Showing posts with label 2019 at 10:14PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 10:14PM. Show all posts

Wednesday, January 16, 2019

Disebut Tahu Novel Akan Diserang, Eks Kapolda Metro Diperiksa

CNN Indonesia | Rabu, 16/01/2019 15:14 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri memeriksa Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan terkait laporan Koalisi Masyarakat Sipil yang menyebutkan bahwa eks Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya itu mengetahui penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendapatkan serangan. 

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan Iriawan membantah sempat memberi peringatan kepada penyidik KPK Novel Baswedan terkait serangan tersebut, sebagaimana sebelumnya dilaporkan oleh Koalisi Masyarakat Sipil.

"Kami sudah periksa MI [Mochamad Iriawan], Kapolda Metro Jaya pada masanya, Propam sudah periksa. Hasilnya beliau sampaikan tidak pernah menyampaikan hal itu kepada sudara NB [Novel Baswedan]," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (16/1).

Dia menerangkan, pemeriksaan terhadap Iriawan dilakukan Propam Polri secara resmi dan sesuai mekanisme kepolisian bila menemukan indikasi atau dugaan keterlibatan anggota dalam dugaan tindak pidana.

Lebih dari itu, Iqbal mempersilakan Novel untuk menyampaikan informasi seputar dugaan keterlibatan pejabat tinggi Polri dalam serangan teror yang dialaminya ke penyidik Polda Metro Jaya secara resmi. Dia berkata, penyidik akan mendalami, mengejar, serta melakukan pembuktian secara ilmiah bila Novel melakukan hal tersebut.

"Kalau memang ada oknum petinggi Polri, silakan NB [Novel Baswedan] hadir di Polda [Metro Jaya], sebutkan dan tuangkan di penyidik," tutur mantan Wakapolda Jawa Timur itu.

Sebelumnya, Iriawan disebut sudah mengetahui akan adanya serangan terhadap Novel. Sebuah laporan dari Koalisi Masyarakat Sipil mencatat Iriawan sempat memberi peringatan kepada Novel terkait serangan itu.

"Kapolda Metro Jaya waktu itu (M Iriawan) sudah memperingatkan Novel bahwa ia akan mendapat serangan dan menawarkan pengamanan dan pengawalan," demikian bunyi laporan tersebut yang dirilis di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (15/1).
Disebut Tahu Novel Akan Diserang, Eks Kapolda Metro DiperiksaPenyidik KPK Novel Baswedan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Setelah mendapat peringatan tersebut, Novel menyarankan balik agar tawaran pengamanan tadi disampaikan ke jajaran pemimpin KPK untuk menghindari hubungan personal. Namun, pada akhirnya mereka tidak tahu pencegahan macam apa yang akhirnya diambil oleh kepolisian hingga insiden penyiraman air keras itu terjadi.

Laporan Koalisi Masyarakat Sipil itu pun menyimpulkan bahwa pihak kepolisian tidak mengambil tindakan apa pun untuk mengantisipasi serangan.

"Kepolisian telah mengetahui serangan sejak awal, tetapi tidak mampu karena satu dan lain hal diam atau tidak melakukan upaya pencegahan," demikian bunyi laporan tersebut. 

Laporan pemantauan ini dibuat oleh lintas lembaga swadaya masyarakat (LSM). Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Lokataru Foundation, Indonesia Corruption Watch (ICW), LBH Pers, PSHK AMAR, Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas, dan Pukat UGM tercatat sebagai penyusunnya.

(mts/dea)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RxNtYk
January 16, 2019 at 10:14PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2RxNtYk
via IFTTT
Share:

Thursday, January 3, 2019

Pencuri Incar Barang dalam Wadah Pemeriksaan X-ray Bandara

Jakarta, CNN Indonesia -- Jangan berikan kesempatan kepada pencuri, begitulah nasihat orangtua. Walau terdengar membosankan, namun nasihat tersebut memang benar adanya.

Banyak berita mengenai tindak kejahatan yang terjadi di tempat wisata. Bukan cuma di hotel, kriminalitas bahkan bisa saja terjadi di dalam pesawat yang sedang terbang. Walau banyak dilakukan oleh geng kriminal, tapi tak sedikit yang dilakukan oleh orang biasa karena niat jahatnya jadi timbul akibat adanya kesempatan.

Belum lama ini terjadi kasus pencurian di Bandara Leonardo da Vinci-Fiumicino, Roma, Italia.

Ironisnya pencurian tersebut terjadi tepat di gerbang pengecekan penumpang, salah satu area di bandara yang paling banyak dihuni oleh petugas keamanan dan kamera pengawas.

Dikutip dari Fox News pada Kamis (3/1), pencurian dialami oleh penumpang yang sedang mengantre masuk gerbang pengecekan x-ray.

Barang yang diambil berupa uang tunai sebesar US$9.000 (sekitar Rp129 juta) dalam amplop yang ditaruh korban ke dalam wadah pengecekan x-ray.

Pencurian dilakukan oleh penumpang lain yang mengantre tepat di belakangnya.

Sang pelaku melihat korban menaruh amplop ke dalam wadah pengecekan dan langsung mengantre tepat di belakangnya.

Ia mengambil amplop tersebut beserta barang bawaannya saat sang korban masih berurusan dengan petugas keamanan di gerbang pengecekan x-ray.

Sang korban diketahui masih mengenakan ikat pinggang, sehingga petugas keamanan memintanya melepasnya.

Usai melewati gerbang pengecekan x-ray dan berniat mengambil barangnya dalam wadah pengecekan, sang korban bingung amplop yang dibawanya hilang.

Petugas keamanan langsung melakukan memeriksa kamera keamanan dan merunut kejadian sebelumnya.

Aksi pencurian yang dilakukan di tengah kesibukan bandara itu ternyata tertangkap kamera.

Petugas keamanan langsung mencari pelaku ke seluruh sudut bandara. Tidak lama kemudian pelaku ditemukan dan mengaku kalau uangnya disembunyikan di kamar mandi bandara dan akan diambil setelah ia kembali dari Rusia.

Amplop berisi uang lalu dikembalikan kepada korban, yang mengaku kalau uang tersebut akan digunakan untuk pengobatan salah satu anggota keluarganya.

Entah nasib apa yang dialami sang pelaku saat ini, namun video aksi kejahatannya telah disebarkan melalui akun Twitter satuan pengamanan bandara.

Petugas keamanan mengatakan kalau pelaku bukanlah pencuri yang ulung, pasalnya ia berniat melakukan kejahatannya hanya karena melihat ada barang berharga teronggok di tengah kesibukan gerbang pengecekan, bukan karena telah mengincar sang korban sebelumnya.

Kejadian ini bisa menyadarkan penumpang, terutama yang membawa barang berharga dalam perjalanan seperti uang tunai dan barang elektronik, agar lebih waspada dengan keadaan sekitar.

Hindari membawa uang tunai dalam jumlah besar saat melakukan perjalanan dengan transportasi publik. Jika terpaksa, maka beritahu pihak bandara atau maskapai penerbangan agar mendapat pengawalan lebih ketat.

Selebihnya jangan biarkan barang berharga teronggok begitu saja dalam wadah pengecekan. Masukkan ke dalam tas agar tidak mengundang niat jahat orang di sekitar.

(agr/ard)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AoQRdm
January 03, 2019 at 10:14PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2AoQRdm
via IFTTT
Share: