Showing posts with label 2019 at 02:29PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 02:29PM. Show all posts

Tuesday, November 26, 2019

Campur Tangan Ciputra di Bulutangkis Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Selain dikenal sebagai raja properti, Ir Ciputra juga ikut campur tangan membangun bulutangkis Indonesia lewat klub PB Jaya Raya.

Jaya Raya berdiri sejak tahun 1975 berkat campur tangan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin yang diteruskan oleh Ciputra.

Ciputra bersedia terlibat dalam kepengurusan Jaya Raya menyusul keberhasilan Rudy Hartono menjuarai All England 1975. Gelar bergengsi yang sudah sering diraih Rudy.

Jaya Raya sebenarnya juga mendirikan klub atletik dan sepak bola. Pembinaan kedua cabang olahraga tersebut agak terbengkalai karena Ciputra lebih fokus membina bulutangkis.

[Gambas:Video CNN]
Merujuk laman resmi Jaya Raya, Ciputra akhirnya memutuskan untuk membubarkan klub atletik dan sepak bola. Sebab, kedua cabang itu dianggap sulit untuk melahirkan atlet juara dunia.

Dengan berat hati, Ali Sadikin menerima keputusan Ciputra, meskipun saat itu tim sepak bola Jayakarta telah berhasil menjadi juara di level nasional.

Ciputra menilai, olahraga yang berprestasi di level nasional bisa dipegang orang lain. Sementara dia ingin serius dan fokus membina bulutangkis yang mampu berprestasi di level dunia.

Keputusan Ciputra membubarkan dua cabang olahraga tersebut sempat mendapat kritik pedas dari media dan dianggap tidak nasionalis. Namun, Ciputra tetap pada pendiriannya untuk membantu bulutangkis berprestasi di ajang internasional.

Semula, Jaya Raya menggunakan Hall A di Gor Kuningan, Jakarta Selatan, dan dilatih Retno Kustiyah. Peran Retno tidak hanya sebagai pelatih tapi juga supir yang mengantar para pemain ke tempat latihan.

Seiring dengan berjalannya waktu, pusat pelatihan Jaya Raya kemudian berpindah ke komplek sekolah atlet di Ragunan, Jakarta Selatan dan secara formal berdiri pada 26 Juli 1976.

Campur Tangan Ciputra di Bulutangkis Indonesia
Karena goncangan ekonomi di tahun 1980-an, PB Jaya Raya nyaris tutup. Susy Susanti menjadi satu-satunya pebulutangkis yang tetap loyal.

Susy terus melejit dan sukses menyumbangkan emas pertama Indonesia dari Olimpiade. Dia mendapatkannya pada Olimpiade Barcelona 1992. Selain Susy, Mia Audina juga ditempa di sini.

Hingga kini, Jaya Raya masih melahirkan sederet atlet badminton kelas dunia termasuk Hendra Setiawan yang kini masih aktif berpasangan dengan Mochamad Ahsan.

Hendra bersama pasangannya Markis Kido berhasil meraih medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Beijing 2008 untuk cabang bulu tangkis ganda putra. (jun)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/34p06Hy
November 27, 2019 at 02:29PM from CNN Indonesia https://ift.tt/34p06Hy
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

Seperti Obat, Olahraga Diklaim Mampu Turunkan Tekanan Darah

Jakarta, CNN Indonesia -- Olahraga mampu menurunkan tekanan darah pada orang dengan hipertensi. Manfaat dan dampak yang dimiliki olahraga sama dengan mengonsumsi obat-obatan.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dalam kasus hipertensi, olahraga sama baiknya dengan pengobatan. Studi menggabungkan hampir 400 data untuk melihat efek obat dan olahraga pada orang dengan tekanan darah tinggi.

Hasilnya, dua metode itu sama-sama hampir menurunkan tekanan darah sebesar 9 mmHg.

"Olahraga dapat mengurangi tekanan darah sistolik sama seperti obat anti-hipertensi yang digunakan orang-orang dengan tekanan darah tinggi," ujar pemimpin studi, Huseyin Naci dari London School of Economics, mengutip Reuters.

Naci menemukan bahwa berbagai jenis olahraga, termasuk kardio dan kekuatan otot dalam intensitas yang beragam, memberikan manfaat dalam penurunan tekanan darah.

Hasil penelitian ini dinilai bermanfaat untuk orang dengan tekanan darah tinggi. Pengidap hipertensi dapat memiliki pilihan lain untuk mengurangi tekanan darah selain mengonsumsi obat, yakni dengan berolahraga.

"Jadi mungkin nanti dokter dan pasien dengan hipertensi akan mempertimbangkan alternatif berolahraga," ujar ahli hipertensi dari Johns Hopkins Medicine, Kerry Stewart.

Awalnya, dokter dan pasien bakal menggunakan aktivitas olahraga sebagai 'pengobatan' tambahan. Olahraga digunakan bersamaan dengan konsumsi obat. Namun, kata Stewart, jika olahraga dirasa mampu menurunkan tekanan darah dengan cukup, pasien dapat menghentikan penggunaan obat. (ptj/asr)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GOAdJH
January 02, 2019 at 02:29PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2GOAdJH
via IFTTT
Share: