Showing posts with label 2019 at 04:04AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 04:04AM. Show all posts

Tuesday, January 15, 2019

Sandiaga Mengaku Tak Tahu soal Lagu Jogja Istimewa

Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku tidak tahu dengan lagu Jogja Istimewa yang saat ini tengah santer dibicarakan karena pencipta lagu itu yakni Kill The Dj geram lirik lagu ciptaannya diubah oleh pendukung paslon capres-cawapres nomor urut 02.

"Saya enggak tahu lagu itu," kata Sandi di kawasan Tangerang, Banten, Selasa (15/1).

Bukan hanya mengaku tak tahu soal lagu itu, Sandi juga menyebut lagu itu sebenarnya tak pernah dinyanyikan di acara-acara yang dia ikuti. Meski begitu Sandi mengaku sudah mendapat informasi soal adanya polemik terkait lagu Jogja Istimewa tersebut.

"Saya dikabari (soal masalah lagu ini) tapi itu tidak pernah dinyanyikan di acara-acara saya," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.


Lebih lanjut, Sandiaga menyebut dirinya selalu menekankan kepada semua relawannya agar menggunakan lagu sesuai prosedur.

Menurut Sandi, jika memang ada yang merasa keberatan lagunya digunakan, maka semuanya harus dilalui sesuai prosedur.

"Saya selalu menekanan ke Ruang Sandi semua kalau kita gunakan lagu harus pakai prosedur yang tepat tapi kalau ada keberatan ya harus ikuti prosedurnya," kata Sandi.


Sebelumnya, Rapper Marzuki Mohamad alias Kill The DJ mengambil langkah hukum setelah pendukung paslon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kedapatan mengganti lirik lagu Jogja Istimewa tanpa izin. 

Marzuki melaporkan pemilik akun twitter dan instagram @cakkhum pengunggah video lagu 'Jogja Istimewa' yang dibajak sebagai lagu kampanye pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) petang tadi.

Sandiaga Mengaku Tak Tahu soal Lagu Jogja IstimewaMarzuki Mohammad alias Kill the DJ. (CNNIndonesia/Hanna Azarya)
Rapper yang turut melahirkan Jogja Hip Hop Foundation itu datang ke Polda DIY didampingi kuasa hukumnya Hilareius Ngaji Merro sekitar pukul 14.15 WIB. Mereka lalu menuju ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda DIY untuk menyampaikan laporannya.

"Intinya saya tidak terima lagu itu dipakai untuk kampanye baik pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin maupun Prabowo-Sandi," kata Marzuki, Selasa (15/1) seperti dikutip Antara.

Menurut Marzuki, lagu "Jogja Istimewa" yang diciptakannya pada 2009 itu memiliki nilai historis yang luar biasa. Ia mengatakan penciptaan lagu tersebut merupakan wujud rasa cintanya kepada Yogyakarta sehingga tidak bisa sembarangan digunakan untuk kepentingan tertentu, apalagi untuk kepentingan politik praktis pada 2019.

Selain memproses pengunggah dan penyebar pertama lagu itu, ia berharap kepolisian juga nantinya menelusuri orang yang sengaja mengubah lirik lagu "Jogja Istimewa" menjadi lagu kampanye timses pasangan Prabowo-Sandi.

Pelaporan itu, tegas Marzuki, sama sekali tidak ada muatan politik tertentu untuk mendiskreditkan pasangan calon nomor urut 02. Seandainya pembajakan lagu itu dilakukan untuk kepentingan kampanye pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf, Marzuki pun mengaku akan melaporkan.

Lagu Jogja Istimewa disebutkan diciptakan Marzuki pada 2009 silam sebagai reaksi kekesalan publik lantaran RUU Keistimewaan Yogyakarta tak kunjung selesai. Warga Yogyakarta semakin emosi ketika presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dalam negara Indonesia yang menganut demokrasi tidak boleh ada sistem monarki. Alhasil publik pun sepakat mewacanakan referendum.

Mengutip blog Kill the DJ, Kill the Blog, seiring waktu berjalan Jogja Istimewa menjelma jadi lagu rakyat. Mulai dari rumah di desa atau tengah kota, juga radio-radio lokal memutar lagu itu sebagai mars penyemangat perjuangan.

[Gambas:Instagram]

(tst/kid)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RuSIYL
January 16, 2019 at 04:04AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2RuSIYL
via IFTTT
Share:

Sunday, January 6, 2019

Lorenzo Berambisi Kalahkan Marquez di MotoGP 2019

Jakarta, CNN Indonesia -- Pebalap Repsol Honda Jorge Lorenzo berhasrat untuk mengalahkan rekan setimnya Marc Marquez di MotoGP 2019.

Keputusan Lorenzo meninggalkan Ducati dan bergabung dengan Honda membuat spekulasi rivalitasnya dengan Marquez bakal semakin sengit.

Lorenzo pun tak membantah tensi rivalitas yang akan terjadi di tim Honda. Ia berhasrat untuk mengalahkan Marquez, begitu pula sebaliknya.

"Saya ingin mengalahkannya dan ia juga pasti berhasrat untuk mengalahkan saya," kata Lorenzo seperti dikutip Crash.

Jorge Lorenzo dan Marc Marquez bakal saling mengalahkan di MotoGP 2019.Jorge Lorenzo dan Marc Marquez bakal saling mengalahkan di MotoGP 2019. (REUTERS/Jon Nazca)
Meski demikian, Lorenzo menilai rivalitasnya dengan Marquez justru akan membuat Honda semakin kuat dan berpotensi memenangi balapan musim 2019.

"Itu (persaingan) selalu membuat tim berkembang dan turut membantu kemajuan teknis untuk motor kami," ujar Lorenzo.

Tak hanya mencari kelemahan masing-masing, Lorenzo yakin mereka bisa saling belajar untuk membangun tim yang solid.

"Semua pebalap punya kekuatan dan kelemahan. Marquez juga memilikinya. Saya akan mencoba belajar dari kekuatannya dan saya rasa ia juga bakal belajar dari saya. Kami akan saling mendorong," ujarnya.

Musim lalu, Lorenzo yang telat panas bersama Ducati ditambah cedera di akhir musim, tercecer di posisi kesembilan. Sementara Marquez berhasil mempertahankan gelar juara dunia. (jun)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GUver2
January 07, 2019 at 04:04AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2GUver2
via IFTTT
Share: