Showing posts with label 2019 at 03:53PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 03:53PM. Show all posts

Friday, January 4, 2019

KontraS: Jokowi dan Prabowo Adalah Pelanggar HAM

Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) menyebut kedua calon presiden, Prabowo Subianto dan Joko Widodo, yang tengah berkontestasi adalah pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

"Kalau melihat komposisi kedua calon soal penyelesaian HAM baik Jokowi maupun prabowo bisa dikategorikan pelanggar HAM karena tidak ambil langkah apapun dalam penyelesaian kasus HAM," ujar Staf Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Dimas Bagus Arya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (4/1). 

Dimas mengatakan Prabowo adalah terduga pelanggar HAM. Hal itu terlihat dari keterlibatannya dalam sejumlah kasus. Salah satu yang paling sering digaungkan adalah keterlibatan mantan Danjen Kopassus itu dalam penghilangan paksa aktivis 1997-1998.

"Prabowo karena namanya tersangkut di beberapa dokumen Komnas HAM misal kasus penculikan, penghilangan paksa belum clear karena masih ada sembilan orang yang belum jelas statusnya," ucap Dimas.


Di sisi lain, lanjut Dimas, Jokowi juga merupakan seorang pelanggar HAM lantaran selama empat tahun menjadi presiden, sederet kasus pelanggaran HAM masa lalu belum juga tuntas. Padahal, mantan Wali Kota Solo itu pernah berjanji akan menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu.

"Sebenarnya dalam terminologi HAM Jokowi ketika jadi petahana dia tidak bisa dikatakan bersih, dia punya otoritas menyelesaikan pelanggaran HAM tapi dia tidak menyelesaikan itu. Kalau dia melakukan pembiaran itu merupakan bentuk kejahatan," ucapnya.


Lebih lanjut, Dimas berujar dalam visi misi dan program-program kedepannya, kedua calon tidak menempatkan penyelesaian kasus pelanggaran HAM sebagai prioritas. 

Ia juga yakin isu-isu HAM akan kembali digoreng oleh kedua kubu untuk meraih konstituen luas. Hanya saja, lanjut Dimas, isu dan janji-janji itu tidak akan diimplementasikan setelah salah satu dari mereka berkuasa.

"Ketika nanti berbicara di debat capres kita merasa bahwa HAM ini hanya komoditas dipolitisasi untuk meraih konstituen luas, untuk mencitrakan kedua kubu ini punya kepedulian soal HAM, tapi ketika terpilih akan tidak mengimplementasikan janji-janjinya itu," tutup Dimas.

(SAH/DAL)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TtGiwC
January 05, 2019 at 03:53PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2TtGiwC
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

Deteksi Tsunami, BMKG Pasang Sensor Tinggi Air Dekat Krakatau

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang sensor ketinggian air atau water level dan sensor curah hujan di Pulau Sebesi, Selat Sunda, untuk mendeteksi kemungkinan gelombang tinggi sebagai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Alat tersebut disebut terkoneksi langsung ke server Automatic Weather Station (AWS) Rekayasa di BMKG.

"Saat ini sensor Water Level dan sensor curah hujan sudah terpasang di Pulau Sibesi dan live ke server AWS Rekayasa di BMKG, untuk mengantisipasi dini dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap tinggi gelombang laut," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam akun instagramnya, Selasa (1/1).

[Gambas:Instagram]

BMKG mengadakan Rapat Evaluasi Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Tsunami Banten yang dihadiri oleh tim BMKG, tim Badan Geologi, Bupati Pandeglang, TNI, Polri, Camat, Relawan, di Posko Terpadu Labuan, Pandeglang.

"BMKG telah menempatkan personil dan peralatan pemantau kondisi cuaca di sekitar lokasi bencana tsunami Selat Sunda, salah satunya adalah Mobile Weather Emergency Service yg ditempatkan di Posko Terpadu Labuan," Dwikorita menambahkan.

Terpisah, Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, dikutip dari Antara, menyebut pihaknya memang merintis sistem peringatan dini tsunami akibat longsoran lereng Gunung Anak Krakatau yang dinamai Indonesia Seismic Information System (InaSEIS). Sistem ini beroperasi di Selat Sunda berbasis pemantauan intensitas gempa skala lokal.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada negara lain yang memiliki sistem peringatan dini tsunami akibat longsoran lereng vulkanik. Ia berharap sistem yang dirintis ini dapat memberikan manfaat pada peringatan dini tsunami di Selat Sunda.

Diberitakan sebelumnya, tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung terjadi akibat longsoran Gunung Anak Krakatau, beberapa waktu lalu.

BMKG tak mendeteksi potensi tsunami di lokasi itu sebelumnya. Hingga akhir 2018, korban tewas akibat tsunami itu tercatat mencapai 437 orang. (Antara)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AmPjjV
January 02, 2019 at 03:53PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2AmPjjV
via IFTTT
Share: