Showing posts with label 2018 at 06:33AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 06:33AM. Show all posts

Sunday, December 16, 2018

Tampil di HUT 17 Transmedia, Hyoyeon SNSD Akui Tertolong Fan

Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota girlband asal Korea Selatan SNSD, Hyoyeon sukses menggoyang panggung hari terakhir HUT 17 Transmedia di Lapangan Transcity, Minggu (16/12).

'Dance machine' girlband yang disebut juga Girls' Generation itu membawakan tiga buah lagu solonya, antara lain 'Mystery', 'Wannabe', dan 'Punk Right Now' beserta tarian energik khasnya.

Meski tampak lip-sync sepanjang penampilan, penggemar tetap memberikan teriakan histeris dengan sejumlah fan sambil mengayunkan spanduk bertuliskan: "We miss you [Kami merindukanmu], Hyoyeon. Saranghaeyo [Saya cinta padamu]"

Jeritan penonton semakin melengking kala Hyoyeon menyapa para SONE, sebutan untuk penggemar SNSD. "Apa kabarnya? Saya Hyoyeon," ucapnya pertama kali usai musik berhenti berdentang.


Dikenal sebagai penari andalan SNSD, penampilan Hyeyeon kali ini terbilang belum mengeluarkan seluruh kemampuannya. Meski tak dalam mode 'all out', Hyoyeon tetap tampil bersinar diiringi penari latarnya yang diboyong langsung dari Korea.

Ditambah, Hyoyeon mengakui yang membuat dirinya semakin semangat tampil di konser tanpa biaya masuk tersebut adalah kehadiran penggemarnya yang telah sejak siang menanti.

"Kalian benar-benar memberikan tenaga buat saya. Kalian selalu menghibur, mendukung, jadi saya sangat tertolong oleh kalian semua. Saya cinta kalian," tutur wanita berambut pirang itu sambil jarinya membentuk hati khas Korea Selatan, kala mengobrol dengan pembawa acara usai menampilkan lagu 'Mystery'.

Tak hanya itu, wanita bertubuh 158 sentimeter ini juga sempat mengungkapkan kecintaannya pada Indonesia. "Saya paling suka tempat wisata dan paling suka masakan Indonesia," lanjutnya dibantu penerjemah Lee Jeong Hoon.


Telah berkecimpung di belantika musik Korea Selatan sejak 2007, Hyoyeon menampilkan kedewasaannya dalam berkarier. Ia tampil profesional berusaha mengikuti perbincangan pembawa acara meskipun terlihat dari mimiknya sedikit kerepotan memahami diskusi dan candaan yang terjadi.

Ia pun tetap bersemangat untuk tampil menghibur pada penggemarnya, SONE meskipun pembawa acara sempat salah informasi mengenai riwayat karier serta kedatangannya ke Indonesia.

Hyoyeon tidaklah asing dengan Indonesia. Bersama SNSD, dirinya pernah mampir ke Jakarta pada 2013 dan 2016. Pun dirinya kembali datang bersama Taeyeon pada 2017 untuk penghitungan mundur Asian Games 2018.

Insiden itu pun membuahkan protes dari fan SNSD, SONE, di dunia maya. Namun profesionalitas Hyoyeon menghadapi keterbatasan bahasa juga menuai pujian.

"Hyoyeon keren like always, MC nya kurang sopan," kata akun @Devi_dyas.

"Yanglek diem aja, jedar yang berisik banget. Kan kasian hyoyeon bingung. Terus lee siapa tuh kasih tau hyoyeon kalau yanglek pernah bermasalah," kata akun @primsone_.

"Hyoyeon, I'm so sorry you have to deal with those clowns. Thank you SONE Indonesia for being there for our soshi." kata akun @aribhasidhar.

"Sebagai SONE gue bersyukur dan bangga Hyoyeon handled everything in such a professional manner. Meskipun doi bingung ngikutin flow MC, susah nyari kamera mana yg on, dan nggak ngerti topik pembicaraan, tapi doi tetep santai dan manggung all out. She's really that cool," kata akun @taengoonim_.

Hyoyeon menutup penampilannya di malam terakhir HUT 17 Transmedia dengan lagu 'Punk Right Now' yang baru dirilis pada November lalu. Dengan lagu kental dengan nuansa EDM tersebut, Hyoyeon tampil memukau para penggemarnya di Lapangan Transcity, Sunburst, Minggu (16/12) yang sempat diguyur rintik hujan.

Setelah Hyoyeon tampil, sejumlah musisi lokal pun bergantian mengisi panggung HUT 17 Transmedia, seperti Kunto Aji, BCL, Barasuara, NEV+, JAZ, Lalahuta, juga Yura Yunita hingga acara ditutup nanti sekitar jelang tengah malam.

[Gambas:Youtube] (tsy/end)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EqInFh
December 17, 2018 at 06:33AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2EqInFh
via IFTTT
Share:

Tendangan Bebas Gelandang Levante Kalahkan Messi dan Ronaldo

Jakarta, CNN Indonesia -- Konversi gol Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo masih kalah dibandingkan dengan catatan yang dimiliki gelandang serang klub Levante, Enis Bardhi.

Dikutip dari Sportbible berdasarkan statistik Whoscored, Enis Bardhi punya konversi gol dari tendangan bebas yang lebih bagus dibanding Messi dan Ronaldo.

Berdasarkan statistik yang dikumpulkan dari lima liga top Eropa sejak musim 2014/2015, Enis Bardhi sukses mencetak enam gol dari 27 percobaan melalui tendangan bebas dengan persentase gol mencapai 22,2 persen.

Lionel Messi sendiri berada di urutan ke-15 dengan persentase hanya 9,5 persen. Pemain berjuluk La Pulga itu mengemas 17 gol dari 179 percobaan.

Messi yang menjadi megabintang Barcelona tersebut masih kalah dibandingkan dengan rekan setimnya Philippe Coutinho yang menempati peringkat kedua statistis itu dengan persentase mencapai 20 usai mencetak 5 gol dari 25 percobaan.

Enis Bardhi lewati persentase gol Messi dan Ronaldo lewat tendangan bebas.Enis Bardhi lewati persentase gol Messi dan Ronaldo lewat tendangan bebas. (Photo by JOSE JORDAN / AFP)
Selain itu catatan yang dibuat Messi juga tertinggal dari beberapa nama tenar lainnya seperti Antoine Friezmann, Paulo Dybala, Miralem Pjanic, David Alaba, hingga Nabil Fekir.

Bahkan Federico Viviani yang merupakan bek SPAL, klub yang berada di papan bawah Serie A Liga Italia, berada di atas Messi di peringkat ketujuh.

Menariknya tidak ada nama Cristiano Ronaldo dalam daftar statistik yang dirilis Whoscored itu. Posisi ke-18 untuk pemain dengan koleksi minimal lima gol dari tendangan bebas itu ditempati Christian Eriksen dari Tottenham Hotspur dengan lima gol dari 87 tendangan. (sry)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BocRox
December 17, 2018 at 06:33AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2BocRox
via IFTTT
Share:

Thursday, December 6, 2018

Tuesday, December 4, 2018

Pembunuhan di Papua, DPR Minta Protap Terorisme Diterapkan

Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi I DPR Jazuli Juwaini meminta aparat bertindak tegas terhadap Organisasi Papua Merdeka yang diduga melakukan pembunuhan 31 pekerja proyek jembatan di Kabupaten Nduga, Papua.

Jazuli mengusulkan aparat menerapkan prosedur tetap penindakan terorisme dalam menangani kasus tersebut.

"Lakukan dengan protap pemberantasan terorisme, karena nyatanya mereka kategori teroris," ujar Jazuli dalam keterangan tertulis, Selasa (4/12).


Jazuli menuturkan OPM tergolong kelompok teroris karena menyebarkan teror yang meluas. Selain itu, pelabelan OPM sebagai kelompok teroris karena mereka membunuh warga sipil, aparat, hingga menyerang objek stretegis publik.

Bahkan, menurutnya, kegiatan OPM selama ini juga memiliki motif politik serta mengacaukan keamanan negara, khususnya di Papua.

Penyebutan OPM sebagai organisasi teroris, kata Jazuli, sejalan dengan definisi terorisme di dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Terorisme.

Pasal 2 UU 5/2018 menyebutkan terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban secara massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.


Lebih lanjut, politisi PKS ini menilai pembunuhan yang dilakukan OPM merupakan tindakan biadab. Ia pun mempertanyakan motivasi OPM membunuh pekerja proyek yang tak bersalah.

Terlebih, ia menilai para pekerja proyek tersebut merupakan tulang punggung keluarga.

"Negara tidak boleh tinggal diam. Kejar dan minta pertanggungjawaban yang setimpal," ujar Jazuli,

Terkait kejadian itu, Jazuli mendukung TNI/Polri melakukan upaya pemulihan keamanan, termasuk menyelamatkan para pekerja yang mungkin masih disandera oleh kelompok OPM.

Ia juga mengungkapkan bela sungkawa kepada keluarga korban dan meminta pemerintah menjamin keberlangsungan hidup mereka.


Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut OPM sebagai dalang pembunuhan 31 pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu menyatakan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Dia pun akan mengoordinasikan TNI dan Polri dalam upaya penanganan insiden tersebut.

Upaya penanganan itu termasuk mengambil langkah evakuasi korban dengan mengirim pesawat serta helikopter dan pengerahan tentara untuk menindaklanjuti kabar terbaru soal penyerangan pos TNI. (panji/pmg)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SqNpFN
December 05, 2018 at 06:33AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2SqNpFN
via IFTTT
Share:

Monday, November 19, 2018

Partai Berkarya Tampik Berkantor di Gedung Granadi

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP yang juga pendiri Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang menegaskan bahwa Gedung Granadi yang telah disita Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) bukan kantor DPP Partainya.

Dia mengatakan hal tersebut untuk menampik sejumlah media yang menyebut bahwa Gedung Granadi adalah kantor DPP Partai Berkarya dan telah disita terkait sengketa Yayasan Supersemar.

"Gedung Granadi bukan kantor DPP Partai Berkarya. Kantor DPP Partai Berkarya adanya di Jl Antasari no 20 Cilandak Jakarta Selatan," ucap Badaruddin melalui siaran pers, Senin (19/11).

Badar mengatakan bahwa Partai Berkarya, yang berdiri sejak 2016, tidak memiliki sangkut paut dengan Yayasan Supersemar. Menurutnya, Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, juga tidak memiliki hubungan dengan yayasan tersebut. Badar mengatakan Partai Berkarya didirikan oleh sejumlah tokoh dan aktivis yang dipimpin oleh Tommy Soeharto.

"Partai Berkarya bukan partai KKN atau milik keluarga tapi partai milik semua pecinta Pak Harto karena partai ini didirikan untuk meneruskan semangat dan cita-cita Trilogi Pembangunan wacana pembangunan Bapak Soeharto dalam menjaga keutuhan NKRI," imbuh Badaruddin.

Badar menjelaskan bahwa Tommy adalah Presiden Komisaris Humpuss Group. Dia mengamini bahwa Tommy berkantor di Granadi. Namun, hanya berstatus sebagai penyewa.

"Yayasan Supersemar juga penyewa dan pemilik saham minoritas di pengelolaan Gedung Granadi. Dimana pemilikan gedung dikelola oleh badan hukum PT (Perseroan Terbatas) bukan yayasan," tutur Badar. (bmw/eks)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Tquk7Z
November 20, 2018 at 06:33AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2Tquk7Z
via IFTTT
Share: