Showing posts with label 2018 at 03:14PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 03:14PM. Show all posts

Saturday, December 15, 2018

Kominfo Buka Aduan, Blokir Nomor Telepon dan SMS Tipu-tipu

Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) membuka layanan aduan nomor telepon yang ,melakukan penipuan atau dianggap menyebar pesan sampah (spam) dan meresahkan. Pelanggan yang merasa mendapat SMS dan telepon penipuan bisa mengadukan nomor tersebut ke akun Twitter @aduanBRTI. Setelah diadukan, nomor tersebut akan diblokir oleh BRTI.

Hal ini dilakukan terkait masih maraknya SMS dan telepon yang melakukan penipuan dan mengganggu setelah registrasi prabayar dilakukan. Padahal sebelumnya, Kominfo menjanjikan registrasi prabayar bisa mengurangi tindakan penipuan tersebut.

"Setiap orang yang menerima SMS atau telepon penipuan bisa mengadukannya melalui helpdesk BRTI," jelas Ahmad Ramli saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (14/12).

Layanan SMS atau telepon yang dapat diadukan adalah pesan yang tidak dikehendaki seperti permintaan untuk segera mengurus pembayaran atau transaksi tertentu, permintaan untuk mentransfer uang, pemberitahuan bahwa Anda menjadi pemenang kuis atau undian tertentu.

Ramli menyebut langkah ini merupakan bagian dari tahap dua registrasi prabayar dengan melakukan penertiban dan pembersihan nomor-nomor yang didaftar secara tidak benar dan tanpa hak.

Pembukaan layanan aduan itu sesuai dengan Ketetapan BRTI No.4 tahun 2018 tentang Penanganan Pengaduan Penyalahgunaan Jasa Telekomunikasi, yang berlaku terhitung sejak tanggal 10 Desember 2018.

"Penyalahgunaan jasa telekomunikasi tersebut perlu ditangani dengan cepat dan terintegrasi sehingga kepercayaan masyarakat terhadap tujuan dan manfaat dari proses registrasi pelanggan jasa telekomunikasi terjaga dengan baik," seperti tertulis dalam siaran pers BRTI yang diterima CNNIndonesia.com.


Untuk melakukan pengaduan bisa dilakukan dengan langkah berikut:
1. Pelapor merekam percakapan, memotret, atau menangkap layar (screenshot) pesan tipu-tipu atau spam.
2. Adukan foto tersebut dan rekaman suara ke @aduanBRTI.
3. Petugas lakukan verifikasi dan analisis
4. Petugas BRTI memberitahu ke operator nomor yang diadukan agar diblokir
5. Operator telekomunikasi melakukan pemblokiran dalam tempo 1x24 jam.
6. Operator memberitahu BRTI soal tindak lanjut pemblokiran lewat sistem Smart PPI.
7. Jika ternyata nomor yang dilaporkan tidak terkait penipuan, maka nomor yang diblokir melapor ke BRTI. (eks)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qx22uP
December 16, 2018 at 03:14PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2Qx22uP
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 20, 2018

CEO Twitter Jack Dorsey Picu 'Badai' Media Sosial di India

Jakarta, CNN Indonesia -- CEO Twitter Jack Dorsey dituduh menyebarkan kebencian terhadap kasta brahmana di India. Tuduhan ini diberikan setelah beredar foto Dorsey memegang poster yang menyatakan "menghancurkan patriaki Brahmana" pada kunjungannya ke India.

Dilansir dari Reuters, foto yang menampilkan Dorsey bersama enam perempuan tersebut diambil setelah diskusi dengan jurnalis dan aktivisi perempuan India. Kasta atau kelompok sosial memang masih menjadi masalah utama di India.

Salah seorang peserta diskusi mencuitkan foto bersama Dorsey dengan poster yang menyulut kemarahan sebagian pihak.

Cuitan tersebut membuat Dorsey dinilai menebarkan kebencian pada kasta tertentu di media sosial.

"Apakah Anda menyadari bahwa gambar ini berpotensi menimbulkan kerusuhan komunal pada saat beberapa negara akan menghadiri Pemilihan Majelis di India," kata perwira polisi India Sandeep Mittal.

"Bahkan sekarang permintaan maaf tidak ditawarkan. Sebenarnya ini adalah kasus yang cocok didaftarkan kasus pidana untuk upaya mendestabilisasi negara," tambahnya.

Twitter membela Dorsey dalam komentar yang diposting di halaman resmi India. Twitter mengatakan seorang aktivis kasta Dalit telah membagikan pengalaman pribadinya dan memberikan sebuah poster kepada Jack.

"Ini bukan pernyataan dari Twitter atau CEO kami, tetapi refleksi nyata dari upaya perusahaan kami untuk melihat, mendengar, dan memahami semua sisi percakapan publik penting yang terjadi pada layanan kami di seluruh dunia," kata perusahaan itu.

Politik kasta dapat berkembang menjadi kekerasan di India, di mana hierarki yang berabad-abad telah membagi umat Hindu ke dalam kelas-kelas yang dimulai dengan Brahmana dan berakhir dengan kaum Dalit, sebelumnya dikenal sebagai "tak tersentuh".

Meskipun sistem ini telah dihapus secara resmi, namun sistem ini masih berlaku di daerah pedesaan dan menentukan di mana orang tinggal, siapa yang mereka nikahi dan jenis pekerjaan apa yang mereka lakukan. (age)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S7a9dO
November 21, 2018 at 03:14PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2S7a9dO
via IFTTT
Share: