Showing posts with label 2019 at 04:05AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:05AM. Show all posts

Wednesday, January 16, 2019

Australia Terbuka 2019: Federer Lolos ke Babak Ketiga

Jakarta, CNN Indonesia -- Roger Federer berhasil lolos ke babak ketiga grand slam Australia Terbuka 2019 usai menaklukkan Daniel Evans tiga set langsung, 7-6(7-5), 7-6(7-3), 6-3, Rabu (16/1).

Meski menang tiga set langsung, namun Federer harus berjuang keras untuk menaklukkan Evans. Di dua set awal, kemenangan Federer datang lewat tie break. Federer mengalahkan Evans dengan skor 7-6(7-5) di set pertama dan menang 7-6(7-3) di set kedua.

Kekalahan menyakitkan di dua set awal membuat Evans kehilangan kesempatan untuk menyulitkan Federer lebih jauh. Federer menang 6-3 di set terakhir sekaligus memastikan tiket ke babak ketiga.

Federer sendiri mengakui bahwa Evans benar-benar memberikan perlawanan sengit kepada dirinya di laga tersebut.

"Saya rasa dia bermain baik. Sulit untuk unggul jauh dan ia layak mendapatkan pujian. Saya senang dengan kemenangan di set pertama karena itu berarti besar."

"Laga ini sedikit seperti saya menghadapi cermin. Mungkin saya hanya memiliki keunggulan dalam segi postur dan servis. Mungkin hanya itu perbedaannya," kata Federer seperti dikutip dari Telegraph.

Australia Terbuka 2019: Federer Lolos ke Babak KetigaDaniel Evans cukup puas dengan penampilan melawan Roger Federer. (REUTERS/Edgar Su)
Evans sendiri mengaku cukup puas dengan laga ini. Evans adalah sosok petenis yang sempat mendapat hukuman larangan bertanding selama setahun akibat terbukti positif kokain di April 2017.

"Saya tidak berpikir bahwa saya bisa kembali bermain. Tentu saja saya berutang pada orang-orang di sekitar saya. Saya harap mereka menikmati penampilan saya pekan ini seperti halnya saya," ujar Evans.

Di pertandingan lainnya, unggulan kedua Rafael Nadal juga berhasil melaju ke babak ketiga. Nadal tanpa kesulitan berarti mengalahkan petenis tuan rumah Matthew Ebden, 6-3, 6-2, 6-2.

Sementara itu unggulan kedua putri, Angelique Kerber juga mampu memetik kemenangan. Kerber mengalahkan Beatriz Haddad Maia dar Brasil dengan skor 6-2, 6-3.

Unggulan ketiga Caroline Wozniacki juga tidak menemui kesulitan berarti. Berduel lawan Johanna Larsson, Wozniacki menang 6-1, 6-3. (ptr/sry)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TWIsW3
January 17, 2019 at 04:05AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2TWIsW3
via IFTTT
Share:

Thursday, January 3, 2019

Ketum PSSI Jawab Kritik: Mungkin Kemenpora yang Buntu

Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Sumatera Utara sekaligus Ketua Umum (Ketum) PSSIEdy Rahmayadi, menjawab kritik Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) tentang gaya kepemimpinan di PSSI dan tudingan kebuntuan pihaknya dengan media.

Sebelumnya Kemenpora melalui Sesmenpora Gatot S Dewa Broto meminta agar gaya kepemimpinan Ketua PSSI Edy Rahmayadi berubah menjadi lebih baik pada 2019. Selain itu, Gatot juga ingin Edy tidak ketinggalan kabar sepak bola di Indonesia.

Edy kemudian menjawab kritikan tersebut kepada para awak media usai rapat komite eksekutif (Exco) PSSI di The Sultan Hotel pada Kamis (3/1). Salah satu bahasan di rapat tersebut adalah Kongres PSSI pada 20 Januari 2018.

"Bagaimana? Media merasa [kebuntuan komunikasi]? Ada hubungan komunikasi yang jelek dengan saya? Ada? Anda [media] yang jawab itu seharusnya, apakah ada kebuntuan antara kita ini? Mungkin Kemenporanya yang buntu, bukan kita [Edy dan media]," kata Edy.
Ketum PSS Edy Rahmayadi menganggap kemungkinan Kemenpora mengalami kebuntuan komunikasi. (Ketum PSS Edy Rahmayadi menganggap kemungkinan Kemenpora mengalami kebuntuan komunikasi. (Foto: CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Lebih lanjut, Edy mengatakan kongres juga akan membahas mengenai Satuan Tugas Anti-Mafia Bola bentukan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia. Hal ini lantaran dua pejabat PSSI yakni anggota Exco Johar Lin Eng dan Dwi Irianto alias Mbah Putih, baru-baru ini ditetapkan sebagai tersangka pengaturan skor. "Ya pasti lah [membahas Satgas Anti-Mafia Bola di Kongres PSSI], 'anak' kami diperiksa. Saya yakin [Johar dan Dwi] diperiksa ini untuk dicari ada salahnya atau tidak," tutur Edy.

"Kalau salah, dihukum. Saya ingin itu, dan PSSI bisa jadi bersih karena ini. Bukan hal-hal yang lain ya," katanya melanjutkan.

Alasan Hidayat Mangkir

Sementara itu, anggota Exco PSSI, Gusti Randa, mengungkap alasan mantan anggota exco PSSI HIdayat mangkir dari panggilan Satuan Tugas Anti-Mafia Bola bentukan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia, Kamis (3/1).

Hidayat tercatat sudah dua kali mangkir setelah sebelumnya yang bersangkutan tidak datang memenuhi jadwal pemeriksaan yang telah dibuat pada 28 Desember 2018. Mendengar hal itu, Gusti mengaku sudah berhubungan dengan Hidayat.

Anggota Exco PSSI Gusti Randa mengungkapkan alasan Hidayat mangkir dari panggilan Satgas Anti Mafia Bola bentukan Polri. (Anggota Exco PSSI Gusti Randa mengungkapkan alasan Hidayat mangkir dari panggilan Satgas Anti Mafia Bola bentukan Polri. (CNNIndonesia.com/M. Arby Rahmat Putratama H.))
"Dia [Hidayat] mengatakan bahwa dia tidak mendapatkan konfirmasi pemanggilan, ternyata memang soal surat panggilan itu pertama ke KONI, KONI ke PSSI. Jadi masalah mekanisme pemanggilan surat saja, tapi Pak Hidayat pada dasarnya mau segera datang supaya masalahnya jelas apapun yang terjadi," kata Gusti kepada para awak media di The Sultan Hotel.

Sebelumnya, Hidayat mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota exco PSSI dalam konferensi pers di The Sultan Hotel pada Senin (3/12) sore. Nama Hidayat dikaitkan dalam dugaan pengaturan skor pertama kali disebut manajer Madura FC Januar Herwanto dalam program televisi Mata Najwa yang disiarkan secara langsung lewat saluran Trans7 pada Rabu (28/11) malam.

Hidayat pun sempat memberikan bantahan atas tuduhan tersebut ketika dihubungi Mata Najwa lewat sambungan telepon. Namun belakangan ia komplain tidak punya ruang yang cukup untuk menjelaskan tuduhan dari Januar.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kemudian menghukum mantan anggota Exco PSSI Hidayat dalam kasus percobaan suap dengan meminta Madura FC mengalah dan memberikan kemenangan untuk PSS Sleman dalam laga tandang ke Stadion Maguwoharjo, Mei lalu.

Selain Hidayat, Polisi sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus pengaturan skor. Mereka ialah anggota Exco PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto, putrinya Anik Yuni Artikasari, dan mantan anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih. (map/bac)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2F9ajy9
January 04, 2019 at 04:05AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2F9ajy9
via IFTTT
Share: