Showing posts with label 2018 at 10:02PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 10:02PM. Show all posts

Wednesday, December 26, 2018

Pemulihan Listrik Akibat Tsunami Selat Sunda Capai 95 Persen

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemulihan listrik akibat bencana tsunami di sebagian wilayah Banten dan Lampung terus dikebut. Di wilayah Pandeglang, PT PLN (Persero) menyalakan kembali seluruh gardu yang sebelumnya padam.

Hal yang sama juga dilakukan di Lampung. Dari total 22 gardu padam, sebanyak 20 gardu di antaranya telah dinyalakan kembali.

"Hambatan proses recovery (pemulihan) kelistrikan, yaitu akses jalan yang masih dalam proses pembersihan pihak PU, dan cuaca buruk yang masih terjadi," ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka.


Di Pandeglang, sebanyak 310 personel gabungan diterjunkan untuk upaya perbaikan infrastruktur kelistrikan dari UID Banten, UID Jakarta, UID Jabar.

Tim gabungan ini berhasil menyalakan 238 gardu distribusi dari total 248 gardu distribusi yang padam. Sementara genset dinyalakan untuk menormalkan empat gardu distribusi lainnya.

Di Lampung, sebanyak 40 personel gabungan didatangkan dari ULP Kalianda, ULP Sidomulyo, ULP Sutami, serta UP3 Tanjung Karang. Seluruh tim disebar untuk melakukan pemulihan dan menyalakan 22 titik tiang distribusi.

"Dengan total capaian hari ini, artinya PLN berhasil menormalkan seluruh gardu distribusi yang sebelumnya padam untuk wilayah Pandeglang dan Lampung," imbuh Made.


Upaya pemulihan kelistrikan dan pengiriman bantuan sembako juga dilakukan di daerah-daerah terisolir, seperti di Pulau Sabesi, Lampung, dan desa sumur Kecamatan Pandeglang. PLN juga memberikan penerangan untuk 22 posko pengungsian yang ada di Pandeglang.

Selain mempercepat pemulihan kelistrikan daerah terdampak tsunami Selat Sunda, PLN Peduli dan YBM PLN, membuka dapur umum di PLTU Labuan, Desa Sukarame dan Desa Sumur.

Dapur umum tersebut melayani kebutuhan makan warga terdampak bencana selama 10 hari ke depan. Sebanyak 1.500 nasi bungkus dibuat untuk warga.


(bir)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2AiAxuH
December 26, 2018 at 10:02PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2AiAxuH
via IFTTT
Share:

Friday, December 21, 2018

Utang Pemerintahan Jokowi di November Turun Jadi Rp4.395 T

Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintahan Presiden Joko Widodo pada November 2018 mencapai Rp4.395,97 triliun. Total utang tersebut turun Rp82,84 triliun dibandingkan bulan lalu sebesar Rp4.478,6 triliun.

Meski turun dibanding bulan lalu, posisi utang pada November 2018 tersebut masih meningkat sebesar 11,89 persen.

Berdasarkan data APBN Kita Desember 2018 yang dirilis Jumat (21/12), total utang pemerintah masih didominasi dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) yang totalnya mencapai Rp3.611,59 triliun. Jumlah tersebut naik 13 persen secara tahunan, tetapi turun dibanding bulan lalu yang mencapai Rp3.644 triliun.


Sementara utang dalam bentuk pinjaman tercatat mencapai Rp784,38 triliun, tumbuh 6,6 persen secara tahunan atau turun dibanding bulan lalu yang mencapai Rp833,92 triliun.

Saat ini, utang dalam bentuk SBN didominasi dalam rupiah mencapai Rp2.341,8 triliun atau 59,61 persen dari total utang. Sedangkan pinjaman didominasi dalam bentuk valas yang mencapai Rp777,78 triliun.

Di sisi lain, pemerintahan Jokowi telah membayarkan bunga utang mencapai 252,06 triliun atau melampaui target APBN 2018 sebesar Rp238,61 triliun.


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pembayaran bunga utang pemerintah sepanjang tahun ini akan mencapai Rp258,86 triliun. Artinya, pembayaran bunga utang bakal bengkak sekitar Rp20,26 triliun dari asumsi awal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang hanya Rp238,6 triliun.

"Pembayaran bunga utang meningkat karena kenaikan kurs rupiah dan suku bunga utang yang meningkat, sehingga ada kenaikan yang cukup besar 19 persen," ujar Sri Mulyani baru-baru ini.

Kendati pembayaran bunga utang meningkat, namun Ani bilang pembiayaan anggaran dari utang sejatinya justru menurun. Tercatat, sampai 30 November 2018, pembiayaan utang ke APBN baru sekitar Rp361,5 triliun atau 90,5 persen dari asumsi awal Rp399,2 triliun. (agi)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Gw5jpq
December 21, 2018 at 10:02PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2Gw5jpq
via IFTTT
Share:

Monday, December 17, 2018

Harga BBM Turun di SPBU Swasta, di SPBU Pertamina Belum

Jakarta, CNN Indonesia -- Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi turun di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik sejumlah distributor swasta, seperti Shell, AKR Corporindo, Garuda Mas, dan Vivo. Namun, harga BBM yang dijual SPBU PT Pertamina (Persero) stabil alias tak ada penurunan harga.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membenarkan, saat ini memang hanya Pertamina yang belum menurunkan harga BBM nonsubsidi. "Perusahaan yang lain sudah (menurunkan harga BBM) semua," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Djoko Siswanto di Kantor Kementerian ESDM, Senin (17/12).

Diketahui, AKR Corporindo menurunkan harga Rp100 per liter untuk jenis Akra 92, Garuda Mas turun tipis Rp25 per liter, dan Vivo memangkas nyaris Rp1.000 per liter. Exxonmobil dan Total juga menurunkan harga BBM nonsubsidi mereka di kisaran Rp200 - Rp250 per liter.


Yang terakhir, Shell menurunkan harga BBM jenis reguler mereka dari Rp10.550 per liter menjadi Rp10 ribu per 13 Desember 2018. Sementara, harga produk lainnya tak berubah, seperti Super, V-Power, dan Diesel.

"Penurunan (harga BBM Shell) mungkin bertahap," terang Djoko.

Dalam wawancana sebelumnya, Djoko menyebutkan bahwa Pertamina menjanjikan bakal memangkas harga BBM nonsubsidinya pada Januari 2019. Jika tidak, Kementerian ESDM bakal memanggil perseroan.


"Janjinya Pertamina Januari (turun harga). Kalau tidak ditepati kami panggil lagi," katanya.

Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan Pertamina Syahrial Mukhtar mengungkapkan perseroan masih melakukan evaluasi harga. Diperkirakan, prosesnya memakan waktu dua pekan hingga sebulan, mengingat banyaknya jenis produk yang dijual perusahaan.

"Kami masih kaji dulu perkembangan fluktuasi harga yang di hulu," imbuh dia.


Syahrial mengungkapkan penurunan harga di hulu tidak secara otomatis bakal menekan harga di hilir. Pasalnya, terdapat jeda harga yang berlaku. Selain itu, perseroan juga membutuhkan waktu untuk melihat fluktuasi dan proyeksi perkembangan harga ke depan.

"Kan (harga minyak mentah) kami basisnya MOPS. Bukan acuan WTI atau Brent. Kan ada selang waktunya," jelasnya.

Lagipula, ia melanjutkan produk BBM yang dijual oleh Pertamina saat ini berasal dari stok minyak mentah yang menggunakan harga bulan sebelumnya. Nantinya, kalau tren harga minyak mentah terus menurun, maka perseroan akan melakukan penyesuaian.


"Bagaimana menyikapi fluktuasi (harga) ini kan perlu kajian kajian. Bulan depan bergerak atau tidak," tandasnya.

(sfr/bir)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2UQhj8b
December 17, 2018 at 10:02PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2UQhj8b
via IFTTT
Share: