat

Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menuturkan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China menyebabkan pelambatan ekonomi dunia. Kondisi global ini turut berpengaruh kepada perekonomian Indonesia, sebab China merupakan negara utama tujuan ekspor Indonesia.

"Akibat perang dagang ini sekarang saja harga-harga komoditas dunia menurun, karena permintaan barang-barang produksi juga menurun khususnya di China yang menjadi salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia," ujar Jusuf Kalla di sela menghadiri KTT G20 di Argentina, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (30/11).

Ia menilai diperlukan solusi untuk mengatasi kondisi tersebut. Jika tidak segera dicarikan solusi, Jusuf Kalla khawatir akan muncul korban dari negara lain yang sebenarnya tidak ikut campur dalam perang dagang ini. 

Untuk itu, pertemuan tingkat tinggi G20 yang saat ini sedang dihelat di Buenos Aires, Argentina akan fokus untuk menemukan solusi masalah ekonomi tersebut. Pertemuan tingkat tinggi ini diharapkan JK mampu menuangkan solusi atas penurunan performa ekonomi dunia tersebut melalui iklim perdagangan dunia yang lebih baik.

"Yang perlu dipahami bersama adalah kunci dari permasalahan ekonomi saat ini adalah bagaimana mencari jalan keluar dari perang dagang antara dua raksasa ekonomi yakni Amerika dan China," imbuhnya.

Kendati demikian, Jusuf Kalla mengaku telah melihat perubahan positif ekonomi global. Tanda pertama adalah kegagalan pencapaian kesepakatan di pertemuan APEC 2018.

Kata JK, pengalaman di Apec 2018 itu membuat semua negara khususnya anggota G20 lebih waspada. Dengan demikian pertemuan kali ini diharapkan bisa meraih kesepakatan bersama untuk ekonomi yang lebih baik.

Tanda lain adalah sikap AS yang menurut JK mulai menunjukkan keinginan bekerjasama dengan negara lain. Baru-baru ini misalnya, pemerintah AS mulai membangun komunikasi kembali dengan Kanada dan Meksiko terkait potensi pemberlakuan lagi perjanjian dagang antara negara-negara di Amerika Utara atau yang selama ini dikenal dengan NAFTA.

"Ini step by step (perubahan ke arah lebih baiknya), karena Amerika sendiri yang mula mula membubarkan NAFTA, sekarang Amerika, Meksiko dengan Kanada kemudian mulai membangun komunikasi kembali. Kita harapkan juga hubungannya dengan China tahap demi tahap akan membaik," terang JK.

(ulf/wis)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AByRvB
November 30, 2018 at 10:20PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2AByRvB
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

Cerita Sandi Pernah Dikriminalisasi karena Dukung Jokowi

Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku pernah dikriminalisasi lantaran mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 silam. Kala itu, Sandi merupakan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

"Tahun 2012, APPSI mendukung Pak Jokowi saat kampanye pilgub DKI. Bahkan sempat dikriminalisasi dan dipanggil Bawaslu karena kegiatan mendukung pencalonan Pak Jokowi kala itu," ujar Sandi dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (25/11).

Sandi menjelaskan APPSI mendukung Jokowi kala itu karena program yang dimilikinya serius memajukan dan menyejahterakan pedagang pasar. Program Jokowi kala itu juga dinilai serius menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau.


Untuk itu, Sandi pun mengaku tetap berprasangka baik terkait pernyataan Presiden Joko Widodo soal orang super kaya datang ke pasar, enggak beli apa-apa, kemudian keluar pasar dan bilang harga mahal.

"Saya Huznudzan saja atas pernyataan Pak Presiden. Mungkin yang dimaksud bukan saya. Tapi kalau memang ditujukan kepada saya, yang bilang harga-harga di pasar naik dan tidak stabil, bukan saya, tapi pedagang dan pembeli sendiri," ungkapnya.

Menurut Sandi, dirinya memang tak pernah berbelanja di pasar, kegiatannya di pasar hanya untuk memantau stabilitas harga pangan. "Belanja ke pasar itu tugas orang rumah saya. Kalau saya belanja di pasar itu namanya pencitraan," kata Sandi.


Dalam kunjungannya ke Pasar Baru Lumajang, Jawa Timur hari ini, ia pun menyebut menerima aduan dari sejumlah pedagang pasar terkait harga sayur yang sering naik turun.

"Hari ini di pasar Lumajang. Ibu Lulu dan Ibu Lina, harga sayur mayur memang naik turun. Kacang panjang yang kemarin Rp3.000 sekarang Rp 4.000, begitu juga dengan Pak Aris, pedagang tempe yang dibungkus pelepah pisang, hari ini naik Rp1.000," terang Sandi. (tst/agi)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2TISryQ
November 25, 2018 at 10:20PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2TISryQ
via IFTTT
Share: