Showing posts with label 2018 at 05:38PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:38PM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

4 'Utang' Kominfo di Ranah Telekomunikasi

Jakarta, CNN Indonesia -- Seiring dengan berakhirnya 2018, para regulator telekomunikasi khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali dihadapkan oleh sederet pekerjaan rumah. Ada yang baru, ada pula yang sudah menahun tak kunjung rampung.

Tahun ini pun akan memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, pada pertengahan tahun akan dilaksanakan Pemilihan Presiden 2019. Terlepas dari persoalan pemilu, berikut deretan pekerjaan rumah yang menjadi utang Kominfo untuk 'dicil' hingga lunas tahun ini.

Konsolidasi Operator

Konsolidasi operator merupakan prioritas Kominfo sedari awal. Namun, untuk mewujudkan cita-cita tersebut, dibutuhkan payung hukum yang jelas.

Pasalnya, menyatukan dua operator atau lebih akan memiliki banyak halang rintang terutama masalah kepemilikan spektrum.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara sudah beberapa kali dalam kesempatan terdahulu menyerukan operator seluler Indonesia melakukan konsolidasi. Dengan cara demikian, ia menilai industri telekomunikasi bisa berjalan lebih efisien.

"Kita de facto ada 5 operator seluler plus ada berapa perusahaan yang regional itu broadband wireless access, padahal frekuensi yang digunakan itu frekuensi seluler, istilahnya kurang pas lah. Kita tata ulang makanya harus terjadi konsolidasi," jelasnya pada April 2018.

Namun, para operator sempat menyatakan masih menunggu regulasi terlebih dahulu.

Infrastruktur Bersama

Regulasi infrastructure sharing  pun mengalami pembahasan yang lama dan tak kunjung selesai. Pembahasan sudah ramai sedari awal 2015 namun hingga saat ini tak kunjung mendapat titik terang.

Kabarnya, regulasi tersebut sudah rampung. Namun, masih harus mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak.

Rencananya dengan regulasi itu, para operator bisa saling berbagi infrastruktur aktif dan pasif. Saat ini, memang untuk berbagi infrastruktur pasif seperti menara sudah diizinkan oleh regulator.

Namun, lebih dari itu seperti berbagi frekuensi bisa mengakibatkan bui.
 
Blok Frekuensi Tambahan untuk Industri Seluler

Kominfo sedang menyiapkan blok frekuensi tambahan. Blok tambahan ini rencananya akan digunakan untuk industri seluler.

Rudiantara mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan lebih dari 100 Mhz yang nantinya dialokasikan untuk industri seluler.

"Ada, sedang disiapkan. Ada yang mau dipindahkan (blok frekuensinya), contohnya (blok frekuensi) yang digunakan oleh satelit," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara awal 2018 lalu.

Rudiantara menjelaskan tambahan alokasi frekuensi ini dibutuhkan agar industri seluler dapat bertahan. Sebab, mayoritas industri seluler saat ini "menderita" karena hanya berhasil meraup laba tipis.

Palapa Ring

Akhir 2018, Rudiantara mengatakan fokusnya saat ini adalah proyek Palapa Ring, khususnya paket Timur dan Tengah.

"Fokus saya ke 2019 adalah Palapa Ring. Seluruh kabupaten dan kota sudah terhubung dengan internet kecepatan tinggi atau backbone dari broadband,"  ujar Rudiantara.

Rudiantara mengatakan saat ini Palapa Ring paket barat telah beroperasi dengan panjang kabel fiber optik lebih dari 2.200 kilometer. Paket Barat melalui Dumai, Bengkalis, Siak, Tebing Tinggi, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Bembam (Batam), Tarempa, Ranai, Singkawang, Kualatungkal, dan Daik Lingga.

Khusus untuk paket Timur, Rudiantara mengakui penyelesaian Timur terlambat dari yang ditargetkan pasalnya paket ini merupakan yang terberat di antara paket lainnya.

Dilihat dari total panjang jaringan mencapai 8.500 km dan menjadikannya sebagai yang terpanjang dari seluruh proyek palapa ring.

"Jadi integrasi keseluruhan selambat-lambatnya kuartal kedua tahun 2019. Tantakan Timur di Papua memang tidak mudah," akunya.

Palapa Ring merupakan proyek pembangunan infrastruktur telekomunikasi untuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal menggunakan serat kabel optik sepanjang 36 ribu kilometer. 2019. (age/evn)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RvSQqh
December 31, 2018 at 05:38PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2RvSQqh
via IFTTT
Share:

Ariana Grande Disebut Menolak Penghargaan dari Ratu Elizabeth

Jakarta, CNN Indonesia -- Ariana Grande dilaporkan menolak penghargaan kehormatan dari Ratu Elizabeth II.

Gelar itu diberikan berkaitan dengan konser Grande di Manchester Arena yang kena sasaran bom, Mei tahun lalu. Ia bahkan sudah dikontak oleh Istana Buckingham langsung.

Pelantun Thank U, Next itu diberi tahu bahwa ia masuk dalam daftar mereka yang akan diberi gelar prestisius tahunan oleh Ratu. Daftar bikinan Ratu itu disebut New Year Honours.


Seperti diberitakan Ace Showbiz, Grande dipuji atas dukungannya terhadap para korban Manchester Arena. Kejadian itu membuat 22 orang meninggal dan ratusan lainnya luka.

Grande sendiri selamat tanpa luka apa pun. Beberapa minggu setelah kejadian menghebohkan itu, ia kembali ke Inggris dan bertemu dengan keluarga korban yang meninggal, karena beberapa di antara mereka adalah anak muda penggemarnya. Ia juga mengunjungi rumah sakit.

Upayanya tak terbatas sampai di situ. Grande juga menyelenggarakan konser amal bertajuk 'One Love Manchester' dan sukses menggandeng berbagai musisi papan atas lain.

Sekitar 55 ribu orang menghadiri konser yang menghasilkan US$14,8 juta itu. Uang yang terkumpul lantas disumbangkan kepada We Love Manchester Emergency Fund.

Segala upaya itu membuat Ratu Elizabeth berpikir Grande layak mendapat penghargaan.

Namun tak seperti orang kebanyakan yang akan kegirangan mendapat telepon dari Istana Buckingham, Grande justru menolak gelar itu karena merasa waktunya "terlalu cepat."


"Ariana menjelaskan bahwa dia masih berduka. Demikian pula dengan para keluarga korban. Dia takut mereka yang bersinggungan dengan itu mungkin melihatnya [pemberian gelar kepada Grande] sebagai sesuatu yang tidak sensitif," tutur sumber kepada The Sun.

Ia melanjutkan, "Komite mengiriminya surat tapi dia dengan sopan berkata tidak."

Keputusan Grande itu didukung Charlotte Hodgson. Ia adalah orang tua dari Olivia Campbell-Hardy, salah satu korban dalam ledakan Manchester. Menurutnya, yang dilakukan Grande sangat menyentuh. "Dia benar, mungkin itu sedikiy terlalu cepat," katanya.

Ariana Grande menggagas konser 'One Love Manchester' yang dananya diperuntukkan bagi para korban bom Manchester.Ariana Grande menggagas konser 'One Love Manchester' yang dananya diperuntukkan bagi para korban bom Manchester. (Dave Hogan/One Love Manchester/Handout via REUTERS)
Bom Manchester tidak hanya meninggalkan trauma bagi para korban dan keluarga mereka. Grande sendiri mengungkap ia harus berjibaku dengan trauma dan stres usai kejadian itu. Hingga saat ini ia bahkan masih terus memikirkan korban dari bom Manchester.

"Ada begitu banyak orang yang kehilangan," ungkap Grande pada majalah Time. (rsa)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2EXPhmE
December 31, 2018 at 05:38PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2EXPhmE
via IFTTT
Share: