Showing posts with label 2018 at 07:41PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:41PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Mendiang Aretha Franklin Disebut Punya Utang Pajak

Jakarta, CNN Indonesia -- Musisi legendaris Aretha Franklin yang meninggal pada Agustus lalu dikabarkan memiliki utang pajak hingga US$6,3 juta yang kini jadi beban ahli waris sang Queen of Soul.

Hal itu berdasarkan klaim dari Internal Revenue Service dalam dokumen pengadilan Oakland County Probate Court yang dibuat pada 12 dan 19 Desember lalu.

Dikabarkan media lokal The Detroit News yang dikutip Rolling Stones, lembaga pajak federal tersebut menyatakan jumlah itu merupakan akumulasi sejak utang US$1,3 juta pada Desember 2012 hingga US$552 pada 31 Desember 2018.


Dokumen itu mengatakan, "Tidak ada satu pun dari hutang pajak ini telah dibayar dan kini telah jatuh tempo dan mesti disetor ke Kementerian Keuangan AS melalui Internal Revenue Service."

Lembaga pajak tersebut juga menyebutkan bahwa utang itu harus dilunasi sesegera mungkin sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Meninggal akibat kanker pankreas pada 16 Agustus lalu, Aretha Franklin secara tersurat tidak mewariskan apa pun terhadap empat putranya. Padahal, sang Queen of Soul memiliki peninggalan baik berupa properti maupun royalti senilai US$80 juta.

David Bernett yang mewakili hak waris Franklin membantah bahwa pihak keluarga sama sekali belum membayar utang.


Menurutnya, IRS tengah mengaudit warisan dari Franklin dan pihak keluarga telah membayar setidaknya US$3 juta dari tunggakan pajak tersebut.

Bernett dalam pernyataannya yang disampaikan melalui publisis Aretha Franklin, Gwendolyn Quinn, menyatakan bahwa tuntutan ini "Bukan klaim likuidasi, dan ini dipersengketakan oleh pewaris."

"Sebagian besar kewajiban pajak pribadi Nyonya Franklin telah dibayar jauh sebelum kematiannya, sesuatu yang ingin dia lakukan. Pihak pewaris dengan tekun bekerja untuk menyelesaikan masalah yang tersisa." katanya, dikutip dari The Detroit News melalui Rolling Stones. (nda/end)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SxJFCZ
December 30, 2018 at 07:41PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2SxJFCZ
via IFTTT
Share:

Sunday, November 18, 2018

FOTO: Demo Kenaikan BBM Telan Korban di Prancis

Di wilayah timur Savoie, Prancis, seorang ibu panik karena mobilnya terkepung para pengunjuk rasa saat hendak membawa putrinya ke dokter. Seorang wanita berusia 63 tahun pun tewas tertabrak mobil. Pengemudi, yang disebut polisi dalam keadaan syok, sudah dibawa untuk dimintai keterangannya. (REUTERS/Stephane Mahe)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2S2CF08
November 18, 2018 at 07:41PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2S2CF08
via IFTTT
Share:

Saturday, November 17, 2018

Kisah 2 Warga Asing Dukung Timnas Indonesia Lawan Thailand

Bangkok, CNN Indonesia -- Ada cerita menarik yang tersisa usai Timnas Indonesia dikalahkan Thailand 2-4 dalam laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). Dua warga negara asing ikut dalam satu barisan dengan suporter tim Merah Putih.

Kedua suporter tersebut adalah Prutthipong Surakiat asal Thailand dan Yoshihiro dari Jepang. Mereka mendampingi orang Indonesia yang sudah dua tahun bekerja di Thailand, Fadly Reza.

Uniknya, Prutthipong Surakiat datang ke stadion mengenakan jersey Bali United dengan nomor punggung 10 milik Irfan Bachdim.

"Saya suka Bachdim karena dia pernah bermain di klub Liga Thailand Chonburi FC. Saya juga tahu dari teman kost saya yang kebetulan warga negara Indonesia," kata Prutthipong.

Prutthipong mendapatkan jersey Bali United saat Bali United melawan Chiangrai United di Stadion Singha pada babak play off Liga Champions Asia, 23 Januari 2018.

"Saya titip beli jersey pada suporter Bali United dan kami bertemu di Singha. Saya rasa Bachdim adalah salah satu pemain terbaik Asia, sayang dia tidak ikut dalam skuat Timnas Indonesia kali ini," kata Prutthipong.

Sementara itu, suporter asal Jepang Yoshihiro punya kisah lebih unik lagi. Ia sering kali menyaksikan Timnas Indonesia bertanding meski lawan yang dihadapi bukan timnas Jepang.

"Saya suka atmosfer suporter Indonesia. Sangat gila sepak bola. Saya sudah beberapa kali nonton Timnas Indonesia bertanding karena suka sepak bola Asia," ujarnya.

Timnas Indonesia menelan kekalahan 2-4 dari Thailand di Bangkok.Timnas Indonesia menelan kekalahan 2-4 dari Thailand di Bangkok. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Yoshihiro juga menceritakan pengalamannya saat Timnas Indonesia melawan Thailand di laga pertama final Piala AFF 2016 yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, 14 Desember 2016.

Kala itu, Yoshihiro kehabisan tiket dan tak bisa masuk ke stadion. Setelah menunggu berjam-jam, ia akhirnya memutuskan menyaksikan laga tersebut di hotel tempatnya menginap.

"Suporter Indonesia banyak sekali hingga tak bisa menampung semua orang yang datang. Saya melihat fan Indonesia sangat antusias sampai harus berkelahi dengan petugas keamanan. Sangat luar biasa! Tapi, karena saya orang asing dan tidak punya tiket akhirnya saya kembali ke hotel dan menonton pertandingan di kamar saja," terang Yoshihiro.

Keduanya mengaku amat menyukai keramahan dan jenis makanan Indonesia. Terlebih lagi rokok lokal Indonesia yang dinilai berbeda dari negara Asia lainnya.

"Rokok di Indonesia sangat nikmat dan berbeda dari negara saya atau Asia lainnya. Saya selalu membeli banyak sebagai oleh-oleh untuk teman dekat di Jepang," ujar Yoshihiro.

Yoshihiro dan Prutthipong menjadi bukti bahwa fanatisme suporter Indonesia amat dihargai di Asia. Sayang, antusiasme suporter tidak diiringi prestasi.

"Ya, memang Indonesia kurang berprestasi. Tapi, cepat atau lambat kalian akan meraihnya. Apalagi suporter kalian hebat-hebat," ujar Yoshihiro.

Timnas Indonesia unggul lebih dulu lewat gol Zulfiandi.Timnas Indonesia sempat unggul lebih dulu lewat gol Zulfiandi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Dukungan tambahan dari Yoshihiro dan Prutthipong di tribune suporter Indonesia harus berakhir dengan kesedihan. Timnas Indonesia kalah 2-4 dari Thailand yang membuat peluang ke semifinal semakin menipis. (jun/ptr)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zeAQpX
November 18, 2018 at 07:41PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2zeAQpX
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 14, 2018

Waktu Tepat Berwisata ke Selandia Baru

Jakarta, CNN Indonesia -- Selain Australia, Selandia Baru semakin dilirik sebagai destinasi wisata alam. Negara Kiwi ini semakin ramai diperbincangkan setelah pasangan selebriti Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara berbulan madu di sana.

Manajer Regional Asia di Badan Pariwisata Selandia Baru, Steven Dixon, mengatakan kalau negara di bagian bumi selatan ini bisa dikunjungi setiap tahun, namun ada waktu terbaik setiap musimya.


Dixon mengatakan kalau bulan Maret-Mei merupakan musim gugur di Selandia Baru. Sementara Juni-Agustus menjadi musim dingin.

Lalu musim semi berlangsung pada September-November. Dan musim panas terjadi pada Desember-Februari.

Dixon mengakui kalau berwisata ke Selandia Baru tidaklah murah. Tapi kini ada banyak pilihan berhemat yang bisa dilakukan turis, tergantung akomodasi atau kegiatan wisata yang ingin dilakukan.


Berkegiatan di tengah alam bebas disebut Dixon menjadi salah satu kegiatan wisata paling murah di Selandia Baru.

"Destinasi wisata alam di sini letaknya berdekatan. Dari hutan hingga pantai bisa ditempuh dalam waktu singkat," kata Dixon dalam acara jumpa pers di Jakarta pada Selasa (13/11).

Jumlah turis Indonesia yang datang ke Selandia Baru terus meningkat dari tahun ke tahun, meski belum sebanyak turis dari Australia, China dan Amerika Serikat yang menempati posisi tiga teratas.

Hingga akhir September 2018, jumlah turis Indonesia yang datang ke Selandia Baru berjumlah 26.416 orang.

Sekitar setengahnya datang untuk liburan dengan rata-rata masa tinggal selama sepuluh hari.

Dari Jakarta penerbangan ke Auckland, Selandia Baru, dapat ditempuh selama kurang lebih 14 jam.

Harga tiket penerbangannya mulai dari Rp13 juta per orang, pulang pergi.

(fey/ard)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PVewv7
November 15, 2018 at 07:41PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2PVewv7
via IFTTT
Share: