Showing posts with label 2019 at 03:59AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 03:59AM. Show all posts

Monday, January 7, 2019

Megawati Heran Dituduh PKI Tapi Tak Pernah Ditangkap Polisi

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku heran dirinya masih dilabeli sebagai salah satu kader Partai Komunis Indonesia (PKI) oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Pelabelan itu bahkan terus terjadi sampai saat ini.

Saking terus-terusannya dilabeli PKI itu, Mega berseloroh kalau benar dirinya adalah PKI, seharusnya ditangkap oleh kepolisian. Tapi kenyataannya, dia tak pernah berurusan dengan hukum.

"Loh kok saya dibilang PKI, nah kok sampai hari ini enggak ditangkap [polisi] ya," kata Megawati saat berpidato di hadapan puluhan kelompok milenial yang hadir dalam acara 'Megawati Bercerita' di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (7/1).

Diketahui, Ketetapan MPRS Nomor XXV Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) belum dicabut oleh pemerintah sampai saat ini. Aturan itu melarang kegiatan dan atribut yang berbau PKI di Indonesia.

Mega, panggilan akrab Megawati, bercerita bahwa pemerintah Orde Baru akan kebobolan kala itu kalau memang dirinya merupakan kader PKI. Pasalnya, Mega pernah duduk sebagai anggota DPR ketika Soeharto berkuasa saat itu.

Ia menceritakan kala itu setiap anggota DPR harus melewati screening atau penelitian khusus dari pemerintah dan dirinya selalu lolos melenggang ke Senayan.

"Dari zamannya Soeharto saya dibilang PKI mulu, tapi kenapa saya bisa duduk di DPR?" ucap Presiden RI ke-5 tersebut.

"Dulu seluruh anggota DPR di litsus, artinya kalau dilitsus kok enggak tahu saya orang PKI? Kalau benar saya PKI kok buktinya saya diloloskan? Bisa jadi ketum, bisa saya anggota DPR 3 kali lagi," ujar dia.

Lebih jauh Mega bercerita bahwa saat ini masih banyak masyarakat kecil yang belum memahami dengan baik soal PKI. Terlebih lagi, saat momentum Pilpres 2019 ini, isu PKI masih laku dijual untuk mempengaruhi pemilih.

"PKI melulu PKI, PKI, rakyat yang di bawah, yang masih belum terpelajar itu dipikir ngerti. Apa sih PKI, ada lagi Jokowi PKI," kata Mega.

Tak cuma itu, Mega juga heran Joko Widodo juga 'kena imbas' dengan label PKI. Bahkan Jokowi juga dituding antek Cina dan asing.

Kendati begitu, Mega tak mau ambil pusing soal kabar bohong yang kerap menimpa dirinya dan Jokowi. Ia mengaku akan tetap menjalani Pilpres 2019 dengan jujur dan terhormat.

"Biarin ajalah dibilangin begitu, kita jalan aja. Itu orang sentimen aja, karena kepingin menang? Menang itu mustinya dengan terhormat dong," kata dia.

Mega pun mengimbau agar anak muda menghindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Ia mengingatkan para generasi muda harus arif dan bijak ketika menyikapi perkembangan teknologi informasi yang sulit dibendung saat ini, terutama arus informasi dunia maya yang belum tentu bisa divalidasi kebenarannya.

"Pemuda harus punya jiwa pemimpin, untuk apa menyebar kebencian. Saya bilang anak muda sekarang cengeng, buat apa bikin hoaks? Bully?" kata dia. (rzr/osc)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TwNQ1G
January 08, 2019 at 03:59AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2TwNQ1G
via IFTTT
Share:

Thursday, January 3, 2019

KPU Bantah Baru Cek Kontainer Usai Andi Arief Mencuit

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menampik anggapan bahwa pihaknya baru memeriksa kebenaran soal kontainer berisi suat suara tercoblos usai Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mencuit di akun Twitternya @AndiArief_. Dia menyebut banyak akun Twitter lain yang juga mengunggah soal itu.

Sebelumnya, Andi Arief sempat mengunggah tweet agar ada yang mengecek kebenaran informasi tentang kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos. KPU mengecek menjelang tengah malam Rabu (3/1).

"Bukan karena Andi Arief menulis di tweet-nya kemudian kami mengambil sikap itu. Tidak. Yang nulis tweet itu banyak," ucap Arief di kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (3/1).

Arief mengklaim pihaknya sudah mendapat informasi tersebut sejak Rabu siang (3/1). KPU, kata Arief, juga sudah meyakini sejak itu pula bahwa info soal kontainer adalah hoaks.

Arief mengatakan pihaknya tidak berniat menindaklanjuti. Alasannya, karena yakin itu hoaks.

Namun, lanjut Arief, isu itu terus berkembang dan meluas. Sejak itu Arief menganggap KPU mesti datang mengecek langsung bersama Bawaslu jelang tengah malam. Tujuannya agar memperoleh data yang konkret lalu disampaikan kepada masyarakat agar tidak risau.

"Jadi bukan karena orang per orang. KPU mempertimbangkan ada kemaslahatan yang lebih besar dibutuhkan oleh publik," kata Arief. "Supaya tidak makin gaduh begitu ya. Bukan kami menindaklanjuti karena Andi Arief."

Arief lantas membeberkan alasan mengapa KPU tak langsung bersikap sejak memperoleh informasi itu di siang hari. Menurut dia, KPU mempelajari dampak dari informasi itu.

Jika pengaruhnya besar bagi masyarakat, apalagi jika cukup merisaukan karena sudah viral, barulah KPU bertindak. KPU belum tentu mengecek langsung ke Tanjung Priok apabila isu itu tidak meluas dan berkembang di masyarakat.

"Kami melihat kemarin, ini kalau dibiarkan sudah keterlaluan. Apalagi kemudian makin malam makin banyak berita dan menyebutkan bahwa KPU telah menyita 1 kontainer. Wah ini jelas ini, ini harus ditangkap," kata Arief.

Sebelumnya, beredar informasi 7 kontainer di pelabuhan Tanjung Priok berisi surat suara telah tercoblos kolom nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf pada Rabu (3/1). Pertama kali beredar berupa rekaman suara, entah siapa, di grup-grup aplikasi WhatsApp.

Wasekjen Demokrat Andi Arief turut men-tweet melalui akun Twitternya @AndiArief_, meminta agar ada yang mengecek kebenaran informasi tersebut.

KPU dan Bawaslu lantas mengecek ke lokasi jelang tengah malam. Namun, KPU dan Bawaslu serta petugas Bea Cukai setempat tidak mendapati kontainer berisi surat suara.

Keributan yang diakibatkan hoaks kontainer berisi surat suara tercoblos belum berhenti. Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf mempertiimbangkan untuk melaporkan Andi Arief ke Bareskirm Mabes Polri. Hal itu dituturkan Wakil Ketua TKN Arsul Sani.

"TKN akan mempertimbangkan untuk membawa kasus penyebaran hoaks yang diduga dilakukan oleh Andi Arief ini ke ranah hukum, kecuali yang bersangkutan secara terbuka meminta maaf dan mengakui perbuatan menyebarkan hoaks tersebut," kata Wakil Ketua TKN Arsul Sani dalam pesan singkat," Kamis.

(ugo)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BY8Bwh
January 04, 2019 at 03:59AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2BY8Bwh
via IFTTT
Share: