Showing posts with label 2018 at 03:23AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 03:23AM. Show all posts

Tuesday, December 11, 2018

Rekomendasi Komnas untuk Jokowi: Tuntaskan Kasus HAM Berat

Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Nasional Hak Asas Manusia (Komnas HAM) mendesak Presiden Joko Widodo untuk menuntaskam kasus-kasus pelanggaran HAM berat pada momentum Hari HAM Internasional 2018. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menegaskan Jokowi harus memerintahkan Jaksa Agung HM Prasetyo menjalankan tugasnya.

"Komnas HAM merekomendasikan agar Presiden segera memastikan Jaksa Agung menggunakan kewenangannya untuk melakukan penyidikan atas berkas-berkas penyeledikan kasus yang telah diselesaikan oleh Komnas HAM," kata Taufan dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (11/12).

Komnas HAM telah menyerahkan tiga belas berkas kasus pelanggaran HAM berat ke Kejaksaan Agung. Namun hingga kini baru tiga di antaranya yang sudah terselesaikan hingga ke pengadilan HAM adhoc.

Ketiga kasus yang sudah dituntaskan adalah kasus Timor Timur (1999), Tanjung Priok (1984), dan Abepura (2003). Sementara kasus yang belum selesai adalah pembantaian massal 1965, kerusuhan Mei 1998, peristiwa Trisakti, kasus Semanggi I, kasus Semanggi II, penculikan aktivis 1997/1998, kasus Wasior-Wamena, kasus Talangsari, kasus penembakan misterius, peristiwa Jambu Keupok Aceh, dan peristiwa simpang KKA Aceh.

"Situasi yang dihadapi dalam rangka penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat masih tergolong terjal karena hingga hari ini masih jalan di tempat, bahkan mengalami kemunduran," tukasnya.

Selain belum terlihatnya iktikad baik dari Kejaksaan Agung, Komnas HAM melihat perlunya payung hukum penyelesaian lewat jalur rekonsiliasi.

Pasal 47 Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM mengatur Negara bisa menyelesaikan kasus HAM lewat Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).

"Mengingat mendesaknya penyelesaian peristiwa pelanggaran HAM Berat masa lalu dan ketiadaan payung hukum dibentuknya KKR, maka Presiden dapat mengeluarkan Perppu mengenai KKR," tambah Taufan.

Selain isu kasus HAM berat, Komnas HAM juga menyoroti soal potensi pelanggaran HAM dalam konflik-konflik agraria. Komnas HAM mencatat pada 2018 ada 1.062 berkas pengaduan terkait pelanggaran HAM dalam konflik agraria.

Komnas HAM meminta Jokowi membuat mekanisme baru reforma agraria yang ramah HAM. Jokowi juga diminta kembali menempatkan UU Nomor 5 Tahun 1960 dan TAP MPR Nomor IX/MPRRI/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam menjadi dasar pelaksanaan reforma agraria.

Isu intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme juga jadi sorotan Komnas HAM. Survei yang dilakukan Komnas HAM mencatat 80 persen masyarakat masih merasa diuntungkan dengan diskriminasi latar belakang dan etnis.

Survei dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan wawancara tatap muka. Survei dilakukan terhadap 1.207 responden di seluruh provinsi pada 5 September - 3 Oktober 2018.

Sebab itu, Komnas HAM meminta Jokowi melakukan pembaruan instrumen hukum dan menyiapkan aparat penegak hukum untuk merespons berkembangnya intoleransi.

"Negara harus memastikan akses bagi masyarakat yang menjadi korban berbagai tindakan intoleransi," imbuh Taufan. (dhf/osc)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2EgKjAu
December 12, 2018 at 03:23AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2EgKjAu
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Evolusi Katy Perry Jadi Karakter Video Game 'Final Fantasy'

Jakarta, CNN Indonesia -- Katy Perry baru-baru ini ditetapkan untuk mengisi lagu tema untuk sebuah video game. Ia menyanyikan lagu yang diberi judul Immortal Flame untuk kolaborasinya dengan mobile video game 'Final Fantasy: Brave Exvius.'

Perilisan lagu tersebut turut dibarengi dengan video musiknya lewat saluran YouTube resmi Square Enix. Video itu diawali dengan sebuah percakapan antara Perry dengan sang asisten yang menginformasikan bahwa dirinya telah siap bekerja.

Setelah berbagi sejumlah potret swafoto bersama anjing peliharaannya di Instagram, Perry memutuskan bermain Final Fantasy untuk menghabiskan waktu.


Adegan kemudian berganti saat juri American Idol tersebut menfilmkan peliharaannya lewat fitur Instagram Live, tapi tak lama setelah itu mereka mengalami kejanggalan demi kejanggalan. Potret anjing peliharaannya seketika berubah jadi gambar pixel.

Tidak hanya terjadi pada anjingnya, saat Perry sendiri sedang tampil bernyanyi menggunakan gaun biru, dirinya pun berubah menjadi sebuah karakter yang mirip dalam video game.

"I could die in your arms tonight/ But it would be a shame/ 'Cause I want to live a thousand lives and be an immortal flame," lantunnya.


Di akhir video, kekasih aktor Orlando Bloom ini kemudian berubah sepenuhnya menjadi karakter game, persis dengan gaun biru yang ia gunakan saat manggung.

[Gambas:Youtube]

Selain meminjamkan suara untuk latar video game, mengutip Ace Showbiz, Perry pun sepakat untuk memberi karakter yang mirip dengan dirinya untuk dimainkan per Selasa (12/12) besok. Namun karakter itu hanya akan berada dalam waktu terbatas.

Perry merupakan penyanyi pop kedua yang diubah menjadi karakter dalam video game Final Fantasy setelah Ariana Grande. Pelantun Thank U, Next itu telah muncul dalam bentuk karakter pada tahun lalu. Dia juga mengisi lagu tema dengan menyanyikan versi remix lagu Touch It. (agn/rea)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2C0BLfs
December 11, 2018 at 03:23AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2C0BLfs
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

Kemendikbud Mendata Ulang Guru Honorer di Seluruh Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah melakukan pendataan ulang guru honorer yang tersebar di seluruh sekolah yang ada di Indonesia.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano mengatakan pendataan ulang ini dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan, keberadaan hingga kualifikasi guru honorer yang saat ini banyak tersebar di sekolah negeri maupun swasta.

"Guru honorer ini kan kita akan lihat, apakah dia S1, D4? Apakah dia hanya SMA? Ini yang kita sedang lihat dulu nih. Nah, nanti hasil mapping (pemetaan) yang sekarang ini baru ketahuan (kualifikasinya)," kata Supriano di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (26/11).


Supriano menjelaskan berdasarkan hasil pemetaan tersebut, pihaknya bakal mengetahui sebaran pendidikan terakhir, kualitas mengajar, hingga jam kerja guru honorer itu mengajar di sekolah.

Selama ini dari total 735.825 guru honorer yang tersebar di sekolah negeri, kata Supriano, pihaknya belum mendapat data pasti terkait kualitas para guru honorer ini.

"Nah inilah sekarang lagi dilihat, benarkah mereka ada di situ, berapa jam mereka mengajar di sekolah itu. Bisa saja mereka cuma mengajar satu jam, dua jam, atau tiga jam, atau 24 jam, ini kan harus disensus," tuturnya.

Di satu sisi, Supriano menegaskan pihaknya pun akan merumuskan kebijakan yang paling sesuai untuk para guru honorer ini setelah data sensus itu dikeluarkan. Kebijakan ini dibuat untuk mempermudah keberlangsungan status guru honorer di sekolah-sekolah negeri ini.

"Kan kalau dari aturan mereka bisa jasi ASN ikut tes. Nah kalau tidak lulus tes ASN bisa ikut P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Kalau tak lolos juga, nah ini yang akan kami pikirkan," katanya.

"Kita sekarang mau bekerja berdasarkan data lapangan dulu ya. Nanti kalau sudah ada data lapangan itu nanti akan jadi kebijakan, nanti kita lihat berikutnya ya... Kalau sudah lengkap itu mungkin bisa jadi bahan kebijakan," kata dia.

(tst/kid)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2P03bVP
November 27, 2018 at 03:23AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2P03bVP
via IFTTT
Share: