Showing posts with label 2018 at 02:22AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 02:22AM. Show all posts

Friday, December 21, 2018

Bangun Pengolahan Sampah, Jakpro Cari Utang dari Bank Dunia

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bertugas membangun proyek sistem pengelolaan sampah dalam kota atau intermediate treatment facility (ITF) di Sunter, Kemayoran.

Nilai investasi pembangunan proyek tersebut ditaksir mencapai US$250 juta atau setara Rp3,6 triliun. Skema pembiayaaan proyek dipastikan tidak akan sepenuhnya menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI, sebagian besar dananya justru akan dibebankan kepada Jakpro.

Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto mengatakan saat ini pihaknya tengah mencari pinjaman untuk mendanai pembangunan ITF Sunter tersebut. Dwi mengungkapkan salah satu pinjaman yang tengah dijajaki adalah dengan Bank Dunia.


"Kalau pembiayaannya, kita lagi menjajaki untuk mendapatkan pinjaman dari Bank Dunia, jadi sangat sedikit anggaran yang berasal dari APBD untuk mendanai ITF Sunter," kata Dwi di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Kamis (20/12).

Menurut Dwi, Jakpro telah melakukan penandatangan perkenalan kerja sama dengan Bank Dunia. Penandatanganan itu dilakukan saat penyelenggaran Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali beberapa waktu lalu.

Sementara itu, untuk tenor biaya pinjamannya, Dwi menyebut belum bisa memastikannya lantaran lembaga pembiayaannya masih belum ditentukan.


"Banyak skenario yang akan kita pikirkan, bila perlu nanti siapa tahu lembaya pembiayaan tersebut akan dimasukkan dalam organisasi joint venture-nya sebagai investor," tuturnya.

Dwi menututkan pihaknya juga masih membahas lebih jauh soal besaran tipping fee atau uang kompensasi bau yang mesti dibayarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup kepada Jakpro. Uang tersebut menjadi bentuk kompensasi pembuangan sampah di ITF Sunter.

Dwi berharap uang kompensasu bau tersebut bisa segera ditentukan pada tahun 2019.

"Sekarang lagi dikaji sama konsultan internasional tentang tipping feenya. Dan itu akan diajukan raperdanya pada tahun 2019," ujar Dwi.


Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek ITF Sunter sebagai tanda dimulai proyek pembangunan.

ITF Sunter tersebut disebut akan mampu mengolah sampah hingga 2.200 ton per hari dan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 35 megawatt.

"Ini projek bersejarah, proyek yang akan berimplikasi ke seluruh Indonesia," ujarnya.

Anies pun menargetkan pembangunan ITF Sunter akan rampung pada dua tahun mendatang atau di tahun 2021.

(dis/lav)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RhWzrn
December 22, 2018 at 02:22AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2RhWzrn
via IFTTT
Share:

Friday, December 7, 2018

Tiket Konser BLACKPINK Dijual 'Gelap' di Twitter

Jakarta, CNN Indonesia -- Penjualan tiket konser BLACKPINK yang dibuka mulai hari ini, Jumat (7/12) sejak pukul 14.00 WIB, ternyata mengundang keributan di media sosial. Banyak fan mengeluh tak mendapatkan tiket alias kehabisan atau pun banyak gangguan.

Namun ternyata sejumlah pihak menjual tiket yang mestinya didapat di laman penjualan tertentu tersebut di media sosial. Hal ini diprotes oleh sejumlah fan lainnya.

"Kirain tiket BLACKPINK habis cepat karena habis oleh KPoper garis keras, rupanya banyak yang beli buat dijual lagi lebih mahal," kata akun @ivanstria.

"Mohon perhatiannya dong yang buat enggak berniat nonton BLACKPINK atau cuma berniat iseng buat beli tiket BLACKPINK terus dijual lagi nantinya, mending stop dulu ya sista-sistaku! Kasihan yang mau fix beli enggak kebagian, kayak gue contohnya," kata akun @fenaangelkwn.

"Aku kesal sumpah. Sistem penjualannya ribet banget, mau nangis aku. Padahal udah minta tolong sama temen sebelah aku tolong klik kalau dapet, tapi enggak dapet-dapet juga," keluh akun @gloriyourikka.


Menurut pantauan CNNIndonesia.com di laman penjualan tiket konser BLACKPINK, Jumat (7/12) petang, sejumlah kategori memang telah habis terjual.

Sejumlah kategori tersebut adalah Bronze Left dan Right seharga Rp1,1 juta, Jade seharga Rp1,45 juta, Silver Right dan Left seharga Rp1,65 juta, Bronze Left dan Right + Sound Check seharga Rp1,65 juta, Gold seharga Rp1,95 juta, Silver Left dan Right + Sound Check seharga Rp2,2 juta, dan Gold + Sound Check seharga Rp2,5 juta.

Di luar kategori tersebut tercantum "Sementara Habis Terjual".

CNNIndonesia.com sempat berhasil mencoba memilih tiket, namun gagal ketika akan memilih kursi karena tombol nomor kursi tak bisa dipilih.

Sementara di laman resmi banyak fan yang tak bisa mendapatkan tiket, ranah media sosial begitu ramai dengan penawaran penjualan tiket kembali oleh fan yang sebagian besar baru memesan namun belum membayar.


Kondisi memesan namun belum melakukan pembayaran tersebut menyebabkan kategori berstatus "sementara habis terjual". Kategori itu akan kembali memiliki tiket lowong ketika pemesan tiket tak kunjung membayar hingga waktu yang ditentukan telah habis.

Bagi beberapa fan, ternyata ini merupakan peluang lain untuk mengambil keuntungan dengan menjual kembali tiket konser dengan tambahan biaya.

"WTS [want to sell / ingin dijual] BLACKPINK, PLATINUM B / RUBY C. Fee [biaya] per tiket cuma Rp150 ribu ya, asal bisa bayar sebelum tiket kedaluwarsa," kata akun @MOONBINITE.

"Ready 2 tiket DIAMOND C BLACKPINK in Your Area. Fee Rp200 ribu. Yang mau bisa reply, DM [direct message / hubungi langsung] atau chat," kata akun @Lesungpipinyasi.

"WTS tiket BLACKPINK, untuk detailnya bisa DM," kata akun @juneeeeeeda.

Jumlah biaya tambahan yang dipatok oleh calo dari kalangan fan ini membuat harga tiket jadi lebih mahal.

Seperti yang diunggah akun @jihuniang yang menjual tiket kelas Diamond A seharga Rp2.5 juta ditambah dengan tawaran khusus sehingga harganya melonjak menjadi Rp3,2 juta.


Menurut laman penjualan resmi tiket konser BLACKPINK, tidak ada larangan jumlah pembelian tiket oleh masing-masing individu. Selain itu, tidak ada keterangan yang mengatakan bahwa pembeli dilarang untuk memperjualbelikan tiket yang sudah didapat.

Akan tetapi, promotor konser BLACKPINK, IME Indonesia sudah memberikan peringatan kepada fan untuk hanya membeli tiket konser di laman resmi penjualan meski tak memberikan klausul tambahan seandainya ada fan yang bertindak sebagai calo.

"Harap membeli tiket hanya dari partner resmi kami. iMe Indonesia tidak bertanggung jawab akan pemalsuan tiket dari pihak lain," kata pihak promotor dalam unggahan tanya-jawab seputar pembelian tiket.

[Gambas:Instagram]

Kekisruhan ini menggerakkan sejumlah fan lainnya untuk meminta sesama penggemar alias BLINK agar tidak terburu-buru membeli tiket dari para calo yang belum jelas akurasinya.

"Untuk BLINK, diharapkan untuk tidak gegabah dan tidak tergesa-gesa dalam hal pembelian tiket konser. Tolong untuk teliti dan tidak tergiur tawaran apa pun yang sekiranya kurang meyakinkan," kata akun @laliceic.

"Yang beli tiket BLACKPINK tolong hati-hati. Yang ada fee-nya bisa menipu apa lagi tiba-tiba enggak ada fee. Jangan gegabah beli. Terutama yang jual terlalu agresif," kata akun @hmmboji.

Hingga berita ini ditayangkan, CNNIndonesia.com masih berusaha menghubungi pihak promotor konser BLACKPINK Jakarta In Your Area yang rencananya diadakan pada 20 Januari 2019, namun belum mendapatkan tanggapan.

[Gambas:Youtube] (end)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2G5ofv2
December 08, 2018 at 02:22AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2G5ofv2
via IFTTT
Share:

Monday, November 26, 2018

Anies Ubah Nama Tiga Pulau Reklamasi di Teluk Jakarta

[unable to retrieve full-text content]

Tiga pulau reklamasi Jakarta diubah namanya dari C, D, dan G menjadi Kawasan Pantai Kita, Kawasan Pantai Maju, dan Kawasan Pantai Bersama oleh Gubernur Anies.
https://ift.tt/2FGSHv8
November 27, 2018 at 02:22AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2FGSHv8
via IFTTT
Share:

Saturday, November 24, 2018

Demonstran Ricuh Tolak BBM Naik di Paris

Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi di Paris, Perancis terlihat melancarkan gas air mata dan alat semprot air (water cannon) untuk menghalau demonstran yang berunjuk rasa di Champs Elysées, tepat di pusat Paris.

Dilansir dari CNN, pengunjuk rasa yang mengenakan rompi kuning tersebut awalnya bersuara mengenai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun, lambat laun, demonstrasi itu seketika berubah menjadi protes melawan pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.

Kepolisian setempat telah memobilisasi 3 ribu aparat demi menangani situasi tersebut. Sebuah perimeter juga disusun di pusat kota khusus untuk melindungi gedung-gedung pemerintahan.

Padahal, di dalam konferensi pers pada Jumat malam (23/11) waktu setempat, Menteri Dalam Negeri Perancis Christophe Castaner mengatakan bahwa kebebasan berekspresi demonstran akan dijamin. Hanya saja, aksi tersebut tidak boleh mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Ini sekaligus mencegah kejadian demonstrasi di Perancis timur pada pekan lalu terulang lagi. Dalam kejadian itu, seorang pengunjuk rasa dengan tidak sengaja lari dan tertabrak mobil. Sementara itu, 200 orang lainnya terluka di tengah demonstrasi di Perancis timur.

"Tidak ada kebebasan tanpa ketertiban umum," ujar Castaner.

Selain masalah kenaikan harga BBM, protes pada hari ini juga mencerminkan ketegangan yang panjang antara kaum elit perkotaan dengan kaum miskin yang ada di pedesaan. Harga BBM jenis Diesel sendiri sudah meningkat 16 persen sepanjang tahun ini dari rata-rata 1,24 Euro per liter menjadi 1,48 Euro per liter.

Bahkan, menurut federasi industri minyak Perancis (Union Francaise des Industries Petrolieres/UFIP), harga Diesel juga sempat menyentuh 1,53 Euro pada Oktober kemarin.

Kenaikan harga tersebut dipicu karena kenaikan harga minyak mentah dunia. Harga Brent, yang merupakan patokan harga minyak dunia, telah meningkat 20 persen pada semester pertama 2018 dari US$60 per barel menjadi US$86,07 per barel pada awal Oktober.

Hanya saja, demonstran tidak memprotes kebijakan organisasi negara-negara pengekspor minyak dunia (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dalam memangkas produksi minyak dunia. Pengunjuk rasa juga tidak mengarahkan kekesalannya kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) karena memberlakukan tarif kepada Iran dan bikin ekspor minyaknya terguling.

Namun, pengunjuk rasa malah menyalurkan kekecewaan kepada Macron yang dianggap masih memberlakukan beberapa kebijakan terkait lingkungan, di mana beberapa regulasi ini juga dilaksanakan oleh mantan presiden François Hollande.

Sebagai contoh, pajak terkait diesel dinaikkan 8 sen dan pajak bensin dinaikkan 4 sen pada Januari silam. Bahkan, pajak diesel dan bensin juga masing-masing akan dinaikkan sebesar 6,4 sen dan 2,9 sen pada 2019 mendatang. Pengerekkan pajak ini dilakukan setelah diesel jarang dipajaki dalam beberapa dekade terakhir.

Kekecewaan masyarakat yang kian meledak juga menjadi ajang aji mumpung bagi lawan politik Macron. Pemimpin Partai Sosialis Perancis Olivier Faure mengatakan bahwa pemerintahan saat ini dianggap tidak memahami kemarahan warga Perancis.

Di sisi lain, pemimpin partai tengah-kanan Les Républicains Laurent Wauquiez mengatakan Macron mengacuhkan opini warga Perancis. "Macron tidak mendengar warga Perancis," jelas dia.

Sementara itu, Marine Le Pen, yang merupakan mantan lawan Macron mengatakan bahwa partainya, National Rally, merupakan partai pertama yang mendukung pergerakan tersebut.


Namun, Castaner menyerang balik lawan-lawan politik Macron. Ia mengatakan, unjuk rasa yang berlangsung hari ini bersifat politik dan menuduh partai Les Républicains sebagai biang keladinya.

"Ini adalah protes politik, dimana Partai Republik merupakan pihak di balik ini semua. Dan ini terkesan tidak masuk akal, sebab kenaikan pajak BBM telah dikompensasi dengan penurunan permintaan minyak di pasar," jelas dia.

"Kami telah mendengar protes tersebut, kami sudah tahu tentang kemarahan ini, saya paham situasi ini, tapi kami harus jelaskan bahwa sangat penting bagi Perancis untuk tidak lagi mengunakan energi fosil," pungkas Castaner. (glh)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Sdpn0V
November 25, 2018 at 02:22AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2Sdpn0V
via IFTTT
Share: