Showing posts with label 2018 at 09:49PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 09:49PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Longsor Anak Krakatau Picu Tsunami Telah Diprediksi 1995

Jakarta, CNN Indonesia -- Profesor Hery Harjono dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam sebuah penelitian yang ditulis oleh Christine Deplus dkk pada 1995 telah memprediksi pertumbuhan Gunung Anak Krakatau yang miring ke satu sisi. Dalam perkiraan tersebut, peneliti juga memperkirakan potensi tsunami akibat kemiringan ke satu sisi saja.

Pertumbuhan Anak Krakatau yang cenderung ke arah barat daya terjadi sangat cepat karena berstatus sangat aktif. Pertumbuhan ke barat daya juga dinilai ke arah yang curam dibandingkan ke sisi lainnya.

"Tentu ini merupakan bagian yang labil dan jika melorot atau longsor tentu dapat memicu tsunami," jelas Hery melalui keterangan resmi.

"Sayap barat daya Anak Krakatu yang curam karena tumbuh ke arah barat daya yang membuat masyarakat tidak bisa mengacuhkan tanah longsor di sepanjang sayap ini. Beberapa meter tsunami mungkin terjadi di sana pada tahun 1981 (Carmus et al., 1987; Sigurdsson et al., 1991). Jelas survei yang lebih terperinci dari lereng ini harus direalisasikan di masa depan," imbuhnya seraya mengutip tulisan Deplus dkk.

Penelitian berjudul "Strukur dalam komplek Gunung Krakatau (Indonesia) dari data graviti dan batimeri" dengan meneliti bagimana postur pulau-pulau di komplek Krakatau, termasuk Anak Krakatau itu sendiri.

Berdasarkan data batimeri, Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api muda yang berada di ujung kaldera yang memiliki kondisi tidak stabil.

Pada tahun 1919, sisi kaldera sudut kemiringan Gunung Anak Krakatau mencapai 18 derajat. Namun sejak 1928 pertumbuhannya teritung cepat dengan sisi kaldera sudut kemiringannya mencapai 29 derajat.

Setelah erupsi bertahun-tahun, Anak Krakatau tidak mengisi kekosongan di kedua bagian dengan sama. Peneliti saat itu melihat sisi kanan lereng barat bawah setidaknya memiliki tingkat kecuraman sebesar 15 derajat.

Untuk itu, Hery mengatakan pemetaan dasar laut di kompleks Anak Krakatu perlu dilakukan sekarang juga. Terlebih, universitas dan lembaga penelitian kebumian di Indonesia sudah satu atap.

Pemetaan dasar laut di kompleks Krakatau adalah keharusan tak usah menunggu datangnya tsunami berikutnya. Itu tak sulit dilakukan. Barangkali yang perlu juga dipikirkan apa pemicu lonsoran itu? " ujar pria lulusan Geologi Institut Teknologi Bandung) ITB ini. (kst/evn)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QWMMr9
December 30, 2018 at 09:49PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2QWMMr9
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

BPN Sebut Raja Juli Badut Politik Ungkit 'Jenderal Kardus'

Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Direktorat Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menyatakan Sekretaris Jenderal PSI yang juga Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni sedang menjalankan tugas sebagai badut politik.

Hal itu dikatakan Ferdinand merespons pernyataan Juli yang menyebut pertemuan calon presiden 02 Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sore ini sebagai pengingat istilah 'Jenderal Kardus'.

"Jadi kalau Raja Juli komentarnya hanya bicara mengingatkan jenderal kardus saya pikir dia sedang melaksanakan tugasnya sebagai badut politik," kata Ferdinand kepada CNNIndonesia.com, Jumat (21/12).


BPN Sebut Raja Juli Badut Politik Ungkit 'Jenderal Kardus'Ferdinand Hutahaean. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Ferdinand menyatakan jika Raja Juli seorang politikus pasti tak akan mengeluarkan pernyataan yang tak berisi seperti itu. Menurutnya, Raja Juli seharusnya menyadari dampak pertemuan Prabowo dengan SBY terhadap kontestasi Pilpres 2019.

"Dia (seharusnya) akan tau akibat dari pertemuan ini terhadap elektabilitas Jokowi-Ma'ruf yang pasti akan semakin merosot," ujarnya.

Politikus Demokrat itu mengingatkan bahwa Prabowo dan SBY adalah dua tokoh nasional. Prabowo adalah mantan jenderal bintang tiga dan kini menjabat sebagai Ketua Umum Gerindra. Sementara SBY adalah presiden ke-6 RI yang menjabat dua periode.


Kepanikan Kubu Jokowi-Maruf

Senada, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan kubu Jokowi-Ma'ruf tengah panik melihat elektabilitas yang terus merosot sehingga kerap mengeluarkan pernyataan negatif kepada Prabowo. Menurut dia, ada upaya adu domba yang sedang dilakukan kubu Jokowi-Ma'ruf terhadap Prabowo dan SBY.

"Sehingga mereka panik ingin adu domba Pak SBY dan Pak Prabowo," kata Andre kepada CNNIndonesia.com.

Andre menyebut salah satu upaya adu domba tersebut dilakukan dengan mengeluarkan pernyataan provokasi terhadap Prabowo dan SBY. Politikus Gerindra itu menyatakan kubu Jokowi-Ma'ruf takut jika SBY turun bersama Prabowo melakukan kampanye hingga April 2019.


"Kan mereka takut nih Pak SBY bertemu Pak Prabowo, habis itu Pak SBY turun ke lapangan itu kan ketakutannya. Jadi mereka panik. Mencoba merusak hubungan harmonis Pak Prabowo dengan Pak SBY," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo -Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni menyindir pertemuan antara Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto yang akan digelar hari ini, Jumat (21/12).

Ia mengatakan pertemuan itu sangat bermanfaat untuk menyegarkan ingatan publik mengenai sebutan Partai Demokrat kepada Prabowo sebagai seorang 'Jenderal Kardus'.


"Pertemuan itu akan sangat bermanfaat bagi publik terutama untuk me-refresh memori masyarakat mengenai sebutan Partai Demokrat kepada Pak Prabowo sebagai Jenderal Kardus," kata Antoni dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/12).

Untuk diketahui, sebutan 'jenderal kardus' sendiri dilontarkan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Demokrat Andi Arief saat momen penentuan calon wakil presiden bagi Prabowo, Juli lalu. Saat itu Andi mengatakan Prabowo lebih mengutamakan uang ketimbang perjuangan bersama. (fra)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ECkMS8
December 21, 2018 at 09:49PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2ECkMS8
via IFTTT
Share:

Thursday, December 20, 2018

Minzy Eks '2NE1' Ungkap Perjuangan Lawan Depresi

Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan personel girlband 2NE1 Minzy baru-baru ini membagi pengalaman dan perjalanan hidupnya selama menekuni karier sebagai bintang pop di Korea Selatan, termasuk berperang melawan depresi.

Minzy mengawali cerita bahwa ia pertama kali direkrut YG Entertainment setelah sejumlah videonya menari menjadi viral.

Semula, agensi ingin membentuknya sebagai artis solo tapi kemudian memutuskannya untuk bergabung sebagai anggota terakhir 2NE1.Dia pun kemudian bercerita bahwa memulai debut di usia 15 tahun sempat mempengaruhi kemampuannya bersosial.

"Saya tidak tahu bagaimana untuk memiliki hubungan dengan orang-orang. Sejak saya masih sangat muda, saya berada di lingkungan yang amat terkontrol," kata Minzy kepada Billboard.


"Saya tidak pernah belajar bagaimana bergaul. Saya benar-benar tidak memiliki masa kecil yang normal, saya tak pernah bermain dengan bocah lain. Saya hanya latihan dan semua orang lebih tua dariku," lanjutnya.

Minzy turut menjelaskan meskipun mereka sukses setelah debut, tapi komentar netizen Korea tentang penampilan grup tersebut telah mempengaruhi kesehatan mentalnya.

Minzy mengenang bahwa ia dan kelompoknya kerap disebut "kelompok yang buruk". Dan kala itu, dirinya hanya bisa menahannya lantaran tak mengerti cara yang tepat menghadapi cercaan dari publik yang sering menghakimi tanpa alasan.

Ia mengaku bahwa kala itu dia berusaha menganggap hinaan itu bukan masalah besar dan mencoba melupakannya. "Tetapi kau tidak bisa melupakannya begitu saja, itu sulit," kata Minzy.


Dia kemudian mengungkapkan bahwa titik terendah dalam hidupnya yakni saat berusia 16 dan 17 tahun, periode ketika 2NE1 mempromosikan "Can't Nobody," "I Am the Best," dan "Ugly."

Minzy mengakui ia merasa kurang dapat dukungan. Di sisi lain, tekanan menjadi selebritas membuatnya depresi dan sempat membuatnya berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Segala hal yang berkecamuk dalam pikirannya itu membuat wanita yang kini berusia 24 tahun tersebut kebingungan akan tujuan serta arah hidupnya.

"Saya akan naik ke panggung dan semua orang sangat mendukung, mereka akan mencintai saya. Kemudian ketika panggung selesai, saya akan berada di hotel dengan perasaan hampa. Hidup terasa seperti hanya sebuah panggung," kata Minzy.

[Gambas:Instagram]

"Saya tidak tahu apa hidup saya, Saya tidak yakin apakah hidup lebih baik sebagai pemain atau jika hidup akan lebih baik sendirian. Itu sangat kontras, tapi saya tidak pernah punya waktu untuk memikirkan bagaimana menyeimbangkan keduanya berada di panggung dan sendirian," lanjutnya.

Penderitaan pemilik nama asli Gong Min Ji itu menghadapi beban mental semakin memburuk lantaran Korea Selatan belum terbuka terhadap penderita kesehatan mental sehingga membuat penyintas seperti dirinya sulit mendapat bantuan.

Berungtung bagi Minzy. Dirinya mendapatkan sosok yang memberikan dukungan moril kepadanya, produser YG Entertainment, Teddy.

Minzy mengisahkan, Teddy menyadari rasa depresi yang ia rasakan ketika menjadi anggota 2NE1 termuda. Namun nasihat Teddy kepada Minzy yang memintanya untuk tetap percaya kepada Tuhan dan yakin mampu melewati masalah tersebut menguatkan mentalnya.

[Gambas:Instagram]

"Saya benar-benar berterima kasih atas Teddy dan melihatnya sebagai orang baik dalam hidup saya untuk mengingatkan saya untuk tetap bertahan bahkan ketika depresi sedang dalam kondisi terburuknya," ungkapnya.

Namun perjuangannya tak berhenti sampai di sana. Ia mengaku setelah itu masih butuh kekuatan untuk melawan depresi dan mengelola perasannya sendiri.

Hingga kemudian Minzy mengaku, kala dirinya berusia 17 dan 18 tahun, dirinya "bertemu Tuhan". Ia menemukan kelompok yang memiliki keyakinan yang sama dengannya dan memberikan dorongan serupa dalam hidupnya.

"Itu adalah perubahan besar dalam hidupku. Orang-orang dengan iman yang sama dan dorongan yang sama datang ke dalam hidup saya dan mampu berbicara dengan sangat berani ke dalam hidup saya," kata Minzy.

[Gambas:Instagram]

"Itu tidak seperti 'Oh, kau harus menjadi lebih baik.' Tetapi seperti, 'Kami memahami bahwa itu adalah perjuangan. Tidak apa-apa untuk berjuang dan tidak apa-apa untuk merasa tidak enak, tetapi mari kita pikirkan, menghadapinya dan memiliki keyakinan,' Saya berpegang pada itu," lanjutnya.

Terlepas dari pergelutan batinnya itu, dia telah menganggap kebersamaan dengan sesama anggota 2NE1 seperti keluarga sendiri. Dan kala meninggalkannya, ia merasa itu merupakan hal yang ia perjuangkan untuk dirinya serta masa depannya sendiri.

"Saya akhirnya memilih sesuatu untuk diri saya sendiri. Saya merasakan tekanan dan [beban] [ketika pergi berkarier solo], tetapi itu adalah hal yang baik," ucapnya.

Minzy menambahkan bahwa ia ingin memasukkan sumber daya kesehatan mental dan dukungan bagi orang-orang dalam tur mendatang.

[Gambas:Youtube]

Dia berbicara tentang bagaimana dia ingin membantu orang dengan masalah yang pernah dialaminya dan bagaimana dia ingin memberi tahu orang bahwa mereka dicintai.

Di sisi lain, Minzy mengemukakan pilihannya untuk berbicara tentang penyakit mentalnya tepat setahun setelah kematian Jonghyun SHINee.

"Hal itu mengingatkan saya akan diri saya yang lama dan saya dapat memahami mengapa dia [Jonghyun] ingin pergi," kata Minzy.

"Saya ingin para idola yang masih muda dan baru mengetahui bahwa kesuksesan dalam dunia idola ini tidak lebih penting dibandingkan kalian hidup sebagai seorang manusia," lanjutnya, dikutip dari Billboard.

Masalah kesehatan mental jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves , Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi  (agn/end)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2SZQvRj
December 20, 2018 at 09:49PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2SZQvRj
via IFTTT
Share:

Saturday, December 8, 2018

Annegret Kramp-Karrenbauer Gantikan Merkel Jadi Ketua CDU

Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Persatuan Kristen Demokratik Jerman (CDU) kini punya pemimpin baru untuk menggantikan Angela Merkel sebagai ketua partai. Dia adalah Annegret Kramp-Karrenbauer (AKK), atau kerap dijuluki Mini Merkel, yang terpilih melalui pemungutan suara internal pada Jumat (7/12) kemarin.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (8/12), Annegret yang berusia 56 tahun meraup suara sebesar 51,75 persen. Dia mengungguli pesaing terdekatnya, Friedrich Merz yang meraih 48,25 persen pemilih.

Sedangkan kandidat ketiga yang juga Menteri Kesehatan, Jens Span (38) gugur dalam pemilihan putaran pertama. Penyebabnya adalah sebagian kalangan menganggap dia terlampau muda menduduki jabatan itu.

Annegret menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan para sejawat partai yang mempercayainya mengemban tugas itu. Namun, di sisi lain dia mengaku keberatan jika terus-terusan dianggap meniru jejak Merkel dalam dunia perpolitikan Jerman.

"Saya sudah baca semua tulisan tentang saya. 'Mini', peniru. Saya akan menjadi diri sendiri seperti yang selama ini saya jalani, dan saya bangga dengan hal itu. Memimpin adalah persoalan bagaimana kita menjadikan diri sendiri kuat, ketimbang pandangan orang," kata Annegret.

Annegret kemungkinan akan memimpin CDU menghadapi pemilihan federal, dan bisa menjadi salah satu kandidat yang dijagokan untuk menggantikan Merkel sebagai Kanselir Jerman.

Sebelum terpilih. Annegret memilih blusukan ke 16 negara bagian di Jerman untuk menemui para pengurus partai dan konstituen. Dia juga melawat ke Amerika Serikat menemui sejumlah pejabat setempat dan bahkan berkunjung ke pabrik perusahaan otomotif BMW.

Sebagian besar anggota CDU berharap Annegret bisa meniru langkah Merkel dengan mempertahankan iklim politik Jerman stabil. Namun, nampaknya gaya politik seperti itu akan menjadi masalah dengan kalangan pemilih muda dan simpatisan yang menginginkan terobosan baru.

Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan tidak akan maju kembali dalam pemilihan umum mendatang. Dia juga memutuskan mundur dari kursi Ketua Umum Partai Uni Demokrat Kristen (CDU) yang sudah dijabatnya selama 18 tahun.

Meski demikian, Merkel menyatakan tetap ingin bertahan sebagai kanselir. Posisi itu sudah dijabatnya sejak 2005 lalu.

"CDU hari ini berbeda dibanding pada 2000 lalu, dan ini adalah hal yang baik karena CDU berjanji tak lagi melihat ke belakang, tetapi jauh ke depan. Dengan pemikiran dan bentuk baru, tetapi mempertahankan nilai-nilai yang ada," kata Merkel. (ayp/ayp)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2RPVZ0E
December 08, 2018 at 09:49PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2RPVZ0E
via IFTTT
Share:

Tuesday, December 4, 2018

DPR Minta TNI Diterjunkan Tangani Penembakan Pekerja di Nduga

Jakarta, CNN Indonesia -- DPR meminta TNI diterjunkan untuk menangani kasus pembantaian 31 pekerja proyek jembatan di Kabupaten Nduga, Papua. Kasus ini disebut sudah termasuk terorisme.

"Saya meminta penegakan hukum dan kalau perlu terjunkan TNI jika dibutuhkan dan mendesak. Jangan ada sejengkal pun tanah Indonesia yang di bawah kendali gerakan separatisme dan melakukan kekejian terhadap rakyat Indonesia," ujar Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari dalam keterangan tertulis, Selasa (4/12).

"Setiap jengkal tanah Republik ini haris aman dari setiap rongrongan kelompom macam ini," ia menambahkan.

Di sisi lain, Abdul berharap kejadian pembataian itu dapat membuka mata dunia agar lebih proporsional dalam melihat masalah di Papua. Sebab, ia melihat dunia internasional kurang objektif dalam melihat masalah di Papua.

"Dengan kejadian ini kami harap peran diplomasi terkait masalah Papua juga penting untuk diti glatlan. NKRI dan seluruh tanah air dari ujung timur sampai barat adalah wilayah kedulatan yang wajib dihormati semua negara.

Terpisah, anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi menilai pembantaian terhadap pekerja proyek di Papua itu sudah masuk kategori terorisme karena menimbulkan rasa takut yang sistemik.

Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Golkar Bobby Adhityo Rizaldi.Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Golkar Bobby Adhityo Rizaldi. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
"Dalam kasus ini, saya rasa TNI perlu ikut terlibat dalam upaya penanggulangan terorisme bersama Polri di Papua," ujar dia dalam pesan singkat.

Terlebih, kata Bobby, kondisi geografis Papua dikelilingi oleh pegunungan dan hutan lebat. Ia melihat divisi Infantri TNI yang saat ini memiliki teknik Jungle Warfare dapat berperan pengoptimalkan operasi.

Lebih dari itu, politisi Golkar ini menyarankan pembangunan jalan di Papua melibatkan Zeni TNI Angkatan Darat. Selain akan mempercepat pembangunan, ini juga terkait dengan biaya keamanan.

"Apabila TNI diikut sertakan, tentu akan efektif dan efisien. Dan sudah dibuktikan dalam pembangunan jalan sebelumnya," ujarnya.

Senada, Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil meminta ada pengawalan terhadap proyek-proyek strategis pemerintah untuk menghindari spekulasi potensi gangguan keamanan.

"Orang akan berspekulasi, 'ada apa ini?', apakah ini ada 'kelompok-kelompok tertentu', yang tidak mendapatkan gula pembangunan di sana dia mengganggu, atau memang ada murni bahwa itu adalah sebuah kelompok yang memang masih menuntut pemisahan mereka dari NKRI," katanya.

Jalan Trans Papua di Nduga, Papua.Jalan Trans Papua di Nduga, Papua. (CNN Indonesia/Lita)
Terpisah, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah heran dengan kondisi sekelompok bersenjata yang bebas berkeliaran tanpa terdeteksi pihak intelijen.

"Selama ini kita merasa data keamanan yang disuplai aman-aman saja. Kejadian ini menghentak kita karena bayangkan saja kelompok bersenjata bisa mobilisasi bebas di Indonesia," cetusnya.

Menurut Fahri, perlindungan bagi masyarakat seharusnya diutamakan pemerintah. Ia meminta pemerintah mampu berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk bisa menuntaskan kasus ini.

"Pemerintah harus bisa jelaskan kenapa orang bersenjata bisa menyergap orang yang lagi bekerja? Bagaimana sistem pengamanan? Kenapa operasi intelijen tidak bisa mendeteksi atau pantau pergerakan orang bersenjata?" kata Fahri.

Pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada hari Minggu 2 Desember 2018 di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabupaten Nduga. Pembunuhan ini diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Awalnya, dilaporkan 24 pekerja tewas dibunuh KKB dan 10 lainnya berhasil melarikan diri. Pekerja yang melarikan diri itu diamankan tokoh masyarakat setempat namun belum dapat dipastikan perkembangan terbarunya akibat sulitnya komunikasi.

(jps)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2KSpahg
December 04, 2018 at 09:49PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2KSpahg
via IFTTT
Share: