Showing posts with label 2018 at 05:15AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:15AM. Show all posts

Monday, December 3, 2018

Fakhri Sayangkan Eks Timnas Indonesia U-16 Jadi Bintang Iklan

Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini sangat menyayangkan bekas anak didiknya yang jadi bintang iklan minuman berenergi. Fakhri menganggap masih banyak iklan lain yang pantas untuk dimainkan Amiruddin Bagus Kahfi dan kawan-kawan.

Usai tampil di Piala Asia U-16 2018, tiga mantan pemain Timnas Indonesia U-16, Bagus Kahfi, Bagas Kaffa, serta Mochamad Supriadi direkrut menjadi bintang iklan minuman berenergi.

Fakhri mengatakan keinginan sebuah produk menjadikan para pemain Timnas Indonesia U-16 sebagai bintang iklan sudah ada sejak lama. Tepatnya, ketika Timnas Indonesia U-16 masih melakoni laga pada Piala Asia U-16 di Kuala Lumpur, September lalu.

"Pengurus PSSI juga yang minta, Marsal [Masita, Deputi Sekjen Bidang Pengembangan Bisnis PSSI]. Dia minta ke saya beberapa pemain dan ofisial untuk main iklan. Saat itu saya bilang, saya tidak mau tim diganggu pada saat persiapan," kata Fakhri kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/12).

Menurut Fakhri, tidak pantas anak-anak seumuran Bagus menjadi bintang iklan minuman berenergi. Ia juga sempat menyampaikan ke Marsal untuk mengganti produk iklan untuk para pemain Timnas Indonesia U-16 dengan produk yang bisa mengedukasi anak-anak sebaya mereka.

Ketika Marsal minta, Fakhri mengaku sudah kumpulkan semua pemain di Kuala Lumpur dan melarang pemain jadi bintang iklan tersebut. Namun, saat itu Fakhri masih berstatus sebagai pelatih dan memiliki kewenangan untuk mengatur demi kebaikan masa depan para pemain.

"Saya tidak pernah sekalipun mengizinkan mereka untuk jadi bintang iklan minuman berenergi itu. Tidak cuma iklan, undangan televisi saja berapa kali saya tolak, karena menurut saya mengganggu mereka. Saya khawatir popularitas yang tidak bisa dikontrol dapat mengganggu masa depan mereka," ujar Fakhri.

Akan tetapi iklan yang masuk melalui PSSI itu kini tak lagi bisa ditahan Fakhri saat iklan itu menghampiri mantan pemainnya di Timnas Indonesia U-16.

Supriadi jadi salah satu eks Timnas Indonesia U-16 yang jadi bintang iklan.Supriadi jadi salah satu eks Timnas Indonesia U-16 yang jadi bintang iklan. (AFC/Adam Aidil Padali)
Pasalnya iklan itu muncul setelah kontrak Fakhri dengan Timnas Indonesia U-16 selesai usai tampil di Piala Asia U-16. Terlebih, saat ini para pemain Timnas Indonesia U-16 tak lagi jadi tanggung jawab Fakhri.

"Saya kasih tahu buat apa juga, tidak akan didengar juga karena kan itu duit. Saya enggak tahu mereka dapat uang berapa dan berapa lama juga jadi bintang iklan itu."

"Saya tidak melarang mereka jadi bintang iklan, tapi jangan iklan minuman bernergi. Bagi saya, saya agak malu juga ketika mendengar mereka jadi bintang iklan itu. Saya malu bahwa seolah-olah saya mengizinkan mereka padahal itu salah satu yang saya tentang," tegas Fakhri.

Ketika dihubungi terpisah, Marsal mengatakan proyek iklan yang melibatkan pemain Timnas Indonesia U-16 tidak berada di bawah kapasitasnya. Pihak produk disebut langsung melakukan pendekatan kepada masing-masing pemain.

Marsal mengatakan jika sebuah perusahaan ingin menjadikan pemain Timnas Indonesia sebagai bintang iklan biasanya melalui deputi yang dibidanginya.

"Produk itu bukan sponsor timnas maupun turnamen kita di PSSI. Pemainnya tidak pakai baju timnas, kan? jadi mereka melakukan kontrak secara personal," ungkap Marshal ketika dikonfirmasi. (TTF/sry)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Pf6usr
December 04, 2018 at 05:15AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2Pf6usr
via IFTTT
Share:

Sunday, December 2, 2018

Ratusan Mahasiswa Papua di Surabaya Pulang ke Daerahnya

Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 233 mahasiswa asal Papua kini dipulangkan ke Asrama Mahasiswa Papua di Kalasan, Tambaksari, Surabaya pada Minggu (2/12) malam, setelah 18 jam diamankan oleh Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

Para mahasiswa Papua yang tidak menetap di Surabaya diberi waktu selama satu jam untuk mengemasi barang bawaan, sebelum dikembalikan ke daerahnya masing-masing.

"Mereka kami kasih waktu satu jam, mengemasi barangnya, sebelum dipulangkan ke daerah asalnya," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, saat ditemui di lokasi, Minggu (2/12) malam.


Sebelumnya, ratusan personil kepolisian berdatangan ke Asrama Mahasiswa Papua dan memberitahukan bahwa para mahasiswa harus keluar Surabaya saat itu juga.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan pengangkutan mahasiswa bertujuan untuk mengamankan, karena ada laporan warga yang mengkhawatirkan kericuhan terjadi di sekitar asrama.

Mahasiswa Papua itu diantar menggunakan 10 unit truk polisi, dengan kawalan ketat. Pantauan CNNIndonesia.com di lapangan, tak ada satu patah katapun yang dikatakan mereka saat menuruni truk.


"Kami antar mereka ke terminal bis, yang bertahan nanti yang mahasiswa Surabaya," kata Rudi.

Kendati demikian, Rudi mengaku belum mengetahui jumlah pasti mahasiswa Papua yang berasal dari derah lain. Sebagian para mahasiswa diketahui berasal dari Jogja, Malang, Sidoarjo, Bali dan beberapa daerah lain.

"Surabaya harus aman, untuk jumlah yang dipulangkan nanti kami hitung," kata dia.

Rudi juga menyebut pihaknya telah menyiapkan armada bus untuk mengantarkan para mahasiswa ini ke Terminal Bungurasih, Sidoarjo.


"Sebenarnya polisi siap untuk mengantarkan mereka sampai ke daerah asal, namun mereka menolak dan memilih biaya sendiri," kata dia.

Sementara itu, Pengacara pendamping mahasiswa Papua, Veronica Koman mengatakan dirinya ingin memastikan mahasiswa ini benar-benar terjamin keselamatannya.

"Sebagian mereka kembali ke daerahnya, sebagian memang penghuni asrama yang di Surabaya. Saya minta polisi bisa menjamin keselamatan mereka," kata Veronica, ditemui di lokasi yang sama.

Pantauan di lokasi, suasana Asrama Mahasiswa Papua masih mencekam. Ratusan personil organisasi masyarakat memadati jalan Kalasan, personil kepolisian juga terus melakukan penjagaan.


Sebelumnya, ratusan mahasiswa Papua yang datang dari Jawa-Bali itu berkumpul di Surabaya untuk melakukan unjuk rasa memperingati 57 tahun Kemerdekaan Papua Barat yang jatuh pada 1 Desember kemarin.

Namun unjuk rasa damai sempat diwarnai ketegangan karena munculnya massa tandingan. Aksi bentrok mengakibatkan 16 orang luka, tiga di antaranya mengalami pendaraan di bagian kepala. (frd/lav)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Q7liyx
December 03, 2018 at 05:15AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2Q7liyx
via IFTTT
Share: