Showing posts with label 2019 at 12:06AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 12:06AM. Show all posts

Wednesday, January 16, 2019

Jokowi-Ma'ruf Diklaim Tak Akan Menyerang di Debat Perdana

Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Kampanye Nasional (TKN) mengklaim Joko Widodo dan Ma'ruf Amin tidak akan melakukan serangan terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam debat capres 2019 perdana. Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan Jokowi-Ma'ruf bakal menyampaikan hal-hal prinsip dan fundamental.

"Apakah nanti ada sifatnya attacking? Ya karakter Pak Jokowi bukan karakter yang menyerang. Terlebih Kiai Ma'ruf Amin," ujar Hasto di Rumah Cemara, Jakarta, Rabu (16/1).

Hasto mengatakan Jokowi memiliki kemampuan untuk menciptakan arus balik atas dinamika yang terjadi di lapangan. Sementara Ma'ruf, ia berkata memiliki kemampuan analogi yang sangat baik. Kamampuan Ma'ruf diklaim merupakan ciri khas warga Nahdlatul Ulama (NU).

Bahkan, Sekjen PDIP ini menyebut Ma'ruf terbuka kemungkinan akan menampilkan humor-humor khas NU dalam debat Pilpres 2019.


Lebih lanjut, Hasto menyampaikan pihaknya sudah mempersiapkan debat capres perdana dengan baik. Ia berkata Jokowi-Ma'ruf tak akan hanya menampilkan retorika.

"Debat capres cawapres itu justru mencerminkan kemurnian jiwa dari pemimpin itu, karakter dasar dari pemimpin itu," ujarnya.

Di sisi lain, Hasto juga menyinggung soal pidato kebangsaan Prabowo. Ia melihat isi pidato itu masih berisi pesimisme terhadap Indonesia. Prabowo, kata dia, menutup mata atas keberhasilan dan menyerang Jokowi.


Padahal, kata Hasto, pihaknya berharap ada gagasan-gagasan yang positif sehingga rakyat dapat melihat kontestasi pada debat capres 2019.

"Serangan-serangan itu juga justru membuka sebuah rahasia dari seluruh strategi yang mereka lakukan attacking terus tanpa melihat kebenaran di dalam proses kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara itu," ujar Hasto.

Lebih dari itu, Hasto menilai pernyataan-pernyataan yang disampaikan Prabowo semakin membuat pihaknya yakin bahwa momentum debat perdana akan menjadi momentum yang baik bagi Jokowi-Ma'ruf untuk menampilkan jati diri kepemimpinannya.

Ikuti livestreaming, live report, dan cek fakta debat capres 2019 di CNNIndonesia.com pada 17 Januari 2019 mulai pukul 19.00 WIB.

(jps/DAL)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FCyhSl
January 17, 2019 at 12:06AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2FCyhSl
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 15, 2019

Naiknya Harga Tiket Pesawat Ancam Ekosistem Pariwisata

Jakarta, CNN Indonesia -- Dunia penerbangan Indonesia baru-baru ini mendapat perhatian dari masyarakat luas, terkait kenaikan harga tiket penerbangan domestik yang dirasa mahal oleh sebagian kalangan.

Meskipun sejak Senin (14/1) beberapa maskapai penerbangan telah menurunkan harga tiket untuk beberapa rute, masyarakat terutama kaum perantau masih belum merasa puas.

Kenaikan harga tiket penerbangan domestik juga berimbas kepada industri pariwisata, mengingat Menteri Pariwisata Arief Yahya kerap mengatakan pentingnya aspek aksesibilitas dalam pengembangan industri pariwisata.

Wakil Presiden Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan (ASTINDO), Rudiana, mengatakan bahwa jika tiket domestik terlampau mahal masyarakat Indonesia akan lebih memilih berwisata ke luar negeri ketimbang berwisata ke dalam negeri.

Padahal jumlah turis domestik juga turut menggerakkan roda industri pariwisata Indonesia.

"Enakan mana kedengarannya, 'habis dari Jepang' apa 'habis dari Manado'? Kan sekarang orang lebih suka prestisenya," ujar Rudiana kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi pada Selasa (15/1).

Menurutnya mahalnya tiket penerbangan domestik tidak sepenuhnya kesalahan maskapai, karena selama ini konsumen pesawat terbang di Indonesia sudah 'menanam' standar mengenai tarif tiket sebuah rute, padahal tarif tersebut juga masih sesuai dengan tarif batas atas.

Terkait kebijakan kenaikan tarif penerbangan, Ketua Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICIPI) Azril Azahari melihat adanya ketidaksinkronan koordinasi dalam pemerintah.

"Satu sisi ingin mengembangkan pariwisata, tapi di sisi lain malah menerapkan kebijakan yang berlawanan," ujar Azril kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (15/1).

Terkait dampak kenaikan harga tiket penerbangan domestik terhadap sektor pariwisata Indonesia, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Asnawi Bahar, menuturkan hal ini juga akan membawa dampak kepada wisatawan mancanegara, karena pariwisata sifatnya menyeluruh.

"Kalau penurunan kemarin signifikan atau bisa kembali ke harga semula mungkin akan membawa kabar baik. Tapi ingat, yang dirugikan bukan hanya wisatawan domestik, tapi juga wisatawan mancanegara. Bahkan untuk 10 Bali pun akan terkena dampak ini," ujar Asnawi kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (15/1).

Selain itu, ia menambahkan, pariwisata adalah sebuah ekosistem dimana banyak unsur yang terkandung di dalamnya.

"Jadi jika harga tiket meroket maka akan mempengaruhi hal lainnya, seperti pendapatan hotel, sewa mobil, toko oleh-oleh sampai sumber daya manusia yang menggantungkan perekonomiannya dalam industri pariwisata," pungkasnya.

(agr/ard)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2T2wBFy
January 16, 2019 at 12:06AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2T2wBFy
via IFTTT
Share:

Friday, January 11, 2019

Agenda Akhir Pekan Minggu Ini

Jakarta, CNN Indonesia -- Pekan kedua bulan Januari di ibu kota ditandai dengan hujan yang mulai turun secara rutin di pagi hari. Sebagian besar warga merasa jadwalnya dan mood-nya terusik akibat peristiwa alam ini.

Beberapa pelaku industri hiburan di kota besar tetap setia menawarkan acara untuk mengurangi rasa tegang. Berikut adalah agenda akhir pekan di sejumlah kota besar di Indonesia.

ALICE Live in Jakarta

Salah satu dedengkot noise eksperimental asal kota kembang, A.L.I.C.E, menggelar konsernya di Rossi Musik, Jakarta, Jumat 11 Januari 2019. Selain penampilan A.L.I.C.E, acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini akan diramaikan oleh penampilan dari BAP. dan Amerta.

Eelke Kleijn at Jenja

Tidak seperti para pegiat musik electronik lainnya, Eelke Kleijn adalah sebuah pengecualian. Ia menyeberangi industri musik elektronik konvensional dengan menyumbangkan kemampuannya pada ranah musik latar untuk film layar lebar. Para penyembang lantai dansa Jakarta, bisa menyaksikan sihirnya di Jenja pada Jumat, 11 Januari 2019.

[Gambas:Instagram]

Cine-Macet : La Danse

Frederick Wiseman adalah pioner dalam ranah film dokumenter. Dalam film berjudul La Dense ini, ia menyoroti seluk beluk kehidupan pebalet profesional dalam dunia opera di Prancis selama sembilan bulan. Pemutaran film ini akan dilangsungkan di IFI Jakarta, pada Sabtu 12 januari 2019, pukul 14.30 WIB. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis.

Flying Cow

Flying Cow adalah sebuah tarian kontemporer tentang persahabatan dan pentingnya berimajinasi. Pertunjukan ini terbuka untuk umum dan gratis. Untuk bisa menyaksikannya langsung saja datang ke teater salihara, Sabtu 12 Januari 2019, pukul 16.00 WIB. 

[Gambas:Instagram]

Semeru 4 Friends

Merayakan ulang tahunnya yang keempat, Semeru Art Gallery akan merayaknnya bersama kawan-kawan di kawasan Pemandian Cangar Tahura R Suryo, pada Sabtu 12 Januari 2019. Nama-nama seniman Malang akan memeriahkan acara ini seperti Tani Maju, Christabel Annora, Oneding, Crimson Diary, dan masih banyak lagi.

[Gambas:Instagram]

Festival Belajar Main

Festival Belajar Main adalah sebuah kegiatan yang didesain khusus untuk memberikan pengalaman sekaligus sosialisasi pendekatan pembelajaran berbasis game. Acara ini akan dilangsungkan di SD Gagas Ceria Bandung, Jl Malabar, Bandung pada Sabtu 12 Januari 2019 pukul 16.30 WIB.

[Gambas:Instagram]

Diskusi & Peluncuran Buku 'Dharma Patanjala': Yoga Nusantara menurut Sumber Jawa Kuno

Bagi para pegiat ataupun pecinta Yoga, acara diskusi sekaligus bedah buku yang akan berlangsung di IFI Jakarta, Minggu 13 Januari 2019 pukul 10.00 WIB, ini layak disambangi. Hal ini dikarenakan sang penulis buku, Andrea Acri, akan menjelaskan kemiripan maupun perbedaan antara yoga di India pramodern, hingga di Jawa dan Bali.

[Gambas:Instagram]

(agr/ard)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D4mLh5
January 12, 2019 at 12:06AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2D4mLh5
via IFTTT
Share:

Tuesday, January 8, 2019

LSI: PDIP Bisa Cetak 'Hattrick', Golkar Buat Rekor Buruk

Jakarta, CNN Indonesia -- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bisa menjadi partai pertama yang menjadi pemenang dua pemilu legislatif berturut-turut sekaligus keluar dari 'kutukan' juara bertahan, serta menjadi pemenang tiga pemilu.

Di sisi lain, Partai Golkar potensial mencetak rekor baru dengan keluar dari posisi dua besar untuk pertama kalinya.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, menyebut 'kutukan' itu disebut sebut telah ada sejak pemilu 1999. Bentuknya, tidak pernah ada juara bertahan alias dua kali berturut-turut dalam pileg. Contohnya, pada pemilu 1999 PDIP menjadi pemenang pemilu, tetapi kalah dari Golkar pada pemilu 2004.

Sedangkan pada pemilu 2009 Partai Demokrat menjadi pemenang pemilu, dan PDIP kembali menjadi pemenang pada pemilu 2014.

"Pemilu pasca reformasi tidak ada parpol juara terus menerus atau juara bertahan, 'kutukan' juara karena memang tidak ada juara bertahan," ujar Ardian, di kantornya, Jakarta Timur, Selasa (8/1).

"Sehingga kalau misalnya prediksi kita PDIP juara di 2019 mendatang, ini jadi sebuah torehan buat PDIP karena berhasil mempertahankan status sebagai juara," ia menambahkan.

Peluncuran atribut dan slogan kampanye di Kantor DPP PDI-Perjuangan, Jakarta, 20 September 2018.Peluncuran atribut dan slogan kampanye di Kantor DPP PDI-Perjuangan, Jakarta, 20 September 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Tak hanya itu, Ardian menyebut PDIP juga potensial dapat mencetak sejarah sebagai parpol pertama sejak era reformasi yang bisa menjadi pemenang pemilu sebanyak tiga kali.

"Jika PDIP menang kembali setelah reformasi dia mencetak sejarah hattrick karena tiga kali menang pemilu," tuturnya.

Ardian mengatakan keyakinannya akan kemenangan PDIP di Pileg 2019 karena dua alasan. Pertama, empat kali survei memperlihatkan bahwa posisi PDIP tetap di nomor satu. Kedua, selisih dengan partai saingan di bawahnya mencapai lebih dari 10 persen.

Hal itu dikatakannya berdasarkan survei pihaknya sejak Agustus hingga Desember 2018. Survei tersebut dilakukan setiap bulan di 34 provinsi dengan menggunakan 1200 responden. Metode yang digunakan dengan metode multistage random sampling.

Sementara, margin of error setiap survei kurang lebih 2,9 persen. Selain itu survei juga dilengkapi dengan penelitian kualitatif metode analisis media, diskusi kelompok terfokus (FGD) dan wawancara mendalam.

"LSI merangking dari bulan Agustus sampai Desember terdapat lima partai terbesar. Big five ada PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, kemudian ada Partai Demokrat," tuturnya.

Logo Partai Gerindra.Logo Partai Gerindra. (Adhi Wicaksono)
Ardian merinci, raihan suara PDIP pada Agustus 2018 mencapai 24,8 persen; September 25,6 persen; Oktober 28,5 persen; November 25,4 persen; dan Desember sebesar 27,7 persen.

Sedangkan Gerindra yang ada di posisi dua hanya memperoleh suara 13,1 persen pada Agustus, 11,5 persen pada September, 11,3 persen pada Oktober, 14,2 persen pada November dan 12,9 persen pada Desember.

Sementara itu, Partai Golkar memperoleh 11,3 persen pada Agustus; 10,6 persen pada September; 6,8 persen pada Oktober; 9,7 persen pada November; dan 10 persen pada Desember.

Untuk PKB, hasil survei menyebut raihannya mencapai 6,7 persen pada Agustus; 5,4 persen pada September; 6,3 persen Oktober; 6,2 persen pada November; dan 6,9 persen pada Desember.

Kemudian untuk Partai Demokrat memperoleh 5,2 persen di Agustus; 3,7 persen di September; 3,4 persen di Oktober; 4,1 persen di November; dan 3,3 persen di Desember.

Golkar Cetak Sejarah

Berbeda dengan PDIP, Ardian mengatakan hal tak menguntungkan justru dapat menimpa Partai Golkar. Menurutnya, Beringin berada di urutan ketiga dan masih harus kejar-kejaran dengan Partai Gerindra di posisi dua.

Bendera Partai Golkar.Bendera Partai Golkar. (Safir Makki)
"Data stabil Gerindra ada di atas Partai Golkar, belum ada dalam lima kali survei Golkar bisa menyalip partai Gerindra," tuturnya.

Jika Golkar tidak dapat menaikkan suaranya, Ardian mengatakan Partai Golkar akan mencetak sejarah buruk dengan terlempar dari posisi satu atau dua dalam pemilu. Pasalnya, dalam gelaran pemilu pascareformasi Partai Golkar selalu masuk di dua besar.

"Jika tidak ada perbaikan, ini bisa menjadi sejarah yang kurang bagus karena pertama kalinya dalam sejarah Golkar terlempar dari posisi satu atau dua pemenang pemilu," ucapnya.

Diketahui, pada Pileg 1999 Golkar menjadi pemenang dan memperoleh suara 22,44 persen. Pada pileg 2004, Golkar menang atas PDIP dengan perolehan suara 21,62 persen. Sedangkan pada pileg 2009,Golkar kalah dari Demokrat dengan suara 14,45 persen; dan pada Pileg 2014 Golkar kalah dari PDIP dengan suara 14,75 persen.

(arh)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2RffTX0
January 09, 2019 at 12:06AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2RffTX0
via IFTTT
Share: