Showing posts with label 2018 at 04:23PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:23PM. Show all posts

Saturday, December 29, 2018

Perbaiki 3 Buoy Gunung Anak Krakatau, BPPT Minta Rp15 M

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meminta alokasi anggaran khusus dari Kementerian Keuangan dan Bappenas untuk perbaikan buoy tsunami yang ada di Geostech BPPT, di Kawasan Puspiptek Tangerang Selatan.

Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Hammam Riza menyebut saat ini pihaknya siap melakukan perbaikan tiga set alat deteksi tsunami buoy. Biaya yang dibutuhkan sebesar Rp15 miliar, berikut dengan pemasangan dan pemeliharaan alat tersebut.

"Untuk perbaikan dan revitalisasi Buoy Tsunami ini dibutuhkan dana khusus sebesar Rp15 M untuk tiga buoy, termasuk pengoperasian selama satu tahun," kata Hammaam di Kantor BPPT, Jakarta, Jumat, (28/12).

BPPT berencana memasang tiga buoy tersebut di komplek Anak Krakatau, Selat Sunda. Pihaknya berharap ini menjadi langkah tegas untuk antisipasi dan mitigasi bencana letusan susulan Gunung Anak Krakatau yang berpotensi kembali menimbulkan tsunami selat Sunda.

"Adanya tiga buah buoy di satu kompleks Anak Krakatau tersebut akan dapat memberi peringatan yang lebih akurat sehingga tersedia waktu evakuasi yang cukup bagi penduduk setempat menujut ke shelter terdekat. Dengan ini pun diharap dapat meminimalkan dampak dari datangnya potensi tsunami," paparnya.

Selain buoy, BPPT sudah mengatakan nantinya siap membangun sistem deteksi dini tsunami lain yakni sistem kabel laut atau CBT secara nasional dengan mengedepankan peningkatan TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) dan sinergi industri nasional.

"Sudah ada kabelnya di BPPT. Tinggal pasang dan perlu biaya sekitar Rp5 M untuk pemasangan menggunakan kapal Baruna Jaya dan peralatan elektronik serta link satelit," pungkasnya.

BPPT mengakui bahwa rentetan musibah tsunami yang terjadi belakangan ini telah banyak menimbulkan korban jiwa. Salah satunya penyebabnya adalah tidak adanya buoy di wilayah perairan nusantara.

Padahal setelah tsunami Aceh pada 2004, Indonesia mendapat dan membuat 22 buoy untuk dioperasikan. Namun karena perawatan yang mahal dan vandalisme seluruh buoy tersebut kini berada di lab BPPT dalam keadaan rusak, menunggu anggaran untuk diperbaiki dan dikembangkan. (kst/evn)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Qf3c9i
December 30, 2018 at 04:23PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2Qf3c9i
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 14, 2018

Jamu Timnas Indonesia, Thailand Minim Pemain Final AFF 2016

Jakarta, CNN Indonesia -- Perubahan susunan pemain yang cukup drastis di timnas Thailand pada Piala AFF 2018 menyisihkan banyak pemain Tim Gajah Perang yang terlibat dalam final Piala AFF dua tahun lalu menghadapi Timnas Indonesia.

Pada Piala AFF 2016, Thailand dan Timnas Indonesia bertemu tiga kali. Setelah fase grup, kedua langganan final Piala AFF itu kembali bertemu di partai puncak yang berformat kandang dan tandang.

Dari 23 pemain yang bermain pada dua tahun lalu, hanya tiga orang yang masih menjadi bagian Thailand dalam Piala AFF kali ini yakni Tanaboon Kesarat, Anan Pokklaw, dan Mongkol Tosakrai.

Beberapa nama tenar seperti Theeraton Bunmathan, Chanathip Songkrasin, Teerasil Dangda, dan Kawin Thamsatchanan yang bermain di liga luar negeri tidak dibawa. Begitu pula dengan pemain-pemain berpengalaman seperti Sarach Yooyen, Charyl Chappuis, Adisorn Promrak, dan Peerapat Notchaiya.

Kesarat dan Pokklaw tercatat tampil sebagai pemain inti dalam pertandingan fase grup. Kedua gelandang itu juga tampil pada laga final, namun Pokklaw hanya bermain di final pertama yang berlangsung di Stadion Pakansari dan Kesarat hanya berlaga di final kedua yang bertempat di Stadion Rajamangala.

Timnas Thailand ketika bertandang ke Indonesia pada final Piala AFF 2018.Timnas Thailand ketika bertandang ke Indonesia pada final Piala AFF 2018. (ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya)
Sementara Tosakrai tidak mendapat menit bermain dari pelatih Kiattisuk Senamuang dalam tiga laga menghadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2016.

Dalam laga perdana menghadapi Timor Leste, Tosakrai menjadi salah satu pemain yang mengisi lini tengah Thailand bersama Kesarat, sedangkan Pokklaw hanya berada di bangku cadangan.

Kesarat dan Pokklaw kemungkinan akan bertemu lagi dengan gelandang-gelandang Tim Merah Putih yang dua tahun lalu tampil dalam ajang regional Asia Tenggara seperti Stefano Lilipaly, Andik Vermansah, Bayu Pradana, dan pemain yang tahun ini dipasang sebagai full back, Rizky Rizaldi Pora.

Selain empat pemain itu, Bima Sakti juga membawa empat pemain lain yang memiliki pengalaman mengantar Timnas Indonesia ke final Piala AFF, yakni Hansamu Yama Pranata, Evan Dimas Darmono, Fachruddin Wahyudi Aryanto, dan Andritany Ardhyasa. (nva/ptr)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PumdZx
November 15, 2018 at 04:23PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2PumdZx
via IFTTT
Share: