Showing posts with label 2018 at 04:45AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:45AM. Show all posts

Wednesday, December 26, 2018

Jembatan 'Indiana Jones', Sandi Sindir Infrastruktur Utang

Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor 02, Sandiaga Uno mengaku deg-degan begitu mobil yang ditumpanginya melewati jembatan kayu di Desa Tosora, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Di sini dia menyindir pembangunan infrastruktur yang Presiden Joko Widodo tak menyeluruh, padahal biayanya besar sampai rela mengutang ke luar negeri.

Sandi sesekali mengeluarkan kepala sembari memberikan instruksi kepada supir untuk hati-hati. Sandi menyatakan dirinya seperti dalam petualangan Indiana Jones. Jembatan kayu yang berdiri di atas aliran sungai kecil itu memang hanya bisa dilewati satu mobil.

"Menuju ke Desa Tosora seperti petualangan Indiana Jones. Agak kaget juga saya di Kabupten Wajo ini, masih harus melewati jembatan kayu," kata Sandi dalam keterangan tertulis Tim Media Center Prabowo-Sandi, Rabu (26/12).

Sandi menyatakan pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi seharusnya juga menyentuh daerah pedesaan. Menurut dia, pembangunan di desa juga harus menyerap banyak lapangan pekerjaan warga setempat.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu datang ke Desa Tosora untuk bertemu dengan warga desa, sekaligus mengunjungi makam leluhurnya, Jamalludin Al Akbar Al Husaini.

Sandi merupakan keturunan kedua puluh dari silsilah yang dibacakan oleh tetua adat setempat.

"Insyaallah di tahun 2019 akan tercipta dan tersedia lapangan kerja, serta harga - harga kebutuhan pokok yang stabil serta terjangkau," ujar Sandi.

Video melintasi jembatan kayu itu juga diunggah Sandi dalam akun twitter pribadinya, @sandiuno. Dalam video itu terlihat mobil mini bus yang ditumpangi Sandi berjalan perlahan melewati jembatan kayu di Desa Tosora tersebut.

Setelah melewati jembatan kayu itu, Sandi sembari mengeluarkan kepalanya dari dalam mobil menyatakan pihaknya akan membangun infrastruktur sampai ke desa-desa. "Kita perlu bangun infrastruktur," kata Sandi dalam video itu.

Sandi juga menulis penjelasan dalam unggahan video tersebut. Pasangan Prabowo Subianto itu menyebut pembangunan infrastruktur oleh pemerintahan Jokowi dengan biaya besar bahkan hingga mengutang ke luar negeri belum terasa sampai di pedesaan.

"Saya & Pak @prabowo akan pastikan kedepannya pembangunan infrastruktur terasa langsung dampaknya utk perekonomian masyarakat desa," tulis Sandi di @sandiuno. (fra/osc)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TdfPDI
December 27, 2018 at 04:45AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2TdfPDI
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Jaksa Ungkap Enam Kode Suap Hakim PN Medan

Jakarta, CNN Indonesia -- Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap enam yang diduga digunakan Direktur PT Erni Putra Terari, Tamin Sukardi dalam percakapan dengan hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Merry Purba.

Enam kode tersebut diduga untuk menyamarkan pemberian uang dalam perkara suap tersebut. Jaksa mengungkap kode itu saat sidang dakwaan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kamis (13/12).

Jaksa mengatakan Tamin memerintahkan stafnya yang bernama Sudarni Br Samosir untuk berkoordinasi dengan panitera pengganti PN Medan, Helpandi soal penyerahan uang tersebut.


Keduanya pun bertemu pada 24 Agustus 2018 di Pengadilan Tipikor Medan. Sudarni kemudian menyerahkan satu ponsel merek Samsung kepada Helpandi di ruang panitera.

"Sudarni menyampaikan kepada Helpandi agar selanjutnya berkomunikasi menggunakan ponsel tersebut, yang di dalamnya sudah tersimpan kode-kode," ujar jaksa Luki Nugroho.

Selain menyerahkan telepon genggam tersebut, Sudarni juga menyebutkan enam kode yang harus digunakan Helpandi. Kode-kode tersebut, yakni 'wayang' yang digunakan untuk menyebut Wakil Ketua Pengadilan Negeri Medan, Wahyu Prasetyo Wibowo.

Selanjutnya 'pohon' yang digunakan sebagai pengganti kata uang. Kemudian ada kata 'Naibaho' yang digunakan untuk menyebut ketua PN Medan.


Kemudian kode 'asisten' yang digunakan untuk sebutan hakim anggota. Lalu 'Danau Toba' atau 'Dtoba' atau 'Dantob' atau 'Batak' untuk sebutan hakim Sontan Merauke Sinaga.

Pun untuk menyebut nama Merry Purba juga menggunakan kode, yakni 'ratu kecantikan'.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa, Tamin diduga memberikan suap sebesar Sin$280 ribu dengan rincian Sin$150 ribu kepada Merry dan Sin$130 ribu kepada Sontan.

Uang tersebut diduga untuk mempengaruhi putusan majelis hakim pada perkara yang menjerat Tamin.

Merry adalah salah satu anggota majelis hakim yang menangani perkara Tamin. Sementara ketua majelis hakim perkara Tamin adalah Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo. Dalam putusan yang dibacakan pada 27 Agustus 2018 tersebut, Merry menyatakan dissenting opinion.

(gst/pmg)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QtxiKV
December 14, 2018 at 04:45AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2QtxiKV
via IFTTT
Share:

Friday, November 16, 2018

Putu Gede: Pemain Kelas Dunia Pun Pernah Kartu Merah

Bangkok, CNN Indonesia -- Bek Timnas Indonesia Putu Gede Juni Antara tak mau larut dalam kesedihan usai menerima kartu merah pada laga perdana Piala AFF 2018. Ia menegaskan sanksi kartu merah lumrah terjadi dan bisa dialami pemain kelas dunia sekalipun.

Putu Gede harus keluar lapangan usai menerima kartu merah kedua di menit ke-90. Sebelumnya, pemain Bhayangkara FC ini sudah mendapat kartu kuning di menit ke-60.

Selepas pertandingan, Putu Gede sudah meminta maaf kepada pelatih dan rekan setimnya. Namun, ia mengaku tak mau larut dalam trauma karena insiden kartu merah bisa dialami pemain manapun.

"Tidak ada trauma. Kalau dipercaya pelatih saya pasti siap. Kartu merah sebenarnya biasa dalam sepak bola bukan hanya saya saja. Pemain dunia juga pernah mengalaminya," kata Putu Gede yang ditemui usai latihan bersama Timnas Indonesia di Stadion Rajamangala, Jumat (16/11).

Mantan personel Timnas Indonesia U-19 yang sukses menjuarai Piala AFF U-19 2013 itu membantah terpancing emosi lawan. Menurutnya, situasi di lapangan sama-sama ideal untuk merebut bola.

"Bukan terpancing emosi. Menurut saya bola 50-50," ujarnya.

Insiden kartu merah lawan Singapura membuat Putu harus menepi saat Garuda menghadapi Timor Leste di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (13/11). Perannya kemudian digantikan Gavin Kwan Adsit dan Indonesia menang 3-1.

Putu Gede berjanji bakal lebih jeli mengambil keputusan di lapangan bila kembali dipercaya tampil sejak menit awal melawan Thailand dalam lanjutan Grup B di Stadion Rajamangala, Sabtu (17/11).

"Pelatih Bima Sakti meminta saya untuk lebih hati-hati lagi dan jeli mengambil keputusan di lapangan. Timnas Indonesia pokoknya harus menang dan curi poin dari Thailand," ujarnya. (jun)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FrIMJW
November 17, 2018 at 04:45AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2FrIMJW
via IFTTT
Share: