Showing posts with label 2018 at 07:41AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:41AM. Show all posts

Saturday, December 8, 2018

Simon McMenemy Berambisi Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah masa baktinya berakhir di Bhayangkara FC, Simon McMenemy berambisi untuk menangani Timnas Indonesia.

McMenemy berniat untuk mencari peruntungan baru musim depan meski mengaku berat untuk meninggalkan Bhayangkara FC, klub yang dua tahun terakhir menjadi rumah baginya.

"Sebenarnya sulit untuk meninggalkan lingkungan yang memginginkan kita untuk bertahan. Kami seperti keluarga. Jujur saya sudah melakukan semuanya [untuk Bhayangkara], waktunya untuk wajah baru di Bhayangkara," kata McMenemy setelah membawa Bhayangkara menang 2-0 atas Bali United di Stadion PTIK, Sabtu (8/12).

Tawaran dari klub di Indonesia maupun di luar negeri diakui sudah menghampiri McMenemy. Namun, ia belum memutuskan ke mana langkahnya bakal pergi.

"Belum ada [klub selanjutnya], yang pasti ada tawaran. Selain melatih, saya juga ingin melakukan perubahan di tempat itu dan bisa membawa semangat buat banyak orang. Kalau ada tawaran timnas [Indonesia], saya sangat bangga sekali bisa merepresentasikan semangat orang-orang dan mengubah sepak bolanya," ujar McMenemy yang pernah menangani Timnas Filipina pada 2010.

Bhayangkara FC juara Liga 1 2017.Simon McMenemy sukses antar Bhayangkara FC juara Liga 1 2017. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Saya tidak bisa sebutkan secara spesifik klub mana saja yang tertarik dengan saya. Kalau beruntung, saya bisa memilih tempat yang lebih nyaman untuk keluarga," sambungnya.

McMenemy menambahkan, selama dua tahun terakhir ia sudah membuktikan diri mampu beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Indonesia. Ia juga terbilang sukses mengorbitkan sejumlah talenta muda.

Jika bisa menukangi Timnas Indonesia, McMenemy tak hanya ingin sekadar melatih. Ia juga berniat untuk mengembangkan kemampuan pemain dari apa yang dimilikinya.

"Saya sangat bangga dikaitkan dengan posisi pelatih di Timnas Indonesia. Dan saya akan sangat bangga sekali jika itu bisa terjadi, karena bisa merepresentasikan negara yang sepak bola menjadi olahraga populer untuk membantu menjadikannya lebih baik lagi," jelasnya.

Bhayangkara FC menempati urutan ketiga di klasemen akhir Liga 1 2018 dengan raihan 53 poin. Ini jadi hasil yang cukup memuaskan buat McMenemy meski musim sebelumnya, The Guardian sukses meraih juara. (TTF/jun)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2AYL3Xw
December 09, 2018 at 07:41AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2AYL3Xw
via IFTTT
Share:

Friday, November 23, 2018

Polisi Sulit Dekati Pulau Tempat Misionaris AS Tewas Dipanah

Jakarta, CNN Indonesia -- Petugas kepolisian India berusaha menemukan jenazah seorang petualang dan misionaris Kristen asal Amerika Serikat, John Allen Chau. Chau kabarnya dibunuh oleh suku pedalama di sebuah pulau Sentinel Utara, pulau terpencil di Samudera Hindia.

Pihak berwenang mengatakan bahwa mereka mengandalkan para ahli antropologi untuk mendekat ke lokasi kejadian. Petugas kepolisian juga menggunakan helikopter dan kapal untuk mendekati pulau tersebut, namun mereka gagal menemukan mayat Chau (27) atau mengidentifikasi tempat pembunuhan.

"Agar menemukan gambar yang lebih baik dan lebih jelas. Petugas kepolisian dikirim ke perairan pulau Sentinel Utara," kata Direktur Jenderal Kepolisian Andaman dan Nikobar, Dependra Pathak kepada AFP.

Pada pekan lalu, Chau tewas akibat tertembak busur panah oleh sekelompok pemburu suku Sentineles setelah dirinya pergi secara diam-diam untuk mengajarkan ajaran nasrani ke pulau itu.

Sebanyak tujuh orang termasuk enam nelayan telah ditangkap karena mengantarkan Chau masuk ke pulau itu.

Polisi sangat berharap jika para nelayan dapat memberikan lebih banyak petunjuk ke lokasi kejadian Chau terbunuh.

"Mereka akan diinterogasi pada berbagai aspek dari kasus itu termasuk urutan kejadian, rute laut untuk menuju pulau, lokasi korban tiba, tempat kejadian, dan lokasi di mana Chau terakhir terlihat," kata Pathak.

Pihak berwenang India mengatakan bahwa Chau harus membayar para nelayan untuk membawa dirinya sedekat mungkin ke pulau itu dan membawa perahunya sendiri ke pulau itu.

"Dan juga akan dipastikan apakah korban telah meminta banyak bantuan dari nelayan itu untuk pergi ke pulau pada kesempatan sebelumnya," kata Pathak.

Pathak juga mengatakan bahwa polisi akan menyelidiki tulisan Chau di sepucuk surat yang dititipkan kepada nelayan untuk temannya. Chau sempat merasa ketakutan bahwa ia akan dibunuh.

Setelah tiba, Chau juga menyempatkan diri untuk berbicara kepada penduduk suku tersebut.

"Namaku John, aku mencintaimu dan Yesus mencintaimu. Ini beberapa ikan untukmu!" kata dia.

Keesokan harinya, nelayan melihat suku itu menguburkan mayatnya di sebuah pantai.

Sebelumnya, pemerintah India memberlakukan aturan khusus untuk melindungi keberlangsungan suku terasing itu. Orang asing dan warga India dilarang mendekati, menjejakkan kaki atau bermukim di pulau itu. Tujuannya untuk menjaga kelangsungan hidup dan melindungi suku Sentineles dari penyakit apapun.

Pada 2006, suku tersebut telah menewaskan dua nelayan yang kapalnya melewati pulau itu. Selain itu, mereka juga menembakkan panah ke sebuah helikopter yang sedang melakukan pemeriksaan setelah tsunami Samudera Hindia pada 2004 lalu. (cin/eks)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FDn8Td
November 24, 2018 at 07:41AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2FDn8Td
via IFTTT
Share: