Showing posts with label 2018 at 05:29AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 05:29AM. Show all posts

Sunday, December 2, 2018

Bhayangkara FC Bertekad Jegal PSM di Liga 1 2018

Jakarta, CNN Indonesia -- Bhayangkara FC bertekad menjegal PSM Makassar yang berambisi juara Liga 1 2018 pada laga pekan ke-33 di Stadion PTIK, Senin (3/12).

Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy menegaskan pihaknya mengincar peringkat ketiga Liga 1 2018 dengan meraih kemenangan. Posisi ketiga menjadi syarat minimal agar dapat tampil di kompetisi tingkat Asia.

Satu-satunya cara untuk mengunci peringkat tersebut pada akhir musim dengan meraih enam poin di dua laga tersisa mereka di kandang. Setelah menghadapi PSM, Bhayangkara akan menjamu Bali United pada 9 Desember.

"Kami berpeluang meraih peringkat ketiga jika mendapatkan tiga poin dari laga melawan PSM. Kami berusaha menyelesaikan liga di posisi setinggi mungkin," ujar Simon McMenemy dikutip dari Antara.
Simon McMenemy yakin Bhayangkara FC mengalahkan PSM Makassar. (Simon McMenemy yakin Bhayangkara FC mengalahkan PSM Makassar. (Foto: CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Simon menyadari pertandingan menghadapi PSM tidak akan berjalan mudah. PSM dalam motivasi tinggi untuk meraih juara Liga 1 Indonesia musim 2018. Belum lagi, kemenangan Persija atas Bali United pada Minggu (2/12) tentu akan jadi motivasi tambahan bagi PSM untuk bisa memetik kemenangan demi kembali menguasai puncak klasemen.

Meski demikian, The Guardians memiliki rekor ciamik di kandang mereka. Dari 15 laga kandang, mereka mencatatkan tujuh kali menang, tujuh kali imbang, dan hanya sekali tumbang. Satu-satunya tim yang berhasil mengalahkan Bhayangkara di kandang adalah Persib Bandung dengan skor 2-1.

Sebaliknya, PSM memiliki rekor buruk dalam laga tandang dengan menderita enam kekalahan, enam kali imbang, dan hanya empat kali menang dalam 16 laga tandang mereka sejauh ini.

"Kami akan memberikan segalanya di atas lapangan. Kami mau enam poin dari dua pertandingan terakhir, bukan dengan tujuan membantu Persija atau PSM menjadi juara."

"Bhayangkara akan berusaha keras untuk merebut posisi ketiga, karena peringkat satu atau dua sudah tak mungkin tergenggam," kata bek Bhayangkara Indra Kahfi. (Antara)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Pfbxt0
December 03, 2018 at 05:29AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2Pfbxt0
via IFTTT
Share:

Sunday, November 25, 2018

Serangan Gas Beracun di Suriah, Lebih dari 100 Orang Terluka

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Suriah menuding pemberontak melakukan serangan gas beracun yang melukai lebih dari 100 orang di kota Aleppo.

Dikutip dari Reuters, pemerintah Suriah dan sekutunya Rusia menyebut serangan tersebut dilakukan oleh pemberontak, yang kemudian dibantah.

Serangan menyebarkan bau yang menyebabkan, membuat puluhan orang mengalami masalah pernapasan di Aleppo, kota yang kini berada di bawah kendali pemerintah. Kejadian tersebut, disebut kantor berita SANA tak lama terjadi usai serangan pemerintah Suriah di kota Idlib, wilayah kekuasaan pemberontak yang menewaskan 9 orang.

Kementerian luar negeri Suriah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk dan menghukum "kejahatan teroris" ini.

Para pejabat pemberontak menolak menggunakan senjata kimia dan menuduh pemerintah Damaskus mencoba menjebak mereka. Kementerian pertahanan Rusia menuduh pemberontak menembakkan peluru yang diisi dengan gas klorin di Aleppo dari kubu pemberontak Idlib.


"Kami tidak dapat mengetahui jenis-jenis gas tetapi kami mencurigai klorin dan merawat pasien atas dasar ini karena gejalanya," kata Zaher Batal, Kepala Persatuan Dokter di Aleppo kepada Reuters.

Pasien, menurut dia, mengalami kesulitan bernapas, radang mata, menggigil dan pingsan, katanya. Ia menyebut serangan gas ini merupakan yang pertama berdampak pada warga sipil di kota tersebut selama konflik tujuh tahun di negara tersebut.

Gambar dan rekaman di kantor berita tersebut menunjukkan pekerja medis membawa pasien dengan tandu dan membantu mereka dengan masker oksigen.

Abdel-Salam Abdel-Razak, seorang pejabat dari faksi pemberontak Nour el-Din al-Zinki, mengatakan pemberontak tidak memiliki senjata kimia atau memiliki kapasitas untuk memproduksinya.

"Rezim kriminal, di bawah instruksi Rusia, sedang mencoba menuduh pemberontak menggunakan zat beracun di Aleppo. Ini murni bohong," tulisnya melalui akun Twitter.


Abu Omar, juru bicara Failaq al-Sham, menuduh Damaskus mencoba menciptakan "sandiwara jahat" sebagai dalih untuk menyerang kota-kota pemberontak.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan penembakan di Aleppo melukai 94 orang, sementara penembakan pemerintah sebelumnya pada hari Sabtu telah menewaskan sembilan orang di Idlib.

Kelompok pemantau yang berbasis di Inggris mengatakan dua wanita dan tujuh anak tewas di desa Jarjanaz di Idlib, di mana Rusia dan Turki telah menyetujui zona demiliterisasi.

Kekuatan dominan di antara berbagai faksi yang memegang kekuasaan di Idlib adalah Tahrir al-Sham, sebuah aliansi Islam yang dipimpin oleh pejuang yang dulunya terkait dengan al-Qaeda.

Penyelidikan organisasi PBB yang menyelidiki penggunaan senjata kimia (UN OPCW) sebelumnya menemukan bahwa pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia yang menyerang sistem saraf pada serangan April 2017. Suriah juga ditemukan menggunakan klorin beberapa kali dalam serangannya. Namun, pemerintahan Assad berkali-kali membantah tudingan tersebut. (Reuters/agi)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BvbdT8
November 26, 2018 at 05:29AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2BvbdT8
via IFTTT
Share: