Showing posts with label 2018 at 08:45PM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 08:45PM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

Polisi Akan Alihkan Arus di Tol Pasteur Saat Malam Tahun Baru

Bandung, CNN Indonesia -- Polrestabes Bandung menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas di gerbang Tol Pasteur apabila terjadi antrean panjang kendaraan yang masuk ke Kota Bandung, Jawa Barat menjelang malam pergantian tahun.

"Khususnya akan keluar ke arah Bandung, kami lakukan penyekatan di dalam tol dan diarahkan ke gerbang tol lainnya seperti Pasirkoja, Buah Batu, dan lain-lain supaya rata keluarnya enggak ada antrean di satu titik," ujar Kasatlantas Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Agung Reza seperti dikutip dari Antara Senin (31/12).

Polisi melalui patroli jalan raya (PJR) akan berkoordinasi dengan pihak tol terkait untuk kemungkinan pengalihan arus apabila terjadi antrean di dalam tol. Apalagi Pasteur sering menjadi titik kemacetan.

Pada malam tahun baru, biasanya kepadatan disebabkan karena ada titik kumpul di atas flyover yang akhirnya berimbas ke Pasteur maupun Dago. Sebab, warga sering berkumpul di tugu flyover Pasopati.

"Kalau mulai dari Pasteur sampai di Gasibu enggak terlalu ramai. Biasanya masyarakat kumpul di flyover itu pas tugu," ucap Agung.

Petugas juga telah menyiapkan dua peleton tim untuk menghalau massa agar tidak berkumpul di atas jembatan layang. Polisi akan dibantu Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan TNI, untuk mobilisasi massa dari ujung flyover arah timur ke barat maupun sebaliknya.

"Makanya lakukan pagar betis untuk penghalauan sehingga tidak ada kendaraan berhenti di atas flyover," kata dia.

Selain jembatan layang Pasopati, polisi juga akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di area-area yang menjadi simpul kemacetan pada malam tahun baru.

Agung mengatakan rekayasa lalu lintas kendaraan antara lain akan dilakukan di area-area yang biasa menjadi pusat kumpul warga pada malam pergantian tahun seperti di Dago, Gasibu, Alun-alun Asia Afrika, Alun-alun Ujungberung, dan Flyover Pasopati.

"Pengalihan arus yang dilakukan pertama di depan Gedung Sate, dari arah Jalan Supratman kita alihkan ke arah Sentot, dari arah Dukomsel kita alihkan ke Cilamaya. Termasuk Asia Afrika akan lakukan penutupan saat kondisi masyarakat membludak di badan jalan," kata dia. (Antara/dea)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2BSUUym
December 31, 2018 at 08:45PM from CNN Indonesia http://bit.ly/2BSUUym
via IFTTT
Share:

Saturday, November 17, 2018

Yenny Wahid: Perda Diskriminatif Tak Boleh Ada di Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Putri Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid menolak peraturan daerah yang berpotensi mendiskriminasi kelompok masyarakat minoritas di Indonesia.

"Soal perda yang punya potensi untuk mendiskriminasi kelompok masyarakat tertentu, terutama kelompok minoritas, tentunya tidak boleh ada di Indonesia," kata Yenny seperti dikutip Antara di Jakarta, Minggu.

Pernyataan itu disampaikan Yenny menanggapi wacana penerapan perda berlandaskan agama. Usulan perda tersebut menuai polemik karena dianggap mendiskriminasi golongan di luar kelompok yang dipayungi aturan daerah.


Yenny yang juga merupakan mantan Direktur Eksekutif Wahid Foundation mengatakan organisasi yang pernah dipimpinnya sejak awal berpandangan bahwa aturan hukum yang ada di Indonesia harus bersentuhan dengan kepentingan masyarakat secara luas. Aturan tidak boleh hanya mengatur satu kepentingan.

"Dari dulu sikap Wahid foundation sudah jelas, kita selalu menginginkan agar yang namanya semua peraturan tidak punya potensi untuk mendiskriminasi warga lain. Perda yang punya potensi memecah-belah tidak perlu ada di Indonesia," ujar Yenny, menegaskan.

Perdebatan soal perda berlandaskan agama turut menyeret protes publik terhadap Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie. Dia dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan dugaan penistaan agama atas pernyataan menolak Perda Syariah.

Grace Natalie dilaporkan ke Bareskrim buntut polemik perda syariah. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Tokoh muda Nahdlatul Ulama Akhmad Sahal menilai penolakan terhadap perda berbasis agama tertentu bukan merupakan penistaan terhadap agama.

"Menurut saya konyol atas anggapan bahwa menolak Perda Agama sebagai penistaan terhadap agama," kata Sahal.

Sahal mengatakan perda berbasis agama, misalnya, perda syariah, atau perda injil, merupakan sebuah peraturan daerah yang disusun antara parlemen daerah dengan pemda, bukan hukum agama.

Penolakan terhadap perda berbasis agama, menurut dia, tidak hanya dilakukan PSI, namun juga tokoh Islam terkemuka seperti KH Hasyim Muzadi kala menjabat Ketua PBNU, serta Buya Syafii Ma'arif.

"Cek saja berita tahun 2006 ketika Kiai Hasyim getol sekali menolak Perda Syariah. Alasannya di antaranya karena menolak formalisasi hukum Islam dalam bentuk hukum positif yang dinilai tidak cocok untuk Indonesia yang berbhinneka," jelasnya.


Dia mempertanyakan apakah pelapor Grace Natalie juga ingin menuding Hasyim Muzadi dan Buya Syafii sebagai seorang penista agama.

Sahal memandang penolakan Grace Natalie atas perda syariah dan perda injil adalah penolakan terhadap kandungan isi perda yang dinilai bersifat diskriminatif, bukan terhadap hukum agamanya.

"Jadi penolakan PSI itu tidak ada urusannya terhadap penistaan agama. Itu dipelintir dan mengada-ada," ucapnya. (gil)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OQtfTt
November 18, 2018 at 08:45PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2OQtfTt
via IFTTT
Share:

Friday, November 16, 2018

Kala Kopi, Kue, dan Roti Bersatu dalam Kelezatan

Jakarta, CNN Indonesia -- Budaya kopi tengah naik daun dan jadi sensasi di kalangan warga ibu kota. Tak pelak, fenomena ini ditangkap sebagai peluang bisnis oleh berbagai pihak, termasuk pasangan suami istri Dawn Wee dan Damien Koh. Dua pengusaha yang telah sembilan tahun menghidupi usaha kafe Joe & Dough di Singapura ini akhirnya 'go international' dengan membuka gerainya di Jakarta, Indonesia.

'Joe', dalam bahasa Inggris, merujuk pada sebutan secangkir kopi atau 'a cup of joe'. Sedangkan 'dough' mengacu pada sajian roti dan kue yang jadi kawan minum kopi.

"Ini jadi cara Anda mendapatkan kopi yang enak dan roti berkualitas dalam satu tempat. Anda bisa mengistirahatkan kaki yang lelah setelah jalan-jalan, bisa rileks," ujar Wee saat ditemui di Joe & Dough, Plaza Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.


Kopi bukan barang baru di Jakarta. Mau tak mau mereka kudu berhadapan dengan kafe atau kedai kopi yang hadir lebih dulu dengan ragam inovasi demi menarik pelanggan.

Untuk mendapatkan cita rasa kopi yang diinginkan, Koh menggunakan biji-biji kopi asli Indonesia. Untuk houseblend coffee, Koh meracik tiga jenis biji kopi dari Sumatera, Jawa Barat, dan Toraja.

Konsep yang satu ini agak berbeda dengan kafe-kafe yang telah dimilikinya di Singapura. Di sana dia menggunakan biji-biji kopi dari Etiopia, Kolumbia, serta negara-negara penghasil kopi lain.

"Saya ingin rasa yang nutty, dark chocolate dan sedikit fruity," kata Koh.

Sajian menu JD Cookie Cup di Joe & Dough, Plaza Indonesia, Jakarta.Sajian menu JD Cookie Cup di Joe & Dough, Plaza Indonesia, Jakarta. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)

Jika ingin mencicipi kopi yang unik, pengunjung bisa mencoba menu JD Cookie Cup. Menu ini merupakan kopi yang disajikan dalam cangkir yang terbuat dari kukis atau sejenis roti yang cukup keras. Kopi disajikan dalam satu nampan mini bersama marshmallow panggang.

Kopi memiliki rasa dominan pahit. Anda bisa mengimbanginya dengan marshmallow yang manis. Namun, tunggu dulu. Saat bibir bersentuhan dengan cangkir, rasa manis cokelat leleh yang melapisi cangkir akan membuat rasa kopi semakin kaya. Sebagai saran, Anda tak perlu memesan kudapan lain karena cangkir ini bisa disantap dan cukup membuat kenyang sebab teksturnya yang padat.

Jika ingin mencicip menu utama, Joe & Dough memiliki menu andalan berupa Short Ribs Mac and Triple Cheese. Keistimewaan menu ini terletak pada daging iga sapi. Menggunakan teknik slow cooked selama 24 jam, daging terasa empuk saat digigit. Rasa manis gurih daging bertemu dengan rasa asin gurih campuran pasta, keju mozarela, cheddar, dan parmesan.

Sajian menu Short Ribs Mac and Triple Cheese di Joe & Dough, Plaza Indonesia, Jakarta.Sajian menu Short Ribs Mac and Triple Cheese di Joe & Dough, Plaza Indonesia, Jakarta. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)

Untuk sajian serba 'bakery', Wee dan Koh menerjemahkan 'dough' dalam beragam roti antara lain Butter Croissant, Apple Pie Cruffin, Custard Brionut, Gula Melaka Pandan, Blueberry Yoghurt Tart, dan The Ultimate Chocolate Cake. Saya merekomendasikan Anda untuk mencicip menu-menu cruffin.

Cruffin merupakan perkawinan antara croissant dan muffin. Bentukan menu ini serupa muffin, tetapi saat digigit, ia terasa renyah bak croissant dan kelembutan layaknya muffin.

Sajian menu Gula Melaka Pandan di Joe & Dough, Plaza Indonesia, Jakarta.Sajian menu Gula Melaka Pandan di Joe & Dough, Plaza Indonesia, Jakarta. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)

Sementara untuk cake, Anda perlu mencoba Gula Melaka Pandan. Cake yang satu ini diciptakan empat tahun lalu bersamaan dengan Singapore National Day. "Kami bingung mau buat apa, karena kami, kan, menjajakan kue-kue bergaya Western. Lalu, tercetus ide membuat kue tapi dengan bahan lokal," jelas Wee.

Dari penampakannya, kue yang menjadi best seller ini agak mirip dengan kue lapis bercita rasa pandan. Namun, ia memiliki lapisan gula dan sedikit parutan kelapa. Cake memiliki rasa dominan manis dan sedikit gurih.

Berani 'twist' dengan penganan lokal

Memasuki pasar Indonesia, Wee dan Koh pun memadukan penganan lokal yang diolah ala Barat. Tengok saja pilihan menu Emping Nachos.

Emping atau keripik dari buah melinjo disajikan bersama lelehan keju, buah zaitun, jagung panggang, bawang bombay, dan dua jenis saus yang bisa dipilih antara saus tartar dan saus salsa.


"Kami melakukan twist dengan emping. Kami menggunakan bahan biasa, tapi disajikan dengan cara yang berbeda sehingga membuatnya lebih istimewa," ujar Wee.

Di samping sajian, langkah berani juga diambil dalam hal desain kafe. Pengambilan langkah berani ini diambil Koh lantaran adanya perbedaan antara penikmat kopi di Singapura dan Indonesia.

Waktu yang berjalan serba cepat di Singapura membuat budaya 'take-away' sangat menonjol. "Kopi adalah keharusan untuk membuat mereka tetap melek," ujar Koh.

Berbeda dengan Indonesia, di mana budaya kopi identik dengan kebiasaan nongkrong di kedai yang nyaman. "Di sini (Indonesia), kami sangat berusaha membuat tempat senyaman mungkin dan orang bisa menikmati kopi mereka," tambah Koh.

Kafe yang terletak di lantai 2 Plaza Indonesia ini menghadirkan interior yang homey. Ada pula jendela besar yang memanjakan pengunjung dengan karya mural dari Muralcon.

Menikmati roti dengan pemandangan karya seni mural dari Muralcon di Joe & Dough, Plaza Indonesia, Jakarta.Menikmati roti dengan pemandangan karya seni mural dari Muralcon di Joe & Dough, Plaza Indonesia, Jakarta. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)

Meski berlokasi di sebuah mal prestisius ibu kota, Joe & Dough hadir dengan daftar harga yang cukup ramah. Setidaknya ramah untuk ukuran kebanyakan kafe yang ada di mal elite itu.

Menu andalan JD Cookie Cup dibanderol dengan harga Rp55 ribu. Sedangkan pilihan minuman lain, termasuk kopi, teh, jud, mocktail, dapat diperoleh dengan kisaran harga Rp28 ribu hingga Rp55 ribu.

Keramahan harga juga bisa dilihat dari aneka roti yang dibanderol pada kisaran Rp25 ribu hingga Rp55 ribu. Sementara aneka kue dijual dengan kisaran harga Rp48 ribu hingga Rp65 ribu.

Menu-menu mengenyangkan pun tak lantas membuat kantong kering. Perut bisa kenyang dengan sajian menu berat yang dibanderol mulai dari Rp40 ribu hingga Rp180 ribu.

"Harga kami usahakan reasonable. Kalau pun mahal, itu artinya kami menggunakan bahan berkualitas," ujar Koh.

** Semua harga di atas belum termasuk pajak restoran. (els/asr)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2OLMY6P
November 16, 2018 at 08:45PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2OLMY6P
via IFTTT
Share: