Showing posts with label 2019 at 08:42PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 08:42PM. Show all posts

Sunday, January 13, 2019

Mercy Antusias Sambut Beli Mobil Mewah Tanpa DP

Yogyakarta, CNN Indonesia -- Kelonggaran dari Otoritas Jasa Keuangan tentang uang muka (downpayment/DP) hingga 0 persen buat pembelian kendaraan ditanggapi antusias oleh salah satu penjual mobil mewah di dalam negeri, Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI).

Presiden Direktur MBDI Roelof Lamberts menjelaskan bahwa pembelian tanpa perlu mengeluarkan dana besar di depan bisa membantu konsumen mendapatkan mobil mewah. Saat ini MBDI menjual mobil-mobil yang harganya di atas Rp700 juta.

"Banyak orang bilang 'saya tidak punya uang sekarang karena saya butuh buat kebutuhan lainnya, tetapi saya bisa bayar setiap bulan, misalnya Rp50 juta'. Masalah itu selesai karena tidak lagi butuh 20 - 30 persen DP," kata Roelof di sela-sela acara 'Hungry For Adventure 2018' di Yogyakarta, Minggu (13/1).

Roelof mengakui belum banyak mempelajari aturan DP 0 persen mobil yang tertuang dalam Peraturan OJK Nomor35/POJK.05/2018, terbit pada 27 Desember 2018. Dia juga mengatakan belum membicarakan hal itu dengan rekanan perusahaan pembiayaan.

"Saya tidak tahu regulasi itu berubah," ucap Roelof.

Pada aturan itu menyatakan DP 0 persen hanya bisa diberikan perusahaan pembiayaan yang kondisinya sehat dengan angka (Nonperforming Financing/NPF) di bawah atau setara 1 persen.

Roelof percaya aturan DP 0 persen ini bisa membantu penjualan mobil nasional sebab dia meyakini akan banyak perusahaan pembiayaan yang ikut menyediakan paket cicilan DP 0 persen.

"Saya bisa jadi antuasis karena itu memudahkan kepemilikan mobil buat konsumen. Tapi bila saya bank, saya mau setidaknya punya jaminan makanya ada DP jadi saya tahu konsumen itu sebenarnya sanggup mencicil. (DP nol persen) berarti cek kredit bakal semakin ketat, harus ketat," tutup Roelof. (fea/mik)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RpVxdy
January 14, 2019 at 08:42PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2RpVxdy
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 1, 2019

Xi Jinping Ancam Serang Taiwan Jika Ogah Bersatu dengan China

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Xi Jinping mengancam akan menyerang Taiwan jika daerah pimpinan Tsai Ing Wen itu tetap tak ingin bersatu sepenuhnya dengan China.

Dalam pidatonya, Rabu (2/1), Xi berkata, "Kami tak pernah berjanji akan menghilangkan penggunaan pasukan dan akan tetap mempertimbangkan semua langkah yang mungkin" untuk melawan aktivis separatis Taiwan.

Ancaman itu dilontarkan saat Xi sedang berpidato dalam rangka peringatan 40 tahun pengiriman pesan ajakan reunifikasi kepada Taiwan pada 1979.

"China harus dan akan bersatu, yang sangat penting bagi pemulihan rakyat China di era yang baru," ucap Xi sebagaimana dikutip AFP.

Menurut Xi, unifikasi di bawah pendekatan "satu negara, dua sistem" akan menjamin "keamanan kepentingan dan kesejahteraan rekan sebangsa Taiwan."

Meski belum menyatakan kemerdekaan, Taiwan selalu menganggap diri sebagai negara berdaulat dengan sistem mata uang, politik, dan peradilan independen.

Relasi kedua belah pihak kian panas setelah Presiden Tsai Ing-wen naik takhta. Selama masa kampanye, ia dikenal sangat lantang menyuarakan penolakan terhadap prinsip "satu China."

Di bawah pemerintahannya, pada Oktober lalu, Taiwan menggelar referendum kemerdekaan dari China pada Oktober lalu.

Pada Selasa (1/1), Tsai pun mengingatkan Beijing bahwa rakyat Taiwan tak akan menyerah untuk mencapai kebebasan yang selama ini tak mereka rasakan di bawah China.

"[Beijing] harus menghormati keinginan 23 juta rakyat akan kemerdekaan dan demokrasi. [China] juga harus menggunakan cara damai dan sama untuk mengatasi perbedaan kami," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

Meski demikian, kini mulai muncul penolakan dari dalam Taiwan sendiri. Sejumlah pebisnis menganggap pemisahan diri dari China membuat perekonomian stagnan, di mana jumlah gaji tak sesuai dengan peningkatan biaya hidup.

Berbagai kesulitan memang diperkirakan bakal menghantam Taiwan jika melawan China karena selama ini, Beijing saja sudah mengambil tindakan keras bagi negara mana pun yang menjalin hubungan dekat dengan daerah pimpinan Tsai itu.

Partai tempat Tsai bernaung, Partai Progresif Demokratik, pun mengalami kekalahan besar dalam pemilu sela, sementara oposisi yang dekat dengan China, Kuomintang, kembali populer. (has)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2CKrEMe
January 02, 2019 at 08:42PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2CKrEMe
via IFTTT
Share: