Showing posts with label November 13. Show all posts
Showing posts with label November 13. Show all posts

Tuesday, November 12, 2019

Sindrom Musim Keempat Guardiola dan Inkonsistensi Man City

Jakarta, CNN Indonesia -- Laju Manchester City hingga pekan ke-12 Liga Inggris tak semulus musim-musim sebelumnya. Skuat asuhan Pep Guardiola itu sudah tiga kali tersandung karena masalah konsistensi.

Kekalahan paling anyar diderita Man City saat takluk 1-3 dari Liverpool di Stadion Anfield, akhir pekan lalu. Dominan menguasai bola, The Citizens tidak cukup tajam soal penyelesaian akhir.

Alhasil tiga gol bisa disarangkan Liverpool melalui Fabinho, Mohamed Salah, dan Sadio Mane. Sedangkan Man City hanya sanggup membalas satu gol melalui sumbangsih Bernardo Silva.

Kekalahan dari Liverpool jadi yang ketiga diderita Man City dari 12 pertandingan. Selain dari Liverpool, racikan Guardiola tak bertuah saat tim asal Manchester itu ditekuk Wolverhampton Wanderers 0-2 dan Norwich City 2-3.

Mitos Musim Keempat Guardiola dan Inkonsistensi Man CityManchester City berselisih sembilan poin dari puncak klasemen yang ditempati Manchester City. (AP Photo/Jon Super)
Rapor ini terbilang buruk untuk Man City jika mengacu torehan musim lalu. Di periode yang sama, Sergio Aguero dkk belum tersentuh kekalahan.

Hasil negatif baru dialami Man City saat Liga Inggris memasuki bulan Desember. Tiga kekalahan diderita sang juara bertahan Liga Inggris dari Chelsea, Crystal Palace, dan Leicester City.

Di musim tersebut, Man City mengakhiri musim dengan empat kali kalah. Pasukan Guardiola musim ini hanya berjarak satu kekalahan dari musim lalu dengan Liga Inggris yang masih berjalan hingga Mei 2020.

Seusai kekalahan dari Liverpool, media-media di Inggris ramai memberitakan rencana transfer klub milik Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyam. Bahkan Daily Mail melansir bahwa manajemen menyiapkan dana 100 juta Poundsterling agar Guardiola bisa belanja pemain baru.

Dana yang tergolong kecil itu bakal digunakan untuk mencari suksesor Vincent Kompany, pengganti David Silva yang akan pergi akhir musim nanti, dan penerus Sergio Aguero yang kian menua.

Problem terbesar Man City sebenarnya ada di lini belakang. Bek termahal Man City, Aymeric Laporte absen hingga awal tahun depan karena cedera lutut parah.

Mitos Musim Keempat Guardiola dan Inkonsistensi Man CityGuardiola menelan kekalahan ketiga bersama Man City di Liga Inggris musim ini. (AP Photo/Jon Super)
Cedera Laporte membuat Guardiola terpaksa menempatkan Fernandinho sebagai bek tengah darurat. Sedangkan di sektor bek kiri, Benjamin Mendy sulit bugar sepanjang musim.

Pilihan makin minim karena Oleksandr Zinchenko harus menepi karena cedera. Oleh karena itu, opsi paling rasional adalah menurunkan Angelino yang sebenarnya jadi pilihan kesekian di sektor tersebut.

Jika menengok ke belakang, inkonsistensi Man City musim ini masuk akal, terutama mengacu pada rekam jejak Guardiola di musim terakhirnya bersama Barcelona.

Sepanjang karier sebagai manajer, Guardiola baru menukangi empat tim yaitu Barcelona B, Barcelona, Bayern Munchen, dan Man City. Dari empat tersebut, hanya Barcelona B dan Munchen yang tidak dilatih pria asal Spanyol sampai musim keempat.

[Gambas:Video CNN]
Guardiola jadi pelatih Barcelona dari 2008 sampai 2012. Total 14 gelar diberikan manajer berusia 48 tahun untuk tim Catalonia.

Tiga musim pertama di Barcelona, Guardiola mencatat sukses besar. Tiga gelar Liga Spanyol dan dua gelar Liga Champions berhasil diberikan untuk Blaugrana.

Namun, tangan dingin Guardiola seperti tak lagi bertuah memasuki musim keempat. Di Liga Spanyol, Barcelona hanya finis kedua karena kalah bersaing dengan rival abadi, Real Madrid.

Di Liga Champions musim yang sama, langkah Barcelona terhenti di babak semifinal. Praktis satu-satunya trofi yang bisa diraih Guardiola pada musim terakhirnya bersama Barcelona hanya gelar Piala Raja.

Mengacu salah satu bagian dari buku yang ditulis oleh Marti Perarnau berjudul 'Pep Confindetial'' terungkap alasan Guardiola meninggalkan Barcelona tahun 2012.

Mitos Musim Keempat Guardiola dan Inkonsistensi Man City
"Pada hari saya melihat cahaya padam di mata para pemain, saya tahu ini waktunya untuk pergi". Kalimat yang mengindikasikan hilangnya rasa lapar gelar para pemain Barcelona.

Catatan buruk Guardiola di Barcelona itu berpotensi besar terulang di Man City musim ini. Setelah memenangi persaingan dengan Liverpool dalam perburuan Liga Inggris musim lalu, pasukan Guardiola justru terancam jadi pecundang.

Selain Liverpool begitu konsisten di awal musim ini, Man City hanya menempati posisi keempat Liga Inggris. Rival sekota Manchester United itu berada di bawah Chelsea dan Leicester City serta terpaut sembilan poin dari Liverpool.

Liga Inggris musim ini memang masih panjang namun Man City dituntut bekerja lebih keras untuk mengikis jarak poin sembari berharap Liverpool kehilangan poin di momen krusial seperti musim lalu. Tetapi jika akhirnya hal itu tidak bisa dilakukan, kutukan musim keempat sepertinya memang belum lepas dari Guardiola.

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2q724NN
November 13, 2019 at 02:04PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2q724NN
via IFTTT
Share:

Saturday, November 17, 2018

Tips William Wongso untuk Mengolah Cumi Agar Tak Alot

Jakarta, CNN Indonesia -- Cumi adalah salah satu bahan makanan yang punya rasa gurih yang nikmat.

Tak cuma punya rasa yang enak, cumi juga bisa dimasak menjadi berbagai hidangan lezat. Namun hati-hati, mengolah cumi ternyata ada triknya sendiri.

"Mengolah cumi itu ada triknya, tapi yang pasti jangan dimasak terlalu lama karena nanti bisa alot," kata pakar kuliner William Wongso saat acara charity cooking untuk Palu di Jakarta beberapa waktu lalu.


"Saat masak cumi, pastikan rebus cumi dalam air yang sudah mendidih."

William mengungkapkan, cumi yang direbus dalam air mendidih akan membuat cumi akan matang sempurna.


Merebus cumi dalam air yang belum mendidih akan membuat cumi akhirnya harus direbus lebih lama. Ini akan membuat cumi ini direbus lebih lama dan akhirnya menjadi alot.

"Selain itu, pastikan cumi sudah dibersihkan agar rasanya tidak amis." </span>

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2PwKf6e
November 13, 2018 at 03:55AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2PwKf6e
via IFTTT
Share:

Wednesday, November 14, 2018

5 Sikap Pengendara Motor Sebelum 'Hujan-hujanan'

Jakarta, CNN Indonesia -- Memasuki musim hujan, banyak pengendara motor tetap memaksakan diri berkendara demi sampai tujuan.

Untuk diingat, sebelum pengendara motor memulai menerobos hujan, ada baiknya persiapkan diri dan motor dalam kondisi baik. Musim hujan memang bukan sebuah halangan untuk beraktivitas, namun ada lima poin penting yang harus dilakukan pengendara motor agar tetap nyaman dan aman di tengah hujan.

Berikut rangkuman CNNIndonesia.com.

1. Gunakan jas hujan

Jas hujan bisa melindungi badan pengendara motor dari kontak langsung dengan air hujan. Terhindarnya kontak dengan air hujan memungkinkan pengendara untuk tetap hangat serta mengurangi kemungkinan menderita sakit.

Hindari penggunaan jas hujan ponco, karena model ponco yang memanjang hingga kaki memungkinkan bahan jas akan tersangkut di komponen bergerak kendaraan seperti rantai atau jari-jari motor. Sebagai gantinya, pakai jas hujan setelan yang terdiri dari dua bagian, yaitu dua celana dan baju.

2. Pakai sepatu

Tutupi kedua kaki dengan sepatu. Sepatu menjadi alternatif yang lebih baik untuk mengalasi telapak kaki di musim hujan. Selain dapat melindungi telapak kaki secara menyeluruh dari air hujan, dan benda tajam lain, sepatu juga lebih baik mencengkeram jalan yang basah oleh air hujan.

Pengendara motor disarankan untuk selalu membawa sepatu bot yang bisa melapisi hingga bawah lutut selama musim hujan.

3. Periksa kondisi ban

Pada musim hujan, ban perlu mendapat perhatian lebih karena perannya menjaga cengkeraman roda di jalan yang licin. Telapak ban yang sudah 'botak' menyebabkan daya cengkeram ban berkurang. Kondisi ban seperti ini potensi menimbulkan kecelakaan.

Pastikan kondisi telapak ban dalam kondisi baik. Segera ganti ban bila telapaknya sudah menepis dan tak lagi layak pakai.

4. Jaga kecepatan

Menjaga kecepatan di jalan raya dalam kondisi hujan adalah wajib. Sebab air hujan menyebabkan jalan menjadi licin. Masalah lainnya adalah sistem rem jadi tidak maksimal potensi motor sulit dikendalikan.

Hindari juga gerakan secara ekstrem ataupun berbelok secara mendadak untuk menghindari kecelakaan tunggal dan kecelakaan pengguna jalan lain.

5. Jangan rem mendadak

Sama seperti di alasan-alasan sebelumnya, kondisi jalan licin membuat aksi yang dilakukan secara mendadak jadi lebih berbahaya seperti rem mendadak.

Untuk menghindari rem mendadak, baiknya kita menjaga kecepatan di batas aman saat berkendara di tengah hujan. Jaga jarak dengan kendaraan di depan, dan perhatikan keadaan sekitar dengan lebih seksama.

(mik/mik)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2DpeHIu
November 13, 2018 at 12:45AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2DpeHIu
via IFTTT
Share: