Showing posts with label 2018 at 07:44AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:44AM. Show all posts

Monday, December 24, 2018

China Larang 80 Jurnal Akademik Terbitan Inggris

Jakarta, CNN Indonesia -- Penerbit asal Inggris, Taylor and Francis Group menarik 80 jurnal dari China atas permintaan otoritas setempat.

Dikutip dari Reuters, hal ini diungkapkan oleh The Asian Studies Association of Australia pada Kamis (20/12) silam. Jurnalnya yang berjudul Asian Studies Review, baru saja dilarang di China karena memiliki konten yang dianggap kurang pantas.

Ini merupakan karya ilmiah terbaru yang dilarang oleh China sejak pemerintah membatasi publikasi asing masuk ke negara tirai bambu itu. Adapun, publikasi yang masuk ke China sebelumnya harus mendapatkan verifikasi legal dari pemerintah.

Importir asal China yang mendatangkan publikasi tersebut sudah menginformasikan Taylor and Francis untuk menghapus jurnal tersebut dari daftar paket publikasi yang sedianya akan dikirim ke perpustakaan.


Ini lantaran pemerintah China mempertanyakan objektivitas enam artikel di dalamnya. Hanya saja, The Asian Studies Association of Australia enggan merinci artikel tersebut karena dianggap sensitif secara komersial.

"Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah China berinisiatif melakukan sensor atas publikasi akademis, yang tentu juga melibatkan para penerbit," jelas asosiasi dikutip dari keterangan resmi.

Hanya saja, Taylor dan Francis menyebut bahwa mereka tidak berpartisipasi dalam proses sensor yang dimaksud, begitu pun dengan proses sensor di negara lainnya. Kendati begitu, penerbit mengakui, sebanyak 83 jurnal telah dihapus dari paket jurnal segmen seni, humaniora, dan ilmu sosial sejak September silam, yang sedianya akan dikirimkan ke perpustakaan seluruh China.

"Menurut kami, semua orang seharusnya bisa membaca penelitian yang telah kami terbitkan menggunakan akses yang mereka miliki," jelas Taylor and Francis.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China dan Sekretariat Konsil Republik Rakyat China tidak merespons tanggapan yang dikirimkan melalui faks.


Upaya sensor dari pemerintah China mengemuka pada Agustus 2017 silam ketika penerbit Inggris lainnya, Cambridge University Press (CUP) menghapus akses daring terhadap ratusan artikel akademis di China. Hal ini dilakukan setelah penerbit mendapat tekanan dari otoritas setempat. Namun, CUP membatalkan hal tersebut, dan akses kepada artikel kemudian dibuka lagi dalam beberapa hari.

Sensor di bawah kendali Presiden Xi Jinping dianggap semakin ketat. Di samping itu, Partai Komunis China juga dianggap memaksakan prinsip dan sudut pandangnya di bidang kemasyarakatan, sejarah, dan politik ke dalam dunia pendidikan.

"Sepertinya sensor yang dilakukan China cukup terealisasi sehingga mereka tidak perlu untuk melakukan sensor atas pihaknya sendiri," jelas Nicholas Loubere, ahli China dari Universitas Lund di Swedia pada Minggu (23/12) waktu setempat.

Padahal menurut dia, pemerintah China bisa saja membatalkan langganan jurnal. "Dan biarkan saja restriksi itu dilakukan dengan cara langganan berbayar," imbuhnya. (glh/agi)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2T9f4eG
December 25, 2018 at 07:44AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2T9f4eG
via IFTTT
Share:

Saturday, December 22, 2018

BMKG: Anak Krakatau Erupsi Sabtu Sore, Terdengar Dentuman

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung mengalami erupsi pada Sabtu (22/12) pukul 17.22 WIB. Erupsi ini terjadi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak atau sekitar 1.838 meter di atas permukaan laut.

Dikutip dari Antara, menurut BMKG, meneruskan informasi dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, menunjukkan kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan timur.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 58 mm dan durasi sekitar 5 menit 21 detik.

Terdengar suara dentuman dan dirasakan getaran di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau. Bahkan kaca dan pintu pos sampai bergetar.

Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.

Belum diketahui pasti erupsi ini yang membuat naiknya gelombang air laut yang menerpa Pantai Anyer, Banten, dan Lampung, sekitar pukul 21.30 WIB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, gelombang air laut itu hanya air pasang biasa, bukan Tsunami yang disebabkan erupsi Gunung Anak Krakatau. Gelombang ini naik karena fenomena alam bulan purnama.

(Antara/osc)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EJ328I
December 23, 2018 at 07:44AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2EJ328I
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 28, 2018

McGregor Didenda Rp16 Juta karena Mengebut

Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan juara kelas berat dan ringan Ultimate Fighting Championship (UFC), Conor McGregor, mendapat hukuman larangan mengemudi dan denda lantaran mengebut.

McGregor disanksi larangan mengemudi selama enam bulan dan denda sebesar €1.000 atau setara dengan Rp16,4 juta karena mengebut di jalan N7 di antara Limerick dan Dublin, Republik Irlandia, dengan menggunakan Range Rover biru muda.

Di jalan tersebut petarung 30 tahun itu memacu kendaraannya hingga 150 kilometer per jam pada 11 Oktober 2017 sekitar pukul 22.57. Padahal jalan itu merupakan zona 100 kilometer per jam.

Karena tindakannya itu McGregor dianggap bersalah karena mengebut serta tidak memiliki surat izin mengemudi. Dalam sidang yang digelar pada pekan lalu McGregor hadir.

Dikutip dari Independent McGregor meminta maaf atas perbuatannya itu. Hakim Desmon Zaidan juga terkejut dengan catatan 12 pelanggaran lalu lintas yang dimiliki McGregor saat masih remaja.

McGregor meminta maaf karena mengebut.McGregor meminta maaf karena mengebut. (Isaac Brekken/Getty Images/AFP)
Karena itu juga Desmond Zaidan menilai seharusnya McGregor bisa mendapat hukuman yang lebih serius.

"Semakin tinggi kecepatan, semakin besar risikonya. Kecepatan membunuh dan itulah yang membuat ngebut berbahaya," ujar Zaidan.

"Ketika ngebut salah, konsekuensinya adalah bencana dan bisa mengubah hidup, tidak ada pertanyaan tentang itu," Zaidan menambahkan.

McGregor sendiri sosok yang tidak asing dengan ruang sidang. Pada bulan April lalu ia muncul di pengadilan New York City setelah ia dituduh melakukan kejahatan kriminal terkait dengan peristiwa pelemparan troli yang terkenal di Brooklyn Barclay's Center.

Saat ini McGregor masih dalam masa hukuman Komite Atletik Nevada (NAC) lantaran terlibat dalam kerusuhan usai UFC 229 setelah kalah submission dari Khabib Nurmagomedov pada Oktober lalu. (sry)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2r8zx7r
November 29, 2018 at 07:44AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2r8zx7r
via IFTTT
Share: