Showing posts with label 2019 at 11:28PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:28PM. Show all posts

Wednesday, January 9, 2019

China Bantah Tuduhan Melobi Najib Razak Tutupi Skandal 1MDB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China bereaksi selepas laporan surat kabar The Wall Street Journal. Mereka menyangkal sempat melobi pemerintah Malaysia untuk membantu menghentikan penyelidikan skandal korupsi lembaga investasi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB), dan menyiapkan dana talangan dengan imbalan proyek.

Menurut pernyataan Kedutaan Besar China di Ibu Kota Kuala Lumpur, mereka menyatakan tidak menetapkan syarat-syarat yang berbau politik saat bekerja sama dengan negara lain. Mereka menyatakan laporan itu tidak berdasar.

"China selalu menaati prinsip-prinsip kerja sama dengan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Kami tidak terima dengan tuduhan yang tanpa dasar," demikian pernyataan Kedutaan Besar China di Malaysia, seperti dilansir Reuters, Rabu (9/1).

The Wall Street Journal melaporkan 'bantuan' itu ditawarkan oleh sejumlah pejabat Negeri Tirai Bambu pada 2016. Menurut laporan, pejabat China juga disebut melobi mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak untuk membujuk negara-negara lain menghentikan penyelidikan 1MDB dengan menggunakan pengaruh politik mereka.

Sebagai imbalan atas bantuan China, Najib disebut menjanjikan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur seperti kereta api dan jalur pipa kepada Negeri Tirai Bambu.

Melalui akun media sosial Facebook, Najib menyangkal China pernah menawarkan dana talangan untuk 1MDB. Dia malah pasang badan dengan menyatakan nilai proyek infrastruktur yang dimenangkan China sudah sesuai.

Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng mengatakan dia tak bisa membenarkan klaim The Wall Street Journal. Namun, dia berjanji akan menyelidiki dugaan tersebut.

"Jika ada sesuatu yang secara eksplisit menjelaskan hal ini secara jelas, hitam dan putih, kami akan melanjutkan penyelidikan kasus ini," ucap Lim kemarin.

The Wall Street Journal menyebut China juga menawarkan Malaysia bantuan untuk mengawasi rumah dan kantor salah satu reporter surat kabat itu yang tengah menyelidiki kasus 1MDB. Hal itu dilakukan China guna mencari tahu siapa yang membocorkan informasi kepada The Wall Street Journal terkait penggelapan uang 1MDB.

Beberapa bulan setelah pertemuan pejabat kedua negara, Malaysia disebut meneken kesepakatan bernilai miliaran dolar dengan perusahaan-perusahaan China yang didukung sokongan dana dari bank Negeri Tirai Bambu.

Pemerintah PM Mahathir Mohamad menuduh Najib menggelembungkan nilai kontrak proyek infrastruktur yang dimenangkan oleh China. Kini mereka menangguhkan pencairan anggaran proyek sebesar US$20 miliar (sekitar Rp282,6 triliun) karena dalam proses evaluasi.

Uang hasil penggelapan dari 1MDB selama ini dicurigai dipindahkan melalui jaringan transaksi yang rumit ke seluruh dunia. Negara asing seperti Singapura, Amerika Serikat, hingga Swiss tengah menyelidiki penyalahgunaan dana pemerintah ini.

Pemerintah AS memperkirakan uang 1MDB yang digelapkan oleh para petinggi melalui rekanan mereka mencapai US$4,5 miliar (sekitar Rp63,6 triliun).

Sebagian uang 1MDB diduga mengalir ke kantong Najib dan sang istri, Rosmah Mansor. Karena faktor kasus itu pula dia kalah dalam pemilihan umum.

Setelah tersingkir dari tampuk kekuasaan, Najib beserta istri dan anak-anaknya menjadi subyek penyidikan skandal 1MDB. Dia dan istrinya dijerat dengan dakwaan korupsi dan pencucian uang. (ayp)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RFt4j8
January 09, 2019 at 11:28PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2RFt4j8
via IFTTT
Share:

Monday, January 7, 2019

AS Sebut Berhasil Tewaskan Dalang Bom USS Cole di Yaman

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Amerika Serikat mengatakan berhasil membunuh seorang militan Yaman, Jamal al-Badawi yang diyakini sebagai salah satu dalang pemboman kapal perusak Angkatan Laut AS, USS Cole pada 2000 silam. Buronan AS yang merupakan jaringan Al Qaeda yang didakwa pada 2003 itu disebut tewas dalam serangan pada 1 Januari lalu.

"Pasukan As telah mengonfirmasi hal tersebut," kata Juru Bicara Komando Pusat AS, Kapten Bill Urban, seperti dilansir Reuters, Senin (7/1).

Urban menyatakan Badawi pernah dua kali kabur dari penjara di Yaman, yakni pada 2003 dan 2006.

Menanggapi kejadian itu, Presiden AS Donald Trump merayakannya melalui cuitan di akun Twitter.

"Militer hebat kami telah memberikan keadilan bagi para pahlawan yang hilang dan terluka dalam serangan pengecut di USS Cole," cuit Trump.

Pembunuhan ini menjadi salah satu serangan terhadap Al Qaeda Yaman, dikenal sebagai Al Qaeda di Semananjung Arab (AQAP), yang telah kehilangan pemimpinnya dalam serangan AS beberapa tahun terakhir.

Meski begitu, perwakilan lembaga strategi American Enterprise Institute, Katherine Zimmerman memperingatkan AQAP masih menjadi ancaman. Kelompok ini justru diuntungkan dari perang saudara Yaman, meskipun telah kehilangan benteng utamanya, termasuk kota pelabuhan Mukallah.

"Jelas ada degradasi kepemimpinan. Namun kekhawatiran besar adalah bahwa Al Qaeda selalu membuktikan bahwa mereka masih menjadi ancaman, selagi belum ada strategi yang jelas untuk menstabilkan Yaman," kata Zimmerman.

Serangan terhadap USS Cole pada 12 Oktober 2000 menjadi pukulan dahsyat bagi Angkatan Laut AS. Saat itu dua orang pria yang menabrakkan perahu mereka yang berisi bom, ketika kapal perang itu sedang mengisi bahan bakar di Aden. Aksi tersebut menewaskan 17 pelaut dan melukai puluhan korban lainnya.

Ketika dalang dari aksi teror tersebut masih menjadi buronan, pemerintah AS menetapkan hadiah sebesar US$5 juta (sekitar Rp70,3 miliar) untuk informasi yang dapat membantu pihak berwajib menangkap Badawi. (fey/ayp)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CSzm6W
January 07, 2019 at 11:28PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2CSzm6W
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

Tips Menyusun Resolusi Keuangan di Awal Tahun

Jakarta, CNN Indonesia -- Tahun Baru menjadi momen bagi banyak orang untuk membuka lembaran baru dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk menyusun resolusi keuangan. Terlebih, setelah kantong terkuras oleh diskon belanja online gila-gilaan, libur akhir tahun hingga pesta tahun baru.

Di awal tahun ini, Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning Budi Raharjo memberikan tips untuk menyusun resolusi guna memperbaiki kondisi keuangan di awal tahun.

Tentukan tujuan 


Pertama, tentukan tujuan dari perbaikan yang dilakukan. Menurut Budi, banyak aspek perbaikan yang bisa dilakukan pada kondisi keuangan seperti melunasi utang, meningkatkan tabungan, maupun memupuk investasi untuk masa depan.

Budi menyarankan tujuan harus realistis dan sesuai dengan kemampuan. Tak kalah penting, masyarakat harus membuat prioritas dari tujuan yang diinginkan. Hal itu agar masyarakat bisa fokus dalam mencapai tujuan tersebut.

"Maksimal tiga tujuan. Kalau tiga tidak sanggup ya satu dulu," ujar Budi kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon, Selasa (1/1).

Keberadaan tujuan juga akan membantu saat Anda ingin menentukan tabungan atau instrumen investasi. Pasalnya, setiap instrumen memiliki profil risiko, jangka waktu, dan imbal hasil yang berbeda.

Identifikasi kondisi keuangan

Kedua, identifikasi kondisi keuangan sehingga memiliki gambaran hal-hal yang perlu Anda perbaiki atau optimalkan untuk mencapai tujuan. Proses identifikasi akan lebih mudah apabila Anda mulai mencatat segala penghasilan dan pengeluaran.

"Dalam proses identifikasi Anda akan bisa melihat pengeluaran yang berlebih dan tidak efisien maupun penghasilan yang bisa dioptimakan," ujarnya.


Ketiga, Anda susun strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk mempermudah, Budi menyarankan agar tujuan selalu ditulis.

"Misalnya, dalam enam bulan saya ingin melunasi utang. Apa yang akan saya lalukan? Berapa cicilan tiap bulan yang harus saya lunasi," ujarnya.

Bagi yang ingin berinvestasi, Anda bisa menulis tujuan investasi tersebut, jangka waktu, imbal hasil, dan instrumen investasi yang sesuai profil risiko Anda. Beberapa jenis investasi yang dipilik bisa berupa reksa dana, saham, obligasi, maupun emas.

Apabila Anda masih konservatif, Anda bisa menempatkan dana Anda pada instrumen tabungan perbankan yang sesuai tujuan misalnya tabungan pendidikan, tabungan haji, maupun tabungah hari tua.

Tips Menyusun Resolusi Keuangan di Awal TahunAwal tahun, perencana keuangan menyebut penting untuk mengurangi pos pengelauran dan menambah sumber penghasilan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Pada prinsipnya, lanjut Budi, solusi keuangan hanya ada dua yaitu mengurangi pos pengeluaran dan/atau menambah sumber penghasilan. Dalam menyusun strategi, Anda bisa menggunakan dua prinsip tersebut misalnya mengurangi porsi pengeluaran untuk bersenang-senang dan mengalihkannya untuk membayar cicilan utang atau investasi.

Jika Anda tak ingin mengurangi porsi belanja di pos lain, Anda bisa mencari pekerjaan sampingan. Penghasilan tersebut bisa Anda alokasikan untuk mencapai tujuan Anda.

"Terkadang kita ingin memperbaiki sesuatu tetapi resolusi yang dibuat di awal tahun seringkali baru jalan sebulan, dua bulan terlupakan karena tidak ada langkah yang ditempuh dan tidak tahu mana yang harus diprioritaskan," ujarnya.

Tekad kuat

Terakhir, Anda harus menguatkan tekad untuk memperbaiki kondisi keuangan dengan mengikuti langkah-langkah yang telah disusun. Hal ini serupa saat Anda ingin membaiki kondisi fisik dengan berolah raga secara teratur.

"Berkaitan dengan keuangan, kalau kita tidak memaksakan atau mendisiplinkan biasanya kita akan kembali ke kondisi yang sama," ujarnya.

Budi menyarankan bagi Anda yang memiliki penghasilan dua kali Upah Minimal Pekerja (UMP) atau minimal Rp7 juta per bulan, Anda bisa mengalokasikan penghasilan Anda dengan formula 30 persen kebutuhan rutin, 30 persen tabungan atau investasi, 30 persen cicilan utang, dan 10 persen untuk kebutuhan gaya hidup.

Sementara, jika penghasilan masih berkisar UMP, Budi menyarankan untuk tidak berutang sehingga arus kas bulanan Anda tidak pas-pasan. Selain itu, Anda juga akan memiliki ruang untuk menabung atau berinvestasi.

"Kalau yang UMP, menurut pengamatan saya porsi tabungan bisa 10-20 persen bagi yang berkeluarga, untuk yang masih lajang ada yang bisa 50-60 persen dari total penghasilan, dengan catatan tidak berutang," ujarnya.

Secara terpisah, Perencana Keuangan Tatadana Consulting Tejasari Assad mengingatkan bagi Anda yang berutang sebaiknya memprioritaskan strategi untuk melunasi utang di awal tahun. Hal ini penting agar ke depan Anda tidak terbebani oleh beban bunga dan cicilan yang menumpuk dan bisa mengalihkannya pada pos pengeluran yang lebih produktif.

"Denda kalau telat bayar (kartu kredit) sudah Rp150 ribu. Nanti belum tambah lagi bunganya. Kan sayang, mending uangnya untuk belanja," jelasnya beberapa waktu lalu.

Selain itu, Tejasari juga menyarankan untuk Anda mulai membuka rekening tabungan terpisah untuk kebutuhan jangka pendek seperti belanja rutin dan jangka panjang. Dengan demikian, Anda bisa menjaga arus kas pribadi Anda.

"Kalau kita mau belanja (rutin) ambilnya dari rekening itu. Jangan dari akun rekening yang lain. Kalau tidak, itu akan mengacaukan uang bulanan, mengacaukan rencana kita," jelasnya. (sfr/stu)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Sut96B
January 01, 2019 at 11:28PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2Sut96B
via IFTTT
Share: