Showing posts with label 2018 at 09:11PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 09:11PM. Show all posts

Thursday, November 29, 2018

Khabib: Lidah McGregor Mungkin Tertinggal di Rumah

Jakarta, CNN Indonesia -- Khabib Nurmagomedov mengejek Conor McGregor yang dianggapnya tidak lagi banyak berbicara setelah pertarungan melawan dirinya di UFC 229, 6 Oktober lalu.

Khabib mengaku dirinya tak lagi berbicara dengan McGregor sejak perang kata yang berujung duel dan kerusuhan di UFC 229.

"Ya, kami tidak berbicara. Saya tetap berbicara secara normal, kalian bisa lihat itu."

"Namun saya tak tahu, mungkin dia lupa (membawa) lidahnya di rumah karena dia tidak lagi berbicara banyak," ujar Khabib seperti dikutip dari Express.

Khabib menyatakan McGregor benar-benar kehilangan gairah untuk berbicara lagi dengan dirinya.

"Dia tidak merespons. Dia tidak punya niat untuk berbicara dan berdiskusi."

Khabib Nurmagomedov menganggap Conor McGregor tidak lagi banyak berbicara usai duel.Khabib Nurmagomedov menganggap Conor McGregor tidak lagi banyak berbicara usai duel. (REUTERS/Stephen R. Sylvanie-USA TODAY Sports)
"Saya berbicara dengannya dan dia hanya berkata 'ini hanya bisnis'. Namun saya tak lagi mendengar darinya setelah pertarungan," tutur Khabib.

Duel Khabib lawan McGregor berakhir dengan kemenangan Khabib lewat teknik kuncian leher. Usai laga itu terjadi kerusuhan setelah Khabib melompat keluar dari oktagon untuk menyerang Dillon Danis. Di arena, McGregor juga terlibat perkelahian dengan rekan Khabib.

Kedua petarung masih harus menantikan keputusan dari Komisi Atletik Nevada terkait sanksi yang mungkin diterima oleh mereka. Pada tanggal 10 Desember mendatang, kedua petarung rencananya bakal diminta untuk memberikan keterangan.

Rematch Khabib lawan McGregor masih mungkin terjadi di tahun depan meskipun Khabib saat ini lebih terobsesi untuk melawan Floyd Mayweather Jr (ptr/har)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rc49F4
November 30, 2018 at 09:11PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2rc49F4
via IFTTT
Share:

Saturday, November 17, 2018

Merindu Annelies di Panggung Bunga Penutup Abad

ULASAN TEATER

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Sabtu, 17/11/2018 16:50 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Suara medok Reza Rahadian terdengar di kegelapan memecah kesunyian. Seiring ia membacakan surat pertama dari Panji Darman dengan tempo cepat, lampu panggung pun mulai menyala. Kekuningan. Penanda pentas dimulai.

Di kursi rotan yang diatur berhadapan, baru terlihat Reza duduk dengan pakaian khas Jawa. Jas, sarung batik dan blangkon. Di hadapannya, ada Marsha Timothy dengan pose layaknya wanita terhormat.

Pertunjukan teater Bunga Penutup Abad dipentaskan untuk ketiga kalinya pada akhir pekan ini, 17-18 November di Taman Ismail Marzuki, dengan kisah, alur, tata panggung, dan beberapa aspek lain yang masih sama. Ada Chelsea Islan yang masih berperan sebagai Annelies, Lukman Sardi sebagai Jean Marais, dan Sabia Arifin sebagai May Marais.

Hanya kehadiran Marsha Timothy lah yang kini menjadi pembeda dari pentas yang diadaptasi dari novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer. Dia berperan sebagai Nyai Ontosoroh, tokoh yang sebelumnya dimainkan Happy Salma di dua pementasan awal pada Agustus 2016 dan Maret 2017.

Reza sendiri kembali menjelma menjadi Minke.

Di panggung, surat yang menginformasikan perjalanan Panji Darman ke Belanda selesai dibacakan. Minke dan Nyai kemudian berdialog tentang bagaimana mereka bosan harus terus dikurung di rumah besar itu, memikirkan, menunggu dan merindukan Annelies.

"Annelies telah berlayar," ucap Minke termenung.

Minke kemudian mengatakan tak sabar segera menyusul ke Belanda, tempat istri yang dicintainya kini berada. Annelies lah yang dijagai Panji Darman sepanjang perjalanan dengan kapal ke Belanda itu. Annelies pula sebab Panji Darman rajin berkirim surat.


Minke dan Nyai pun mengenang kali pertama mereka bertemu. Minke, siswa HBS diajak kawannya Robert Suurhof berkunjung ke Boerderij Buitenzorg di Wonokromo, Surabaya.

Sementara kawannya itu bercengkerama dengan kakak Annelies, Robert Mallema, Minke bertemu dengan sang gadis Indo cantik yang langsung memukau hatinya. Berkenalanlah ia dengan Annelies. Sikap santun, pujian, sampai ciuman Minke membuat Annelies melayang. Ia bahkan mengajak Minke tinggal di rumahnya.

Menanti Annelies dalam Bunga Penutup AbadMarsha tampil lebih baik dari peran pertamanya di panggung teater. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Lambat laun keduanya saling jatuh cinta lalu menikah. Gunjingan sempat datang, terutama karena Minke pribumi, meskipun dari kalangan bangsawan dan terpelajar, dan Annelies berdarah campuran Belanda. Tapi Minke banyak dibela karena tulisan-tulisannya membuat hati masyarakat tergerak.

Masalah memuncak ketika Nyai dan Tuan, seorang Belanda bernama Herman Mellema, ternyata tak pernah punya ikatan perkawinan. Herman punya istri sah di Belanda sana, juga anak kandung bernama Maurits Mellema. Mereka menuntut hak.

Seluruh harta Herman menjadi milik mereka setelah Sang Tuan ditemukan meninggal di rumah pelacuran. Ada bagian untuk Annelies, tapi karena ia belum dewasa maka walinya jatuh ke tangan Maurits. Inilah yang membuat Annelies harus pulang ke Belanda.

Ia tak boleh ditemani Minke maupun Nyai. Hanya ada Panji Darman di sampingnya. Panji menemani Annelies dan merawatnya di Belanda, sampai Annelies meregang nyawa.

Bunga Penutup Abad merupakan panggung kedua bagi Marsha setelah tampil sebagai Ida dalam Perempuan-Perempuan Chairil. Peran itulah yang kemudian menjadi batu loncatan Marsha dalam dunia panggung hingga dipercaya memerankan salah satu peran wanita ikonis Nyai Ontosoroh oleh sang sutradara Wawan Sofwan.

Kiprah akting Marsha di film memang punya catatan yang baik. Ia bahkan dinobatkan sebagai Aktris Terbaik mengalahkan Nicole Kidman dalam Sitges International Fantastic Film Festival 2017 di Catalonia, Spanyol.

Namun, sulit rasanya melepas bayang-bayang Happy Salma saat memerankan karakter Nyai Ontosoroh di dua pementasan sebelumnya. Meski Marsha tak menunjukkan aksi yang buruk, tapi energi serta kharisma Happy belum tertandingi.

Dalam pertunjukan dua tahun silam, Happy membius penonton dengan keanggunan, keagungan, serta sikap terhormat yang melingkupi sepanjang pementasan. Ini ditambah dengan caranya mentransfer kekuatan kata-kata magis milik Pram.

Happy bahkan sebenarnya merupakan 'penyelamat' panggung Bunga Penutup Abad pada saat itu.

Menanti Annelies dalam Bunga Penutup AbadHappy Salma berperan sebagai produser dalam pementasan Bunga Penutup Abad kali ini.(CNN Indonesia/Hesti Rika)
Namun keinginan Happy untuk tak ingin karakter itu melekat pada dirinya saja patut dihargai. Pilihannya yang bertindak sebagai produser di pementasan ini pun tentu tak diputuskan secara sembarang. Pasalnya, ia dan sang sutradara Wawan mengatakan memilih pemeran Nyai dari 72 daftar nama.

Selama pertunjukkan, aksi Marsha sendiri terbilang meningkat ketimbang panggung pertamanya. Keseriusan dan usahanya pun terpancar pada beberapa bagian, seperti pada momen ia mengetahui sang putri Annelies meninggal di tangan orang yang tak mengenalnya.

Marsha bisa meluapkan rasa kehancuran sekaligus ketidakadilan yang dialaminya dengan memikat.

Sayangnya, sesekali ia terdengar masih terselip lidah dan bingung untuk menyebut Minke sebagai 'Nak' atau 'Nyo [Sinyo]' hingga menggabungkan keduanya sebagai 'Nak Nyo.'

Sementara, dalam pertunjukan yang dipentaskan untuk ketiga kali ini, beberapa pemain lain terlihat menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Reza misalnya, pada pentas perdana Bunga Penutup Abad dua tahun silam yang juga menjadi panggung teater perdana untuknya, masih terlihat gugup. Suaranya kerap terdengar bergetar.

Namun kini, ia sudah lebih menguasai panggung. Kepercayaan dirinya tampak terpancar dari cara bercerita yang lebih luwes dan jelas. Bahasa tubuhnya pun mampu mentransfer emosi yang tengah ia resapi.

Reza bisa menampilkan rasa canggung sekaligus panik saat Annelies bercerita pada Nyai bahwa ia telah menciumnya. Penonton terbawa dan tertawa meski jelas tokoh Minke tak sedang melontarkan humor yang kentara.

Begitu juga dengan Lukman Sardi sebagai Jean Marais. Ia tampak begitu percaya diri. Untuk perannya, Lukman mendapat riuh tepuk tangan terdengar lebih keras ketimbang empat pemain lain di akhir pertunjukan.

Sayang, perkembangan yang sama tak ditunjukkan oleh Chelsea Islan...

(bersambung ke halaman selanjutnya...) (dna/stu)


1 dari 2

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OP2ZZw
November 17, 2018 at 09:11PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2OP2ZZw
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 14, 2018

Polisi Periksa Intensif Terduga Pembunuh Keluarga di Bekasi

Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi melakukan pemeriksaan terhadap seorang pria berinial HS yang diduga sebagai pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi yang terjadi pada Selasa (13/11) dini hari.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif.

"Ya (sedang diperiksa intensif)," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (15/11).

Meski demikian Argo enggan merinci lebih lanjut identitas pria yang kini sedang diperiksa tersebut.

Dari informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, pelaku merupakan seorang pria berinisial HS. Dia ditangkap tak lama setelah mobil Nissan jenis X-TRAIL milik korban ditemukan polisi di Cikarang.

Polisi Periksa Intensif Terduga Pembunuh Keluarga di BekasiKompleks kontrakan tempat peristiwa pembunuhan satu keluarga di Bekasi. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Pembunuhan terhadap satu keluarga di Bekasi, pada Selasa (13/11) dini hari diketahui pertama kali oleh seorang saksi setelah menemukan sejumlah kejanggalan. Seorang saksi itu curiga setelah melihat gerbang kontrakan korban sudah terbuka. Televisi di rumah korban juga menyala.

Saat dipanggil korban pun tak menjawab. Saksi tersebut lantas mengajak sejumlah orang melihat rumah korban dan menemukan satu keluarga yakni Diperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9), Arya Nainggolan (7), telah tewas.

Dari pemeriksaan di tempat kejadian perkara, polisi menyatakan dua mobil milik korban hilang dan baru ditemukan Rabu (14/11) kemarin. 

Selain mobil, polisi tidak menemukan benda berharga lain yang hilang. Dugaan sementara motif pembunuhan tidak terkait ekonomi. Namun polisi belum bisa memastikan motif sebenarnya. (gst/wis)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FnUCEY
November 15, 2018 at 09:11PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2FnUCEY
via IFTTT
Share: