Showing posts with label 2019 at 11:27PM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 11:27PM. Show all posts

Tuesday, January 15, 2019

BPN Prabowo ke Kill The DJ: Jangan Mudah Tuduh Rakyat Maling

Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga Ferdinand Hutahaean meminta pencipta lagu 'Jogja Istimewa', Marzuki Mohamad alias Kill The DJ tak mudah menuduh para ibu-ibu maling lantaran mengubah lirik lagunya itu.

"Karena di twitter-nya saya lihat Marzuki mencaci ibu-ibu itu dengan kalimat maling b*ngs*t. Jangan mudah menuduh rakyat maling," kata Ferdinand kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/1).

Relawan Prabowo-Sandi mengganti lirik lagu 'Jogja Istimewa'. Kemudian peristiwa itu diunggah oleh pengguna akun Twitter @CakKhum. Dalam video itu terlihat 'emak-emak' bernyanyi sembari mengacungkan dua jari. Terdengar jelas lirik lagu Jogja Istimewa yang diganti.

Lirik 'Istimewa negerinya istimewa orangnya' diganti menjadi 'Prabowo-Sandi pilihan kita.' Lirik 'Jogja istimewa untuk Indonesia' diganti menjadi 'Adil dan makmur tujuan kita'. Video tersebut viral semenjak dikicaukan Kill The DJ.

Marzuki geram lagu 'Jogja Istimewa' digunakan pendukung Prabowo-Sandi. Pernyataan itu ia sampaikan lewat akun Twitter dan Instagram.

"Maling lagu b*ngs*t! Yang gak terima bukan cuma saya sebagai pemilik hak cipta, orang Jogja juga gak akan terima lagu ini dipakai buat kampanye Pilpres," tulis Kill The DJ lewat akun @killthedj.

Lagu itu, kata Juki ia ciptakan sendiri. Ia kemudian menyanyikannya bersama Jogja Hip Hop Foundation (@javahiphop). Ia merasa tidak pernah memberi izin kepada siapapun untuk menggunakan lagu Jogja Istimewa itu sebagai alat kampanye.

Pria yang karib disapa Juki itu juga mengatakan, siapa pun yang mengubah lirik lagu 'Jogja Istimewa', membuat video dan menyebarkan video telah melanggar Undang-Undang (UU).


Menurut Ferdinand yang juga politikus Partai Demokrat itu, seharusnya Juki bisa memahami ibu-ibu yang tak sepenuhnya paham soal Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.

"Marilah kita jernih melihat. Mereka melakukan itu tidak merasa akan salah," ujarnya.

Di sisi lain, kata Ferdinand, para relawan Prabowo-Sandi yang merupakan 'emak-emak' itu terlihat menyukai lagu tersebut sehingga dipakai untuk memperlihatkan ekspresi politik di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

"Jadi tak perlu terlalu berlebihan dengan kalimat kasar seperti itu menanggapi perilaku para emak tersebut. Cukup ditegur dan diingatkan," kata Ferdinand.

(ugo)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2HaNJYf
January 15, 2019 at 11:27PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2HaNJYf
via IFTTT
Share:

Friday, January 11, 2019

Penulis 'Green Book' Minta Maaf Soal Kicauan Anti Muslim

Jakarta, CNN Indonesia -- Penulis film 'Green Book', Nick Vallelonga meminta maaf atas kontroversi kicauan lawasnya yang bernada anti Muslim yang kembali menyeruak dalam beberapa hari terakhir.

Vallelonga sendiri telah menghapus akun media sosialnya kala unggahan yang dibuat pada 2015 itu muncul ke permukaan dan menimbulkan kontroversi.

"Saya ingin minta maaf. Saya menghabiskan hidup saya mencoba membawa kisah tentang mengatasi perbedaan dan mencari persamaan ke layar lebar, dan saya amat meminta maaf kepada siapa pun yang berkaitan dengan Green Book," kata Vallelonga dalam pernyataannya.

"Saya terutama meminta maaf teramat dalam kepada yang cemerlang dan baik hati, Mahershala Ali, dan seluruh umat Muslim, atas sakit hati yang saya sebabkan," lanjutnya.


Vallelonga juga meminta maaf kepada mendiang ayahnya dan berjanji dirinya mendapatkan banyak pembelajaran. "Green Book adalah kisah tentang cinta, penerimaan, dan mengatasi hambatan. Dan saya akan melakukan yang lebih baik," katanya.

Participant Media, yang juga ikut memproduksi Green Book, turut angkat suara terkait kasus yang membelit Vallelonga.

"Kami menemukan unggahan Twitter Vallelonga menyinggung, berbahaya, dan bertentangan dengan nilai-nilai Participant Media. Kami menolaknya tanpa ragu," katanya, dikutip dari Entertainment Weekly.

Nick Vallelonga, salah satu penulis dan produser film 'Green Book' yang memenangkan piala Golden Globe Awards 2019 sebelumnya dikabarkan menghapus akun media sosialnya begitu kicauan lama yang bernada menyudutkan Muslim Amerika Serikat kembali muncul.

Kicauan yang disebut dibuat pada 2015 tersebut berisi kalimat dari dirinya yang menuding Muslim di New Jersey bersorak kala kejadian serangan terorisme 11 September 2001 silam.


"100 persen benar," kata Vallelonga pada 25 November 2015 membalas kicauan Donald Trump yang kala itu belum menjadi Presiden AS.

"Muslim di Jersey City bersorak ketika menara kembar runtuh. Saya melihatnya, sama seperti Anda, mungkin di berita lokal CBS News," lanjutnya.

Tudingan ini sendiri telah dibuktikan sebagai berita hoaks oleh sejumlah media, seperti The New York Times dan Washington Post.

Kicauan Vallelonga tersebut muncul kembali beberapa hari setelah Green Book meraih piala Golden Globe untuk penghargaan Best Actor in a Supporting Role in any Motion Picture lewat Mahershala Ali, Best Screenplay dan Best Motion Picture - Musical or Comedy.

(end)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RN9UIs
January 11, 2019 at 11:27PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2RN9UIs
via IFTTT
Share:

Son Ingin Kalahkan Man United sebelum Tinggalkan Tottenham

Jakarta, CNN Indonesia -- Penyerang Tottenham Hotspur Son Heung-min bertekad mengalahkan Manchester United sebelum meninggalkan The Lilywhites untuk tampil di Piala Asia 2019.

Son menjadi bagian dari skuat timnas Korea Selatan yang tampil di Piala Asia 2019 yang kini digelar di Uni Emirat Arab.

Hanya saja, pemain 26 tahun itu absen saat Taegeuk Warriors melakoni laga pertama di Grup C saat mengalahkan Filipina 1-0 pada Senin (7/1).

Dikutip dari Sky Sports, saat memperkuat timnas Korea Selatan di Piala Asia nanti Son akan absen dalam setidaknya dalam lima pertandingan Tottenham.

Pemanggilan Son dari timnas Korsel itu terjadi sejak lima bulan lalu saat negara tersebut meraih medali emas Asian Games 2018, yang membuat skuat mereka terbebas dari wajib militer.

Meski demikian kepergian Son ke timnas Korsel untuk Piala Asia 2019 ini mengalami penundaan karena harus melakoni laga penting melawan Man United di Stadion Wembley, Minggu (13/1) waktu setempat. Karena itu Son percaya memberikan kekalahan pertama bagi skuat Ole Gunnar Solskjaer bisa menjadi hadiah 'perpisahan' yang pas.

Son mengaku selalu bangga saat bermain untuk timnas Korea Selatan.Son mengaku selalu bangga saat bermain untuk timnas Korea Selatan. (REUTERS/Darren Whiteside)
"Itu tidak mudah bagi saya meninggalkan tim di momen penting saat ini," kata Son kepada Sky Sports.

"Saya merasa sangat sedih dan minta maaf, tetapi saya ingin memenangi pertandingan ini [lawan Man United] lalu pergi dengan percaya diri ke Dubai," Son menambahkan.

Bagi Son bermain untuk timnas selalu menjadi momen yang membanggakan. Akan tetapi ia merasa perpisahan kali ini akan sulit karena ia meninggalkan Tottenham selama satu bulan di masa-masa yang begitu penting.

Saat ini Tottenham masih menempati peringkat ketiga klasemen Liga Primer Inggris. Tim asuhan Mauricio Pochettino itu masih perlu berjuang dan bersaing dengan tim-tim seperti Man City, Chelsea, dan Arsenal untuk mendapatkan satu tempat di zona Liga Champions.

Bahkan, jika Son harus absen hingga pertengahan Februari mendatang, maka ia bisa melewatkan leg pertama babak 16 besar Liga Champions saat Tottenham melawan Borussia Dortmund. (sry/nva)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2H69U1V
January 11, 2019 at 11:27PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2H69U1V
via IFTTT
Share:

Thursday, January 10, 2019

KPU Kirim Bocoran Debat Pilpres ke Timses Hari Ini

Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap mengirim bocoran pertanyaan debat perdana pemilihan presiden (pilpres) 2019 terhadap kandidat capres cawapres meski sempat dihujani kritik.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi memastikan bocoran pertanyaan itu akan dikirim hari ini. 

"Pertanyaan yang sudah kami rapikan hari ini, seharusnya sudah kami sampaikan kepada tim sukses masing-masing. Saya rasa tidak ada alasan untuk menunda-nunda lebih dari hari ini," kata Pramono di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (10/1).

Pramono menyampaikan dua puluh pertanyaan tersebut sudah difinalkan siang ini. Finalisasi tersebut dilakukan bersama tim panelis dan juga moderator lewat rapat koordinasi.


Selain itu, ia memastikan pertanyaan ini hanya akan jadi pemantik debat. Sehingga membantah anggapan bocoran pertanyaan akan menghilangkan esensi debat.

"Daftar pertanyaan yang bukan sama sekali multiple choice dan juga bukan menuntut hafalan. Ini sama sekali bukan lomba pidato, tapi memang ingin menggali visi misi para pemimpin ke depan," ucap dia.

Pramono juga berujar pertanyaan yang dibuat tim panel dan KPU tidak akan memberikan contoh kasus. Namun ia mempersilakan bagi para kandidat untuk menggunakan contoh kasus dalam menjawab pertanyaan.

"Yang ingin kami gali adalah strategi, pandangan. Nanti silakan kalau masing-masing paslon capres-cawapres menggunakan contoh-contoh tertentu kami persilakan masing-masing," ujarnya.

KPU tetap putuskan kirim bocoran soal debat di pilpres 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Sebelumnya, KPU menuai polemik setelah memutuskan untuk memberi bocoran pertanyaan bagi para kandidat seminggu sebelum gelar dilakukan.

Mereka beralasan bocoran pertanyaan akan membuat persiapan lebih matang. Selain itu debat akan berbasis data dan fakta sehingga tak keluar dari substansi.

Namun keputusan itu menimbulkan kritik. Salah satunya berasal dari Anggota BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean.

"Anak SD saja mau ujian tidak dikasih soal dan dilarang bawa contekan. Masa capres-cawapres kalah sama anak SD?," ucap Ferdinand saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (5/1).


KPU akan menggelar debat Pilpres edisi perdana pada 17 Januari mendatang. Debat akan dimoderatori oleh presenter Ira Koesno dan Imam Priyono.

Rencananya, debat akan berlangsung di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan. Debat nanti mengusung tema soal penegakan hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. 

(dhf/DAL)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FjHdwQ
January 10, 2019 at 11:27PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2FjHdwQ
via IFTTT
Share: