Showing posts with label 2018 at 10:16AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 10:16AM. Show all posts

Saturday, December 1, 2018

Antisipasi Antrean Peserta Aksi 212, Petugas KRL Ditambah

Jakarta, CNN Indonesia -- PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyiapkan tambahan petugas hingga tiga kali lipat di sejumlah stasiun untuk mengantisipasi antrean penumpang dari dan menuju Aksi Reuni 212 di sekitar Masjid Istiqlal dan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

"Sebagai antisipasi kegiatan sejumlah kelompok masyarakat yang akan berlangsung di sekitar Masjid Istiqlal dan Monas pada Minggu (2/12), KCI menginformasikan bahwa KRL Jabodetabek tetap beroperasi normal dengan 936 perjalanan KRL per hari pada tanggal tersebut," papar Eva Chairunisa, Vice President Komunikasi Perusahaan KCI dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/12).

Untuk mengatasi antrean pengguna tiket harian, perusahaan juga menyiapkan tambahan perangkat loket mobile di sejumlah stasiun yang berdekatan dengan titik keramaian. Seperti di Stasiun Juanda, tersedia sembilan unit perangkat loket mobile tambahan, sementara di Stasiun Gondangdia, ada enam perangkat loket tambahan.


Tak hanya tambahan loket, KCI juga memperkuat petugas layanan pengguna, dari semula hanya empat orang menjadi 10 orang. Sementara itu, personil keamanan di Stasiun Juanda, Gondangdia, dan Tanahabang dilipatgandakan dari yang biasanya ditugaskan sekitar 12-14 petugas kini menjadi 20-45 petugas.

Untuk menghindari antrean di loket, perusahaan mengimbau para pengguna yang akan mengikuti rangkaian acara tersebut untuk menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) dan kartu uang elektronik dari bank yang telah bekerja sama dengan KCI.

Bagi penumpang yang tetap menggunakan Tiket Harian Berjaminan (THB), perusahaan mengimbau untuk menggunakan Tiket Harian Berjaminan Pulang Pergi (THB PP) agar tak perlu lagi mengantre untuk isi ulang relasi ketika akan kembali menggunakan KRL saat perjalanan pulang.

(lav)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2FSOxAE
December 02, 2018 at 10:16AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2FSOxAE
via IFTTT
Share:

Friday, November 30, 2018

Sandiaga: Hidup Itu Gurau, Buat Apa Cekcok karena Politik

Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, menyesali percekcokan yang terjadi di masyarakat akibat perbedaan pilihan politik pada Pilpres 2019. Apalagi jika percekcokan berujung kisruh dan mengakibatkan kerugian.

Sandiaga mengatakan bahwa perbedaan politik seyogianya ditanggapi dengan wajah. Perbedaan politik adalah hal yang lazim dan tak perlu disikapi dengan negatif.

"Mari kita justru gunakan perbedaan kita untuk membangun Indonesia yang lebih baik," ujar Sandiaga di sela kunjungannya ke sejumlah wilayah di Jakarta Barat, Jumat (30/11).


Hal tersebut disampaikan Sandiaga menanggapi kasus pembunuhan di Sampang, Madura, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Dua warga, Idrus dan Subaidi, terlibat cekcok di media sosial akibat perbedaan pilihan calon Presiden. Nahas, percekcokan itu berujung maut pada kematian Subaidi.

Menurut Sandiaga, baik peserta pemilu maupun masyarakat, harus sama-sama berkomitmen menjaga kedamaian. Seluruh pihak harus mampu mengontrol diri meski perbedaan pandangan politik itu hadir di tengah-tengah.

"Kalau kita komitmen dengan kampanye damai, sejuk, kita harus turunkan tensi politik kita. Jangan saling memprovokasi, itu harapan kita ke depan," kata Sandiaga.

Sandi juga menyebut bahwa hidup seyogianya diisi dengan canda dan bahagia serta saling menghormati satu sama lain. Terlebih, lanjut Sandi, di tahun politik seperti saat ini.

"Hidup ini senda gurau sebetulnya. Hidup ini harus kita yakini bahwa semuanya sudah tertulis. Jadi, buat apa masyarakat saling cekcok dan gontok-gontokan," pungkas Sandiaga. (fhr/asr)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qsi20d
December 01, 2018 at 10:16AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2Qsi20d
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 20, 2018

Tolak Rusia, AS Dorong Korsel Jadi Kepala Interpol

Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat mendorong calon dari Korea Selatan, Kim Jong Yang untuk memimpin badan polisi internasional Interpol. Hal ini diungkap oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Selasa (20/11). Hal ini disampaikan AS agar kandidat dari Kremlin tidak menjabat kedudukan itu untuk menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang China itu.

"Kami sangat mendukung Kim Jong Yang untuk menggantikan Presiden (Interpol)," kata Pompeo kepada wartawan di Departemen Luar Negeri.

"Kami mendorong semua negara dan organisasi yang menjadi bagian dari Interpol dan yang menghormati aturan hukum untuk memilih pemimpin kredibilitas dan integritas yang mencerminkan salah satu badan penegak hukum paling kritis di dunia. Kami percaya Mr. Kim akan cocok," lanjut Pompeo.

Para anggota parlemen AS telah melobi pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menentang pencalonan Prokopchuk. Mereka menuduh bahwa Rusia telah menyalahgunakan Interpol.

Moskow disebut mencoba menggunakan badan kepolisian internasional itu untuk menyelesaikan persoalan interneal mereka untuk menangkap para pembangkang di negara itu dengan mengeluarkan surat perintah penangkapan.

Kim sempat ditunjuk sebagai pengganti Presiden Kepala Interpol pada bulan Oktober lalu setelah Presiden Interpol sebelumnya, Meng Hongwei menghilang. Ia dilaporkan menghilang ketika tengah dalam perjalanan ke negara asalnya di China dari Paris, lokasi markas Interpol. China menyatakan bahwa Hongwei sedang diselidiki terkait penyuapan dan pelanggaran lainnya.

Interpol yang bermarkas di Perancis belakangan mengatakan bahwa Meng mengundurkan diri sebagai presiden. dan Beijing mengatakan dia diusir dari sebuah badan penasehat yang penting tapi fungsinya sangat seremonial di parlemen.

Pertempuran untuk memajukan Meng sebagai presiden Interpol berubah menjadi politis setelah Prokopchuk, mantan jenderal besar di Kementerian Dalam Negeri Rusia, muncul sebagai salah satu kandidat favorit sebagai kepala. Sebuah prospek yang memicu kritik terhadap Presiden Vladimir Putin.

Pembangkang Rusia dan mantan taipan minyak Mikhail Khodorkovsky, bersama dengan kritikus Kremlin yang lahir di AS, Bill Browder membuat konferensi pers di London, Selasa (20/11). Dalam pertemuan tu keduanya memperingatkan bahwa terpilihnya Prokopchuk, akan mempermudah Kremlin untuk memanipulasi Interpol. Moskow telah menolak klaim tersebut. (eks/eks)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zja5R4
November 21, 2018 at 10:16AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2zja5R4
via IFTTT
Share: