Showing posts with label 2019 at 06:38AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 06:38AM. Show all posts

Friday, January 4, 2019

Korban Tsunami di Lampung Bakal Direlokasi di Dua Tempat

Lampung, CNN Indonesia -- Pemerintah daerah Lampung Selatan telah memiliki lokasi yang direncanakan akan jadi tempat relokasi warga korban tsunami Selat Sunda.

"Ada dua tempat yang sudah diincar Pemda saat ini, tempat itu yang nantinya akan dijadikan lokasi relokasi untuk warga yang terdampak tsunami," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Selatan, Wahidin Amin, Jumat (4/1).

Wahidin mengatakan dua lokasi tersebut terletak di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, dengan luasan sekitar dua hektar, serta di dekat eks Hotel 56 Kalianda dengan luasan lima hektar.

Lahan di Desa Way Muli dipilih berada di dataran yang lebih tinggi dan agak jauh dari bibir pantai. Sedangkan lahan kedua diketahui sudah jadi aset pemerintah daerah.


"Kedua lokasi yang akan dijadikan untuk relokasi, saat ini kami masih fokus pada tanggap darurat bencana. Sedangkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi ini, akan memakan waktu panjang sekitar dua tahun," kata Wahidin.

Wahidin menyebut untuk merelokasi warga Desa Way Muli dan Kunjir yang menjadi korban terdampak tsunami hingga rumahnya hancur, bukan perkara mudah.

Ia menyebut akan mendiskusikan lebih lanjut rencana relokasi dengan warga yang menjadi korban tsunami.

"Ya inikan mengenai mata pencaharian mereka (korban), sebab sebagian dari mereka ini berprofesi sebagai nelayan. Pastinya, mereka akan meminta daerah yang jadi relokasinya itu tidak jauh dari pantai," kata Wahidin.

Sementara itu untuk warga yang mata pencahariannya di luar menjadi nelayan, kemungkinan akan direlokasi ke wilayah Kalianda.


Akan tetapi, Wahidin mengatakan Pemda masih belum memutuskan mengenai lokasi lebih lanjut yang akan dijadikan sebagai tempat relokasi bagi korban.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, I Ketut Sukerta juga mengatakan hal senada.

Saat ini, disebutnya, pemerintah daerah masih menyelesaikan administrasi dari lokasi lahan seluas 2 hektar yang ada di Desa Way Muli.

"Jadi secara administrasi, harus ada hibah dari desa ke pemerintah daerah. Oleh karena itu, saat ini kita masih menyelesaikan hal itu terlebih dulu," kata Ketut. (zai/end)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VxH6Tl
January 05, 2019 at 06:38AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2VxH6Tl
via IFTTT
Share:

Thursday, January 3, 2019

Harga Batu Bara Acuan RI Januari 2019 Merosot

Jakarta, CNN Indonesia -- Harga Batu bara Acuan (HBA) masih melanjutkan tren penurunan. Pemerintah menetapkan HBA Januari 2019 sebesar US$92,41 per ton, atau turun tipis dari bulan lalu yang ditetapkan US$92,51 per barel.

Hal itu tercantum dalam Keputusan Menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 01 K/30/MEM/2019 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan HBA untuk Januari 2019.

Sebagai informasi, HBA merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC) dan Platts's 5900 pada bulan sebelumnya. Kualitas disetarakan pada kalori 6332 kcal per kilogram (kg) GAR, total sulfur 0,8 persen, total kelembapan 8 persen dan ash 15 persen.


Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan harga batu bara menurun karena impor batu bara China dibatasi, sementara permintaan negara lain relatif normal.

"HBA turun karena pembatasan impor (batu bara) China," ujar Agung melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/1).

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengungkapkan pembatasan impor China berdampak besar pada permintaan batu bara dunia, terutama batu bara kalori rendah. Pada akhirnya, berdampak pada pembentukan harga. Seperti diketahui, China merupakan konsumen batu bara terbesar di dunia.

"Sebagian besar ekspor kita ke China. Dari ekspor kita ke China, sebagian besar merupakan batu bara kalori rendah," ujar Hendra.


Menurut Hendra, dampak penurunan harga pada setiap perusahaan berbeda-beda. Kinerja keuangan perusahaan yang menghasilkan batu bara kalori tinggi relatif lebih terjaga. Sementara itu, perusahaan yang menghasilkan batu bara kalori rendah justru ketar-ketir.

Salah satu cara perusahaan menghadapi tren penurunan harga adalah melakukan efisien biaya. Dengan demikian, perusahaan bisa menjaga margin usahanya.

"Dengan penurunan harga, margin usaha makin tipis," ujarnya.

Lebih lanjut, Hendra memperkirakan pasar batu bara bulan depan masih akan melanjutkan penurunan mengingat tahun baru Imlek bakal dirayakan tahun depan.


"Biasanya, China akan libur satu-dua minggu pada tahun baru Imlek," ujarnya.

Tren penurunan harga batu bara telah terjadi sejak September 2018 di mana HBA ditetapkan sebesar US$104,81 per ton, turun dari HBA Agustus US$ 107,83 per ton.

Kemudian, penurunan berlanjut pada Oktober yang merosot menjadi US$ 100,89 per ton dan November US$ 97,90 per ton. (sfr/lav)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SAwtNF
January 04, 2019 at 06:38AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2SAwtNF
via IFTTT
Share: