Showing posts with label 2019 at 03:46AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 03:46AM. Show all posts

Tuesday, January 8, 2019

Bhinneka.com Tak Ambil Pusing Persaingan Bisnis e-Commerce

Jakarta, CNN Indonesia -- CEO sekaligus pendiri Bhinneka.com, Hendrik Tio mengaku tak ambil pusing dengan persaingan bisnis e-commerce yang belakangan kian gencar. Alih-alih bersaing, Hendrik justru menyebut pihaknya tak menganggap e-commerce lain sebagai mitra bisnis kendati model bisnisnya sama.

Kolaborasi yang dilakukan Bhinneka dengan masuk ke semua perusahaan e-commerce untuk menjangkau konsumen potensial mereka. Sebab pada dasarnya, Bhinneka merupakan perusahaan penyedia.

"Sama Bhinneka sih enggak [saingan] karena kebetulan kami penyedia. Kami menjadi, istilahnya, pemain marketplace mereka," kata Tio saat ditemui di Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (8/1).

Namun menurutnya, persaingan di bisnis e-commerce saat ini akan terus terjadi karena setiap pemain ingin mendominasi pasar Indonesia. Oleh karena itu, banyak pemain jor-joran menawarkan promo untuk menggaet banyak pengguna.

"Tapi tidak segampang itu [mendapatkan hati masyarakat], pertarungan masih panjang," ujarnya. 

"Kita tahu beberapa pemain mendapatkan investasi besar-besaran. Mereka masih akan bertaruh. Kita tidak hanya melihat terhadap e-commerce tapi kepada pemain yang bukan e-commerce pun bisa merambah ke sana."

Hendrik mencontohkan Gojek yang kini merambah penjualan produk yang tak jauh berbeda dari e-commerce mulai dari penjualan pulsa hingga pembayaran tagihan PLN. Padahal, bisnis Gojek berawal dari aplikasi penyedia transportasi daring.

Strategi omni-channel

Untuk menjaga keberlangsungan perusahaan, Bhinneka berencana untuk menggunakan strategi omni channel demi menjangkau semua pelanggan. Ini adalah pendekatan yang berpusat pada pelanggan yang merupakan evolusi dari ritel multi-channel. 

Strategi ini merujuk pada adopsi strategi, variasi alat untuk berhubungan dengan pelanggan, dan customer experience yang sama di berbagai channel belanja. Channelnya bisa berupa toko online dan offline.

Hendrik menjelaskan toko luring masih penting karena beberapa hal. Pertama adalah untuk meningkatkan kepercayaan konsumen bahwa toko daringnya benar ada.

"[Toko offline juga untuk] customer experience, karena pelanggan kadang ingin pegang barang yang dia beli oleh karena itu dengan adanya online dan offline bisa kita atasi semua," ucapnya.

Disamping itu, Bhinneka juga berencana membangun toko luring (offline) untuk dijadikan kantor sekaligus tempat pengiklanan. Menurutnya, cara itu lebih efisien ketimbang memasang iklan dengan tarif yang sama tinggi semata demi dikenal konsumen.

"Toko luring juga bisa menjadi tempat marketing dan showcase," kata dia.

Tahun ini, Bhinneka akan menambah 8 toko ritelnya menjadi 13 toko. Toko tersebut rencananya akan dibangun di Bandung, Jakarta dan Surabaya lantaran kebutuhan perusahaan untuk lebih dekat pelanggannya di kota-kota tersebut.

Bhinneka juga berencana mengintegrasikan toko online dan offline-nya sehingga pengguna akan merasakan pengalaman lebih baik di kedua channel penjualannya. 

"Kami menggunakan strategi omnichannel di segmen retail sehingga seluruh proses transaksi mulai dari pemilihan produk, pembelian, pembayaran, pengiriman, hingga layanan purna jual saling terkoneksi," kata Tio. 

Menurut dia, bisnis retail adalah pelengkap dari bisnis online. Hal itu, kata dia, terbukti dengan hadirnya toko-toko offline dari e-commerce China di negara Tirai Bambu tersebut. Namun ia tak memungkiri jika bisnis retail tidak tumbuh secepat bisnis daring. (kst/evn)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2TzvpJK
January 09, 2019 at 03:46AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2TzvpJK
via IFTTT
Share:

Monday, January 7, 2019

Mantan Dirkeu BPJS Kesehatan Jadi Direktur Bank Mandiri

Jakarta, CNN Indonesia -- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengangkat Riduan sebagai Direktur Komersial Banking Bank Mandiri. Riduan sebelumnya pernah menjabat sebagai  Direktur Keuangan BPJS Kesehatan.

Direktur Utama Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan komersial banking merupakan direktorat yang baru dibentuk pihaknya. Sebelumnya, komersial banking berada dibawahi oleh direktur retail banking.

Adapun pemisahan ini, menurut dia, lantaran komersial banking mulai memiliki peran yang penting bagi bisnis Bank Mandiri. Namun, saat ini, porsi kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) yang tengah direstrukturisasi oleh pihaknya terbilang tinggi, yaitu sekitar 20 persen dari total restrukturisasi kredit.

"Diharapkan dengan penunjukan direktur yang menangani khusus komersial banking, nantinya krisis komersial banking bisa tumbuh sehat lagi," kata Kartika di Plaza Mandiri, Senin (7/1).


Tiko melanjutkan segmen komersial banking ini memiliki potensi yang besar ke depannya. Sebab, nasabah segmen ini merupakan nasabah menangah yang cukup besar pertumbuhan kreditnya, namun belum sebesar kredit korporasi.

"Untuk korporasi kami sudah jadi market nomor satu, dan untuk komersial ini kami ingin ke depan juga dominan. Jadi diharapkan dengan direktur yang fokus pada segmen ini bisa membantu Bank mandiri mengembangkan bisnis dengan terpola dan NPL menjadi lebih baik," imbuhnya.

Riduan sendiri bukan orang baru di Bank Mandiri. Ia sempat berkecimpung di segmen kredit segmen Small Medium Enterprise (SME) atau Usaha Kecil Menengah (UKM) Bank Mandiri. Pada 2013-2016, Riduan sempat keluar dari Bank Mandiri dan menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Asuransi Kesehatan (Askes) atau yang kini dikenal sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.


Tahun 2016, Riduan kembali ke Bank Mandiri dan menjabat sebagai Senior Executive Vice President Midlle Corporate.

"Jadi beliau adalah pejabat karir yang fokus pada penanganan kredit terutama kredit di segmen menengah," kata Tiko.

Dengan demikian maka susunan Direktur dan Komisaris Bank Mandiri adalah sebagai berikut:

Dewan Direksi
Direktur Utama : Kartika Wirjoatmodjo
Wakil Direktur Utama : Sulaiman Arif Arianto
Direktur Corporate Banking : Royke Tumilaar
Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan : Hery Gunardi
Direktur Manajemen Risiko : Ahmad Siddik Badruddin
Direktur Teknologi Informasi dan Operasi : Rico Usthavia Franz
Direktur Treasury dan Internasional Banking : Darmawan Junaidi
Direktur Hubungan Kelembagaan : Alexandra Askandar
Direktur Kepatuhan : Agus Dwi Handaya
Direktur Keuangan : Panji Irawan
Direktur Ritel Banking : Donsuwan Simatupang
Direktur Komersial Banking : Riduan

Dewan Komisaris:
Komisaris Utama: Hartadi Agus Sarwono
Wakil Komisaris Utama: Imam Apriyanto Putro
Komisaris: Askolani
Komisaris Independen: Bangun Kusmulyono.
Komisaris Independen: Goei Siauw Hong,
Komisaris Independen: Makmur Keliat.
Komisaris: Ardan Adiperdana
Komisaris: R.Widyo Pramono (ulf/agi)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FcxdoP
January 08, 2019 at 03:46AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2FcxdoP
via IFTTT
Share:

Thursday, January 3, 2019