Showing posts with label 2019 at 12:52AM. Show all posts
Showing posts with label 2019 at 12:52AM. Show all posts

Sunday, January 13, 2019

Ducati Lebih Harmonis Tanpa Jorge Lorenzo

Jakarta, CNN Indonesia -- CEO Ducati Claudio Domenicali menyatakan tim asal Italia itu lebih harmonis menjelang MotoGP 2019 setelah Jorge Lorenzo hengkang ke tim Repsol Honda.

Menggantikan posisi Lorenzo, Ducati merekrut Danilo Petrucci untuk berduet bersama Andrea Dovizioso yang dalam dua musim terakhir tampil konsisten bersaing di papan atas pebalap MotoGP.

Domenicali tidak menampik kabar cekcok di dalam tim antara Dovizioso dan Lorenzo yang terjadi selama kedua pebalap tersebut menjadi pengendara motor Ducati Desmosedici.

"Sekarang tim lebih harmonis. Andrea dan Danilo jelas akan bekerja bersama. Pasangan ini memiliki potensi yang tidak didapat pada duet sebelumnya. Antara Jorge dan Andrea banyak perselisihan. Saya sadar hal ini juga menjadi tontonan."

"Pada tahun 2018 lebih terasa dari yang kami inginkan. Kami harus menunggu dan melihat bagaimana kelanjutannya. Saya pikir kami akan memiliki siuasi yang sangat positif di pit," kata Domenicali kepada Corriere Della Sera dikutip dari Speedweek.

Ducati Lebih Harmonis Tanpa Jorge LorenzoJorge Lorenzo menjalani dua musim di tim Ducati. (REUTERS/Toru Hanai)
Kendati demikian Domenicali tidak menyingkirkan fakta keberadaan Dovizioso dan Lorenzo meningkatkan kualitas tim dengan menyebut kemajuan Ducati merupakan hasil dari masukan para pebalap.

Menghadapi MotoGP 2019, Domenicali ingin Ducati mempertahankan penampilan yang progresif dalam persaingan gelar juara balap motor kelas premium tersebut.
"Kami telah menunjukkan memiliki motor yang secara konstan dapat tampil lebih baik dari sisi performa dan hasil. Pada tahun selanjutnya saya berharap ada perbaikan lagi. Dan siapa tahu akan memengaruhi persaingan menuju gelar juara," ucap Domenicali.

"Kejuaraan MotoGP adalah persaingan level tinggi yang lebih mungkin membawa Anda pada hal buruk ketimbang perbaikan. Untuk itulah kami selalu mendengarkan kata-kata pebalap kami. Kami berjalan dalam langkah kecil, tapi selalu mengarah maju," sambungnya.

(nva)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2SPWw3h
January 14, 2019 at 12:52AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2SPWw3h
via IFTTT
Share:

Friday, January 11, 2019

Makanan Tinggi Serat Kurangi Risiko Kematian

Jakarta, CNN Indonesia -- Alasan untuk banyak mengonsumsi makanan berserat kini semakin bertambah. Penelitian terbaru menunjukkan orang yang mengonsumsi makanan tinggi serat memiliki risiko kematian dan menderita penyakit kronis seperti stroke atau kanker yang lebih rendah.

Makanan tinggi serat itu meliputi sayuran, buah-buahan, dan karbohidrat nabati seperti sereal gandum, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Penelitian anyar ini menunjukkan bahwa asupan serat yang tinggi menyebabkan berkurangnya risiko yang mengancam penyakit seperti jantung, diabetes tipe 2, dan kanker kolorektal. Serat yang tinggi juga mampu mengurangi berat badan, kolesterol total, dan angka kematian. Hasil yang sama juga didapat dengan meningkatkan asupan gandum.


Penelitian yang baru saja dipublikasikan di jurnal The Lancet ini menganalisis lebih dari 180 studi observasi dan 50 uji klinis selama empat dekade terakhir.

"Manfaat kesehatan dari serat makanan tampak lebih besar dari yang kita duga sebelumnya," kata peneliti Jim Mann. yang merupakan profesor nutrisi manusia dan kedokteran di University of Otago, Selandia Baru, dikutip dari CNN.

Analisis ini menemukan orang yang mengonsumsi serat lebih banyak dalam makanan mereka memiliki risiko kematian dan penyakit kronis lebih rendah sebesar 15-30 persen.

Makanan kaya serat dikaitkan dengan penurunan risiko stroke sebesar 22 persen, risiko diabetes tipe 2 dan kanker kolorektal 16 persen, dan penyakit jantung koroner 30 persen.

Penelitian ini menemukan, kebanyakan orang di dunia mengonsumsi 20 gram per hari. Jumlah ini masih dianggap kurang. 

Studi ini merekomendasikan untuk mengonsumsi 25-29 gram serat setiap harinya. Jumlah serat yang lebih tinggi tentunya akan lebih bermanfaat.


Analisis ini tidak menemukan bahaya saat mengonsumsi serat. Namun, perlu dicatat, bagi orang-orang yang kekurangan zat besi, kadar biji-bijian yang tinggi dapat mengurangi kadar zat besi dalam tubuh. (ptj/chs)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2QBAWxC
January 12, 2019 at 12:52AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2QBAWxC
via IFTTT
Share:

Thursday, January 10, 2019

Rutan Solo Ricuh, Pasukan TNI Dikerahkan Redam Kerusuhan

Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok orang ricuh dengan aparat keamanan saat mendatangi Rutan Kelas 1A Surakarta, usai membesuk narapidana yang merupakan teman mereka.

Wakil Kepala Polres Kota Surakarta AKBP Andy Rifai mengatakan massa yang mengatasnamakan salah satu ormas awalnya mencoba menerobos masuk rutan.

Situasi dapat dikendalikan oleh aparat keamanan gabungan Polres Surakarta, Brimob Detasemen C Polda Jateng, dengan bantuan pasukan TNI. Aparat keamanan bahkan membuat benteng di depan pintu masuk Rutan Kelas 1A Surakarta.

Andy mengatakan kericuhan berawal dari keributan antar dua kelompok tahanan dan terjadi kesalahpahaman antara kelompok ormas itu dengan salah seorang napi berinisial IW waktu jam besuk Rutan.


Sebanyak 30 anggota ormas datang membesuk lima temannya. Lima orang ini, kata Andy, ditahan karena terlibat kasus penganiayaan. Begitu pula IW yang terlibat kasus yang sama.

"Ada salah paham saat jam besuk antara penghuni rutan. Sempat terjadi benturan fisik tetapi sudah dapat diatasi. Di dalam rutan kondisinya sudah aman dan kondusif," kata Andy seperti dilaporkan Antara, Kamis (10/1).

Andy menambahkan setelah kejadian tersebut, ormas tersebut mendatangi rutan dengan kelompok lebih besar.

"Kondisi di luar rutan setelah kejadian sudah dapat dikendalikan dengan aman," katanya.


Akibatnya enam narapidana di Rutan Solo itu dipindahkan ke Lapas Semarang. Enam napi itu, kata Andy, termasuk seorang napi bernisial IW. Mereka terlibat kasus penganiayaan.

IW dan lima orang lainnya dipindahkan ke Semarang tetapi lapasnya berbeda. Polisi melakukan evakuasi napi berniasial IW dengan dinaikkan ke mobil barakuda milik Brimob dengan pengawalan ketat.

Kelima napi sempat meneriakkan takbir saat masuk ke mobil barakuda. Mereka juga akan dipindahkan ke Lapas Semarang tetapi lokasinya berbeda dengan IW.


Ketua Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan keributan tersebut.

"Kami berharap untuk pengamanan di rutan ditingkatkan karena sudah tiga kali kejadian yang sama," kata Endro.

Endro berharap pengunjung maupun napi bisa merasakan kenyamanan sehingga tidak ada kejadian keributan di dalam rutan. Ia menjelaskan kejadian tersebut berawal 30 orang membesuk temannya. 

(Antara/DAL)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2D1Z2Oz
January 11, 2019 at 12:52AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2D1Z2Oz
via IFTTT
Share:

Wednesday, January 9, 2019

Dosen USU Penyebar Ujaran Kebencian Soal Bom Surabaya Diadili

Medan, CNN Indonesia -- Himma Dewiyana Lubis (45), Dosen Universitas Sumatera Utara (USU), menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (9/1). Wanita ini didakwa melanggar UU ITE lantaran menulis status di akun Facebook terkait teror bom gereja di Surabaya, Jawa Timur, Mei 2018 lalu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tiorida Juliana Hutagaol dalam dakwaannya menyebutkan Himma ditangkap setelah menulis kalimat di Facebooknya "Skenario pengalihan yang sempurna #2019GantiPresiden" dan "Ini dia pemicunya Sodara, Kitab Al-Quran dibuang".

"Status itu ditulis di rumahnya, di Kompleks Johor Permai, Gedung Johor, Medan Johor, Medan. Terdakwa membuat dan mengetik status itu menggunakan Iphone 6S silver. Terdakwa mengaku tidak ada orang lain yang menyuruhnya untuk membuat postingan itu," kata JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Riana Pohan.

JPU mengatakan bahwa terdakwa membuat caption/tulisan diakun Facebook Himma Dewiyana tersebut karena merasa kesal, jengkel dan sakit hati atas kepemimpinan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia. Di era Jokowi Himma merasa harga sembilan bahan pokok (sembako), tarif listrik, dan semua keperluan/kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan.

"Padahal terdakwa Himma sebelumnya sangat mengagung-agungkan Jokowi sebelum menjadi Presiden RI. Sebab janji-janji Presiden Jokowi pada saat kampanye pemilihan Presiden RI tahun 2014 sangat mendukung terdakwa dalam kehidupan sehari-hari," ungkap JPU.

Tulisan Himma tersebut lantas viral di media sosial dan akhirnya sampai ke personel Subdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut pada Mei tahun lalu. Penyelidikan dilakukan, Himma pun diamankan dan ditahan.

"Akibat dari perbuatan terdakwa yang membuat postingan di dalam akun Facebook Himma Dewiyana akan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu," kata Tiorida.

Atas perbuatannya, lanjut JPU, terdakwa didakwa telah melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)," jelasnya.

Dakwaan JPU langsung ditanggapi penasihat hukum Himma dari Tim Bantuan Hukum Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Medan. Mereka menyatakan keberatan dan langsung diberi kesempatan menyampaikan eksepsi.

"Dalam kasus ini, tidak ada masyarakat yang melapor sebagai korban ujaran kebencian ini. Laporan justru dibuat penyidik. Tindakan pelapor yang sekaligus menjadi penyelidik tidak selaras dengan KUHAP," terang penasihat hukum terdakwa.

Tim penasihat hukum juga menyoroti dakwaan yang dinilai tidak memenuhi syarat.

"Kami penasihat hukum terdakwa Himma Dewiyana Lubis alias Himma meminta agar majelis hakim menyatakan dakwaan batal demi hukum atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima," kata Rina Melati Sitompul, salah seorang penasihat hukum.

Dalam perkara ini, Himma sempat ditahan penyidik di Polda Sumut pada 20 Mei 2018 hingga 8 Juni 2018. Setelah itu penahanannya ditangguhkan. (fnr/wis)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2FfDfp0
January 10, 2019 at 12:52AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2FfDfp0
via IFTTT
Share:

Thursday, January 3, 2019