Showing posts with label 2018 at 04:28AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 04:28AM. Show all posts

Thursday, December 27, 2018

Kubu Prabowo Setuju Mitigasi Bencana Masuk Tema Debat Pilpres

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso setuju jika isu penanganan terhadap bencana dimasukkan ke materi debat Pilpres 2019 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ia menilai masyarakat perlu mengetahui apa yang sekiranya akan dilakukan oleh presiden masa mendatang dalam menangani bencana yang memang sering terjadi di Indonesia.

"Saya kira (mitigasi bencana) bagus ya. Karena perdebatan yang dibutuhkan masyarakat itu sangat bagus, sehingga menghasilkan pemikiran-pemikiran yang baik," kata Djoko saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (27/12).

Tak hanya itu, dia bahkan menyebut Prabowo dan Sandi bisa menyampaikan pemikirannya terkait cara menangani bencana di Indonesia. Oleh karena itu akan sangat pas jika isu ini diangkat dalam debat pilpres yang sekiranya akan digelar sebanyak lima kali itu.

"Prabowo-Sandi bisa melahirkan pemikiran yang baik tentang bagaimana menghadapi bencana. Jadi saya kira bagus," kata dia.

Lebih lanjut, Djoko juga menyebut pendidikan terkait mitigasi bencana ini memang perlu diedukasi kepada masyarakat sejak dini. Sebab dengan pendidikan tersebut, masyarakat bisa paham harus bersikap bagaimana dalam menghadapi bencana, seperti misalnya tsunami dan gempa.

"Yang pertama pendidikan khusus harus diperbanyak yang setahu saya di Universitas Pertahanan sudah ada disaster manajemen. Di daerah-daerah lain saya kira masih perlu ya, dan juga latihan-latihan demikian juga pendidikan masyarakat," kata Djoko.


Djoko kemudian bercerita di negara lain, misalnya Jepang, pendidikan soal mitigasi bencana ini sudah dipelajari sejak usia sekolah. Mereka diajari bagaimana cara bertahan hidup dalam situasi gempa dan tsunami.

"Kalau tsunami larinya ke mana. Jadi masyarakat juga harus dididik mengantisipasi. Early Warning System bagaimana, penyiarannya bagaimana, alarmnya bagaimana, ya kesiapsiagaannya banyak," kata dia. (tst/osc)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ERLd7l
December 28, 2018 at 04:28AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2ERLd7l
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

Tim SAR Evakuasi 8 Jenazah Korban Longsor Toba Samosir

Medan, CNN Indonesia -- Longsor yang terjadi pada dini hari di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara menewaskan setidaknya 8 orang dan melukai 2 orang. Sejauh ini tim SAR gabungan masih mencari 2 orang lain yang masih terjebak material longsor.

"Saat ini sudah 8 jenazah yang telah ditemukan. Untuk korban lainnya masih dilakukan pencarian," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tobasa Herbeth Pasaribu, Kamis (13/12).

Tobasa mengatakan hujan dengan intensitas tinggi terus terjadi sejak satu pekan terakhir. Kondisi ini menyebabkan longsor di beberapa titik, salah satunya di Desa Halado. Posisi rumah berada di bawah lereng perbukitan. Material longsor di perbukitan langsung meluncur dan menimbun 4 rumah di bawahnya.

"Dari informasi yang kami peroleh, longsor yang melanda kawasan itu terjadi tadi malam sekitar pukul 23.30 WIB setelah hujan deras. Saat itu para korban tengah tidur di dalam rumah," ujarnya.

Longsor tersebut terjadi pada Kamis (13/12) pukul 02.00 WIB. Saat musibah itu melanda, 12 orang yang menjadi korban sedang terlelap di rumahnya masing-masing.

Terpisah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam pernyataan resminya menerangkan bagaimana longsor terjadi. "Posisi rumah berada di bawah lereng perbukitan. Material longsor di perbukitan langsung meluncur dan menimbun 4 rumah di bawahnya."

Untuk mencari korban lain yang masih terjebak, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Toba Samosir, Basarnas, TNI, Polri, SKPD, serta relawan dari berbagai unsur masih terus melakukan pencarian. Sebanyak 5 unit alat berat juga telah dikerahkan untuk membantu proses pencarian.

Menurut Sutopo, bencana longsor ini terjadi cukup merata di seluruh wilayah di Indonesia menyusul tingginya intensitas curah hujan.

BNPB mencatat setidaknya ada 430 kejadian longsor sepanjang tahun ini. Korban yang diakibatkan bencana ini mencapai 129 meninggal dan hilang, 115 cedera, 37.933 mengungsi, dan 1.948 rumah rusak.

"Diperkirakan bencana longsor akan terus meningkat seiring meningkatnya curah hujan. Puncak hujan periode ini sebagian besar wilayah Indonesia terjadi Januari-Februari 2019 mendatang," jelas Sutopo.

Sutopo mengakui sistem peringatan dini bencana longsor masih terbatas yakni 300-400 unit di daerah rawan longsor, padahal kebutuhannya saat ini mencapai ratusan ribu unit.

Selain keterbatasan anggaran pemerintah, peran BUMN/BUMD dan swasta, serta sosialisasi antisipasi longsor yang belum cukup ke masyarakat menyebabkan bencana longsor ini harus diperhatikan betul.

Terlepas dari itu, Sutopo mengimbau warga untuk terus waspada. Salah satu cara paling mudah adalah dengan mengecek situs PVMBG untuk melihat prediksi daerah rawan longsor bulanan di seluruh Indonesia.

(fnr/kid)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zZvUFF
December 14, 2018 at 04:28AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2zZvUFF
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Polisi Bidik Penyebar Video Ceramah Bahar bin Smith

Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Komisaris Besar Syahar Diantono mengatakan penyidik kepolisian akan mengusut penyebar video ceramah Bahar bin Ali bin Smith.

Menurutnya, penyebar video Bahar dapat dijerat dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Tidak menutup kemungkinan nanti akan dilakukan upaya pengembangan terkait siapa yang mengunggah dan menyebarkan kejadian itu di media sosial atau pun message," kata Syahar di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan pada Jumat (7/12).

Dia pun menerangkan, penyidik tidak menggunakan UU ITE untuk menjerat Bahar. Menurutnya, pendiri Majelis Pembela Rasulullah tersebut tidak bertindak sebagai pihak yang menyebarkan atau mengunggah video tersebut.


Terhadap Bahar, penyidik hanya menjeratnya sebagai tersangka dengan Pasal 4 huruf b angka 2 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

"UU mengatur seperti itu, (Bahar) tidak menyebarkan dan mengunggah," katanya.

Kasus ini bermula setelah Bahar dilaporkan oleh seorang yang mengaku berasal dari kelompok Jokowi Mania. Laporan itu diterima dengan nomor LP/B/1551/XI/2018/Bareskrim tanggal 28 November 2018.

Menyikapi laporan itu, penyidik kepolisian pun memeriksa sebanyak 11 saksi dan empat ahli. Setelah itu, penyidik meningkatkan status kasus ke tingkat penyidikan sekaligus mengirimkan surat permohonan ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk mencegah Bahar pergi ke luar negeri.

Penyidik kepolisian kemudian menetapkan Bahar sebagai tersangka pada Kamis (6/12). Namun begitu, polisi tidak melakukan penahanan terhadap Bahar lantaran dinilai bersikap kooperatif.

(ugo)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G41zet
December 08, 2018 at 04:28AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2G41zet
via IFTTT
Share:

Sunday, November 18, 2018

Kronologi OTT Bupati Pakpak Bharat

Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Remigo Yolando Berutu atas dugaan suap terkait proyek di Dinas PUPR Pemerintah Pakpak Bharat tahun anggaran 2018.

Ketua KPK Agus Rahardjo menjelaskan kronologi tangkap tangan yang berlangsung sejak Sabtu (17/11) malam hingga Minggu (18/11) dini hari tersebut.

Setidaknya terdapat enam orang yang diamankan termasuk Remigo. Lokasi penangkapan juga dilakukan di tiga titik yakni Jakarta, Bekasi dan Medan.

Awalnya, Agus mengatakan penangkapan dilakukan pada Sabtu (17/11) sekitar pukul 23.55 WIB. Saat itu, KPK mendapatkan informasi bahwa akan dilakukan transaksi di kediaman Remigo yang berada di kota Medan.

Remigo pun ditangkap bersama DAK yang merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat. Barang bukti yang diamankan pun berupa uang sebesar Rp150 juta.

"Tim mendapatkan informasi akan ada penyerahan uang kepada Bupati, tim pun mengamankan DAK di kediaman RYB di Medan sesaat setelah penyerahan uang. Dari lokasi tim mengamankan uang sebesar Rp150 juta yang dimasukan ke dalam tas kertas," ujarnya, saat konferensi pers di KPK, Jakarta, Minggu (18/11).

Ketua KPK Agus Rahardjo.Ketua KPK Agus Rahardjo. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Setelah menangkap Remigo, Agus mengatakan pihaknya mengamankan HSE yang merupakan pihak swasta, pada Minggu (18/11) pukul 01.25 WIB di Medan.

Setelah itu, sekitar pukul 04.00 WIB, KPK menuju ke rumah S yang menjabat sebagai pegawai honorer di Dinas PU Kabupaten Pakpak Bharat. S ditangkap di rumahnya di Medan.

Sementara itu, di Jakarta pada Minggu (18/11) pukul 02.50 WIB, Agus mengatakan KPK mengamankan JBS yang merupakan ajudan Remigo. Dia ditangkap di mes Pakpak Bharat di wilayah Jakarta Selatan.

Dan pada pukul 06.00 WIB, KPK mengamankan RP yang merupakan pihak swasta di rumahnya yang berada di Pondok Gede, Bekasi.

"Terhadap empat orang yang diamankan di Kota Medan tim KPK melakukan pemeriksaan awal di Polrestabes Medan, setelah itu pada Minggu, keempatnya diterbangkan ke Jakarta dan tiba sekitar pukul 14.30 WIB di KPK dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," tuturnya.

KPK pun telah menetapkan Remigo, DAK dan HSE sebagai tersangka yang merupakan penerima suap. Agus mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut.

Ketiga orang tersebut disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(gst/arh)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OQP5Gf
November 19, 2018 at 04:28AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2OQP5Gf
via IFTTT
Share: