Showing posts with label 2018 at 07:20PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 07:20PM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

Hari Terakhir Pemutihan Pajak, Samsat Buka Sampai Malam

Jakarta, CNN Indonesia -- Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Polda Metro Jaya memberikan pelayanan pajak kendaraan bermotor hingga malam hari. Hal ini menyiasati tingginya semangat warga mengikuti program penghapusan denda administrasi pajak atau pemutihan pajak kendaraan bermotor yang berakhir hari ini.

Kepala Seksi STNK Subdirektorat Registrasi dan Identifikasi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Arif Fazlurrahman mengatakan animo masyarakat atas kebijakan Pemprov DKI Jakarta terkait pembebasan sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor maupun balik nama kendaraan bermotor cukup tinggi.

Di sisi lain, kebijakan tersebut akan berakhir pada hari ini, 31 Desember 2018. Karena itu, pihaknya memberikan pelayanan khusus hingga malam hari.

"Memberikan pelayanan khusus pada tanggal 31 ini menjelang hari pergantian tahun, tahun baru. Bahwa seluruh pelayanan khususnya Samsat DKI melakukan pelayanan sampai pukul 21.00 WIB," ujar Arif Fazlurrahman, di Polda Metro Jaya, Gatot Subroto, Jakarta, Senin.

Ia berharap seluruh masyarakat warga DKI Jakarta yang memiliki persoalan dengan pajak kendaraannya dapat memanfaatkan program tersebut.

Hari Terakhir Pemutihan Pajak, SAMSAT Buka Sampai MalamFoto: CNN Indonesia/Fajrian
"Sampai dengan nanti malam kami akan bantu proses," kata dia.

Ia menyampaikan pengurusan pajak kendaraan motor juga bisa dilakukan di sejumlah gerai yang tersebar di mall dan pusat perbelanjaan di Ibu Kota.

Hingga saat ini, kata Arif, sudah ada sekitar sembilan gerai, seperti di Blok M Square dan Mall Artha Gading. Untuk info terkait samsat keliling ada bisa dicek melalui sms 8893.

Namun, lanjut Arif, wajib pajak yang telah menunggak pajak kendaraan lebih dari satu tahun harus datang ke kantor Samsat utama untuk pelayanan administrasinya.

"Jadi cek dulu berapa lama jatuh temponya, jika lebih dari satu tahun maka harus ke samsat induk," kata dia.

(FHR/arh)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2F0PyVO
December 31, 2018 at 07:20PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2F0PyVO
via IFTTT
Share:

Monday, December 24, 2018

Malaysia Klaim TNI Akui Keliru Sandera Warga Sarawak

Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri Malaysia mengklaim mereka sudah menerima permintaan maaf dari TNI, terkait insiden penyanderaan lima warga Negeri Jiran di perbatasan Sarawak. Mereka menyatakan TNI berjanji kejadian pada 11 Desember itu tidak terulang.

"Indonesia mengakui kesalahan mereka dan menyatakan hal itu tidak akan terulang," kata Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia, Marzuki Yahya, seperti dilansir Strait Times, Selasa (25/12).

Yahya menyatakan Kemenlu Malaysia sudah menyampaikan keberatan kepada Markas Besar TNI, sekaligus menyampaikan nota diplomatik. Dua anggota TNI diduga menerobos perbatasan Indonesia-Malaysia di Sarawak, dan menculik lima warga setempat pada 11 Desember. Penyebabnya adalah mereka menganggap warga Negeri Jiran itu mencuri kayu di wilayah Indonesia.

"Kami mengambil langkah tegas dengan mengirim nota protes terkait kejadian itu," kata Yahya.

Kelima warga Sarawak yang dilaporkan berusia antara 15 hingga 64 tahun itu diduga diculik ketika sedang memanen kayu di Hutan Wong Rangkai, dekat Kampung Danau Melikin, sekitar 500 meter dari perbatasan dengan Indonesia.

Dua anggota TNI itu dikabarkan membawa lima warga Sarawak ke dalam sebuah kendaraan bak terbuka Toyota Hilux, dan ditodong dengan senapan serbu Pindad SS-1, yang merupakan senjata standar TNI. Para anggota TNI itu disebut turut menghajar sejumlah warga Malaysia tersebut dan meminta uang tebusan.

Para sandera mengaku selama perjalanan anggota TNI sempat melepaskan dua kali tembakan. Mereka dibawa ke pos perbatasan TNI di Sungai Enteli.

Dari lima warga Malaysia yang disandera, dua di antaranya dibebaskan terlebih dulu sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Personel TNI tersebut dikabarkan memerintahkan dua warga Malaysia yang dibebaskan untuk memberi tahu keluarga lainnya untuk membayar uang tebusan sebesar RM10 ribu atau setara Rp34,8 juta.

Para anggota TNI itu juga meminta para sandera yang dilepas untuk tidak memberi tahu tentara Malaysia di Kamp Balai Ringin atau otoritas lainnya terkait penahanan mereka. Personel TNI itu disebut mengancam akan membunuh sisa sandera mereka jika aparat Malaysia sampai mengetahui peristiwa tersebut.

Karena khawatir, kedua warga Malaysia itu memilih mengadu ke pos tentara terdekat. Alhasil, pihak Negeri Jiran mengutus komandan Brigade Infantri Ketiga yang berada di Kamp Penrissen, Kuching untuk berunding.

Waktu perundingan pembebasan ketiga warga Malaysia itu berlangsung pada 14 Desember lalu pada pukul 14.00 waktu setempat. Kedua belah pihak tidak membawa senjata selama perundingan, dan seluruh warga sipil yang ditahan dibebaskan.

Hingga berita ini dibuat, CNNIndonesia.com sudah mencoba mengontak Kementerian Luar Negeri RI dan Pusat Penerangan TNI tetapi mereka belum memberikan klarifikasi. (ayp/ayp)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Skwm8D
December 25, 2018 at 07:20PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2Skwm8D
via IFTTT
Share: