Showing posts with label 2018 at 02:33AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 02:33AM. Show all posts

Wednesday, December 5, 2018

Egianus Kogoya Masih Bertahan Gerilya di Nduga

Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyebut orang yang bertanggung jawab atas serangan di proyek jembatan Kali Yigi dan Kali Urak yakni Egianus Kogoya masih bertahan di Kabupaten Nduga.

Hal ini sesuai dengan tanggung jawab militer Egianus selaku panglima daerah TPNPB untuk wilayah Nduga.

"Egianus di Mbua, Yigi, itu di Kabupaten Nduga," ujar juru bicara TPNPB Sebby Sambom via telepon kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/12).


Sebby menjelaskan TPNPB merupakan organisasi terstruktur. Mereka punya rantai komando dari pusat hingga ke daerah. Mereka juga punya kebijakan untuk menyebar informasi ke publik melalui media massa.

"Kami dari seluruh Papua satu komando. Juru bicara saya, komando pusat mengendalikan seluruh revolusi perjuangan gerilya di seluruh daerah," ujar Sebby.

Sebby sendiri mengaku masih dalam persembunyian di Papua Nugini, tepatnya di wilayah perbatasan dengan Papua. Langkah ini diambil mengingat pria berusia 40 tahun ini sudah 6 kali ditangkap dan 2 kali dipenjara oleh aparat.

Sebby mengklaim TPNPB memiliki markas komando yang tersebar di 29 titik di seluruh Papua. Komando tertinggi TPNPB berada di tangan Goliath Tabuni.

Egianus Kogoya Masih Bertahan Gerilya di NdugaPasukan Brimob dari Timika tiba di Wamena, Selasa (4/12). (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)

Berada di bawahnya, ada Wakil Panglima Gabriel Melkisedek Awom dan Kepala Staf Umum Terianus Satto. Sementara untuk rantai komando di daerah-daerah dipimpin oleh panglima daerah seperti Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga.

Sebelumnya Egianus Kogoya mengaku bertanggung jawab atas penyerangan di proyek jembatan Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, yang berujung tewasnya puluhan orang. Mereka juga mengaku bertanggung jawab atas penyerangan pos militer Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua, Nduga.

Informasi tersebut dibenarkan langsung oleh Sebby selaku juru bicara TPNPB. Ia menyampaikan penyerangan yang terjadi pada Minggu (2/12) itu bentuk penolakan mereka atas segala macam pembangunan infrastruktur di tanah Papua.

Mereka menganggap pembangunan infrastruktur sebagai bentuk lain penjajahan pemerintah Indonesia.

Egianus Kogoya Masih Bertahan Gerilya di NdugaPrajurit TNI bersama warga menyiapkan peti jenazah untuk korban penembakan di Nduga, Papua. (Foto: STAF STEEL / AFP)

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengambil opsi negosiasi dalam insiden ini. Bagi Ryamizard, hanya ada opsi untuk pihak lawan, menyerah atau 'diselesaikan'.

Sementara aktivis dari Front Rakyat Indonesia untuk Papua Barat (FRI West Papua) Surya Anta meminta pemerintah tidak reaktif dalam menyikapi kasus kali ini. Ia menduga kejadian teranyar ini bisa jadi imbas dari sikap pemerintah yang tidak menerapkan hukum humaniter internasional.

"Jadi mulailah akui kelompok kemerdekaan di Papua. Duduk bersama untuk menyepakati penerapan hukum humaniter internasional," kata Surya. (bin/gil)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2QaD9op
December 06, 2018 at 02:33AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2QaD9op
via IFTTT
Share:

Monday, December 3, 2018

Petang Tadi Bumi Dilewati Asteroid Berukuran 28 Meter

Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan asteroid berukuran 12 hinggga 28 meter pada hari ini (3/12) melewati Bumi dan berada pada jarak terdekatnya pada pukul 18.49 WIB.

NASA memastikan lintasan asteroid terebut tidak akan menabrak Bumi. Kendati demikian, NASA tetap meminta manusia mewaspadai bahaya potensi asteroid khususnya di daerah padat penduduk.

Hal itu disampaikan mengacu pada kasus asterois seukuran 19,8 meter atau sekitar 65 kaki yang meledak di langit kota Chelyanbisk, Rusia pada 2013 lalu. Ledakan tersebut mengakibatkan jendela bangunan hancur dan pecahan kacanya menghujam warga sekitar.

Ahli antariksa dari Cornell University, Matija Cuk mengatakan asteroid kecil ini jarang memberikan dampak berarti dan tidak ada catatan akan menimbulkan korban jiwa.

"Mengenai meteorit yang lebih kecil yang menabrak tanah, mereka adalah bahaya yang sangat rendah dan tidak ada manusia yang pernah dilaporkan dibunuh oleh meteorit kecil, ujar Cuk seperti dilansir The Express.

Cuk justru mengatakan polusi dan petir merupakan ancaman yang lebih berpotensi menimbulkan korban jiwa. Meskipun ia mengakui pernah mendengar kabar terbunuhnya seekor anjing akibat asteroid pada tahun 1911 di Mesir.

"Meski begitu, lalu lintas, polusi, dan bahkan kilat jauh lebih berbahaya daripada meteorit kecil," kata Cuk.

Astronom baru-baru ini mengakui keberadaan asteroid yang tidak terdeteksi di galaksi. Bahkan beberapa di antaranya memberikan ancaman terhadap kehidupan di Bumi.

Para peneliti dari Universitas Madrid memprediksi kemungkinan asteroid besar yang terpecah menjadi bagian-bagian yang akan menuju ke Bumi. (jnp/evn)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qzg7XM
December 04, 2018 at 02:33AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2Qzg7XM
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

Netanyahu Janji Sering Keliling Jazirah Arab Cari Dukungan

Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan berencana lebih sering mengunjungi negara-negara Arab di masa depan. Hal itu dilakukan untuk mencari dukungan demi membendung perluasan pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah.
"Kami berdua telah berdiskusi, bahwa perubahan besar tengah terjadi antara relasi negara Arab dengan Israel,"kataNetanyahu saat menerima lawatanPresidenChadIdrissDebydiTelAviv pada Minggu (26/11).

Netanyahu disebut tengah gencar-gencarnya mendekati negara Arab seperti Arab Saudi, Oman, Uni dan Emirat Arab, salah satunya guna membendung pengaruh Iran. Hal itu terlihat dari lawatan mendadak Netanyahu ke Oman untuk bertemu Sultan Qaboos di Muscat, pada akhir Oktober lalu.

Berdasarkan keterangan dari pemerintah Israel, Netanyahu menemui Sultan Qaboos ditemani dengan kepala Badan Intelijen Israel, Mossad.

Saat ini Israel hanya memiliki hubungan diplomatik dengan dua negara di kawasan teluk, yakni Yordania dan Mesir.

Selain Netanyahu, sejumlah menteri kabinetnya juga telah mengunjungi beberapa negara Arab dalam beberapa pekan terakhir guna memperkuat hubungan.

Media lokal Israel bahkan melaporkan Netanyahu juga tengah menjajaki rencana menjalin hubungan diplomatik dengan Bahrain.

Lawatan-lawatan itu pun memicu kekhawatiran Palestina terkait normalisasi relasi negara Arab dan Israel.

Seorang pejabat senior Palestina, Wasel Abu Yossef, pun mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap lawatan Deby ke Israel.

"Seluruh negara dan institusi seharusnya memboikot pemerintahan ekstremis Israel dan memaksimalkan pengucilan terhadap negara itu karena aktivitas pendudukan dan penjajahnnya di atas tanah Palestina," kata Youssef seperti dikutip Reuters.

Israel telah cukup banyak berinvestasi di wilayah Afrika. Pemerintahan Netanyahu menjalin hubungan diplomatik dengan 32 dari 54 negara di benua itu.

Meski begitu, sejumlah negara Afrika terus menjaga jarak dengan Israel setelah negara Zionis itu menduduki wilayah Palestina secara ilegal pasca-Perang Enam Hari pada 1967 lalu.

Sementara itu, Deby menuturkan kunjungannya ke Israel adalah lawatan bersejarah untuk relasi Chad-Israel.

"Lawatan ini bisa memfasilitasi halaman baru dalam hubungan kami (Chad-Israel)," papar Deby.

Meski begitu, dalam pertemuannya dengan Netanyahu, Deby tetap menegaskan bahwa konflik Israel-Palestina tidak bisa diabaikan dari relasi antara kedua negara.

"Tentu saja, pembaruan hubungan diplomatik antara Israel-Chad, yang sangat saya inginkan, bukan lah sesuatu yang dapat membuat masalah Palestina lenyap begitu saja," tutur Deby.

Menurut Deby, relasi tidak resmi antra Israel dan Chad telah berlangsung untuk waktu yang lama. Sumber menuturkan lawatannya ke Israel berfokus pada kerja sama keamanan di mana Israel disebut telah memasok senjata bagi tentara Chad guna memerangi pemberontak.

(rds/ayp)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DIRnFC
November 27, 2018 at 02:33AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2DIRnFC
via IFTTT
Share: