Showing posts with label 2019 at 02:29AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 02:29AM. Show all posts

Tuesday, January 15, 2019

VIDEO: Musim Terakhir 'Game of Thrones' Segera Tayang

CNN & , CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 19:29 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Serial Game of Thrones (GOT) musim kedelapan yang akan tayang 14 April mendatang, atau 15 April di Indonesia, disebutkan hanya memiliki enam episode. Beberapa episode terakhir diperkirakan akan berdurasi lebih dari satu jam.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VSBdAa
January 16, 2019 at 02:29AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2VSBdAa
via IFTTT
Share:

Thursday, January 10, 2019

Pemerintah Targetkan Listrik 'Setrum' Seluruh Desa Tahun Ini

Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan jaringan listrik menjangkau seluruh desa di Indonesia tahun ini.

"Target desa berlistrik tahun 2019 sebesar 100 persen," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Sommeng dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (10/1).

Berdasarkan Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 137 tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, terdapat 74.957 desa dan 8.490 kelurahan di Indonesia.


Data Kementerian ESDM mencatat realisasi desa berlistrik tahun lalu mencapai 99,38 persen atau naik dari tahun 2017 yang sebesar 97,1 persen.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu mengungkapkan desa yang belum terjangkau jaringan listrik sebagian besar berada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk itu, tahun ini, pemerintah bakal berupaya agar wilayah-wilayah tersebut bisa mendapatkan jaringan listrik.

Selanjutnya, ia mengingatkan masuknya jaringan listrik ke suatu desa bukan berarti warganya sudah menikmati listrik. Makanya, tahun ini pemerintah juga akan meningkatkan rasio elektrifikasi dari 98,3 persen pada tahun lalu jadi 99,9 persen.


"Misalnya, satu desa ada 300 kepala keluarga, yang sudah mendapatkan jaringan listrik baru 50 kepala keluarga, tetapi itu sudah masuk desa berlistrik," jelasnya.

Upaya yang akan dilakukan adalah meningkatkan akses listrik di NTT yang tahun lalu rasio eletrifikasinya terendah di Indonesia, yaitu 61,9 persen.

Salah satu tantangannya adalah lokasi yang sulit dijangkau dan jenis tanah yang keras, sehingga sulit untuk menegakkan tiang. Bahkan, banyak vendor yang meninggalkan proyek listrik begitu saja meski sudah ditetapkan sebagai pemenang.


"NTT itu untuk menegakkan satu tiang saja setengah mati karena di sana tanahnya sangat keras," katanya.

Pemerintah telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk mencarikan solusi. Toh, masyarakat tetap harus mendapatkan layanan listrik. Selain itu, bila perlu, pemerintah pusat juga akan berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk membantu. Dengan begitu, vendor bisa langsung menyelesaikan proyek di tempat.

Tak hanya itu, untuk daerah yang sulit dijangkau, pemerintah akan menggunakan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) yang menggunakan baterai tenaga surya. Setidaknya, sampai studi sumber pembangkit listrik permanen selesai.


"Garansi LTSHE itu kan 2 sampai 3 tahun. Kami diberikan waktu untuk menentukan apakah jaringan PLN diperpanjang atau nanti kombinasi pembangkit misal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dengan panel surya," tandasnya.

(sfr/bir)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2sihwEe
January 11, 2019 at 02:29AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2sihwEe
via IFTTT
Share:

Ira Koesno Ingin Depat Pilpres Panas Tapi Tak Meledak-ledak

Jakarta, CNN Indonesia -- Moderator debat Pemilihan Presiden 2019 Ira Koesno berharap debat perdana yang akan dipandunya, Kamis (17/1) mendatang akan berjalan panas.

Dalam debat perdana nanti pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno akan beradu gagasan terkait tema hukum, HAM, pemberantasan korupsi, dan terorisme.

"Kalau kita inginnya debatnya panas, tapi ya panasnya harus terkontrol, jangan meledak-ledak," kata Ira saat ditemui usai rapat persiapan debat di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (10/1).


Ia berharap bisa memandu kedua pasang kandidat untuk benar-benar mengungkapkan gagasannya untuk Indonesia di masa depan.

Mantan presenter berita itu berpendapat jika itu terwujud, masyarakat Indonesia bisa mendapat informasi terbaik mengenai calon pemimpinnya.

"Diharapkan para paslon itu memberikan jawaban terbaik karena tahu inilah yang ditunggu oleh publik," ujar Ira.

Di kesempatan yang sama, moderator lainnya Imam Priyono juga berharap debat berlangsung seru sebagai tontonan yang informatif.


Imam juga menyampaikan kepada semua pihak untuk memanfaatkan debat ini untuk mengenal lebih jauh calon pemimpin Indonesia.

Selain itu, ia memastikan moderator akan memandu secara profesional tanpa membedakan setiap kandidat.

"Ya pasti sikapnya netral, kita sesuai aturan, netralitas kita juga yang melatarbelakangi kita ada di sini," ujarnya.


Debat perdana capres-cawapres bakal digelar di Hotel Bidakara, Jakarta. Debat ini dibagi menjadi enam segmen. Segmen pertama berisi sosialisasi visi misi kandidat. Lalu sesi kedua dan ketiga akan berisi pertanyaan dari panelis.

Sesi keempat dan kelima akan menjadi kesempatan para kadidat untuk saling bertanya. Di segmen keenam, debat akan ditutup dengan pernyataan penutup masing-masinh kandidat. (dhf/sur)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2M2Qx8P
January 11, 2019 at 02:29AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2M2Qx8P
via IFTTT
Share:

Monday, January 7, 2019

Tergiur Bayaran Besar Mayweather, McGregor Tantang Nasukawa

Jakarta, CNN Indonesia -- Conor McGregor kembali melontarkan pernyataan kontroversial meminta melawan Tenshin Nasukawa karena disebut tergiur dengan bayarannya yang sangat besar.

Dilansir dari Guardian, petinju veteran Floyd Mayweather Jr mendapat bayaran US$9 juta atau setara Rp126 miliar untuk pertarungan ekshibisi itu yang dilangsungkan selama sembilan menit.

Mayweather Jr sendiri menang atas Nasukawa kurang dari tiga menit atau tercatat hanya 139 detik secara TKO dari petarung asal Jepang tersebut.

Bayaran besar serta cara menang mudah yang didapatkan Mayweather atas Nasukawa itu pula yang disebut-sebut membuat McGregor tergiur.

Belum lama ini, petarung yang dikalahkan Khabib Nurmagomedov pada laga UFC 229 tersebut itu pun melontarkan permintaannya melalui akun media sosialnya.

Floyd Maywather Jr secara mudah mengalahkan Tenshin Nasukawa. (Floyd Maywather Jr secara mudah mengalahkan Tenshin Nasukawa. (Foto: Rizin FF/Handout via REUTERS)
"Saya berharap pergi ke Tokyo untuk menghadapi Tenshin Nasukawa di [pertandingan] ekshibisi Mixed Martial Arts, sebelum musim panas tahun ini."

"Tolong segera atur [rencana pertarungan] ini, secepatnya. Dengan hormat, juaranya juara," tulis Mcgregor dalam akun Twitter-nya sembari mention ke akun UFC.

Sebelumnya, Mayweather Jr melawan Nasukawa bukan dalam pertarungan murni MMA di bawah naungan Rizin, Jepang. Tak boleh ada gerakan tendangan dan submission selain adu pukulan dalam ekshibisi itu.

Usai pertandingan, Mayweather Jr sempat mengunggah foto di akun Instagram tengah menebar bergepok-gepok mata uang Yen di dalam mobilnya usai mengalahkan Nasukawa.

Mayweather Jr sendiri dengan mudah mampu menundukkan lawannya dalam 139 detik. Ketika pertarungan berjalan satu menit, pukulan kanannya membuat Nasukawa tersungkur.

Dalam hitungan kedelapan kickboxer berusia 20 tahun itu bisa kembali bangkit. Sayangnya, tinju kanan 'The Money' terlalu cepat bagi Nasukawa yang membuatnya kembali tergeletak di kanvas.

Nasukawa masih bisa berdiri kembali saat hitungan kedelapan. Namun, Mayweather terlalu kuat untuk Nasukawa. Tim Nasukawan pun melempar handuk saat ronde pertama menyisakan 40 detik. (bac/nva)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RzsTFX
January 08, 2019 at 02:29AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2RzsTFX
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

Rintihan Pengungsi Tsunami Selat Sunda di Malam Tahun Baru

Jakarta, CNN Indonesia -- Ekspresi wajah sedih tergambar dari para pengungsian korban bencana alam tsunami Selat Sunda, Pandeglang, Banten. Di saat sejumlah orang meniup terompet saat menyambut pergantian tahun semalam, namun mereka justru meratapi nasibnya karena menjadi tunawisma setelah hantaman gelombang tinggi pada 22 Desember 2018 lalu.

Warga yang selamat namun kehilangan rumah terpaksa berbagi atap dengan korban tsunami lain di pengungsian. Sampai pada pergantian tahun 2018-2019, mereka harus merasakan dinginnya lantai tempat mengungsi.


Deri Permana (27) saat malam pergantian tahun tak bisa merasakan hangatnya tempat tidur rumahnya. Ia terpaksa tidur beralaskan selembar karpet tipis bersama istri dan dua orang anaknya di Posko Induk Tsunami Selat Sunda Kementerian Sosial, Labuhan, Pandeglang, Banten.

Malam itu, pikirannya terusik dan matanya tak bisa terpejam, bukan karena nyamuk atau dinginnya udara malam. Ia terus memikirkan bagaimana kehidupan keluarga selanjutnya usai selamat dari bencana tsunami yang menerjang tempat tinggalnya.

Deri adalah satu dari ratusan kepala keluarga yang rumahnya hancur akibat terjangan tsunami di wilayah Labuhan, Pandeglang.

Deri bercerita sebelum bencana tsunami datang, ia dan keluarganya setiap malam tidur nyenyak di rumahnya di wilayah Kampung Karet, Desa Teluk, Labuhan. Namun, rumahnya dari hasil jerih payahnya sebagai nelayan kini telah rata dengan tanah diamuk tsunami.

'Istana' untuk berlindung yang dibangun sejak 2010 itu dalam sekejap hancur. Deri pun sadar betapa dekat jarak rumah dari bibir pantai, hanya 50 meter.

"Kemarin saya itu bertahap bangunnya, nyicil-nyicil bangunnya, sebagian-sebagian, sudah selesai, kita tempati, malah hancur," kata Deri saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Rintihan Pengungsi Tsunami Selat Sunda di Malam Tahun BaruKampung Lantera, Pandeglang, Banten, menjadi salah satu pemukiman warga yang terkena dampak terparah akibat tsunami Selat Sunda. (CNNIndonesia/Tri Wahyuni)

Deri coba mengenang peristiwa malam nan nahas itu ketika tsunami menerjang perkampungan tempat dia tinggal. Ia bercerita kala itu melihat gelombang besar berwarna putih pekat bergerak cepat ke arah pantai.

Ia menyimpulkan gelombang itu merupakan tsunami. Dengan cepat, Deri mengevakuasi anak dan istrinya untuk mengungsi ke wilayah dataran yang lebih tinggi dari bibir pantai.

"Waktu itu saya lagi nongkrong saja di dekat rumah, terus ada bunyi gemuruh dari arah laut, putih warnanya [ombak], lalu ada yang teriak 'air, air', saya langsung bawa lari keluarga saya," ucap Deri.

Deri lalu lari menjauhi pantai sampai tak terpikir membawa barang penting dari rumahnya.

Selang sehari usai bencana itu, Deri kembali guna mengecek kondisi rumahnya. Didapatinya rumah tersebut sudah dalam keadaan luluh lantak diterjang tsunami. Deri tak bisa menahan kuasa Tuhan dan harus meratapi nasibnya kehilangan tempat tinggal.

"Sementara ngungsi dulu, tahun baruan di sini [pengungsian] meski sepi," kata Deri.

Ketika CNNIndonesia.com berbincang dengan Deri, waktu sudah menunjukkan pukul 00.30 WIB, artinya tahun 2018 telah berganti memasuki tahun 2019.

Deri lantas menaruh harapan tersendiri saat memasuki tahun baru ini. Ia meminta agar pemerintah mau membantu meringankan beban untuk mendirikan rumahnya yang hancur akibat tsunami.

"Saya mau punya rumah lagi di tahun baru ini, semoga bisa dibantu saja," ucap Deri penuh harap.

Deri menyatakan usai bencana tsunami, pemerintah belum pernah melakukan sosialisasi mengenai ganti rugi rumah warga yang hancur akibat tsunami. Melihat hal itu, ia mengaku hanya bisa pasrah dan menunggu bantuan dari pemerintah agar rumahnya bisa ditempati kembali seperti sediakala.

"Saya mah nunggu saja, jika belum, saya tetap di pengungsian dulu," imbuh Deri dengan nada pelan.

Kejadian serupa menimpa Suryana (26). Ia mengatakan bahwa rumah petak yang turut berada di kawasan Kampung Karet, Desa Teluk, Labuhan turut hancur dihantam tsunami Selat Sunda.

Suryana mengaku jarak rumahnya dengan bibir pantai lebih pendek lagi, sekitar 20 meter. Senada dengan Deri, Suryana mengaku sedih selain bingung setelah bencana tsunami. Ia pun harus berada di pengungsian dan tak pernah tahu kapan bisa kembali memiliki rumah. Harapan satu-satunya adalah uluran tangan pemerintah.

"Pingin punya rumah lagi, kalau enggak punya rumah sedih, saat ini kami belum ada omongan itu [soal bantuan rumah]" ucap Suryana.

Rintihan Pengungsi Tsunami Selat Sunda di Malam Tahun BaruAktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau telah membuat kolaps pada lereng barat daya sehingga menimbulkan gelombang tinggi dari Selat Sunda ke pesisir Banten dan Lampung, 22 Desember 2018. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Dibangun Tembok Laut

Berbeda dengan Deri dan Suryana, Arji (40), salah seorang warga Kampung Nelayan yang terletak di Teluk Labuan, Desa Cigondang, Pandeglang, Banten berharap pemerintah bisa membangun tembok laut usai tsunami menerjang wilayah tempat tinggalnya.

Arji merupakan satu dari puluhan kepala keluarga yang harus mengungsi karena rumahnya telah rata dengan tanah usai diterjang tsunami Selat Sunda. Lokasi rumah warga di kampung Nelayan di Desa Cigondang hanya berjarak sekitar 10 meter dari bibir pantai.

"Selain bantuan renovasi [rumah], mungkin perlu dibangun tembok laut juga, untuk memecah ombak, dan melindungi dari tsunami" kata Arji saat ditemui CNNIndonesia.com di Teluk Labuan, Kemarin.

Arji menjelaskan sebenarnya sudah ada tembok pemecah ombak di bibir pantai yang telah dibangun pemerintah setempat sejak 1996. Namun, tembok yang awalnya hanya setinggi 2 meter itu kini sudah terkikis dan tak akan signifikan untuk memecah gelombang tsunami.

"Makanya kita berharap bisa diperkuat, ini sudah wilayah rawan tsunami soalnya," ujar Arji.

Saslimin selaku kepala RW 05 Teluk Labuan, Desa Cigondang, Labuhan merinci sekitar 86 rumah di Kampung Nelayan rata dengan tanah akibat bencana tersebut. Ia menyatakan bahwa mayoritas masyarakat yang terkena dampak tsunami di wilayah itu berat untuk direlokasi ke wilayah yang aman.

Sebab, kata dia, masing-masing warga telah memiliki tanah dan rumah sendiri di wilayah tersebut.

"Masyarakat inginnya tetap disini, mereka berat meninggalkan sini, pengen di sini aja," kata Saslimin.

Melihat hal itu, Saslimin berharap agar pemerintah bisa membangun tembok laut yang tinggi dan kokoh sebagai perlindungan bagi pemukiman warga dari tsunami.

"Pengennya 6 sampai 7 meter lah [temboknya] sudah cukup, ini harus ditinggikan lagi, ini kan udah ambruk lagi tanggul pemecah ombak, jadi pemerintah bisa membantu enggak ini?" kata dia.

(rzr/mik)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AlYAsv
January 02, 2019 at 02:29AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2AlYAsv
via IFTTT
Share: