Showing posts with label 2018 at 05:25PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:25PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

PVMBG: Erupsi Gunung Anak Krakatau Sudah Berhenti

Jakarta, CNN Indonesia -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan informasi letusan atau erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung sudah berhenti.

Hal itu disampaikan berdasarkan hasil pemantauan Satelit Himawari dan radar cuaca sejak Sabtu (29/12) malam sampai Minggu (30/12) pagi. Menurut perkiraan PVMBG, erupsi gunung telah berhenti total.

Rekaman seismograf di Pulau Sertung, gugusan pulau di Selat Sunda, dekat Gunung Anak Krakatau menunjukkan tidak ada fluktuasi getaran. Amplitudo rata-rata pun diperkirakan 10 mm. Berbeda pada saat letusan, amplitudonya mencapai 25-30 mm.


Namun, tim PVMBG mengaku masih tidak tahu apakah masih ada fluktuasi erupsi lagi ke depan, seperti yang terjadi pada akhir pekan lalu ketika erupsi mengakibatkan tsunami yang menerjang pesisir Selat Sunda.

PVMBG juga menyampaikan terima kasih kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atas pemantauan visual distribusi abu (lateral dan vertikal) erupsi Gunung Anak Krakatau via Satelit Himawari dan radar cuaca.

Informasi ini sangat vital untuk mengetahui aktivitas erupsi manakala para pengamat PVMBG di Pos Pasauran kesulitan mengamati karena gunung sering tertutup kabut di musim penghujan. Hal itu membuat pelaporan tinggi kolom abu menjadi tidak akurat.


Berdasarkan laporan Windi Cahya Untung, Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Pasauran Gunung Api Krakatau periode pengamatan 29 Desember 2018, pukul 00.00 sampai dengan 23.59 WIB, gunung api dalam laut kini ketinggiannya tinggal 110 meter dari permukaan laut (mdpl).

Sebelumnya, ketinggian GAK mencapai 338 mdpl dengan kenampakannya cerah, berawan. Adapun, suhu 24-30 derajat Celsius, kelembapan 59-92 persen, tekanan 0,0-0,0 mmHg, curah hujan 0,0 mm.

Sementara, kecepatan angin terpantau kencang, lemah, dengan arah angin menuju barat laut, utara, timur laut, timur.


Pengamatan visual kenampakan dari pos pengamatan, jelas, kabut 0-III, tinggi 1.000 meter, warna kelabu putih, intensitas asap tebal.

Kegempaan masih berlanjut erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik hingga mencapai 7.338 meter di atasnya, alami kegempaan tremor vulkanik dengan amplitudo 25 mm.

Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 km dari kawah.


Ke depan, PVMBG mengingatkan untuk mendorong persiapan mitigasi, merapatkan pengamatan seismik, edukasi bencana sejak dini, menjaga alat-alat yang sudah ada. "Kita harus segera membenahi itu semua dan melakukannya secara bertahap," tulis PVMBG, seperti dilansir Antara, Minggu (30/12).

BMKG juga menyatakan saat ini sudah ada sirine Tsunami Early Warning System (TEAS) untuk menyampaikan peringatan dini tsunami di wilayah Lampung tepatnya 1 di Kalianda, Lampung Selatan, dan 1 di Kota Agung, Tanggamus. Namun, perlu untuk diketahui bahwa sirine masih berbasis gempa tektonik dan untuk mendeteksi tsunami.

Itu pun masih dinilai jauh dari cukup. Sebab, wilayah Lampung hampir sebagian besar memiliki pesisir pantai, sehingga banyak sirine yang dibutuhkan agar mencakup semua wilayah di daerah ini.


BMKG mengimbau semua pihak tetap waspada, mengingat selama tahun 2018 tercatat 11.577 gempa bumi terjadi di seluruh Indonesia, termasuk Lampung dan Banten.

Hingga Sabtu (29/12), menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) korban tsunami di Selat Sunda mencapai 431 orang meninggal dunia, 7.200 orang luka-luka, 15 orang hilang, dan 46.646 orang mengungsi.

Sementara, kerugian material, antara lain 1.778 unit rumah rusak, 78 unit penginapan dan warung rusak, 434 perahu dan kapal rusak dan lainnya.

(Antara/bir)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2LFQz6d
December 30, 2018 at 05:25PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2LFQz6d
via IFTTT
Share:

Monday, December 24, 2018

Gereja Katedral Selipkan Tema Bencana dalam Drama Misa Natal

Jakarta, CNN Indonesia -- Tema soal bencana akan diselipkan dalam drama anak Natal 2018 yang bakal dipentaskan dalam Misa Keluarga pukul 11.00 WIB, di Gereja Katedral, Jakarta. Drama bertajuk 'Kepedulian Terhadap Bencana' itu dimaksudkan mengajak anak-anak peduli terhadap bencana yang telah terjadi, salah satunya tsunami di Selat Sunda.

"Anak-anak diajak menjadi hikmat, sesuai dengan tema natal tahun ini yaitu Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita," kata humas Gereja Katedral Susyana Swadie, usai Misa Pagi di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Selasa (25/12).

Drama akan digelar dekat altar Gereja Katedral. Anak-anak yang terlibat dalam drama adalah anak-anak dari lingkup paroki Gereja Katedral.

Susy mengatakan persiapan drama sudah dilakukan sejak bulan lalu. Anak-anak melakukan latihan saat sekolah Minggu setiap pekan.

Ia menjelaskan tidak ada perubahan tema. Hanya saja ada sedikit penambahan konten karena tsunami Selat Sunda terjadi pada Sabtu (22/12) kemarin.

"Sebenarnya kepedulian itu bisa kapan saja, karena (saat ini) lagi momen tentang bagaimana kita bisa peduli terhadap bencana," kata Susy.

Saat Misa Pagi, Pastor Romo Joannes Maryana SJ sempat menyinggung soal bencana yang terjadi belakangan kini. Mulai dari ratusan rumah yang terbakar di Sumatera Utara, tanah longsor Jember dan tsunami Selat Sunda.

"Semua membuat kita supaya dalam kebahagiaan tidak lupa menjadi sarana penyalur rahmat bagi mereka yang membutuhkan atau mengalami penderitaan. Mari kita siapkan hati kita sembari menyadari kekurangan dan kelemahan, mari kita mohon ampun," kata Romo Joannes.

Misa Keluarga akan dilaksanakan selepas Misa Pontifikal yang berlangsung pukul 09.00 WIB. Sejak pukul 08:00 jemaat sudah berdatangan ke Gereja Katedral. (adp/ayp)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RdK0x3
December 25, 2018 at 05:25PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2RdK0x3
via IFTTT
Share:

Saturday, December 22, 2018

Tsunami Banten, BKMG Imbau Warga Jauhi Pesisir Selat Sunda

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga yang tinggal di kawasan Selat Sunda untuk sementara menghindari kawasan pesisir. Imbauan dikeluarkan setelah tsunami yang menerjang sejumlah tempat, Sabtu (22/12) malam.

Sejauh ini salah satu dugaan pemicu tsunami adalah erupsi Gunung Anak Krakatau selain cuaca buruk dan fenomena bulan purnama.

"Untuk warga di sekitar Selat Sunda diimbau jangan berada di laut dan jauhi pantai, karena pemicunya masih diduga," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Minggu (23/12).

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menambahkan tsunami yang terjadi di Selat Sunda tersebut secara tiba-tiba tanpa didahului gempa bumi.


"Kami mencatat gelombang tinggi tiba-tiba, tapi tidak tercatat terjadi gempa bumi. Jadi kami menduga ini akibat erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Rahmat Triyono.

BMKG sebelumnya memprakirakan adanya potensi gelombang tinggi di Selat Sunda yang tidak signifikan, karena terjadi aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau maka menambah tinggi gelombang laut sehingga naik ke darat di Banten maupun Lampung.

"Dari pantauan 'tide gauge' kami sudah pastikan tsunami terjadi bersamaan dengan peringatan gelombang tinggi yang dikeluarkan BMKG. Jadi ini gabungan gelombang tinggi plus tsunami," katanya.

Menurut Rahmat jika ditinjau dari tinggi gelombang tsunami data hanya menunjukkan 0,9 meter atau kurang dari satu meter namun karena bersamaan gelombang tinggi 2,5 meter maka terjadi gelombang yang cukup tinggi.


"Saya yakin kalau hanya tsunami saja tidak akan masuk sampai ke daratan," ujar Rahmat.

Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa akibat tsunami dan gelombang tinggi yang menerjang pantai Selat Sunda, bertambah menjadi 43 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan data sementara hingga pukul 07.00 WIB menunjukkan bencana tersebut telah menyebabkan 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan dua orang hilang.

Sementara jumlah pengungsi masih dalam pendataan.

Sebanyak 430 unit rumah, sembilan hotel, dan 10 kapal mengalami rusak berat, sementara puluhan kapal lainnya juga rusak, demikian menurut BNPB (sur)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GAM65X
December 23, 2018 at 05:25PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2GAM65X
via IFTTT
Share: