Showing posts with label 2018 at 01:21AM. Show all posts
Showing posts with label 2018 at 01:21AM. Show all posts

Sunday, December 30, 2018

Menjaga Renjana Musisi di Taman Kota

Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu cara bertahan untuk menjaga kewarasan di tengah belantara beton dan kabut polusi, adalah memanfaatkan ruang publik untuk kegiatan rekreatif, edukatif, dan kreatif. Hal itulah yang dilakukan Agustinus Esti Sugen Dwiharso selama lebih dari 11 tahun.

Sebagai pemusik, guru, dan tentunya warga negara Indonesia, pria yang akrab disapa Ages ini mengaku prihatin melihat anak-anak nusantara yang kian melupakan kebudayaan Indonesia, termasuk lagu-lagu nasional dan daerah.

"Ketika mendengar banyak kabar bahwa lagu daerah kita diambil negara orang, saya merasa perlu melakukan sesuatu. Namun untuk melestarikan budaya, masyarakat harus mengenal dekat budayanya sendiri terlebih dahulu," ujar Ages ketika dihubungi melalui sambungan telepon oleh CNNIndonesia.com, pekan kemarin.

Bemodal nekad dan ambisi melestarikan budaya Indonesia, Ages akhirnya mendirikan Taman Suropati Chamber pada tahun 2007.

Taman Suropati Chamber merupakan komunitas bermusik di Taman Suropati, Jakarta, di mana anggota dapat berlatih bersama dan belajar bermain alat musik gesek bersama Ages dan kawan pengajar lainnya.

Berdirinya komunitas tersebut diawali dari kegiatan workshop musik keroncong yang disambangi Ages di Belanda.

Kala itu, ia melihat teman-teman pemusik di Belanda sedang berlatih musik di tengah taman kota.

"Tapi mereka bukan komunitas yang memang rutin berlatih di taman. Saat itu memang lagi latihan saja di taman," tuturnya.

Berpulang dari Belanda, ia terinspirasi untuk melakukan hal serupa dengan mengajak kawan sesama pemusik berlatih bersama di Taman Suropati, Jakarta.

"Dengan berlatih di ruang publik, kami seperti memberi wadah rekreasi bagi pengunjung. Sambil berolahraga di taman, pengunjung dapat menyaksikan kami bermain," kata Ages.

Awalnya, kegiatan yang dilakukan hanya sebatas latihan sesama pemusik saja. Lagu-lagu yang dimainkan adalah lagu nasional dan daerah.

Tak lama berlatih di taman, kegiatan inovatif tersebut kian disambut antusiasme tinggi masyarakat setempat.

Sampai saat ini, Taman Suropati Chamber telah diikuti 75 anggota dengan kemampuan musik yang beragam

"Semua orang boleh ikut serta, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Bisa langsung bawa alat musiknya ke Taman Suropati," tuturnya.

[Gambas:Instagram]

Kegiatan berlatih dilakukan setiap hari Minggu mulai pukul 10.30 WIB.

Dengan biaya sebesar Rp200 ribu per bulan, anggota dapat belajar memainkan alat musik gesek dari tingkat awal hingga profesional.

Kelas dibagi menjadi empat kelompok, yakni bibit, akar, batang, dan dahan.

Selain memperoleh kesempatan belajar bermusik, anggota juga diberikan wadah untuk memamerkan kebolehannya melalui konser yang biasa digelar setiap tahun di berbagai lokasi.

"Biasanya kami menggelar konser di Gedung Kesenian Jakarta. Namun, tanggal 28 Oktober kemarin kami memilih konser di Taman Suropati sambil galang dana untuk korban bencana di Palu," ucap Ages.

Taman Suropati Chamber merupakan komunitas musik taman pertama di dunia. Gelar tersebut dinobatkan secara resmi oleh Museum Rekor Dunia Indonesia di tahun 2009.

Pada tahun 2008 lalu, Taman Suropati Chamber juga sempat 'berlaga' di Istana Negara.

"Banyak anggota kami yang sekarang sudah melanjutkan sekolah musik atau bahkan bekerja sebagai guru musik. Guru di Taman Suropati Chamber bahkan ada yang dulunya murid di sini," ungkap Ages.

Bersamaan dengan rekor yang diberikan kepada Taman Suropati Chamber, Ages memperoleh kesempatan studi banding ke Amerika Serikat dengan beasiswa Internasional Visitor Leadership Program (ILVP).

Melalui beasiswa tersebut, Ages berkunjung ke New Orleans, salah satu kota di Amerika Serikat yang terkenal akan komunitas musisi jalanan.

"Pemusik jalanan di New Orleans dapat bermain musik di tepi jalan dan memperoleh penghasilan dari talentanya," tutur Ages.

"Melihat beberapa lokasi di Jakarta, sebenarnya kita bisa seperti itu. Jika dipelihara dengan baik dan didukung sistem yang memadai, lokasi seperti Pasar Baru dan Kota Tua bisa dijadikan ladang bagi musisi jalanan yang berbakat."

(fey/agr)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GLdwpL
December 31, 2018 at 01:21AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2GLdwpL
via IFTTT
Share:

Thursday, December 20, 2018

Toyota Kukuh Avanza Tidak Ikut Gaya Xpander

Jakarta, CNN Indonesia -- Toyota Indonesia masih mengunci informasi penting seputar Avanza model terbaru yang diduga bakal meluncur pada Januari 2019. Toyota Astra Motor (TAM) hanya bisa menyampaikan janji bakal memberi "kejutan" melalui Avanza.

Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto, pemimpin pengembangan produk-produk Toyota produksi Indonesia, belum mau membeberkan detail terkait desain ataupun harga Avanza baru. Meski begitu dia mau memastikan beberapa pakem pada Avanza tidak akan berubah.

Salah satu pakem itu adalah sistem gerak roda belakang Avanza yang bakal terus dipertahankan. Menurut Soerjopranoto hal itu adalah ciri khas dan kebutuhan pengguna kendaraan MPV di Indonesia.

"Studi kami mengatakan penggerak roda belakang merupakan ciri khas mobil MPV di Indonesia," kata Soerjopranoto saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dari studi Toyota itu disebut MPV di Indonesia digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya mengangkut beban berat, serta melalui kontur jalan banyak menanjak. Sebab itu biar mobil tidak payah saat dikemudikan, penggerak roda belakang dianggap solusinya.

"Karakteristik kami pakai mobil untuk mudik, komersil, bawa barang, penumpang penuh, di tanjakan dia pasti bisa naik. Karena penggerak roda belakang," Soerjopranoto.

"Jadi kalau saya ditanya, Avanza keluar yang baru kami masih tetap bertahan dengan roda penggerak belakang. Sebab ya studi kami berbicara seperti itu," katanya lagi.

Tolak "Avanza SUV"

Selain sistem gerak, pakem lain yang tidak akan diubah adalah desain MPV. Disebutkan Soerjopranoto desain terbaru Avanza tidak menjurus ke gaya SUV.

MPV dengan gaya SUV di Indonesia dipopulerkan oleh Mitsubishi Delica kemudian disusul Xpander yang penjualan per bulannya pada tahun ini pernah mengalahkan Avanza. Beda dari Avanza, Xpander merupakan MPV berpenggerak roda depan dan didesain bergaya SUV.

Avanza juga pernah didesain seperti SUV. Hal itu dilakukan Toyota di Malaysia menggunakan Avanza yang diproduksi di Indonesia untuk dijual lokal. Meski begitu ubahannya hanya seputar kosmetik.

Dikatakan ada survei yang sudah dilakukan terkait desain "Avanza SUV". Hasilnya, konsumen Toyota di Indonesia tidak menyetujui Avanza berkarakter SUV.

Mengubah Avanza menjadi SUV kemungkinan tidak akan pernah dilakukan Toyota dalam jangka waktu dekat karena berpotensi bergesekan dengan SUV yang dirancang dari basis Avanza, yaitu Rush.

"Jadi kalau kami survei Avanza Malaysia, konsumen (Indonesia) tidak suka yang namanya Avanza ditempelin SUV. Orang tidak mau. Jadi kalau sudah kami survei begitu, ya tidak mungkin," ujar Soerjopranoto. (ryh/fea)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Bv4QOw
December 21, 2018 at 01:21AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2Bv4QOw
via IFTTT
Share:

Friday, December 14, 2018

Transaksi Saham Freeport Tunggu Izin Pakai Kawasan Hutan

Jakarta, CNN Indonesia -- PT Freeport Indonesia menyatakan penyelesaian transaksi divestasi saham dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) tinggal menunggu dokumen perizinan lingkungan rampung, tepatnya izin kawasan hutan.

Direktur Eksekutif Freeport Indonesia Tony Wenas mengungkapkan Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) telah rampung. Namun, perusahaan masih menunggu terbitnya Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Mudah-mudahan cepat selesai," ujar Tony di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (14/12).


Sebagai pengingat, dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP-BPK) atas Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu Penerapan Kontrak Karya Freeport Indonesia Tahun Anggaran 2013-2015, Freeport belum mengantongi IPPKH untuk penggunaan kawasan hutan lindung dalam kegiatan operasional seluas minimal 4.535,93 hektare (ha). Padahal, hal itu bertentangan dengan Undang-undang Kehutanan Nomor 41 Tahun 1999 Jo UU Nomor 19 Tahun 2014.

Adapun, seluruh dokumen administrasi terkait pelaporan persaingan usaha (anti-trust filling) Freeport di sejumlah negara telah rampung di antaranya China, Filipina, Jepang, Korea Selatan.

Setelah seluruh dokumen administrasi rampung, Inalum akan membayar transaksi senilai US$3,85 miliar. Dana pembayaran tersebut berasal dari penerbitan surat utang global senilai US$4 miliar beberapa waktu lalu.


Secara terpisah, Direktur Jendera Mineral dan Batu bara Bambang Gatot Ariyono mengungkapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah merampungkan draf Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Operasi Produksi (OP) yang berlaku 2x10 tahun. Namun, IUPK tersebut baru akan diteken oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan setelah transaksi divestasi rampung.

"Saya selalu bilang, (IUPK terbit) tunggu divestasi selesai," ujar Bambang. (sfr/lav)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qy0bpw
December 15, 2018 at 01:21AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2Qy0bpw
via IFTTT
Share:

Thursday, December 13, 2018

KPK Tahan Bupati Cianjur untuk 20 Hari ke Depan

Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar untuk 20 hari ke depan pascapenangkapan dan pemeriksaan terhadapnya terkait korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan terdapat dua orang lainnya yang akan menjalani masa tahanan untuk 20 hari ke depan, yakni Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi dan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rosidin.

"Tiga tersangka yang telah melewati proses pemeriksaan, dilakukan penahanan selama 20 hari," ujar Febri dalam keterangan tertulis, Kamis (13/12).

Irvan akan menjalani masa tahanan di Rutan Cabang KPK yang terletak di belakang Gedung KPK, Kavling K-4. Dalam kasusnya, Irvan diduga memotong DAK Pendidikan sebesar 14,5 persen dari total Rp46,8 miliar.

Cecep ditahan di Rutan Cabang KPK Kavling C-1. Sedangkan Rosidin ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Selain ketiga orang tersebut, KPK juga telah menetapkan kakak ipar Irvan, Tubagus Cepy Sethiady sebagai tersangka. Cepy juga telah menyerahkan diri ke KPK siang tadi.

Keempat tersangka tersebut dijerat Pasal 12 huruf f atau Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 B Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(arh)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2rxyaPI
December 14, 2018 at 01:21AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2rxyaPI
via IFTTT
Share:

Monday, December 10, 2018

Tuesday, December 4, 2018

Keras Melawan Narkoba, Duterte Malah Bergurau Soal Ganja

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte melontarkan gurauan kerap menggunakan ganja untuk tetap terjaga dan melakukan aktivitas kenegaraan yang padat. Padahal, kebijakan perang narkoba berdarahnya merenggut banyak nyawa warganya karena praktik ekstrayudisial.

Candaan itu diutarakan Duterte di hadapan para diplomat di Kementerian Luar Negeri Filipina pada Senin (3/12) kemarin.

Saat itu, Duterte tengah bercerita tentang padatnya agenda dalam pertemuan tingkat tinggi ASEAN ke-33 di Singapura beberapa waktu lalu.

Presiden berusia 73 tahun itu mengatakan sejumlah pertemuan dalam rangkaian KTT tersebut seharusnya cukup dihadiri tingkat menteri atau pejabat tinggi, bukan kepala negara.

Duterte memang terlihat tidak hadir dalam 11 pertemuan KTT ASEAN dengan alasan tidur siang.

Dia juga bercerita dalam lawatan terbarunya ke India beberapa waktu lalu, dia terpaksa terjaga sepanjang malam hanya untuk membaca dokumen-dokumen.

"Kalian tidak ingin presiden kalian terlihat dungu dan tidak tahu apa-apa, jadi saya harus mengejar segala bahan dan dokumen. Benar-benar tidak ada waktu," kata Duterte dalam acara tersebut seperti dikutip The New York Times.

"Ini adalah aktivitas yang membunuh. Tetapi, di usia saya seperti saat ini, saya merasa tidak terlalu terganggu karena saya menggunakan ganja untuk tetap terjaga," tambahnya dengan nada bercanda.

Sayang tidak seluruhnya menyambut baik candaan Duterte tersebut. Sebab, pernyataan itu dianggap bertolak belakang dengan kampanye anti-narkoba yang selama ini digaungkan Duterte.

Gurauan orang nomor satu itu juga muncul empat hari setelah pengadilan Filipina memvonis tiga personel kepolisian 40 tahun penjara. Ketiganya dinyatakan bersalah membunuh seorang remaja 17 tahun dalam operasi anti-narkoba Duterte.

Kelompok pemerhati hak asasi manusia mengatakan setidaknya 12 ribu terduga kriminal narkoba tewas di tangan polisi sejak Duterte menjabat pada pertengahan 2016 lalu tanpa proses hukum yang jelas.

Politikus oposisi sekaligus anggota Dewan Perwakilan Filipina, Gary Alejano, menganggap candaan Duterte itu tidak sensitif.

"Jika Anda menggunakan isu yang telah mengorbankan ribuan nyawa akibat kampanye anti-narkoba sebagai bahan candaan, lantas apa? Anda juga akan memperlakukan orang-orang sebagai sebuah gurauan," katanya.

Membela sang presiden, sekutu Duterte sekaligus Presiden Senat Filipina, Vicente Sotto, malah mengatakan gurauan itu sangat aneh karena ganja pada umumnya memiliki efek menenangkan, daripada sebagai stimulan.

Senator Aquilino Pimentel III, pendukung Duterte lainnya, mengklaim Duterte mengatakan kepadanya tidak pernah menggunakan ganja seumur hidup.

Sadar jika membuat ricuh, Duterte langsung meluruskan pernyataannya tersebut dengan mengatakan bahwa komentarnya itu hanya sebuah lelucon.

"Saya menggunakan ganja plastik," kata Duterte. (rds/ayp)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2Qbk1Xw
December 05, 2018 at 01:21AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2Qbk1Xw
via IFTTT
Share:

Monday, December 3, 2018

Kapitra Sebut Target Reuni 212 Jatuhkan Kredibilitas Jokowi

Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus yang juga caleg PDI Perjuangan, Kapitra Ampera menyebut Reuni Aksi 212 di Lapangan Monas, Jakarta, Minggu (2/12) punya target menjatuhkan kredibilitas Presiden Joko Widodo jelang Pilpres 2019. Kapitra menyoroti sejumlah perbedaan antara aksi tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau 2016 jelas ada target. Saat ini targetnya ya anukan Pak Jokowi, menjatuhkan Pak Jokowi, kredibilitas Pak Jokowi minimal ya. Bilang Pak Jokowi bohong segala macam," kata Kapitra saat ditemui di Rumah Cemara, Jakarta, Senin (3/12).

Kapitra menilai Reuni 212 kali ini sekadar konsolidasi politik melalui berbagai metode kampanye terselubung ketimbang sebagai sarana dakwah. Ia lantas mencontohkan berbagai bentuk kampanye terjadi di aksi tersebut seperti orasi ganti presiden maupun tokoh-tokoh yang hadir berasal dari pihak oposisi.

Kapitra Ampera Sebut Target Reuni Akbar 212 Jatuhkan JokowiReuni 212 (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).

"Ada ganti presiden ada spanduk dan itu kan sebuah kampanye ya. Kampanya terselubung. Dari kemarin saya sudah sampaikan itu konsolidasi politik," kata Kapitra.

Tak hanya itu, Kapitra turut menyayangkan bahwa aksi itu turut membawa nilai Islam yang dijadikan sebagai kedok politis untuk menjatuhkan Jokowi karena dianggap tak memiliki kebaikan bagi umat. Padahal, kata dia, ajaran Islam lebih mengajarkan untuk memuliakan kebaikan seseorang ketimbang terus menerus dicari-cari kesalahannya.


"Sudah sangat politislah. Dan itu memakai baju agama aksi bela Islam, tetapi sebenarnya tujuannya gantipresiden dan semua apa yang dilakukan Presiden enggak ada baiknya," kata dia.

Optimisme BPN dari Reuni 212

Terpisah, Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai gelaran Reuni 212 membawa secercah harapan dan optimisme untuk merebut kemenangan pada pemilihan presiden (pilpres) 2019.

"Sebuah peristiwa yang sangat besar yang memberikan rasa optimisme kemenangan Prabowo-Sandi juga," kata Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (3/12).


Fadli menilai, mayoritas peserta reuni merupakan orang-orang yang menginginkan perubahan dan telah memiliki sikap mendukung Prabowo-Sandi di pilpres 2019.

Maka dari itu, Fadli menyatakan, anggapan bahwa reuni akbar itu dapat menambah elektabilitas Prabowo-Sandi adalah hal yang lumrah. Sebab, kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin juga disebut melakukan hal serupa.

Kapitra Ampera Sebut Target Reuni Akbar 212 Jatuhkan JokowiFadli Zon optimistis Reuni 212 sebagai langkah maju dalam kemenangan Prabowo Subianto di Pilpres 2019. (Foto: CNN Indonesia/Abi Sarwanto)

"Tentu setiap kandidat baik kandidat nomor 1 nomor 2 dan juga para caleg, berusaha untuk menambah dukungan dari masyarakat, winning hearts and minds gitu ya. Mendapatkan dukungan," katanya.

Namun, Fadli membantah jika reuni akbar kemarin merupakan upaya untuk menggerus dukungan umat ke pasangan Jokowi-Ma'ruf.


"Bukan menggerus, tapi memang mereka [peserta] itu orang-orang yang sudah menyatakan sikap, datang atas kemauan sendiri, tidak ada paksaan, tidak ada embel-embel sembako dibagikan," ujarnya. (rzr/ain)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2BOv5Rt
December 04, 2018 at 01:21AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2BOv5Rt
via IFTTT
Share:

Tuesday, November 27, 2018

Sri Mulyani Minta BPKP Audit BPJS Kesehatan Ihwal Defisit

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah melalui Kementerian Keuangan meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit BPJS Kesehatan ihwal defisit. Sehingga, tidak ada lagi persoalan mengenai besaran defisit antara yang dilaporkan oleh BPJS Kesehatan dengan temuan BPKP.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mencontohkan BPJS Kesehatan melaporkan defisit hingga akhir tahun sebesar Rp16,5 triliun, namun taksiran BPKP cuma Rp10,98 triliun.

Salah satu audit yang diminta pemerintah adalah audit antara sistem rumah sakit dengan sistem yang digunakan BPJS Kesehatan. Hal ini dimaksudkan agar jumlah pelayanan rumah sakit yang ditagihkan ke BPJS Kesehatan angkanya sama dan terverifikasi.


"Ke depan, Bu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) minta audit terhadap sistem. Sistemnya ada dua, yakni sistem di rumah sakit dan sistem yang ada di BPJS supaya klop dan nyambung, terutama sistem rujukan dan utamanya sistem klaim," jelas Mardiasmo, Selasa (27/11).

Dengan audit sistem, maka pemerintah juga akan memiliki bayangan mengenai sistem manajemen pelayanan kesehatan yang terjadi di rumah sakit. Ia menyebut selama ini tagihan-tagihan di rumah sakit tidak mencolok. Namun, klaim yang diajukan ke BPJS Kesehatan terlihat membengkak.

Namun, sesuai arahan pemerintah, BPKP diminta untuk mengaudit seluruh rumah sakit dan tidak lagi menggunakan percontohan (sampling). Ini agar hasil audit bisa lebih akurat.


"Jadi, kami membuka semuanya penyakitnya apa saja, dokternya siapa saja yang melakukan itu. Dengan sistem ini kami bisa tahu, apakah rumah sakit dan dokter melakukan moral hazard," imbuh Mardiasmo.

Audit BPKP tidak akan mengubah sistem di BPJS Kesehatan, justru menyempurnakannya. Selama ini, audit yang dilakukan BPKP hanya berkutat di angka arus kas BPJS Kesehatan.

Jika audit ini berhasil terlaksana, maka nanti pemerintah bisa menerka, apakah perlu untuk menyuntikkan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada BPJS Kesehatan.


"Kami harapkan audit ini bisa selesai pada Januari mendatang. Dan memang seharusnya selesai Januari mendatang," tegas dia.

Dari audit BPKP tahap pertama, ditentukan kebijakan bahwa pemerintah menyuntikkan bantuan sebesar Rp4,9 triliun yang berasal dari dana cadangan yang masuk ke dalam Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN). Bantuan ini sebelumnya sudah dicairkan 24 September 2018 silam.

Sementara itu, dari hasil kajian BPKP tahap kedua, pemerintah berencana untuk menggelontorkan bantuan kembali dengan nilai Rp5,6 triliun pekan depan. Angka itu disebut bisa lebih kecil dari rencana.

(glh/bir)

Let's block ads! (Why?)


https://ift.tt/2zsDCaY
November 28, 2018 at 01:21AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2zsDCaY
via IFTTT
Share: